KAMUS FOREX

I
Glossary Description
Index
Ukuran statistik perubahan dalam hal ekonomi atau pasar surat berharga. Dalam kasus pasar keuangan, indeks merupakan portofolio efek imajiner yang mewakili suatu pasar tertentu atau sebagian dari pasar. Masing-masing index memiliki metodologi perhitungan sendiri dan biasanya dinyatakan dalam perubahan dari nilai dasar.
Index Futures

Index Futures

“Indeks berjangka, produk turunan (investasi efek derivatif) dari efek utama, baik bersifat penyertaan maupun utang.”

Bursa Efek Indonesia

Pengertian Index Futures

Index futures atau indeks berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual saham di bursa. Index futures ini menitikberatkan pada analisa pasar guna mengetahui kemungkinan nilainya akan naik atau turun. Indeks berjangka ini memungkinkan investor untuk menguangkan pergerakan umum dalam harga saham.

Kontrak berjangka ini termasuk perjanjian yang mengikat pembeli dan penjual secara hukum. Kontrak berjangka dianggap sebagai kewajiban, sehingga index future dan opsi cukup berbeda. Karenanya penting bagi investor untuk memahami faktor-faktor yang dapat mendorong harga indeks pasar.

Akan tetapi, spekulasi masih menjadi strategi umum yang kerap diterapkan. Di mana para investor berpengalaman cenderung menggunakan index future untuk berspekulasi pada arah indeks.

Margin Index Future

Indeks berjangka tidak mewajibkan pembeli memasang semua nilai kontrak ketika memasuki perdagangan. Sebaliknya, pembeli hanya diminta agar berkenan mempertahankan sebagian kecil dari jumlah kontrak yang disebut sebagai margin awal.

Selama masa kontrak, harga indeks berjangka bisa berfluktuasi secara signifikan. Kondisi inilah yang mengharuskan trader memiliki dana cukup di akun agar mampu menutupi potensi kerugian yang dikenal sebagai margin pemeliharaan. Margin dalam index future ini menentukan minimum jumlah dana yang harus dimiliki akun agar memenuhi klaim di masa mendatang.

Indikator Ekonomi

Indikator Ekonomi

“Publikasi BPS yang diterbitkan tiap bulan, yang menyajikan data statistik dari aspek ekonomi.”

Badan Pusat Statistik

Apa Itu Indikator Ekonomi?

Indikator ekonomi adalah suatu statistik yang menggambarkan kondisi dan aktivitas ekonomi dari waktu ke waktu. Penilaian, pengukuran, dan evaluasi kondisi kesehatan ekonomi secara menyeluruh dapat dilakukan menggunakan statistik-statistik yang tersedia.

Sumber Data Indikator Ekonomi

Lembaga pemerintah atau lembaga swasta mengumpulkan data ekonomi berbentuk survei atau sensus. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis hingga menghasilkan indikator ekonomi. Di Indonesia, indikator ekonomi tersedia di sejumlah lembaga berwenang seperti di Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Indikator Ekonomi Paling Umum

Terdapat 5 indikator ekonomi yang paling banyak dikutip, diantaranya:

  1. Produk Domestik Bruto (PDB). PDB nominal menjadi indikator yang akan menunjukkan ukuran ekonomi suatu negara. Sedangkan PDB riil menampilkan pertumbuhan ekonomi di negara bersangkutan. Meski demikian, PDB bukan ukuran ekonomi yang sempurna.
  2. Inflasi. Inflasi atau kenaikan harga barang secara umum dan terus-menerus dalam waktu tertentu menjadi indikator utama bagi analisis keuangan. Pasalnya inflasi memberi pengaruh secara signifikan pada kinerja perusahan dan aset.
  3. Suku Bunga Kebijakan. Salah satu dari 5 indikator ekonomi ini termasuk aspek kebijakan penting suatu bank sentral untuk melaksanakan kebijakan moneter dan mengontrol perekonomian negara secara signifikan.
  4. Nilai Tukar. Merupakan harga satu mata uang terhadap mata uang yang lain. Pergerakan nilai tukar berdampak pada keputusan personal, bisnis, dan pemerintah yang akan diambil.
  5. Tingkat Pengangguran. Diartikan sebagai jumlah orang yang menganggur yang disajikan dalam persentase dari total angkatan kerja. Indikator ekonomi ini cenderung menurun selama ekspansi ekonomi, dan sebaliknya akan meningkat drastis saat resesi ekonomi.
Inflasi
Kondisi ekonomi dimana harga barang-barang mengalami kenaikan sehingga mengurangi daya konsumsi.
Inflation

Inflation

“Nilai uang kertas yang merosot disebabkan banyak dan cepatnya uang kertas yang beredar sehingga harga barang secara umum meningkat.”

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Inflation

Inflation atau inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa. Di mana kenaikan ini terjadi dalam jangka waktu tertentu secara menyeluruh dan terus-menerus. Inflasi antonim dari deflasi atau penurunan harga.

Jika kenaikan harga hanya terjadi pada 1 atau 2 jenis barang saja, maka kondisi tersebut belum bisa dikategorikan sebagai inflasi. Lain halnya jika kenaikan harga berlangsung meluas dan membuat harga barang lainnya ikut naik. Adapun BPS atau Badan Pusat Statistik menjadi pihak yang berwenang melakukan perhitungan inflasi.

Faktor Penyebab Inflasi

  • Kenaikan biaya produksi yang disebabkan adanya kenaikan harga bahan baku dan upah pegawai. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat produsen menaikkan harga barang.
  • Jumlah permintaan akan suatu jenis barang lebih tinggi dibanding ketersediaan barang tersebut.
  • Tingginya jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Usaha Mengendalikan Inflasi

Inflasi termasuk gejala ekonomi yang tidak bisa dihilangkan secara tuntas. Namun, ada beberapa usaha yang biasanya dilakukan untuk mengendalikan inflasi diantaranya:

  • Kebijakan Moneter. Merupakan kebijakan keuangan. Kebijakan moneter memiliki tujuan mengoptimalkan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan menjaga kestabilan moneter.
  • Kebijakan non moneter. Kebijakan lain yang dapat mengendalikan inflasi seperti memerintahkan peningkatan produksi, memberi kemudahan pengaturan impor barang untuk menambah jumlah barang, menetapkan harga maksimum beberapa jenis barang, dan sebagainya.
  • Kebijakan Fiskal. Kebijakan yang akan memengaruhi pemasukan dan pengeluaran pemerintah seperti menghemat pengeluaran, menaikkan tarif pajak rumah tangga dan perusahaan, dan langkah lainnya yang dapat memengaruhi tingkat inflation.
Initial Margin

Initial Margin

Margin deposite menjadi kewajiban awal nasabah yang harus diberikan kepada bank saat akan membuka rekening margin baru.”

Bank Indonesia

Apa Initial Margin Itu?

Initial margin adalah jumlah uang minimum yang disetor investor sebagai margin deposite pada saat pembukaan akun sesuai kesepakatan awal. Margin deposite ini menjadi syarat untuk dapat memulai transaksi dan sekaligus sebagai jaminan di masa mendatang.

Besar deposit minimum umumnya berkisar 5% - 10% dari nilai kontrak. Untuk besar margin bisa berbeda-beda bergantung dari nilai kontrak, waktu, gejolak harga yang terjadi. Singkatnya initial margin ini digunakan sebagai uang jaminan yang dibutuhkan penjual dan juga pembeli untuk menjamin kewajiban dari transaksi margin trading yang dilakukan.

Di masa mendatang margin deposite akan dijaminkan bila terjadi kerugian selama transaksi masih ada pada open position. Adapun kerugian bisa terjadi bila kurs bergerak berlawanan arah dengan arah transaksi nasabah atau prediksi nasabah.

Maintenance Margin

Margin deposite yang diberikan memiliki batas minimal yang diprasyaratkan oleh bank atau pialang. Batas minimal ini kemudian disebut sebagai maintenance margin yang besarnya dihitung berdasar persentase tertentu dari nilai kontrak margin tranding.

Para nasabah berkewajiban menjaga dana minimal agar nilainya tidak kurang dari batas minimal yang sudah ditetapkan. Adapun bila nilainya nasabah akan menerima margin call yang mengharuskan melakukan penambahan dana sehingga memenuhi initial margin.

Invertion

Invertion

“pembalikan posisi, arah, susunan, dan sebagainya”

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Invertion

Dalam dunia ekonomi dikenal inversi kurva yield. Sebelumnya kurva yield merupakan kurva yang ditarik dari beragam obligasi dengan kredit sama tapi waktu jatuh temponya berbeda, tepatnya kurva ditarik dari plot suku bunga dalam waktu tertentu. Obligasi dengan kredit sama biasanya diterbitkan oleh satuan entitas sama.

Inversi kurva yield menunjuk pada kurva yield negatif. Bentuk kurva ini termasuk bentuk yang kontroversial dan memiliki peluang kecil utnuk terjadi. Namun, bila hal ini terjadi dapat menjadi sinyal resesi. Pada bentuk kurva ini akan didapati yield aset utang jangka panjang lebih rendah daripada aset utang jangka pendek, padahal peringkat kredit semua aset sama.

Bentuk Kurva Lainnya

Ada bentuk kurva umum selain invertion kurva yield, diantaranya:

  • Kurva Yield Normal. Kurva ini memiliki bentuk yang menunjukkan obligasi jangka panjang lebih tinggi daripada obligasi jangka pendek. Kondisi ini terjadi saat aset utang jangka panjang dinilai memiliki risiko waktu lebih lama dibanding aset utang jangka pendek.
  • Kurva Yield Mendatar. Bentuk kurva ini cembung atau hampir mendatar. Hanya didapati selisih yang cukup kecil antara obligasi jangka panjang dan obligasi jangka pendek. Saat didapati kurva bentuk ini diyakini akan terjadi transisi ekonomi dalam waktu dekat.

Kedua bentuk kurva di atas lebih bersahabat dibanding invertion kurva yield.

Investasi
Penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.