Broker Forex Tak Diawasi OJK, Siapa yang Mengawasi? Legalkah?

BROKER FOREX TAK DIAWASI OJK, SIAPA YANG MENGAWASI? LEGALKAH?

Broker Forex Tak Diawasi OJK, Siapa yang Mengawasi? Legalkah?
05 April 2019 in Blog - by Eko Trijuni

OJK merilis daftar penyelenggara investasi yang tidak memiliki izin, dan tidak berada di bawah pengawasan OJK

Belum lama ini Anda mungkin pernah membaca di internet, bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis semacam daftar yang berisi penyelenggara investasi yang tidak berizin atau tidak berada di bawah pengawasan OJK.

Daftar tersebut cukup memancing keresahan, mengingat ada beberapa pialang berjangka atau yang dikenal dengan broker forex turut menjadi sasaran tembak daftar yang dirilis oleh OJK tersebut.

Keresahan meningkat oleh judul berita media yang terkesan menyamaratakan bahwa semua nama yang ada di daftar tersebut adalah "investasi bodong" alias penipuan berkedok investasi.

Padahal, OJK sendiri dengan gamblang telah menyatakan:

"Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis daftar-daftar perusahaan atau kegiatan yang tidak mendapatkan izin dan produk atau layanannya tak diawasi OJK."

Artinya tidak semua nama yang ada dalam daftar tersebut ilegal, melainkan bisa jadi memang tidak berada di bawah pengawasan OJK.

Perdagangan berjangka dalam hal ini diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Badan tersebut hingga saat ini masih berdiri dan memiliki otoritas sendiri, tidak dilebur ke dalam OJK seperti halnya BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan).

Maka jelaslah pialang berjangka tidak ada urusannya dengan OJK sama sekali, kecuali jika suatu saat nanti BAPPEBTI pun dilebur ke OJK.

Hingga saat ini, pialang berjangka tak harus meminta izin apa pun dari OJK untuk beroperasi, melainkan cukup berbekal izin dari BAPPEBTI.

"Investasi bodong" kembali marak?

Sialnya, memang cukup banyak investasi bodong yang bermodus investasi forex (valuta asing) dan emas; produk yang hingga saat ini masih menjadi primadona perdagangan berjangka di Indonesia.

Akan tetapi dalam daftar yang dirilis OJK tersebut memang ada beberapa nama yang bermasalah di masyarakat.

Namun masyarakat sering terjebak penipuan bermodus investasi ini lantaran tingginya imbal hasil yang dijanjikan.

Tak jarang para penipu itu menghembuskan janji-janji semanis madu berupa keuntungan puluhan bahkan ratusan kali lipat dari modal yang disetorkan.

Tak ayal, impian untuk cepat kaya pun membuat para korban rela menyerahkan uang simpanan mereka dengan harapan keuntungan yang berlipat ganda.

Jangan lupakan risiko

Ada satu hal yang dilupakan kebanyakan masyarakat kita, yaitu risiko. Dunia bisnis – termasuk investasi – selalu berjalan bersama risiko.

Kerugian bisa terjadi kapan saja. Sayangnya para penipu lebih lihai merangkai kata dan mengumbar pesona demi mengeruk setiap rupiah dari calon korbannya.

Tak sekalipun mereka menyinggung risiko yang mungkin bisa terjadi. Semua yang disampaikan hanyalah untung, untung dan untung.

Padahal tidak ada satu pun bentuk bisnis yang bebas dari risiko dan kerugian.

Dalam bisnis, berlaku konsep "high risk-high return". Peluang selalu berbandung lurus dengan resiko. Dengan kata lain, semakin tinggi peluang keuntungan yang ditawarkan, maka semakin tinggi jugalah resiko yang menyertainya.

Sadarilah hal ini, agar Anda tidak menjadi sasaran empuk para penipu.

Trading bukan investasi

Ini topik klasik yang sepertinya sudah menjadi salah kaprah di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap setiap kegiatan yang melibatkan perputaran uang/modal adalah investasi, padahal tidak selalu demikian.

Investasi adalah ketika Anda mengalokasikan uang Anda ke suatu aset tertentu, misalnya rumah. Kemudian rumah tersebut Anda sewakan. Setiap tahun (atau bulan) Anda akan mendapatkan uang dari hasil menyewakan rumah tersebut.

Rumah yang Anda beli (atau bangun) memberikan penghasilan untuk Anda dan status rumah tersebut tetap menjadi milik Anda.

Berbeda ceritanya jika Anda membeli satu unit rumah untuk Anda jual kembali. Selama rumah tersebut belum terjual kembali, Anda tidak akan memperoleh keuntungan apa pun secara finansial.

Anda baru akan memperoleh keuntungan jika rumah tersebut Anda jual kembali dengan harga yang lebih tinggi daripada ketika Anda membelinya. Keuntungan yang Anda peroleh adalah dari selisih harga jual dan harga belinya. Dalam kasus ini, rumah tersebut Anda perdagangkan alias Anda perjual belikan.

Dengan kata lain, Anda melakukan aktivitas trading, bukannya investasi. Banyak orang yang tidak menyadari perbedaan kedua hal tersebut. Maka ketika Anda berbicara tentang investasi forex, sebenarnya yang dimaksud adalah trading forex.

Forex (valas) diperdagangkan dan keuntungannya bisa diperoleh dari selisih pergerakan harga mata uang tersebut terhadap mata uang yang lain.

Trading forex bukan skema cepat kaya

Trading forex adalah bisnis. Layaknya bisnis, tentu membutuhkan tahapan-tahapan dan waktu untuk bisa mencapai puncak kesuksesan.

Nilai mata uang (kurs) tidak pernah tetap. Penguatan atau pelemahan bisa terjadi setiap saat dan seringkali ekstrim. Risiko yang menyertai sangatlah tinggi.

Oleh karena itu Anda perlu waspada jika dijanjikan keuntungan tetap (fix income) dari trading forex hingga puluhan atau bahkan ratusan kali lipat dari modal awal seperti yang dilakukan oleh para pelaku investasi penipu itu.

Saran saya, buang saja penawaran seperti itu ke tempat sampah, kecuali orang yang menawarkan hal itu berani berkata jujur,

"Peluang keuntungan bisa ratusan persen, tapi resikonya adalah Anda bisa kehilangan seluruh modal Anda."

Jika itu yang dikatakannya, bolehlah Anda berpikir untuk menitipkan modal Anda padanya. Lebih daripada itu, dibutuhkan pengetahuan yang memadai untuk bisa memanfaatkan pergerakan pasar uang yang luar biasa dinamis.

Tanpa pengetahuan itu, mustahil bagi siapa pun untuk bisa sukses di dunia trading forex. Kekuatan modal pun turut menentukan. Potensi keuntungan yang Anda peroleh berbanding lurus dengan kekuatan modal Anda.

Maka, berhati-hatilah jika misalnya ada seseorang yang datang kepada Anda dan berkata, "Berikan saya dua setengah juta, akan saya jadikan seratus dua puluh lima juta dalam sebulan."

Itu mimpi di siang bolong.
Segeralah bangun 🙂

Join Webinar

Share :

FOREXimf Footer Background