Saatnya trading dengan SPREAD mulai dari 0.2 !! Atau dapatkan Cashback $10 / Lot. ❤️

KAMUS FOREX

T
Glossary Description
Take Profit

Mengenal Tentang Take Profit

Pergerakan dari pasar saham yang sulit untuk diprediksi membuat investor kesulitan dalam membuat keputusan take profit. Sehingga tak mudah bagi para investor untuk tentukan waktu tepat jual ataupun beli saham.

Namun sebenarnya apa itu pengertian take profit? Kapan waktunya investor harus mengambil keputusan take profit? Cari tahu lebih jelasnya di bawah ini.

Pengertian Take Profit

Take profit merupakan tindakan jual saham dimiliki atau yang sudah dibeli, setelah capai target atau level harga yang diinginkan atau direncanakan. Menentukan posisi dalam ambil keuntungan biasanya akan tergantung apakah Anda seorang investor atau trader, karena berhubungan dengan jangka waktu. 

Seorang trader dapat masuk atau beli saham pagi, dan jual saham tersebut sore hari sebelum bursa tutup, sehingga target profit umumnya lebih rendah dibandingkan investor. Investor biasanya beli saham untuk jangka waktu lebih panjang, dapat setengah atau satu tahun, bahkan dapat bertahun-tahun. Dampaknya target profit yang mau dicapai juga lebih tinggi. 

Waktu Tepat untuk Ambil Keputusan Take Profit Saham

  • Saat target profit atau keuntungan telah tercapai.
  • Saat saham telah berada pada harga puncak.
  • Saat IHSG telah naik tinggi.

Hal-Hal yang Diperhatikan dalam Take Profit

  • Lakukan jual saham saat fundamental saham telah tak bagus lagi, atau saat valuasi saham itu jadi mahal sekali. 
  • Lakukan jual saham saat keuntungan investasi tersebut telah dominasi portofolio. Anda tak perlu untuk jual semua saham koleksi Anda, tapi sebaiknya jual sebagian untuk realisasikan cuan serta berinvestasi di saham potensial yang lainnya. 

Technical Analisys
Metode pendekatan harga tanpa memperhatikan faktor faktor intrinsik dari suatu pergerakan harga, tetapi malah menggunakan grafik sebagai acuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang.
TIBOR

Apa Itu TIBOR?

TIBOR adalah kurs referensi harian suku bunga ditawarkan pada pemberian pinjaman yang tanpa jaminan oleh satu bank ke bank yang lain pada pasar uang Tokyo, atau dengan kata lain pasar uang antar bank.

Lalu pengertian lainnya dari TIBOR, yaitu TIBOR merupakan singkatan Tokyo Inter-Bank Offered Rate, yang artinya yakni suka bunga pinjaman antar bank-bank di negara Jepang.  

Pengertian Suku Bunga

Setelah mengetahui pengertian-pengertian TIBOR secara singkat, perlu juga diketahui definisi dan jenis dari suku bunga. 

Suku bunga merupakan nilai atau balas jasa yang pihak meminjam berikan pada pihak yang meminjamkan uang atau dana. Suku bunga biasanya dinyatakan dengan persentase. 

Jenis-Jenis Suku Bunga

  • Suku Bunga Tetap atau Fixed

Suku bunga tetap atau fixed merupakan suku bunga yang mempunyai sifat tetap serta tak berubah hingga jangka waktu ataupun sampai tanggal jatuh tempo, selama masa atau jangka waktu pinjaman.

  • Suku Bunga Mengambang atau Floating

Suku bunga mengambang atau floating merupakan suku bunga yang berubah-ubah mengikuti suku bunga pada pasaran. Apabila suku bunga pada pasaran naik, suku bunga pun ikut naik, begitu pula yang sebaliknya. 

  • Suku Bunga Flat 

Suku bunga flat yaitu suku bunga di mana perhitungannya mengacu ke jumlah dari pokok pinjaman pada awal untuk tiap periode cicilan. 

  • Suku Bunga Efektif

Suku Bunga Efektif merupakan suku bunga diperhitungkan dari sisa jumlah pokok kredit atau pinjaman tiap bulan seiring utang menyusut yang telah dibayar. 

  • Suku Bunga Anuitas

Metode yang satu ini atur jumlah angsuran pokok yang ditambah dengan angsuran bunga dibayarkan supaya sama tiap bulan. 

Tick
Perubahan minimum suatu harga baik naik maupun turun.
Trade Balance

Pengertian Trade Balance

Trade balance atau neraca perdagangan merupakan perbedaan antara nilai balik pada bentuk jasa atau barang yang diimpor serta diekspor di dalam suatu negara pada periode waktu yang tertentu. Trade balance atau neraca perdagangan terbagi jadi 2 sifat, yakni positif dan negatif. Trade balance positif merupakan negara yang lakukan kegiatan ekspor lebih banyak dibandingkan impor. Trade balance negatif merupakan negara yang menerima produk impor lebih banyak dibandingkan lakukan ekspor.  

Jenis-Jenis Trade Balance atau Neraca Perdagangan

1. Neraca Perdagangan Surplus

Neraca perdagangan surplus merupakan kondisi ketika nilai transaksi ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor. Jika kondisi neraca perdagangan jadi surplus, maka pastinya akan untungkan negara. Itu karena, mereka dapatkan nilai pendapatan lebih besar.

Suatu negara harus sedapat mungkin jaga nilai ekspor serta impor supaya nilai neraca perdagangan jadi surplus. 

2. Neraca Perdagangan Defisit

Neraca perdagangan defisit merupakan kebalikan neraca perdagangan surplus. Neraca perdagangan defisit merupakan kondisi pembayaran yang mana nilai dari transaksi impor lebih tinggi dibandingkan dengan nilai ekspornya. 

Untuk sejumlah negara, apalagi negara berkembang, kondisi yang seperti ini dinilai tak menguntungkan. Itu karena biaya yang harus untuk dikeluarkan untuk lakukan impor lebih tinggi dibandingkan pendapatan transaksi ekspor. 

3. Neraca Perdagangan Seimbang

Neraca perdagangan seimbang merupakan kondisi ketika nilai transaksi ekspor serta impor pada negara seimbang. Artinya, negara itu tak alami kerugian maupun keuntungan. Kondisi ini sulit sekali dipertahankan di suatu negara yang tertentu. 



Trader
Istilah yang digunakan untuk seseorang yang melakukan transaksi sebuah instrument keuangan baik itu forex, index, dan sebagainya.
Trend
Arah pergerakan pasar secara umum.
Trendline

Trendline: Pengertian, Sifat-Sifat Utama, dan Cara Membuatnya

Trendline adalah salah satu alat yang sering dan lazim dipakai oleh para  investor atau trader untuk melakukan analisis di dalam perdagangan seperti forex dan saham. Banyak orang yang juga mengenalnya dengan sebutan garis tren. Berikut pembahasannya!

Apa Itu Trendline

Trendline atau garis tren adalah garis lurus yang hubungkan bottom atau titik-titik lembah yang naik berurutan di keadaan uptrend, ataupun top atau titik-titik puncak yang turun berurutan di keadaan yang downtrend. Untuk membuat trendline atau garis tren, minimal harus terdapat dua titik harga dihubungkan.

Sifat-Sifat Utama Trendline atau Garis Tren

Terdapat 3 sifat utama dari sebuah trendline atau garis tren, yaitu:

  • Semakin titik harga dihubungkan banyak, maka semakin valid serta semakin kuat trendline atau garis tren untuk menahan resistance atau titik-titik support di pengujian yang berikutnya.
  • Semakin sebuah trendline atau garis tren valid, maka akan semakin ditaati serta diperhatikan oleh pelaku-pelaku pasar.
  • Tingkat kecuraman trendline atau garis tren bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan identifikasi keadaan pasar yang bullish atau jika curam ke atas, dan bearish atau jika curam ke bawah. 

Cara Buat Trendline atau Garis Tren

Untuk membuat trendline atau garis tren, ada sejumlah langkah, seperti:

  • Menentukan level low atau titik harga yang terendah.
  • Tarik garis ke titik harga yang paling rendah selanjutnya.
  • Perpanjang garis itu untuk antisipasi resistance atau titik-titik support berikutnya.
Two Ways Opportunities
Transaksi dua arah, atau dengan kata lain para investor dimungkinkan untuk membuka posisi dengan posisi Buy ataupun Sell sehingga memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan.