Perbedaan Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka

Istilah pialang berjangka dan wakil pialang berjangka mungkin adalah istilah-istilah yang kurang popular di Indonesia jika dibandingkan dengan istilah broker atau broker forex.

Padahal, industri forex trading di Indonesia hingga saat ini masih berada di dalam industri perdagangan berjangka.

Banyak orang yang mengunjungi website resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk mengecek legalitas sebuah perusahaan pialang berjangka.

Lalu sering pula mereka melihat ada pengumuman di website tersebut bahwa ada beberapa pialang dan wakil pialang yang dicabut izinnya oleh Bappebti.

FOREXimf.com juga sering menerima pertanyaan seperti ini,

Saya lihat di website Bappebti, bahwa Bappebti telah mencabut izin PT International Mitra Futures (nama resmi pialang berjangka FOREXimf.com, red.).

Kalau benar begitu, apakah FOREXimf.com masih legal?

Ups, sebentar. Tenang dulu.

Yang terbaca oleh penanya tersebut biasanya adalah “pencabutan izin seorang Wakil Pialang Berjangka”, yaitu orang yang tadinya bekerja untuk FOREXimf.com namun sekarang sudah tidak lagi.

Pialang Berjangka sebenarnya berbeda dengan Wakil Pialang Berjangka.

Lalu apa sih arti dari istilah-istilah tersebut?
Yuk, kita pahami dulu definisinya.

Definisi Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka Menurut Undang-Undang

Sebelum Anda teruskan, saya harus memberi “peringatan” dulu.

Definisi yang akan Anda baca berikut ini adalah definisi yang mempergunakan – menurut istilah saya sendiri – “bahasa Undang-Undang”.

Jadi jangan terkejut atau malah mual :mrgreen: kalau Anda melihat kalimat-kalimat yang panjang dan seringkali membosankan, karena begitulah memang definisi yang tertuang dalam UU.

Tenang, bahasa yang rumit itu nanti akan saya sederhanakan. Namun saya merasa perlu untuk memaparkan definisi menurut UU di tulisan ini, agar apa yang akan saya sampaikan nanti ada dasarnya.

Perdagangan Berjangka

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011, Perdagangan Berjangka adalah “segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.”

Penyelenggaraan perdagangan berjangka di Indonesia melibatkan di antaranya Pedagang Berjangka dan Pialang Berjangka.

Pialang Berjangka

Pialang Berjangka adalah badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

Wakil Pialang Berjangka

Sedangkan Wakil Pialang Berjangka adalah orang atau perseorangan yang melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka tempat ia bernaung.

Panjang ya definisinya?
Begitulah “bahasa Undang-Undang”. 🙂

Pusing Bosskuh, gampangnya bagaimana?

Pialang Berjangka itu harus berbentuk badan usaha alias perusahaan.

Misalnya PT International Mitra Futures (FOREXimf).

Jika FOREXimf.com ingin diperbolehkan untuk beroperasi di Indonesia secara legal, maka harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

OK, sekarang mulai jelas ya?
Pialang Berjangka itu adalah sebuah perusahaan.

Tetapi sebuah perusahaan tidak akan bisa bekerja dengan baik jika tidak ada yang memasarkan produknya, ya kan? Nah, orang-orang yang bekerja untuk Pialang Berjangka itulah yang disebut Wakil Pialang.

Sekarang sudah semakin jelas kan?

Pialang Berjangka adalah suatu perusahaan berbentuk perseroan terbatas. Sedangkan Wakil Pialang Berjangka adalah orang yang bekerja untuk Pialang Berjangka.

Seseorang baru berhak menyandang sebuatan Wakil Pialang Berjangka jika ia telah lulus Ujian Profesi Wakil Pialang Berjangka yang diselenggarakan oleh Bappebti.

Setelah itu, barulah kemudian Bappebti menerbitkan izin bagi orang tersebut untuk bertindak sebagai Wakil Pialang Berjangka untuk perusahaan Pialang Berjangka tertentu.

Menurut Keputusan Kepala Bappepti No. 57/Bappepti/KP/9/2005,

Persetujuan Izin Wakil Pialang Berjangka yang diberikan hanya berlaku selama Wakil Pialang Berjangka tersebut bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka yang bersangkutan.

Izin tersebut juga akan berakhir jika orang yang bersangkutan meninggal dunia.

Artinya, jika orang tersebut tidak lagi bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka yang dimaksud, maka izinnya akan dicabut oleh Bappebti.

Ingat ya, izin sebagai Wakil Pialang-nya yang dicabut, bukan izin Pialang Berjangka-nya.

Jadi, meskipun Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka seseorang, bukan berarti Pialang Berjangka-nya yang bermasalah.

Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir apabila Anda membaca berita bahwa Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka, dan ada nama PT International Mitra Futures di dalamnya.

Selama yang dicabut hanya izin Wakil Pialangnya saja, FOREXimf.com masih tetap legal.

Untuk memastikan legal atau tidaknya, Anda bisa mengeceknya disini – melalui halaman pialang berjangka dengan izin resmi dari Bappebti.

Jadi, dapat dipastikan bahwa FOREXimf.com merupakan broker forex legal dengan izin resmi pemerintah Indonesia (Bappebti).

Sejarah Trading Forex yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Trading forex memiliki jejak sejarah yang cukup lama. Mulai dari era trading emas hingga trading forex online. Tapi, tahukah Anda bagaimana sejarah terciptanya perdagangan tersebut dunia ini? berikut ulasannya.

Memang topik ini tidak berkaitan dengan kemampuan Anda meraih keuntungan dalam  trading, namun tidak ada salahnya mempelajari fakta-fakta penting terkait bisnis yang kita jalani ini. Setidaknya kita bisa bercerita kepada orang yang ingin tahu apa itu forex trading.

Sejarah Forex: Sistem Standar Emas

Gold Standard System atau sistem keuangan standar emas tercipta pada tahun 1875, yang merupakan suatu peristiwa paling penting dana sejarah pasar uang.

Sebelum standar emas diciptakan, negara-negara di dunia pada umumnya mempergunakan emas dan perak sebagai alat pembayaran internasional.

Masalah utama penggunaan emas dan perak untuk alat pembayaran adalah bahwa nilai kedua logam mulia ini sangat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran global.

Sebagai contoh, penemuan sebuah tambang emas baru biasanya (waktu itu) akan menekan harga emas.

Ide yang mendasari terciptanya sistem standar emas ini adalah bahwa pemerintah menjamin nilai tukar suatu mata uang terhadap sejumlah emas, demikian juga sebaliknya. Dengan kata lain, suatu mata uang di-back up oleh sejumlah emas.

Dengan demikian jelaslah bahwa pemerintah membutuhkan sejumlah cadangan emas yang cukup untuk memenuhi permintaan akan pertukaran mata uang.

Selama akhir abad ke-19, semua negara ekonomi maju telah mematok sejumlah mata uang senilai dengan satu ons emas.

Seiring dengan berjalannya waktu, perbedaan harga antara satu ons emas di antara dua mata uang yang berbeda menjadi kurs valuta asing antara dua mata uang tersebut. Ini menjadi definisi awal valuta asing dalam sejarah.

Standar emas ternyata runtuh selama permulaan Perang Dunia I. Karena meningkatnya ketegangan dengan Jerman, negara-negara di Eropa merasa bahwa mereka harus menyelesaikan proyek-proyek militer yang besar. Maka mulailah mereka mencetak uang untuk membiayai proyek-proyek tersebut.

Beban finansial dari proyek-proyek tersebut sangat besar sehingga tidak tersedia cukup emas untuk mem-back up uang yang telah dicetak dalam jumlah besar tersebut dan mengakibatkan terjadinya inflasi.

Although the gold standard would make a small comeback during the years between the wars, most countries had dropped it again by the onset of World War II. However, gold never stopped being the ultimate form of monetary value.

Meskipun standar emas sempat kembali dipergunakan setelah Perang Dunia I usai, namun kebanyakan negara kembali “merusak” sistem tersebut pada saat permulaan Perang Dunia II. Meskipun demikian, emas tidak pernah berhenti menjadi cadangan devisa yang terbaik.

Baca juga: Alasan Kenapa Anda Harus Trading Emas

Sejarah Forex: Bretton Woods System

Menjelang berakhirnya Perang Dunia II, negara-negara yang tergabung dalam aliansi Sekutu merasa bahwa mereka perlu membangun sebuah sistem moneter untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkannya sistem standar emas.

Pada bulan Juli tahun 1944, lebih dari 700 perwakilan Sekutu mengadakan pertemuan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika Serikat.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan kesepakatan yang kita kenal dengan nama Bretton Woods System sebagai bentuk pengelolaan moneter internasional.

Singkatnya, Bretton Woods menetapkan sebagai berikut:

  • Merupakan metode dengan kurs valas tetap
  • US dollar menggantikan peran standar emas menjadi mata uang cadangan utama
  • Pembentukan tiga badan internasional untuk memantau aktivitas ekonomi dunia: International Monetary Fund (IMF), International Bank for Reconstruction and Development, serta General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

Fitur utama dari sistem Bretton Woods adalah USD menggantikan emas sebagai standar utama nilai tukar untuk mata uang dunia.

Lebih jauh lagi, USD menjadi satu-satunya mata uang di dunia yang akan dilindungi oleh cadangan emas. Inilah yang di kemudian hari menjadi alasan utama gagalnya sistem Bretton Woods.

Dalam sekitar 25 tahun kemudian, sistem tersebut mengalami beberapa masalah.

Di awal tahun 1970-an, cadangan emas Amerika Serikat (AS) sangat sedikit sehingga Departemen Keuangan AS tidak mempunyai cukup emas untuk membiayai semua USD yang dimiliki oleh bank-bank sentral negara-negara di dunia.

Akhirnya, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden AS kala itu, Richard Nixon mengambil langkah untuk menolak semua permintaan penukaran USD ke emas. Inilah akhir era Bretton Woods.

Meskipun sistem Bretton Woods tidak bertahan lama, namun sistem tersebut meninggalkan jejak yang masih memiliki dampak yang signifikan hingga hari ini.

Jejaknya tertinggal dalam bentuk tiga badan yang dibentuk waktu diresmikannya sistem tersebut, yaitu:

  1. IMF
  2. Bank for Reconstruction and Development (sekarang merupakan bagian dari World Bank)
  3. GATT, yang kemudian bertransformasi menjadi World Trade Organization (WTO).

Demikianlah sekelumit sejarah tentang forex trading.

Terima kasih.
Semoga bermanfaat.

Korelasi Emas, Minyak Mentah dan Forex yang Wajib Anda Ketahui!

Pergerakan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Ketika harga emas menguat, maka harga USD akan melemah, begitupun sebaliknya.

Dalam dunia trading forex, hal tersebut dipercaya karena ketika “risk appetite” meningkat, investor kembali berburu dollar dan biasanya dengan menjual asset safe-haven mereka, dalam hal ini emas.

Sebaliknya jika  terjadi “ketidakpastian ekonomi”, para investor cenderung akan menukar dolar mereka dengan emas.

Baca juga: Waktu yang Tepat untuk Membeli Emas

Akhir-akhir ini, meskipun “hubungan perbandingan terbalik” antara emas dengan USD masih berlangsung, nampaknya tidak terlalu “seharmonis” dulu lagi.

Ini karena ternyata USD juga sudah hampir dianggap sebagai aset safe-haven, sehingga ketika ada masalah pada perekonomian dunia, para investor juga melarikan modal mereka ke USD.

Lalu bagaimana hubungan emas dengan mata uang lain?

Emas dan AUDUSD

Saat ini Australia merupakan penghasil emas terbesar ke-3 di dunia. Sebagai informasi saja, dalam kurun waktu satu tahun – biasanya produksi emas dunia mencapai nilai $5 milyar.

Perhatikan grafik harga emas berikut ini:

Grafik Pergerakan Harga Emas terhadap AUDUSD

Kalau kita cermati grafik emas di atas, kita bisa melihat bahwa pergerakan harga emas cenderung searah dengan pergerakan AUDUSD.

Artinya:

  • Ketika harga emas naik, AUDUSD juga ikut naik
  • Ketika harga emas turun, AUDUSD juga ikut naik

Dalam bahasa analisa teknikal, kita bisa mengatakan bahwa pergerakan harga emas dan AUDUSD memiliki korelasi positif.

Baca juga:

Berdasarkan data pergerakan harganya, koherensi antara AUDUSD dengan harga emas mendekati 80%.

Emas dan USDCHF

Berbeda dengan yang sebelumnya, USDCHF memiliki korelasi negatif dengan pergerakan harga emas.

Grafik Perbandingan Pergerakan Harga Emas dengan USDCHF

Dari grafik harga emas di atas bisa kita lihat bahwa:

  • Ketika harga emas turun, USDCHF cenderung naik
  • Ketika harga emas naik, USDCHF cenderung turun

Ternyata alasan di balik fakta tersebut adalah bahwa 25% uang yang dimiliki Swiss di-back up oleh cadangan emas.

Menarik bukan?

Minyak Mentah dan USDCAD

Sekarang kita akan coba mengintip jenis “emas” yang lain, yang biasa disebut “emas hitam” alias minyak mentah.

Komoditi ini sekarang menjadi salah satu komoditi yang penting bagi dunia, bahkan (mungkin) lebih penting daripada emas.

Bisa kita katakan bahwa dunia kita ini saat ini sudah “kecanduan minyak”.

Anda masih bisa hidup tanpa emas, tetapi coba bayangkan jika saat ini sama sekali tidak ada minyak.

Itu artinya tidak akan ada bensin, solar, gas (LPG), bahkan mungkin listrik.

Artinya Anda akan mengalami kesulitan untuk pergi ke kantor, memasak, dan membaca artikel ini di internet. Oleh sebab itu, hingga saat ini minyak masih menjadi primadona energi dunia.

trading forex, pergerakan harga emas, minyak mentah

Salah satu produsen minyak terbesar dunia adalah Kanada. Negara ini mengekspor setidaknya sekitar dua juta barel minyak per hari Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut membuat Kanada menjadi penyuplai minyak terbesar bagi AS, yang membuat Kanada menjadi “bandar minyak” bagi AS.

Nah, karena besarnya ekspor minyak Kanada ke AS, maka terciptalah permintaan yang sangat besar pula akan dollar Kanada (CAD).

Perlu Anda catat bahwa perekonomian Kanada bergantung pada ekspor. Sekitar 85% ekspornya dikirim ke AS. Oleh karena itu USDCAD sangat dipengaruhi oleh bagaimana para konsumen AS bereaksi atas perubahan harga minyak mentah.

Jika permintaan (barang) di AS meningkat, itu artinya para industrialis harus menggenjot produksi untuk memenuhi permintaan tersebut. Artinya: more oil, please!

Naiknya permintaan minyak akan menaikkan harga minyak tersebut.

Jika harga minyak naik, maka CAD pun akan ikut menguat. Ketika CAD menguat terhadap USD, maka USDCAD akan turun.

Sebaliknya, jika permintaan di AS menurun, para industrialis akan menurunkan produksi mereka juga. Artinya, permintaan minyak akan turun dan membuat permintaan akan CAD ikut turun juga.

Jika permintaan akan CAD turun, maka CAD akan melemah. Jika CAD melemah terhadap USD, maka Anda tentu sudah bisa mengetahui ke mana USDCAD akan bergerak.

Ya. USDCAD akan naik.

Grafik Pergerakan Harga Minyak terhadap USDCAD

Dari uraian dan grafik yang disajikan di atas, Anda bisa melihat bahwa minyak mentah dan USDCAD memiliki korelasi negatif.

Artinya:

  • Jika harga minyak mentah turun, USDCAD cenderung naik
  • Jika harga minyak mentah naik, USDCAD cenderung turun

Apa Manfaatnya Untuk Trader?

Ketika Anda sudah mengetahui hubungan antara emas dan minyak mentah terhadap forex, Anda tentu akan bisa memikirkan strategi apa yang akan Anda jalankan.

Misalnya, ketika Anda mendengar atau membaca ada peluang harga minyak akan naik, maka Anda bisa mempergunakan informasi ini untuk membuka posisi sell pada USDCAD.

Atau, Anda membaca berita bahwa harga emas akan turun, maka Anda bisa membuka posisi buy pada USDCHF. Atau bahkan Anda bisa membuka juga posisi sell pada XAUUSD pada saat yang sama.

Hanya saja Anda harus tetap ingat untuk selalu membatasi resiko, karena tidak mungkin ada strategi yang selalu benar.

Baca juga: 3 Strategi Trading para Trader Professional

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai trading emas (komoditi) ataupun trading forex, silakan ajukan pertanyaan Anda melalui kolom komentar atau langsung menghubungi tim Market Analyst FOREXimf melalui fitur Live Chat.

Terima Kasih.
Semoga bermanfaat.

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara forex trading berarti berbicara juga tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet.

Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya 3 strategi trading yang biasa digunakan oleh para trader profesional.

1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental yang Kuat

Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam.

Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun.

Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

2. Gunakan “Angka Bulat” sebagai Acuan Support & Resistance

Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti;

  • 1.50000
  • 1.0000
  • 0.50000
  • 100.000, dsb.

Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti;

  • 1.38775
  • 1.58837
  • 139.387, dsb.

Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci.

Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut.

Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

3. Menggunakan Kombinasi Indikator Teknikal

Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus.

Dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com dengan menggunakan:

  1. Stochastic Oscillator
  2. Commodity Channel Index (CCI)
  3. Moving Average
  4. Fibonacci Retracement

Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis.

Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik.

Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja.

Namun jika diperkuat oleh MA; yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell).

Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah.

Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda.

Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda.

Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan oleh orang lain, belum tentu strategi yang sama tersebut bisa berhasil juga pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

 


Masih ada pertanyaan?
Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat (Senin s/d Jumat, dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Hadiri pula WEBINAR GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini.

Berpikir Ala Militer Dalam Forex Trading

Saya sering – dan suka – mempergunakan analogi komandan tempur ketika menjelaskan strategi forex trading. Terutama ketika “mendongeng” tentang trading plan, money management dan psikologi trading.

Pelajari ketiga hal penting diatas melalui panduan belajar berikut ini:

Nggak tahu kenapa. Mungkin karena saya suka menonton film-film perang. Mungkin juga karena menjadi tentara adalah cita-cita masa kecil yang seiring perjalanan waktu terkubur entah di mana….

Yang jelas, analogi komandan tempur atau panglima perang sampai saat ini masih menjadi selingan favorit saya dalam workshop atau seminar yang saya bawakan. Yang juga jelas adalah bahwa forex trading memiliki resiko dan ketidakpastian. Mirip-miriplah seperti medan perang.

Karena itu, sama seperti pertempuran, yang tampil sebagai pemenang pastilah mereka yang bisa berpikir dan bertindak berani, sistematis, strategis dan disiplin. Mirip kan?

Jadi, sepertinya masuk akal kalau pendekatan strategi ala militer bisa diaplikasikan dalam trading.

Siklus OODA

Ada seorang pilot tempur di Angkatan Udara Amerika Serikat. Namanya adalah Kolonel John R. Boyd (23 Januari 1927 – 9 Maret 1997). Saat berkecamuk perang Korea pada tahun 1953, ia bertugas menerbangkan pesawat F-86 Sabre dan sering harus bermanuver menghadapi pesawat-pesawat MiG-15 milik Korea Utara. Ia selalu berhasil mengalahkan musuh-musuhnya di udara dalam waktu kurang dari 40 detik. Karena itu ia mendapatkan julukan “Forty Second Boyd”.

Boyd kemudian memperkenalkan pola pengambilan keputusan yang disebut siklus OODA, singkatan dari Observe, Orient, Decide and Act. Tadinya konsep ini diterapkan oleh Boyd dalam dogfight alias pertempuran pesawat di udara, namun kemudian diterapkan dalam operasi tempur darat dan laut. Dalam perkembangannya, konsep ini juga diperkenalkan di dunia bisnis.

Singkatnya, siklus OODA menjelaskan bagaimana manusia bereaksi dalam situasi tertentu. Menurut Boyd,  respon manusia itu bisa dibagi menjadi beberapa tahapan.

Tahap pertama adalah observasi (observe), di mana informasi dikumpulkan dengan mengandalkan panca indera.

Tahapan ke dua adalah orientasi (orient). Di tahap ini, orang akan menganalisis informasi yang diperoleh di tahap observasi lalu diinterpretasikan. Hasil interpretasi ini nanti akan mengarah langsung ke tahap ke tiga: decide.

Nah, tahap ke tiga ini adalah tahap pengambilan keputusan (decide). Di tahap ini orang akan akan memutuskan akan mengambil tindakan apa.

Terakhir, adalah tahap melakukan tindakan (act). Di sini orang akan menerapkan keputusan yang sudah dibuat. Lalu kembali lagi ke siklus observe untuk menilai efek dari tindakan yang dilakukan.

Bagaimana aplikasi OODA dalam forex trading?

Oke, sebelumnya tolong pahami ini: sangat penting bagi trader untuk TIDAK merasa bingung atau tidak yakin. Bahkan ini lebih penting daripada mengendalikan fear and greed, lho!

Orang Jawa mengenal filosofi: ojo kagetan. Jangan gampang terkejut. Juga, ojo gumunan. Jangan gampang heran, atau bingung.

Seringkali trader forex kaget ketika terjadi pergerakan yang lebar dan tiba-tiba, terutama jika arahnya melawan posisinya. Karena kaget, kemudian bingung, “Harus ngapain nih gue?” Panik. Ketika ia sudah bisa menguasai diri, pasar mungkin sudah bergerak ke mana-mana dan ia tinggal menyesali yang sudah terjadi.

Ada pameo di dunia perang yang berbunyi, “Pertahanan adalah inti dari setiap peperangan.” Jadi, harusnya pasukan yang baik bisa melindungi bentengnya dan tahu persis apa yang harus dilakukan untuk itu.

Nah, sebagai trader pun harus demikian. Kita harus bisa melindungi modal kita dan tahu apa yang harus dilakukan jika seandainya pasar sewaktu-waktu membombardir kita dengan fluktuasi liar.

Untuk itu kita memerlukan latihan. Nah, berikut ini ada tiga tips untuk membantu program latihan Anda. Get ready, Cadet!

  1. Biasakan berpikir, “Bagaimana jika saya salah?”

    Kita tidak akan pernah bisa senantiasa 100% akurat memperkirakan arah harga. Makanya kita harus bersiap seandainya perkiraan kita salah. Dengan demikian kita akan selalu terbiasa mempersiapkan “plan B” jika seandainya pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan kita. Contoh “plan B” paling mudah adalah mempersiapkan startegi stop loss, atau strategi lainnya.

  1. Selalu pelajari kondisi dan perilaku pasar 

    Selalu amati pasar (observe) hingga Anda bisa mengenali potensi arah pasar. Ini bisa membantu Anda untuk lebih cepat menginterpretasi pasar (orient), mengambil keputusan (decide) dan tindakan (act) dengan cepat dalam berbagai situasi. Miriplah dengan yang dilakukan John Boyd ketika mengecoh pilot tempur Korea Utara di tahun

  2. Jangan malu minta bantuan

    Need backup!

    Kalimat itu sering saya dengar waktu masih kecanduan main game Counter Strike. Hehe. Biasanya kalimat itu terdengar ketika seseorang membutuhkan bantuan ketika ingin melakukan serangan, atau sedang kewalahan menghadapi musuh.

    (Bagi Anda yang tidak tahu, game itu adalah permainan simulasi pertempuran melawan teroris.)

    Sepintar-pintarnya kita sebagai trader, tetap saja informasi yang kita miliki terbatas. Ada kalanya juga kita merasa tidak bisa melihat gambaran pasar dengan jelas. Jadi, tidak ada salahanya meminta pendapat dari orang lain. Mungkin ada beberapa celah yang tidak terlihat oleh kita tetapi bisa dilihat oleh rekan kita.

Ingatlah selalu: trader yang sukses adalah trader yang siap secara mental untuk mengambil keputusan strategi dalam kondisi seperti apa pun, meskipun sehari-harinya senantiasa menghadapi ketidakpastian.

Trader yang sukses selalu bisa mengamati kondisi pasar, cepat melakukan interpretasi sehingga bisa mengambil keputusan yang cepat tetapi tetap dalam koridor kehati-hatian, dan tidak ragu mengambil keputusan.

Anda siap?

Bagaimana menurut Anda mengenai strategi trading forex menggunakan pola berfikir ala militer?

Apakah Anda juga berfikir ala militer?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Perlukah Kita Meramal Pergerakan Pasar Forex?

Saya cukup sering menemui trader yang (merasa) sudah cukup berpengalaman dalam trading forex dan (merasa) bisa meramal pergerakan harga pasar selanjutnya. 100% akurat. Setidaknya itu menurutnya.

Yah, memang jika Anda sudah memiliki “jam trading” yang sudah cukup panjang, katakanlah: 20.000 jam trading, ada kecenderungan Anda akan merasa sudah benar-benar memahami pasar hingga ke inti-intinya.

Izinkan saya menyampaikan bahwa perasaan seperti itu, setidaknya dari pengalaman saya, seringkali justru menimbulkan malapetaka. Hati-hati, jangan sampai Anda dihinggapi “sindrom dewa trading”.

OK, saya mengakui bahwa istilah barusan memang hanya rekaan saya. Bahkan baru terpikir ketika saya menulis artikel ini. Yang saya maksud dengan “sindrom dewa trading” adalah ketika seorang trader merasa, bahkan meyakini, bahwa ia tidak akan mungkin salah memprediksi pergerakan pasar. Ia yakin bahwa ia pasti akan selalu benar. Ia tidak akan mengakui bahwa ia salah melakukan prediksi. Ia akan sebisa mungkin menyalahkan semua hal, kecuali dirinya.

Sebenarnya ini adalah dampak dari terlalu tingginya tingkat kepercayaan diri si trader. Bahasa kerennya: overconfident. Percaya diri itu harus, tetapi terlalu percaya diri, wah, bahaya!

Pada kenyataannya, tidak ada – ulangi: tidak ada – satu pun orang di luar sana, bisa memprediksi pergerakan harga 100% akurat. Selalu ada waktu ketika pasar tidak bergerak sesuai dengan keinginan Anda.

Tapi jangan salah sangka. “Sindrom dewa trader” ini tidak bisa disematkan kepada orang yang terus menerus memperbaiki kemampuan analisanya melalui latihan dan latihan dengan tujuan untuk semakin mengenali perilaku pasar. Itu adalah dua hal yang sama sekali berbeda.

Orang yang senantiasa memperbaiki kemampuannya harus senantiasa sadar poin penting dari analisa, yaitu analisa bisa saja meleset. Dengan demikian, meningkatkan kemampuan mengantisipasi resiko dan mengatur modal merupakan bagian penting dari proses belajar dan berlatih itu.  Tujuan yang ingin diraih dari proses peningkatan kemampuan ini adalah kemampuan menerima kerugian bila terjadi, mengakui kesalahan, mengevaluasi strategi trading dan membuat perbaikan yang dianggap perlu.

Ini benar-benar berbeda dengan sikap pengidap “sindrom dewa trader” yang saya sebutkan tadi. Sang “dewa trader” tidak akan pernah melakukan evaluasi karena ia selalu beranggapan, “Gue nggak salah!”

Bagaimana menghindarinya?

Daripada meramal pasar, mari mulai belajar untuk menentukan “bias”, yang bisa kita artikan sebagai “kecenderungan”. Di mana bedanya?

Yang saya maksud dengan “meramal pasar” adalah ketika kita membuat prediksi yang hasilnya dianggap pasti akan terjadi. Contohnya, “Sell GBPUSD sekarang, TP di 1.xxxxx.” Selesai. Tidak ada antisipasi jika seandainya GBPUSD justru naik. Ya, karena si “dewa trader” merasa tidak mungkin prediksinya salah.

Sementara itu “bias” bersifat lebih fleksibel karena terbuka pada kemungkinan perubahan arah pasar.

Contohnya adalah seperti yang biasa Anda dapatkan dalam analisa harian kami, di mana kami selalu menyertakan antisipasi jika seandainya pasar bergerak berlawanan dengan bias yang kami lihat. Jika kami melihat bias untuk GBPUSD hari ini adalah bearish, misalnya, kami selalu menyertakan “exit strategy” jika seandainya GBPUSD justru bergerak naik. Dengan demikian, trader yang mempergunakan analisa berbasis bias akan selalu siap dengan teknik manajemen resiko seandainya pasar bergerak berlawanan dengan analisa yang dibuat.

Ingatlah selalu bahwa pasar memiliki kehendaknya sendiri dan kita tidak bisa mengaturnya. Kita harus mulai belajar untuk membuka dan menutup transaksi berdasarkan apa yang kita lihat, bukan berdasarkan apa yang kita pikir akan terjadi. Itulah yang membedakan analis dengan peramal.

Jadi, mulailah menganalisa. Hentikan kebiasaan “meramal”.

 


Jika Anda menginginkan analisa real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang analisa kami di kolom komentar.

Intermarket Analysis Untuk Trading Forex? Apa Itu?

Mungkin istilah “intermarket analysis” cukup asing di telinga Anda. Oke, maafkan saya. Untuk menebus kesalahan tersebut, saya berjanji setelah selesai membaca artikel ini Anda justru akan bahagia karena saya mengangkat topik ini untuk dimanfaatkan dalam trading forex.

Orang-orang yang sudah mengenal saya tentu paham bahwa saya tidak menyukai kerumitan. Maka kali ini pun saya akan mencoba membedah istilah “intermarket analysis yang terdengar sangat ilmiah itu dengan cara saya: cara yang sederhana.

Apa sih “intermarket analysis” itu?

Intinya, intermarket analysis adalah cara kita memahami pasar dengan memperhatikan dan membandingkan lebih dari satu komoditi perdagangan. Tujuannya adalah untuk mengetahui penguatan atau pelemahan komoditi yang akan kita transaksikan. Karena kita trading forex, berarti nanti yang akan kita bandingkan adalah currency pairs. Agar mudah mengetiknya, selanjutnya kita sebut “pairsaja, ya?

Jika kebanyakan metode analisa hanya melihat satu pair saja, maka intermarket analysis melihat beberapa pair atau komoditi yang memiliki korelasi yang kuat.

Contoh paling mudah adalah seperti yang saya jelaskan di artikel Tips Trading Forex Memanfaatkan Indeks Dolar. Di artikel itu, saya membandingkan indeks dolar (DXY) dengan pair EURUSD. Perubahan yang terjadi pada indeks dolar atau yang memiliki korelasi yang kuat dengan EURUSD akan berdampak pada EURUSD, demikian juga sebaliknya.

Intermarket analysis sebenarnya juga bisa dikategorikan sebagai analisa fundamental. Metode ini bisa membantu kita untuk memperoleh gambaran perkiraan arah pergerakan harga. Begitupun, ada beberapa metode intermarket analysis, termasuk model yang mempergunakan metode mechanical trading system.

Ups, saya sudah berjanji tidak akan membuat rumit. Jadi, informasi yang Anda peroleh di paragraf di atas cukup Anda ketahui sebagai tambahan wawasan saja.

Korelasi intermarket analysis

Di atas disebut-sebut tentang “korelasi”. Apa sih itu?

Gampangnya, kita sebut saja “korelasi” itu adalah “hubungan”. Dalam analisa teknikal, “hubungan” itu diimplentasikan dengan “indeks korelasi” yang nilainya berkisar dari +1 hingga -1. Semakin positif indeks korelasi antara dua pair, maka keduanya cenderung akan bergerak ke arah yang sama. Artinya, jika harga sebuah pair atau komoditi bergerak naik, maka pair atau komoditi lain yang memiliki indeks korelasi positif dengannya cenderung akan bergerak naik juga.

Sebaliknya, semakin negatif indeks korelasi antara dua pair atau komoditi, maka keduanya cenderung akan bergerak ke arah yang berlawanan.

Bagaimana jika indeks korelasinya di kisaran nol? Itu artinya tidak ada korelasi yang signifikan antara kedua pair atau komoditi tersebut.

Sebenarnya, indeks korelasi yang sempurna antara dua pair atau komoditi tertentu jarang terjadi.

Sebentar, yang seperti apa itu “indeks korelasi sempurna”?

Indeks korelasi sempurna itu adalah jika indeks korelasinya adalah +1 atau -1. Ini jarang ada. Tetapi, kebanyakan analis sepakat bahwa indeks korelasi di atas +0.7 atau di bawah -0.7 dianggap signifikan.

Oh iya, hampir lupa. Jika indeks korelasinya berubah dari negatif menjadi positif atau sebaliknya, biasanya hubungan antara keduanya akan menjadi tidak stabil dan biasanya tidak terlalu berguna untuk dipakai sebagai referensi trading.

Cara praktisnya ada?

Tentu saja ada! Seperti yang saya janjikan, saya tidak suka yang rumit-rumit. Untuk itu, demi memenuhi janji, berikut ini ada contekan yang bisa Anda manfaatkan dengan berpatokan pada metode intermarket analysis. Enjoy!

JIKA: MAKA: KOK BISA?
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Jika perekonomian mengalami gejolak, para pelaku pasar cenderung akan menukar USD dengan emas. Tidak seperti aset lain, emas tetap bisa mempertahankan nilai intrinsiknya.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Australia merupakan produsen emas terbesar ke tiga di dunia. Produksinya mencapai sekitar $5 milyar per tahun.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading New Zealand juga merupakan produsen emas yang cukup besar di dunia (rangking 25 dunia).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Lebih dari 25% cadangan devisa Swiss adalah emas. Jika harga emas naik, maka USD/CHF akan turun (CHF menguat).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Kanada merupakan produsen emas terbesar ke-5 di dunia. Jika harga emas naik, USD/CAD cenderung turun (CAD menguat).
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Kanada merupakan produsen minyak top dunia. Ekspornya mencapai sekitar 2 juta barel per hari dan diekspor ke AS.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Emas dan euro dianggap komoditi “anti-dollar”. Jika harga emas naik, EUR/USD cenderung akan ikut naik.
 Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading  Intermarket Analysis, Trading Forex, forex trading Para pelaku pasar menganggap yen sebagai aset safe-haven dan cenderung akan berburu yen jika terjadi gejolak ekonomi.

Tips Trading Forex Memanfaatkan Indeks Dolar

Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai apa itu indeks dollar. Kalau Anda sudah baca artikelnya, mudah-mudahan Anda masih ingat simbolnya. Apa, hayo? Ya. Simbolnya biasanya USDX, DX, atau DXY.

Nah, setelah membaca artikel tersebut, mungkin Anda jadi bertanya-tanya, “OK, saya sudah tahu apa itu indeks dolar, lalu untuk apa?”

Kata orang, janji adalah hutang. Di artikel sebelumnya, saya berjanji akan membahas bagaimana cara memanfaatkan indeks dolar dalam trading forex. Maka di artikel ini saya akan melunasi hutang itu.

Anda pasti tahu kan, bahwa sangat banyak currency pair yang ditransaksikan dengan melibatkan USD. Yang terkenal di antaranya adalah EURUSD, GBPUSD, USDJPY, USDCHF, USDCAD, NZDUSD, AUDUSD.

Artinya jika kita mentransaksikan currency pairs tersebut, indeks dolar bisa kita manfaatkan untuk melengkapi analisa kita. Indeks dolar bisa memberikan perspektif lain tentang kondisi USD, apakah dia menguat atau cenderung melemah terhadap mata uang dunia. Dalam dunia forex, pergerakan indeks dolar bisa kita pergunakan sebagai “indikator kekuatan” USD.

EURUSD vs DXY

Ada yang menarik dan tidak banyak yang mengetahui hal ini: pergerakan EURUSD dan indeks dolar (selanjutnya kita sebut DXY) itu secara umum berlawanan arah.

Eh, kok bisa begitu?

Karena, seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, lebih dari 50% dari komposisi DXY itu adalah euro! Tepatnya 57,60%.

Coba lihat perbandingan grafik berikut ini:

indeks dolar, trading forex, forex trading

Grafik di sebelah atas adalah pergerakan DXY, sementara grafik yang ada di sebelah bawah adalah pergerakan EURUSD. Pergerakan yang terekam adalah sejak 26 Oktober 2018 hingga 5 November 2018, dalam timeframe H1.

Perhatikan garis merah yang saya gambar. Tiap kali DXY naik, EURUSD turun dan sebaliknya. Seakan-akan dua gambar itu seperti bayangan dalam cermin.

Fakta ini bisa kita manfaatkan ketika kita akan trading EURUSD. Bahkan ada trader yang memanfaatkan DXY sebagai indikator teknikal untuk EURUSD.

Jika DXY bergerak dengan signifikan, hampir bisa kita pastikan bahwa para pelaku pasar akan bereaksi pada pergerakan tersebut. Bahkan sebenarnya, baik DXY maupun para pelaku pasar saling bereaksi satu sama lain. Misalnya, jika terjadi penembusan (breakout) yang signifikan atas sebuah major currency pair (misalnya EURUSD dan/atau GBPUSD), maka biasanya DXY juga akan bergerak signifikan.

Intinya, para pelaku pasar menganggap DXY merupakan indikator kunci bagi arah USD terhadap mata uang utama dunia.

“OK, Pak Eko. Jadi cara tradingnya bagaimana?”

Sabar dong. Saya baru mau membahas hal itu.

Jadi, karena EURUSD dan DXY itu ibarat saudara kembar tetapi beda tabiat, maka ketika kita akan mentransaksikan EURUSD, ada baiknya pantau juga kondisi DXY.

Katakanlah kita melihat ada sinyal sell di EURUSD, maka coba intip juga DXY. Jika pada saat yang sama muncul sinyal bullish di DXY, maka kekuatan sinyal sell di EURUSD itu akan bertambah kuat. Dengan kata lain, sinyal sell tersebut; yang mungkin biasanya akurasinya hanya 70%; bisa meningkat menjadi 80%.

DXY vs Major Currency Pairs, Bagaimana?

Nah, sekarang bagaimana dengan mata uang lain?

Sama saja dengan trik pada EURUSD di atas, hanya saja mungkin tidak sesignifikan pada EURUSD.

Tetapi setidaknya bisa kita manfaatkan juga, mengingat DXY adalah indikator bagi kekuatan USD secara umum.

Yang perlu kita ingat adalah di mana posisi USD pada currency pair yang akan kita transaksikan? Apakah ia sebagai base currency, atau counter currency?

Eh, sebentar, Anda tahu kan apa itu base dan counter currency?

Dalam currency pair (pasangan mata uang), base currency itu adalah mata uang yang ditulis di sebelah kiri. Sebagian orang menyebutnya first currency.

Sebaliknya counter currency ditulis di sebelah kanan. Ada juga yang menyebutnya second currency atau quote currency.

Jadi, misalnya kita mentransaksikan USDCHF, maka USD bertindak sebagai base currency dan CHF adalah counter currency. Pada EURUSD, misalnya, adalah kebalikannya.

Jadi, jika kita mentransaksikan pair yang USD-nya sebagai base currency (seperti USDCHF, USDJPY, atau USDCAD), kenaikan DXY kemungkinan besar juga diikuti oleh kenaikan pair tersebut.

Gampangnya, begini:

  • Jika USD adalah base currency (USD/XXX), maka arah pair tersebut cenderung searah dengan DXY.
  • Jika USD adalah counter currency (XXX/USD), maka arah pair tersebut cenderung berlawanan arah dengan DXY.

Nah, dengan ini “hutang” saya dianggap lunas, ya?

Oh, menurut Anda belum? Kalau masih ada yang ingin Anda tanyakan, silakan hubungi saya melalui Live Chat yang tersedia di website kami ini.

Salam.

Mengenal Indeks Dollar Dalam Forex Trading

Selama ini Anda mungkin akrab dengan istilah indeks saham, atau yang sering disebut dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Di luar negeri, Anda mungkin juga sering mendengar indeks-indeks saham lain semisal HangSeng (Hongkong), Nikkei (Jepang), Dow Jones Industrial Average (DJIA/Amerika Serikat) dan lain-lain. Semua itu terkait dengan perdagangan saham. Nah, bagaimana di trading forex, apakah ada indeks juga?

Ada. Indeks yang paling terkenal adalah indeks dolar (dollar index), yang mengukur pergerakan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap beberapa mata uang dunia. Simbolnya biasanya USDX, DX, atau DXY.

Indeks dolar ini muncul dari perhitungan tertentu terhadap beberapa mata uang dunia (basket of foreign currencies) terhadap USD.

OK, kita tidak akan berlama-lama berkutat di soal definisi ini. Kita bedah saja, apa sih sebenarnya indeks dolar ini?

Currency Basket

Indeks dolar terbentuk dari perhitungan yang melibatkan enam mata uang dunia, yaitu:

  • Euro (EUR)
  • Yen (JPY)
  • Poundsterling (GBP)
  • Canadian dollar (CAD)
  • Krona (SEK)
  • Swiss Franc (CHF)

Pertanyaannya, “Jika perhitungan indeks dolar hanya melibatkan enam mata uang, berapa banyak negara yang terlibat?”

Menurut Anda berapa? Enam? Salah.

Yang benar adalah: 24 (dua puluh empat).

Lho, kok 24?

Lha, iya, karena memang ada 24 negara yang terlibat. Sembilan belas di antaranya adalah negara yang merupakan anggota Uni Eropa yang mempergunakan euro sebagai mata uangnya. Ditambah dengan lima negara lain yaitu Jepang, Inggris, Kanada, Swedia dan Swiss. Jadi 19 + 5 = 24.

Memang 24 negara ini hanyalah sebagian kecil dari total negara yang ada di muka bumi ini, tetapi banyak mata uang lain yang juga mengikuti pergerakan indeks dolar ini. Itulah yang menyebabkan indeks dolar (selanjutnya kita sebut DXY saja ya) bisa menjadi indikator yang cukup baik untuk mengukur kekuatan USD secara umum.

Komposisi DXY

Nah, sekarang Anda sudah tahu bahwa indeks dolar terbentuk dari enam mata uang yang melibatkan 24 negara. Sekarang, yuk kita lihat komposisinya:

  • Euro (EUR): 57,60%
  • Yen (JPY): 13,60%
  • Poundsterling (GBP): 11,90%
  • Canadian dollar (CAD): 9,10%
  • Krona (SEK): 4,20%
  • Swiss Franc (CHF): 3,60%

Bisa kita lihat bahwa euro memiliki porsi paling besar dalam indeks dolar, yaitu 57,60%. Bisa dimengerti mengingat ada 19 negara yang mempergunakan euro.

Posisi ke-2 ditempati oleh yen Jepang. Masuk akal juga karena Jepang merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

Pertanyaannya (lagi), “Ketika EURUSD turun, ke mana indeks dolar bergerak?”

Ingat bahwa euro memiliki porsi yang besar dalam indeks dolar, maka kemudian indeks dolar ini mendapatkan julukan “indeks anti Euro”.

Karena besarnya pengaruh euro dalam indeks dolar, maka para trader meyakini bahwa pergerakan keduanya biasanya hampir seimbang dan berlawanan. Kita akan membahas hal itu di tulisan yang lain, setelah artikel ini.

Memahami Pergerakan Indeks Dolar

Seperti halnya pasangan mata uang lain, pergerakan DXY juga bisa dilihat dalam chart.

trading forex, indeks dolar, forex trading

DXY dihitung selama 24 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu. Selain itu, penguatan atau pelemahan relatif DXY dihitung berdasarkan angka indeks 100.00.

Mengapa 100.00? Karena indeks dolar sendiri dimulai di bulan Maret tahun 1973, ketika negara-negara besar dunia melakukan pertemuan di Washington DC dan semua negara tersebut menyepakati untuk menerapkan kurs berubah (floating rate) untuk masing-masing nilai mata uang mereka. Permulaan indeks tersebut dikenal dengan sebutan “base period”.

Jadi, misalnya, DXY sekarang berada di angka 95.95. Itu artinya DXY telah melemah sebesar 4.05% dari angka permulaan indeks tersebut.

Perhitungannya: 

Seandainya DXY sekarang berada di angka 110.00, artinya nilai indeks dolar telah menguat sebesar 10% dari angka permulaannya.

Mau tahu bagaimana perhitungan DXY? Ini dia rumusnya: 

Sudah paham? Tidak? Ya tidak apa-apa. Cuma untuk diketahui saja, siapa tahu ada yang penasaran. 😊

Di tulisan berikutnya, kita akan membahas bagaimana mempergunakan indeks dolar sebagai strategi trading forex.

Tunggu saja.


Silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami ini di kolom komentar.

Lowest Spread + Trading Service = Excellent!

Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika memilih broker forex? Lowest spread? Komisi per lot? Layanan?

Biasanya salah satu hal di atas adalah menjadi pertimbangan orang dalam memilih broker. Tetapi biasanya yang paling diperhatikan adalah spread dan komisi.

Spread Rendah

Kebanyakan trader menginginkan trading dengan spread yang serendah mungkin.

Spread yang ketat lebih diminati karena untuk “mengejar” BEP (break event point) untuk transaksi yang Anda buat relatif akan menjadi lebih kecil. Misalnya spread untuk EURUSD adalah 0.3 pip (0.00003 point).

Contohnya, Anda melakukan transaksi buy EUR/USD di harga 1.16100 (Bid)/1.16103 (Ask), maka transaksi tersebut akan dieksekusi di harga 1.16103 (harga Ask). Pada saat itu juga Anda akan mengalami floating loss sebesar spread yang berlaku saat itu, yaitu minus 0.3 pip (0.00003 point). Dalam pengalaman saya, 0.3 pip tidak butuh waktu yang lama. Di market Asia mungkin hanya secepat Anda berhitung 1 sampai 3 saja, apalagi jika market Eropa dan Amerika, akan lebih cepat lagi.

Akan berbeda ceritanya jika spread yang berlaku selebar – misalnya – 3.0 pips. Ketika Anda buy di harga 1.16100 (Bid)/1.16130 (Ask), maka Anda harus menunggu harga naik minimal sejauh 30 pips untuk bisa BEP.

Apakah Anda berpikiran seperti itu? Mari kita pikir lagi.

Tidak Sekedar Spread

Oke, Anda mungkin sudah menemukan broker dengan spread yang ketat. Tapi apakah itu satu-satunya hal yang perlu dilihat?

Anda tentu paham bahwa market forex itu bekerja dalam format “24 x 5”; 24 jam dalam sehari, 5 hari dalam seminggu. Maka dari itu pastikan Anda juga memilih broker yang memliki layanan “24×5” juga bagi para nasabahnya, supaya Anda tidak perlu sampai kebingungan seandainya menghadapi kendala teknis dalam trading.

Seiring makin canggihnya teknologi, chatting sudah bukan menjadi barang asing lagi. Fasilitas “Live Chat” juga seharusnya dimiliki oleh broker. Pastikan Anda memilih broker yang memiliki layanan seperti itu.

Chat room “Customer Service” FOREXimf.com menyediakan chat room “Customer Service” yang online 24 jam sehari, 5 hari kerja dalam seminggu. Ada juga chat room “Market Analyst” yang online mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB setiap hari kerja. Kedua chat room itu dipastikan TETAP ONLINE meskipun Anda sedang menikmati hari libur nasional. Pokoknya, selama masih ada pasar internasional yang aktif, kedua chat room itu tetap aktif. Itulah salah satu bentuk pelayanan prima yang disediakan untuk nasabah FOREXimf.com.

Tidak hanya itu, untuk nasabah FOREXimf.com bahkan ada nomor WhatsApp khusus yang disediakan jika Anda ingin berkomunikasi langsung dengan tim Market Analyst. Bahkan Anda bisa mendapatkan signal trading terkini yang di-broadcast melalui nomor tersebut langsung ke HP Anda.

Anda tertarik untuk melakukan forex trading dengan lowest spread plus layanan prima? Segera klik Open Real Account sekarang juga. Kami tidak sabar untuk segera bisa melayani Anda.


Jika Anda menginginkan analisa dan berita fundamental real time dan lebih tajam, silakan coba layanan Signal Trading Trial kami melalui aplikasi Whatsapp.

Silakan kemukakan pendapat Anda tentang artikel kami di kolom komentar.