Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia

MENGENAL MAPPING DALAM MARKET STRUCTURE

07 December 2022 in Blog - Trading - by Yenny K

Pilar pertama dalam metode Smart Money Concepts (SMC) adalah market structure. Market structure merupakan bagian terpenting dalam SMC. Market structure merupakan dasar yang wajib dikuasai oleh semua pemakai SMC. Definisi market structure itu sendiri adalah struktur pasar yang dihasilkan dari pergerakan harga yang terjadi di masa lampau. Untuk dapat menentukan market structure kita perlu melakukan sebuah proses yang dinamakan mapping atau pemetaan. Melalui proses mapping, Anda dapat melihat market structure yang terjadi saat ini. Proses mapping terdiri dari seperangkat rules atau set rules, di mana masing-masing trader dapat menerapkan rules yang berbeda-beda sehingga hasil mapping trader juga bisa berbeda. Hal cukup wajar dan sering terjadi, sehingga dalam menentukan market structure ini seringkali terjadi bias.

Anda boleh saja memiliki bias yang berbeda dengan trader lain dalam menentukan market structure. Seperti halnya kita juga memiliki pandangan yang berbeda-beda terhadap sesuatu. Namun perlu dicatat bahwa Anda harus konsisten dengan set rules yang sudah Anda tetapkan. Set rules tersebut akan Anda pakai terus-menerus dalam menentukan market structure di segala jenis kasus dan kondisi. Tujuan utama dalam market structure adalah mencari tren yang sedang terjadi. Tren dapat dibagi menjadi 3 yakni uptrend atau tren naik, downtrend atau tren turun dan sideways atau ranging. Namun di market structure ini kita akan lebih fokus ke uptrend dan downtrend saja.

Sebelum melanjutkan ke bagian lain, Anda juga perlu mengenal istilah mastery yaitu penguasaan metode, atau menjadi ahli dalam suatu hal. Hal pertama yang diperlukan adalah mechanical. Semua rules trading termasuk mapping market structure harus dibuat secara mechanical. Mechanical berarti tiap rules memiliki poin dengan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur. Rules ini akan dibuat di awal dan akan dijalankan secara konsisten. Dengan demikian, jika ada dua trader berbeda yang diberikan sebuah rules set mechanical yang sama, maka akan muncul hasil yang serupa atau tidak ada unsur subjektivitas di dalamnya.

Poin berikutnya adalah detail. Tujuan utama kita menguasai suatu metode adalah supaya kita menjadi unggul di dalam market dibandingkan pihak lain. Itu sebabnya detail sekecil apapun akan sangat mempengaruhi hasil yang kita peroleh. Lalu yang terakhir adalah repetition atau pengulangan. Untuk dapat menguasai suatu hal terutama untuk hal yang baru, Anda perlu mengulangnya berkali – kali. Oleh karena itu Anda perlu terus belajar setiap harinya meskipun itu mungkin hanyalah pengulangan materi yang dipelajari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu dan pengalaman pasti ada suatu hal baru yang dapat Anda peroleh.

Break of Structure (BOS)

Tipe 1

Tipe 2

Secara umum BOS bisa dikatakan breakout. Ada dua tipe dari BOS. Tipe yang pertama merupakan tipe di mana candlestick harus close baru bisa dikatakan BOS yang valid. Sedangkan tipe yang kedua mengatakan wick saja cukup untuk dapat dikatakan BOS. Tipe yang pertama ini merupakan tipe yang lebih konservatif, sedangkan tipe kedua lebih agresif. Keduanya sah – sah saja untuk digunakan sesuai dengan kebutuhan. Tipe yang pertama ini dapat Anda pakai untuk mapping swing structure dan tipe yang kedua bisa Anda pakai untuk mapping internal structure.

 

 

Uptrend dan Downtrend

Berikut adalah gambaran dari market structure. Suatu kondisi dikatakan uptrend ketika selalu membentuk higher high (HH) dan higher low (HL). Harga akan cenderung terus melakukan break of structure (BOS) ke atas dan membentuk HH lalu terkoreksi turun membentuk HL dan kembali melakukan BOS lalu membentuk HH baru. Begitupun sebaliknya dalam kondisi downtrend. Harga akan terus membentuk lower low (LL) dan lower high (LH). Harga akan terus melakukan BOS sehingga membentuk lower low (LL) baru dan seterusnya. Namun sebagai catatan kondisi ini merupakan kondisi secara teoritis, di mana kondisi tersebut sangat rapi. Namun pada prakteknya tidak akan serapi itu, dan cenderung lebih berantakan.

 

Strong and Weak High / Low

Berikutnya kita akan membahas konsep mengenai Strong weak high dan low. Di dalam kondisi uptrend, kita semua tahu bahwa harga cenderung membentuk higher high (HH),  higher low  (HL) dan higher high (HH). Suatu kondisi dikatakan HL strong bila dari titik low tersebut harga menembus high sebelumnya. Begitu juga sebaliknya, sebuah high dikatakan weak apabila dari high tersebut gagal menembus low sebelumnya. Begitu juga dalam kondisi down trend yang selalu membentuk lower low (LL) lalu lower high (LH) dan akhirnya lower low (LL). Suatu kondisi dikatakan lower high (LH) strong bila dari titik high tersebut harga menembus low sebelumnya. Begitu juga dengan sebaliknya, sebuah Low dikatakan weak apabila dari Low tersebut gagal menembus high sebelumnya.

 

Swing High dan Swing Low

Kedua hal ini merupakan aspek yang dapat mengandung subjektivitas di dalamnya, jadi setiap trader dapat melihatnya secara berbeda-beda. Contohnya, sejauh mana sih pullback atau koreksi dapat terjadi supaya structure itu bisa dikatakan swing yang valid? Tidak ada jawaban yang seratus persen pasti. Yang harus Anda lakukan adalah membuat rules milik Anda sendiri.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat diterapkan untuk menentukan swing high dan swing low valid menurut diri Anda sendiri.

  1. Fixed Pips

Jika anda memilih menggunakan metode ini, artinya Anda menentukan sendiri jumlah pips yang bisa disebut sebagai sebuah koreksi. Sebagai contoh, di pair EURUSD Anda menentukan 600 pips. Jadi harga perlu koreksi sebesar 600 pips baru dapat dikatakan bahwa itu sebuah swing. Jika belum mencapai 600 pips, itu bisa dikatakan sebagai koreksi minor.

  1. Berdasarkan ATR

Ini adalah indikator yang ada di trading view atau meta trader.  Indikator tersebut bisa digunakan sebagai parameter untuk menentukan koreksi. Contohnya Anda setting di GBPUSD, ATR disetting di timeframe daily dengan 100 EMA lalu dihasilkan nilai terakhirnya sebesar 1000 pips, lalu tentukan persentase yang diambil misalnya 75% dari 1000 pips yakni 750 pips. Angka ini bisa dijadikan patokan untuk menentukan swing, jadi suatu kondisi bisa dikatakan sebuah swing jika minimal telah terkoreksi sebesar 750 pips.

  1. Fibonacci Retracement

Merupakan sesuatu yang lumrah jika ingin menentukan sebuah swing dengan menggunakan Fibonacci. Suatu swing dikatakan valid jika harga berhasil menyentuh level 50% atau 61.8% dari Fibonacci.

  1. Backtest

Pilihan yang terakhir adalah Anda bisa backtest secara pribadi untuk menentukan swing. Sebagai contoh Anda mengambil data dari EURUSD selama satu tahun terakhir dan mencoba melakukan mapping dari timeframe H4. Lalu Anda melakukan riset dengan menghitung jumlah pips yang biasanya bisa dikatakan swing yang fixed dan berdasarkan data tersebut Anda bisa menggunakannya sebagai acuan dalam menentukan swing.

Perubahan Trend

Kita semua tahu bahwa tren itu tidak berlangsung selamanya. Kondisi uptrend suatu saat berubah menjadi downtrend. Begitupun sebaliknya, downtrend juga suatu saat akan berubah menjadi uptrend.

Suatu uptrend akan terhenti jika harga bergerak dari HH dan berhasil melakukan BOS dengan menembus HL sehingga membentuk LL. Dengan kata lain, jika suatu harga telah berhasil menembus suatu titik low dan high yang strong maka dikatakan trend berpotensi berubah. Hal ini pun berlaku sebaliknya untuk kasus downtrend. Jadi inilah proses bagaimana Anda bisa melakukan mapping untuk perubahan tren.

Nah, sampai sini Anda sudah lebih paham terkait market structure, bukan? Seperti yang telah dibahas sebelumnya, akan ada bias pada masang-masing trader karena set rules berbeda-beda yang hendak dipakai, namun itu tidak menjadi masalah. Yang terpenting adalah konsisten dengan set rules yang sudah dipilih. Jangan lupa untuk memperhatikan detail-detail yang berpengaruh dan ulangi (repetisi) hingga Anda menguasainya.

 

Share :