Candlestick Pattern

KELAS LANJUTAN

Candlestick Pattern

Bagi Anda yang sudah lama ataupun masih baru berkutat dalam dunia trading, pasti tidak akan asing dengan Candlestick Pattern bukan?

Kepopuleran yang dimiliki oleh candlestick ini lah yang membuat banyak trader menggunakannya untuk menunjukkan harga.

Karena secara visual, grafik candlestick mudah dipahami dan informasi yang disajikan dalam setiap candlestick cukup lengkap termasuk harga pembukaan, harga terendah, harga tertinggi dan harga penutupan.

Pada grafik ini pun, Anda akan mempelajari beberapa pola candlestick yang sering kali muncul dan cukup populer di kalangan para trader dimana pola-pola ini memberikan manfaat untuk memaksimalkan peluang yang ada dari transaksi forex trading yang akan dilakukan.

Namun sebelum membahas lebih jauh tentang candlestick, ada baiknya Anda mengetahui sedikit sejarah dari chart populer ini!

Munehisa Homma - Penemu Candlestick Pattern

Trader Terkenal Penemu Candlestick

Dia adalah Munehisa Homma, seorang pedagang beras yang menciptakan Candlestick sebagai jenis chart dalam forex trading yang cukup populer dan banyak digunakan oleh para trader hingga saat ini.

Candlestick pertama kali digunakan sekitar abad ke-17 di Jepang dan digunakan untuk menghitung pergerakan harga beras.

Melalui gagasan yang dimiliki oleh Homma, ia berhasil menyiasati pasar dengan kemampuan analisanya. Ide menciptakan indikator yang bisa digunakan untuk memprediksi arah trend adalah gagasan yang sangat cemerlang.

Seiring berjalannya waktu, candlestick sangat bermanfaat tidak hanya untuk menentukan pergerakan harga beras pada masa itu.

Bagi trader masa kini, ciptaan Homma yang telah berusia 250 tahun ini sangat berguna untuk menganalisa pergerakan harga pasar, tidak hanya komoditi, namun grafik ini berlaku untuk pasar saham, futures dan forex.

Dengan perkembangan saat ini, grafik candlestick semakin modern dan populer hingga ke dunia barat di mana salah seorang yang diketahui mempopulerkan metode analisis menggunakan pola candlestick adalah Steve Nison.

Melalui buku yang ditulisnya dengan judul Japanese Candlestick Charting Technique, "kemungkinan munculnya metode candlestick tersebut dimulai setelah tahun 1850-an."

Apa Saja yang Termasuk Dalam Jenis Pola Candlestick?

Candlestick PatternDengan mengenali pola-pola tertentu yang terdapat dalam candlestick, Anda dapat memperkirakan arah pergerakan harga selanjutnya.

Perlu diingat bahwa, pola candlestick biasanya hanya diikuti oleh koreksi jangka pendek saja. Pola-pola tersebut sangat berguna jika trader ingin memanfaatkan peluang koreksi.

Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa pola candlestick dapat diikuti oleh reversal (pembalikan arah) untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Meskipun cukup melelahkan untuk mempelajari grafik ini, tapi itu semua akan sangat bermanfaat saat Anda melakukan transaksi dalam trading.

Secara keseluruhan, ada 3 jenis kelompok dari pola candlestick yaitu:

  1. Pola Candlestick Single
  2. Pola Candlestick Double
  3. Pola Candlestick Triple

Mengenal Single Candlestick Pattern

Pada pola candlestick single ini tidak ada pasangan dan biasanya terdiri dari satu ruas dan paling mudah untuk dilihat.

Terdapat beberapa jenis pola lainnya pada candlestick single yang cukup sering digunakan oleh para trader dalam trading. Apa saja?

Mari kita simak lebih dalam lagi jenis pola candlestick single ini!

Sebelum memulai, ada baiknya jika Anda memiliki akun demo forex terlebih dahulu agar Anda bisa dengan mudah memahami pola yang ada dengan cara membandingkannya secara langsung.

Dapatkan akun demo di sini

Marubozu

Marubozu memiliki arti yaitu "si kepala botak."

Pada jenis pola candlestick satu ini, Anda akan bertemu dengan body candle yang tidak mempunya shadow, baik atas maupun bawah. Bahkan shadow yang terlihat pun cukup tipis sehingga hanya terlihat seperti kepala tanpa rambut.

Ada dua jenis marubozu yang perlu Anda ketahui yaitu bullish marubozu dan bearish marubozu.

  1. Bullish marubozu adalah candlestick bullish panjang yang tidak memiliki shadow
  2. Bearish marubozu adalah candlestick bearish panjang yang tidak memiliki shadow.

Kemunculan marubozu inilah yang menandakan bahwa tekanan bearish atau bullish sangat besar pada periode waktu tersebut.

Pada umumnya, bullish candlestick direpresentasikan dengan warna putih (kosong), sedangkan bearish candlestick direpresentasikan dengan warna hitam.

Oleh karena itu bullish marubozu juga sering disebut sebagai white marubozu, sedangkan bearish marubozu disebut sebagai black marubozu.

Marubozu - Candlestick Pattern

Gambar 1:  Marubozu

Kemunculan bullish marubozu menjadi pertanda bahwa pada saat itu tekanan bullish sangat kuat. Begitu pula sebaliknya, kemunculan bearish marubozu menandakan bahwa pada saat itu tekanan bearish sangat kuat.

Pada saat itu juga, terdapat indikasi bahwa trader memegang kendali akan harga dari awal hingga akhir sesi trading. Oleh karena itu, pastikan Anda untuk selalu berhati-hati jika pola marubozu ini muncul pada saat trading.

Long Candle

Sesuai dengan namanya, long candle termasuk dalam pola candlestick yang relatif panjang.

Patokan utama pada pola long candle ini adalah ukuran tubuhnya yang panjang.

Tidak jauh berbeda dengan marubozu, pada long candle pun terdapat dua jenis yaitu long bullish candle dan long bearish candle.

Perbedaannya terletak hanya di shadow saja, di mana long candle masih memiliki shadow yang terlihat dengan jelas, tidak seperti marubozu yang sama sekali tidak memiliki shadow.

Long Candle - Candlestick Pattern

Gambar 2: Long Candle

Spinning Tops

Spinning tops adalah candlestick yang memiliki upper shadow dan lower shadow yang panjang.

Ciri khas dari spinning top adalah memiliki dua shadow memanjang di bagian atas dan bawah dengan ukuran tubuh yang kecil.

Warna body dari spinning tops ini tidak terlalu penting, karena kemunculan pola spinning tops mencerminkan keraguan pasar antara harga akan bergerak menuju bullish, atau bearish.

Ketidakpastian ini menjadi fokus utama dalam spinning tops.

Spinning Tops - Candlestick Pattern

Gambar 3: Spinning Tops

Body yang kecil pada spinning top menggambarkan bahwa sebenarnya kekuatan bullish dan bearish sama besarnya.

Namun, Anda perlu memperhatikan kapan waktu dari spinning top ini muncul!

Bila spinning tops muncul di ujung sebuah uptrend, maka ada kemungkinan pasar akan berbalik arah menjadi downtrend.

Begitu pula jika spinning tops muncul di ujung downtrend, maka ada kemungkinan akan terjadi pembalikan arah menjadi uptrend.

Namun demikian, spinning tops membutuhkan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar arah pergerakan harga selanjutnya bisa diperkirakan.

Pada dasarnya, grafik ini merupakan pola yang cukup netral. Oleh karena itu, meskipun spinning tops muncul di ujung uptrend, tidak serta-merta pembalikan arah akan terjadi.

Namun, peluang balik arah akan semakin besar jika spinning tops yang muncul di ujung uptrend diikuti oleh candlestick bearish yang cukup panjang.

Demikian pula halnya dengan spinning tops yang muncul di ujung downtrend, membutuhkan bullish candlestick sebagai konfirmasi.

Doji

Tidak jauh berbeda dengan spinning tops, doji merupakan pola candlestick yang cukup netral. Namun, pola ini memiliki karakteristik yang lebih kompleks. Dibutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya agar Anda bisa memperkirakan arah pasar selanjutnya.

Candlestick doji memiliki body yang sangat tipis bahkan hanya terlihat seperti garis, karena harga open dan harga close yang sama. Hal itu disebabkan karena antara seller dan buyer tidak ada yang mampu memegang kendali.

Sama seperti spinning tops, doji juga menggambarkan pertarungan yang seimbang antara bullish dan bearish di mana Anda bisa melihat ada empat jenis doji didalamnya, yaitu:

  1. long-legged doji,
  2. dragonfly doji,
  3. gravestone doji dan
  4. four price doji.

Jenis Doji - Candlestick Pattern

Gambar 4: Jenis Doji

Mari kita simak lebih dalam lagi, bagaimana cara kerja keempat jenis doji ini!

1. Long-legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Long-legged doji dikenali karena shadow yg dimiliki oleh jenis candlestick ini cukup panjang.

Seperti gambar di atas, jika formasi Long-legged doji terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

Panjang ekor tersebut menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, namun berbalik mengikuti buyer.

Pada saat itu, harga yang telah mencapai level terendah dengan cepat berbalik arah. Ini juga berlaku jika terjadi pada pergerakan uptrend.

2. Dragonfly Doji

Bentuknya yang seperti huruf (T) membuat dragonfly doji memiliki harga open, close dan high yang identik, bahkan hampir sama.

Ada kalanya letak body berada di posisi sedikit ke bawah yang membuat dragonfly doji dapat memiliki bentuk seperti salib.

Istilah dragonfly ini diambil karena doji ini memiliki bentuk mirip seperti capung.

3. Gravestone Doji

Tidak jauh berbeda dengan dragonfly doji, gravestone doji memiliki harga open, close dan low yang sama atau hampir sama.

Doji ini diberi nama gravestone karena bentuknya yang mirip batu nisan. Ada kalanya juga posisi body agak sedikit ke atas sehingga bentuknya menyerupai salib terbalik.

Ketika pola candlestick jenis gravestone doji ini ditemukan, maka akan sangat membantu dalam melakukan analisis teknikal.

Setelah pasar mengalami uptrend panjang dan diikuti dengan terbentuknya pola ini, itu berarti mengisyaratkan bahwa perdagangan untuk terus membeli harus sudah berakhir. Bisa dengan alasan harga sudah terlalu mahal.

Selain itu, pola gravestone doji juga lah yang bisa memberikan sinyal kepada para seller untuk memulai aktivitas jualnya.

4. Four Price Doji

Kemunculan dari four price doji ini biasanya menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearish mulai berkurang.

Jadi, jika doji ini muncul pada saat uptrend akan memberikan pertanda bahwa tekanan bullish menurun. Sebaliknya jika doji muncul pada saat downtrend artinya tekanan bearish mulai berkurang.

Namun sekali lagi, diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk mengambil action. Ingat selalu bahwa doji adalah pola netral.

Bentuknya menyerupai garis horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis.

Four Price Doji hanya akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestick.

Hammer & Hanging Man

Hammer dan Hanging Man sebenarnya adalah saudara kembar. Kedua bentuk ini secara fisik hampir sama, namun memiliki arti berbeda jika dilihat dari proses aktivitas harga terakhir dalam sebuah sesi.

Keduanya mempunyai ciri-ciri bentuk tubuh yang pendek (baik yang berwarna hitam atau putih) dengan long lower shadow dan short upper shadow.

Keduanya juga memiliki bentuk yang sama, yaitu sama-sama memiliki body yang mungil dan lower shadow yang panjang.

Hammer & Hanging Man - Candlestick Pattern

Gambar 5: Hammer & Hanging Man

Hammer/hanging man yang bagus memiliki lower shadow yang panjangnya minimal 1,5 (satu setengah) kali panjang body-nya.

Beberapa referensi yang lain menyebutkan, lower shadow paling tidak dua hingga tiga kali lebih panjang daripada body yg dimiliki pola ini.

Perbedaan antara hammer dan hanging man hanya terletak pada lokasinya saja, di mana hammer selalu berlokasi di lembah, sementara hanging man selalu berada di puncak.

Posisi Hammer & Hanging Man - Candlestick Pattern

Gambar 6: Posisi Hammer & Hanging Man

Kemunculan hammer merupakan sinyal bullish, sedangkan kemunculan hanging man merupakan sinyal bearish.

Hammer akan menjadi sinyal bullish yang kuat jika didukung setelah kemunculan bullish candle. Begitu pula dengan Hanging man, pola ini akan menjadi sinyal bearish yang lebih kuat jika didukung dengan kemunculan bearish candle setelahnya.

Dalam prakteknya, pola candlestick seringkali digabungkan dengan indikator dan tool analisis yang lain, seperti stochastic atau fibonacci retracement untuk menyeimbangkan trader dalam mengetahui pergerakan pasar.

Inverted Hammer & Shooting Star

Inverted Hammer dan Shooting Star merupakan saudara kembar sama seperti Hammer dan Hanging Man. Perbedaannya hanya terletak pada posisi badan yang terbalik.

Keduanya memiliki body kecil dan upper shadow yang biasanya memiliki panjang sekitar 1,5 hingga tiga kali panjang body-nya.

Lower shadow nyaris tidak terlihat, bahkan bentuk yang sempurna tidak memiliki lower shadow sama sekali.

Inverted Hammer dan Shooting Star - Candlestick Pattern

Gambar 7: Inverted Hammer & Shooting Star

Posisi Inverted Hammer dan Shooting Star - Candlestick Pattern

Gambar 8: Posisi Inverted Hammer dan Shooting Star

Inverted hammer merupakan sinyal bullish yang membutuhkan konfirmasi candlestick bullish yang muncul setelahnya.

Sedangkan shooting star merupakan sinyal bearish yang juga membutuhkan konfirmasi candlestick bearish yang muncul setelahnya.

Apakah Anda sudah cukup paham dengan single candlestick pattern dan jenis pola yang terdapat didalamnya?

Jika iya, ini saatnya untuk Anda beralih ke pembahasan yang lebih kompleks lagi yaitu pola candlestick double.

Dual Candlestick Pattern

Di sini Anda perlu untuk memperhatikan tidak hanya 1 ruas body candle, namun juga penampakan candle di sebelahnya. Mari kita simak lebih dalam lagi jenis pola dual candlestick pattern ini!

Jangan lupa! Pastikan Anda selalu mencoba mencari pattern serupa, lalu bandingkan dengan candle sebenarnya di akun demo agar Anda bisa dengan mudah memahami candlestick pattern untuk meraih potensi profit maksimal dari trading forex.

Dapatkan akun demo di sini

Engulfing Pattern

Banyak trader yang sering kali mengambil keuntungan dari pola ini sebagai sinyal untuk entry. Selain mudah diamati, probabilitas trading dengan pola engulfing cukup tinggi terutama pada keadaan pasar yang sedang trending.

Ada dua jenis engulfing pattern yang terlebih dahulu harus Anda ketahui, yaitu bullish engulfing dan bearish engulfing.

Bullish Bearish Engulfing - Candlestick Pattern

Gambar 9: Posisi Engulfing Pattern

Pada gambar diatas, Anda akan melihat suatu pola engulfing dapat dikenali ketika terdapat candlestick yang panjangnya melebihi candlestick sebelumnya.

Candlestick yang lebih panjang tersebut harus terlihat seolah-olah "meliputi" candlestick sebelumnya. Bullish candlestick yang muncul pada gambar diatas terlihat lebih panjang daripada bearish candlestick sebelumnya.

Harga low dari bullish candlestick tersebut tidak perlu lebih rendah daripada harga low bearish candlestick sebelumnya. Namun harga high harus lebih tinggi daripada harga high candlestick sebelumnya.

Harga close dari bullish candlestick tersebut juga sebaiknya lebih tinggi daripada harga high candlestick sebelumnya, namun hal ini bukan merupakan suatu keharusan.

Sementara itu, bearish engulfing merupakan kebalikan dari bullish engulfing.

Pola ini mengindikasikan adanya potensi bearish di mana munculnya pola ini ditandai dengan adanya bearish candlestick yang lebih panjang daripada bullish candlestick sebelumnya.

Untuk perbandingan yang lebih jelas, Anda dapat menggunakan tanda lebih besar (>) dan lebih kecil (<) seperti contoh di bawah ini!

Bullish Engulfing

  • Panjang Bullish candlestick > panjang bearish candlestick sebelumnya
  • Harga high bullish candlestick > harga high bearish candlestick sebelumnya
  • Harga close bullish candlestick > harga high bearish candlestick sebelumnya (bukan keharusan)

Bearish Engulfing

  • Panjang bearish candlestick > panjang bullish candlestick sebelumnya
  • Harga low bearish candlestick < harga low bullish candlestick sebelumnya
  • Harga close bearish candlestick < harga low bullish candlestick sebelumnya (bukan keharusan)

Harami

Harami adalah sepotong kata dalam bahasa Jepang yang bermakna "kehamilan".

Pola candlestick harami terbentuk dari dua bar (batang) candlestick di mana body (badan) bar kedua selalu berukuran lebih kecil dan berada di kandungan (dalam jangkauan) body bar pertama.

Pola harami ini bisa dikatakan kebalikan dari pola engulfing. Bedanya pada harami, candlestick yang muncul lebih kecil daripada candlestick sebelumnya.

Bullish Harami dan Bearish Harami - Candlestick Pattern

Gambar 10: Posisi Harami

Adanya bullish harami ditandai dengan kemunculan candlestick yang lebih kecil daripada candlestick sebelumnya yang merupakan candlestick bearish.

Sedangkan bearish harami ditandai dengan kemunculan bearish candlestick yang lebih kecil daripada candlestick sebelumnya.

Pada intinya:

  • Bullish harami merupakan pola bullish, dan
  • Bearish harami merupakan pola bearish.

Dark Cloud Cover & Piercing Line

Dark cloud cover dan piercing line juga merupakan pola double candlestick yang cukup populer. Dark cloud cover merupakan pola bearish, sebaliknya piercing line adalah pola bullish.

Kedua pola ini dapat membantu Anda menentukan posisi entry tanpa harus merasa kesulitan.

Dark Cloud Cover & Piercing Line Pattern - Candlestick Pattern

Gambar 11: Posisi Dark Cloud Cover & Piercing Line

Pada gambar diatas, Anda bisa melihat pola piercing line terjadi di lembah dan merupakan pola bullish seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Pola ini terdiri dari sebuah candlestick bullish dan sebuah candlestick bearish.

  • Syarat Pola Piercing Line

    Suatu pola bisa disebut sebagai piercing line jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Harga low candlestick bullish lebih rendah daripada harga low candlestick bearish sebelumnya.
    • Harga close candlestick bullish lebih tinggi daripada harga close candlestick bearish sebelumnya.
    • Panjang body candlestick bullish minimal setengahnya panjang body candlestick bearish sebelumnya.
  • Syarat Pola Dark Cloud Cover

    Sementara itu, dark cloud cover dapat disebut sebagai pola bearish jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    • Harga high candlestick bearish lebih tinggi daripada harga high candlestick bullish sebelumnya.
    • Harga close candlestick bearish lebih rendah daripada harga close candlestick bullish sebelumnya.
    • Panjang body candlestick bearish minimal setengahnya panjang body candlestick bullish sebelumnya.

Tweezer

Kata tweezer bisa berarti penjepit jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Konon, nama ini diberikan karena bentuk pola ini mirip dengan penjepit.

Tweezer terbentuk dengan body candlestick yang terlihat dari perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan.

Jika ada "shadow" pada tweezer di kedua ujung candle akan ditandai dengan harga tinggi dan rendah pada periode tersebut.

Tweezer biasanya terletak di atas dan di bawah, mempunyai pola-pola yang mengindikasikan adanya pembalikan arah trend meskipun konteks yang lebih luas biasanya diperlukan candle tambahan untuk mengkonfirmasi sinyal.

Ada dua macam pola tweezer, yaitu:

  1. Tweezer Top
  2. Tweezer Bottom

Pola ini merupakan pola yang cukup jarang muncul. Meskipun begitu, untuk mengenali kedua pola ini tidak lah begitu sulit.

Tweezer Top dan Tweezer Bottom - Candlestick Pattern

Gambar 11: Posisi Tweezer

Tweezer bottom merupakan bentuk hammer yang berdampingan. Sedangkan tweezer top merupakan inverted hammer (shooting star, karena berada di atas) yang berdampingan.

Triple Candlestick Pattern

Sudah paham dengan pola dual candlestick pattern?

Sekarang waktunya bagi Anda untuk mulai memahami pola terakhir yang cukup populer dari candlestick pattern yaitu tripe candlestick pattern

Quick Tips: Cara Cepat Menguasai Candlestick

  1. Selesaikan course mengenai candlestick pattern ini
  2. Pertajam pemahaman dengan mencoba menemukan pattern di akun demo
  3. Coba lakukan trading berdasarkan pattern yang Anda temukan di akun demo
  4. Evaluasi setiap transaksi untuk mengasah kemampuan analisis
  5. Latihan di akun demo dengan konsisten

Morning Star & Evening Star

Bagi trader dengan kiblat formasi candlestick, pola Morning Star dan pola Evening Star dapat dianalogikan sebagai lampu hijau untuk berburu profit. Benarkah demikian?

Tidak perlu buru-buru. Pola-pola ini memang cukup populer karena kemunculannya biasanya diikuti oleh koreksi yang lebih panjang daripada pola-pola yang lain.

Morning star merupakan indikasi bullish, sedangkan evening star memiliki indikasi bearish.

Morning Star & Evening Star - Candlestick Pattern

Gambar 11: Posisi Morning & Evening Star

Ciri-ciri Pola Morning Star

Morning star dapat Anda kenali jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bearish, yang mana adalah bagian dari sebuah downtrend.
  2. Candlestick kedua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bisa merupakan candlestick bullish atau bearish. Hal ini menunjukkan bahwa mulai ada “keragu-raguan” di pasar.
  3. Candlestick ketiga adalah candlestick bullish yang lebih panjang daripada candlestick kedua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola morning star.

Ciri-ciri Pola Evening Star

Bagaimana dengan Evening Star? Apa saja ciri-ciri yang dimiliki oleh pola ini?

  1. Candlestick pertama merupakan candlestick bullish, yang mana adalah bagian dari sebuah uptrend.
  2. Candlestick kedua adalah candlestick yang memiliki body yang lebih kecil, bullish ataupun bearish tidak penting.
  3. Candlestick ketiga adalah candlestick bearish yang lebih panjang daripada candlestick ke-dua. Panjangnya tidak perlu sama dengan candlestick pertama, namun posisi harga close-nya harus melebihi setengah dari body candlestick pertama. Inilah konfirmasi terbentuknya pola evening star.

Ada kalanya kedua candlestick ini menjadi sebuah doji, sehingga nama polanya pun dapat dimodifikasi menjadi Morning Doji Star atau Evening Doji Star.

Three White Soldiers & Three Black Crows

Three White Soldiers & Three Black Crows - Candlestick Pattern

Gambar 11: Posisi Three White Soldiers & Three Black Crows

Three white soldiers dan three black crows termasuk dalam kategori pola candlestick reversal. Artinya, setelah formasi terbentuk komplit, harga akan berpotensi untuk berubah arah dari trend sebelumnya.

Jika sebelumnya harga sedang bullish, maka akan berbalik turun. Sedangkan jika sebelumnya harga sedang bearish, maka akan bertolak naik.

Apa perbedaan diantara keduanya?

Three White Soldiers merupakan salah satu pola yang dianggap sinyal bullish yang kuat, terutama jika muncul pada saat downtrend memasuki fase konsolidasi.

Fase konsolidasi dalam sebuah trend sendiri adalah ketika harga cenderung bergerak sideways.

Candlestick yang pertama dalam pola ini tentunya adalah sebuah candlestick bullish.

Candlestick kedua juga menjadi sebuah candlestick bullish yang bodynya lebih panjang daripada candlestick pertama.

Selain itu, jarak antara harga close dan high candlestick yang kedua ini juga tidak boleh terlalu jauh. Upper shadow yang dimiliki harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali.

Dengan demikian, pola ini akan lengkap dengan kemunculan candlestick ketiga yang panjangnya kurang lebih sama dengan candlestick kedua atau lebih panjang.

Shadow yang dimiliki pun harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali. Namun, akan semakin baik jika candlestick yang ketiga adalah sebuah white marubozu.

Berbeda dengan three white soldiers, three black crows merupakan pola bearish yang ditandai dengan kemunculan tiga candlestick bearish secara berurutan pada saat uptrend.

Candlestick yang pertama dalam pola ini adalah sebuah candlestick bearish.

Candlestick kedua juga harus sebuah candlestick bearish yang bodynya lebih panjang daripada candlestick pertama.

Lower shadow yang dimiliki oleh pola ini harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali.

Konfirmasi pola ini adalah kemunculan candlestick ketiga yang panjangnya kurang lebih sama dengan candlestick kedua atau lebih panjang.

Shadow yang dimiliki oleh pola ini juga harus sangat pendek atau tidak ada sama sekali. Sehingga, jika candlestick yang ketiga adalah sebuah black marubozu, maka pola ini akan semakin bagus.


Keuntungan Candlestick Pattern Dalam Trading

Dengan mengetahui jenis dari pola candlestick Ini, apa saja keuntungan yang akan Anda dapatkan?

1. Memudahkan Anda Dalam Menganalisa

Candlestick pattern membantu Anda untuk mengidentifikasi pergerakan harga. Selain itu, candlestick memiliki aturan yang jelas sehingga memudahkan Anda dalam menganalisa pasar.

Trader akan cepat mengetahui siapa yang mengontrol pasar, apakah bullish atau bearish dengan melihat warna body candlestick.

Selain itu, panjang body candlestick juga menunjukkan seberapa dominan kondisi bullish atau bearish apabila bodynya pendek dan shadownya panjang yang menunjukkan keraguan market.

2. Pelengkap Indikator Dalam Analisa Teknikal

Candlestick dapat digunakan bersamaan dengan alat analisa teknikal lainnya. Dalam analisa teknikal penggunaan pola candlestick bisa dijadikan sebagai alat konfirmasi yang digunakan bersama-sama dengan beberapa indikator.

Ini dikarenakan candlestick menggunakan opening, high, low, dan closing price sama seperti bar chart. Ini dapat memperkuat analisa dari candlestick.

Sebagai catatan!

Jenis pola Candlestick diatas termasuk dalam kategori pola yang cukup populer dan sering digunakan oleh para trader.

Sebelum memulai trading, Anda perlu memahami terlebih dahulu kegunaan grafik tersebut sebelum dapat digunakan secara optimal.

Tidak perlu khawatir untuk mempelajari lebih dalam tentang pola candlestick ini untuk membantu Anda dalam mendapatkan sinyal pada saat membuka posisi, karena ada Tim Edukasi FOREXimf yang siap untuk membantu.

Dengan menjadi nasabah dari FOREXimf, Anda berkesempatan mendapatkan sesi khusus untuk edukasi dan layanan penunjang lainnya yang bertujuan untuk menjadikan Anda trader handal dengan profit konsisten.

Sudah siap untuk menjadi trader profesional?

Daftarkan diri Anda di sini!

FOREXimf Footer Background