Mengenal Single Candlestick Pattern

KELAS LANJUTAN

Mengenal Single Candlestick Pattern

Pada pola candlestick single ini tidak ada pasangan dan biasanya terdiri dari satu ruas dan paling mudah untuk dilihat.

Terdapat beberapa jenis pola lainnya pada candlestick single yang cukup sering digunakan oleh para trader dalam trading. Apa saja?

Mari kita simak lebih dalam lagi jenis pola candlestick single ini!

Sebelum memulai, ada baiknya jika Anda memiliki akun demo forex terlebih dahulu agar Anda bisa dengan mudah memahami pola yang ada dengan cara membandingkannya secara langsung.

Dapatkan akun demo di sini

Marubozu

Marubozu memiliki arti yaitu "si kepala botak."

Pada jenis pola candlestick satu ini, Anda akan bertemu dengan body candle yang tidak mempunya shadow, baik atas maupun bawah. Bahkan shadow yang terlihat pun cukup tipis sehingga hanya terlihat seperti kepala tanpa rambut.

Ada dua jenis marubozu yang perlu Anda ketahui yaitu bullish marubozu dan bearish marubozu.

  1. Bullish marubozu adalah candlestick bullish panjang yang tidak memiliki shadow
  2. Bearish marubozu adalah candlestick bearish panjang yang tidak memiliki shadow.

Kemunculan marubozu inilah yang menandakan bahwa tekanan bearish atau bullish sangat besar pada periode waktu tersebut.

Pada umumnya, bullish candlestick direpresentasikan dengan warna putih (kosong), sedangkan bearish candlestick direpresentasikan dengan warna hitam.

Oleh karena itu bullish marubozu juga sering disebut sebagai white marubozu, sedangkan bearish marubozu disebut sebagai black marubozu.

Marubozu - Candlestick Pattern

Gambar 1:  Marubozu

Kemunculan bullish marubozu menjadi pertanda bahwa pada saat itu tekanan bullish sangat kuat. Begitu pula sebaliknya, kemunculan bearish marubozu menandakan bahwa pada saat itu tekanan bearish sangat kuat.

Pada saat itu juga, terdapat indikasi bahwa trader memegang kendali akan harga dari awal hingga akhir sesi trading. Oleh karena itu, pastikan Anda untuk selalu berhati-hati jika pola marubozu ini muncul pada saat trading.

Long Candle

Sesuai dengan namanya, long candle termasuk dalam pola candlestick yang relatif panjang.

Patokan utama pada pola long candle ini adalah ukuran tubuhnya yang panjang.

Tidak jauh berbeda dengan marubozu, pada long candle pun terdapat dua jenis yaitu long bullish candle dan long bearish candle.

Perbedaannya terletak hanya di shadow saja, di mana long candle masih memiliki shadow yang terlihat dengan jelas, tidak seperti marubozu yang sama sekali tidak memiliki shadow.

Long Candle - Candlestick Pattern

Gambar 2: Long Candle

Spinning Tops

Spinning tops adalah candlestick yang memiliki upper shadow dan lower shadow yang panjang.

Ciri khas dari spinning top adalah memiliki dua shadow memanjang di bagian atas dan bawah dengan ukuran tubuh yang kecil.

Warna body dari spinning tops ini tidak terlalu penting, karena kemunculan pola spinning tops mencerminkan keraguan pasar antara harga akan bergerak menuju bullish, atau bearish.

Ketidakpastian ini menjadi fokus utama dalam spinning tops.

Spinning Tops - Candlestick Pattern

Gambar 3: Spinning Tops

Body yang kecil pada spinning top menggambarkan bahwa sebenarnya kekuatan bullish dan bearish sama besarnya.

Namun, Anda perlu memperhatikan kapan waktu dari spinning top ini muncul!

Bila spinning tops muncul di ujung sebuah uptrend, maka ada kemungkinan pasar akan berbalik arah menjadi downtrend.

Begitu pula jika spinning tops muncul di ujung downtrend, maka ada kemungkinan akan terjadi pembalikan arah menjadi uptrend.

Namun demikian, spinning tops membutuhkan konfirmasi dari candlestick berikutnya agar arah pergerakan harga selanjutnya bisa diperkirakan.

Pada dasarnya, grafik ini merupakan pola yang cukup netral. Oleh karena itu, meskipun spinning tops muncul di ujung uptrend, tidak serta-merta pembalikan arah akan terjadi.

Namun, peluang balik arah akan semakin besar jika spinning tops yang muncul di ujung uptrend diikuti oleh candlestick bearish yang cukup panjang.

Demikian pula halnya dengan spinning tops yang muncul di ujung downtrend, membutuhkan bullish candlestick sebagai konfirmasi.

Doji

Tidak jauh berbeda dengan spinning tops, doji merupakan pola candlestick yang cukup netral. Namun, pola ini memiliki karakteristik yang lebih kompleks. Dibutuhkan konfirmasi candlestick berikutnya agar Anda bisa memperkirakan arah pasar selanjutnya.

Candlestick doji memiliki body yang sangat tipis bahkan hanya terlihat seperti garis, karena harga open dan harga close yang sama. Hal itu disebabkan karena antara seller dan buyer tidak ada yang mampu memegang kendali.

Sama seperti spinning tops, doji juga menggambarkan pertarungan yang seimbang antara bullish dan bearish di mana Anda bisa melihat ada empat jenis doji didalamnya, yaitu:

  1. long-legged doji,
  2. dragonfly doji,
  3. gravestone doji dan
  4. four price doji.

Jenis Doji - Candlestick Pattern

Gambar 4: Jenis Doji

Mari kita simak lebih dalam lagi, bagaimana cara kerja keempat jenis doji ini!

1. Long-legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Long-legged doji dikenali karena shadow yg dimiliki oleh jenis candlestick ini cukup panjang.

Seperti gambar di atas, jika formasi Long-legged doji terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

Panjang ekor tersebut menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, namun berbalik mengikuti buyer.

Pada saat itu, harga yang telah mencapai level terendah dengan cepat berbalik arah. Ini juga berlaku jika terjadi pada pergerakan uptrend.

2. Dragonfly Doji

Bentuknya yang seperti huruf (T) membuat dragonfly doji memiliki harga open, close dan high yang identik, bahkan hampir sama.

Ada kalanya letak body berada di posisi sedikit ke bawah yang membuat dragonfly doji dapat memiliki bentuk seperti salib.

Istilah dragonfly ini diambil karena doji ini memiliki bentuk mirip seperti capung.

3. Gravestone Doji

Tidak jauh berbeda dengan dragonfly doji, gravestone doji memiliki harga open, close dan low yang sama atau hampir sama.

Doji ini diberi nama gravestone karena bentuknya yang mirip batu nisan. Ada kalanya juga posisi body agak sedikit ke atas sehingga bentuknya menyerupai salib terbalik.

Ketika pola candlestick jenis gravestone doji ini ditemukan, maka akan sangat membantu dalam melakukan analisis teknikal.

Setelah pasar mengalami uptrend panjang dan diikuti dengan terbentuknya pola ini, itu berarti mengisyaratkan bahwa perdagangan untuk terus membeli harus sudah berakhir. Bisa dengan alasan harga sudah terlalu mahal.

Selain itu, pola gravestone doji juga lah yang bisa memberikan sinyal kepada para seller untuk memulai aktivitas jualnya.

4. Four Price Doji

Kemunculan dari four price doji ini biasanya menunjukkan bahwa tekanan bullish atau bearish mulai berkurang.

Jadi, jika doji ini muncul pada saat uptrend akan memberikan pertanda bahwa tekanan bullish menurun. Sebaliknya jika doji muncul pada saat downtrend artinya tekanan bearish mulai berkurang.

Namun sekali lagi, diperlukan konfirmasi dari candlestick berikutnya untuk mengambil action. Ingat selalu bahwa doji adalah pola netral.

Bentuknya menyerupai garis horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis.

Four Price Doji hanya akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestick.

Hammer & Hanging Man

Hammer dan Hanging Man sebenarnya adalah saudara kembar. Kedua bentuk ini secara fisik hampir sama, namun memiliki arti berbeda jika dilihat dari proses aktivitas harga terakhir dalam sebuah sesi.

Keduanya mempunyai ciri-ciri bentuk tubuh yang pendek (baik yang berwarna hitam atau putih) dengan long lower shadow dan short upper shadow.

Keduanya juga memiliki bentuk yang sama, yaitu sama-sama memiliki body yang mungil dan lower shadow yang panjang.

Hammer & Hanging Man - Candlestick Pattern

Gambar 5: Hammer & Hanging Man

Hammer/hanging man yang bagus memiliki lower shadow yang panjangnya minimal 1,5 (satu setengah) kali panjang body-nya.

Beberapa referensi yang lain menyebutkan, lower shadow paling tidak dua hingga tiga kali lebih panjang daripada body yg dimiliki pola ini.

Perbedaan antara hammer dan hanging man hanya terletak pada lokasinya saja, di mana hammer selalu berlokasi di lembah, sementara hanging man selalu berada di puncak.

Posisi Hammer & Hanging Man - Candlestick Pattern

Gambar 6: Posisi Hammer & Hanging Man

Kemunculan hammer merupakan sinyal bullish, sedangkan kemunculan hanging man merupakan sinyal bearish.

Hammer akan menjadi sinyal bullish yang kuat jika didukung setelah kemunculan bullish candle. Begitu pula dengan Hanging man, pola ini akan menjadi sinyal bearish yang lebih kuat jika didukung dengan kemunculan bearish candle setelahnya.

Dalam prakteknya, pola candlestick seringkali digabungkan dengan indikator dan tool analisis yang lain, seperti stochastic atau fibonacci retracement untuk menyeimbangkan trader dalam mengetahui pergerakan pasar.

Inverted Hammer & Shooting Star

Inverted Hammer dan Shooting Star merupakan saudara kembar sama seperti Hammer dan Hanging Man. Perbedaannya hanya terletak pada posisi badan yang terbalik.

Keduanya memiliki body kecil dan upper shadow yang biasanya memiliki panjang sekitar 1,5 hingga tiga kali panjang body-nya.

Lower shadow nyaris tidak terlihat, bahkan bentuk yang sempurna tidak memiliki lower shadow sama sekali.

Inverted Hammer dan Shooting Star - Candlestick Pattern

Gambar 7: Inverted Hammer & Shooting Star

Posisi Inverted Hammer dan Shooting Star - Candlestick Pattern

Gambar 8: Posisi Inverted Hammer dan Shooting Star

Inverted hammer merupakan sinyal bullish yang membutuhkan konfirmasi candlestick bullish yang muncul setelahnya.

Sedangkan shooting star merupakan sinyal bearish yang juga membutuhkan konfirmasi candlestick bearish yang muncul setelahnya.

Apakah Anda sudah cukup paham dengan single candlestick pattern dan jenis pola yang terdapat didalamnya?

Jika iya, ini saatnya untuk Anda beralih ke pembahasan yang lebih kompleks lagi yaitu pola candlestick double.

FOREXimf Footer Background