Win-Loss Ratio

KELAS PRO

4. Win-Loss Ratio

Sebagaimana yang telah Anda ketahui, tidak mungkin ada analisis yang selalu tepat. Ada saat-saat ketika prediksi Anda meleset. Pada keadaan seperti itu, sangat mungkin Anda akan mengalami kerugian.

Mari kita refresh lagi ingatan kita mengenai sistem trading. Sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah Anda pelajari dan kuasai. Lebih penting lagi, sistem trading yang Anda gunakan haruslah sistem trading yang sudah terbukti profitable, dengan kata lain sistem bahwa tersebut memiliki akurasi yang cukup baik.

Apa artinya akurasi yang cukup baik?

Dengan istilah yang sederhana, tingkat akurasi suatu sistem trading bisa diukur melalui win-loss ratio.

Apa itu win-loss ratio?

Win-loss ratio adalah perbandingan antara transaksi profit dibandingkan dengan transaksi yang merugi.

Sebagai contoh:

Sistem trading Anda menghasilkan lima kali profit dan lima kali loss dalam 10 kali transaksi berturut-turut. Ini artinya bahwa sistem trading yang Anda miliki memiliki win-loss ratio 1:1. Tentu saja win-loss ratio 2 : 1 lebih baik daripada 1 : 1.

Namun perlu disadari bahwa akurasi bukanlah segalanya dalam trading. Dengan bantuan money management dan risk-to-reward ratio yang baik, win-loss ratio 1:1 pun masih bisa menghasilkan akumulasi profit.

Bagaimana bisa?

Mari kita lihat skenario yang disajikan tabel berikut ini:

Modal Awal : $10,000
Risiko Maksimum dari Modal Awal : $5,000 (50% dari modal awal)
Risiko per trade : 5%
Target profit per trade : 6%

Hasil (misal):

Trade P/L (USD) Balance (USD)
1 -500.00 9500.00
2 -475.00 9025.00
3 541.50 9566.50
4 573.99 10140.49
5 -507.02 9633.47
6 578.01 10211.47
7 -510.57 9700.90
8 -485.04 9215.85
9 552.95 9768.81
10 480.00 10248.81
Total 248.81 (Profit)

Sebagai catatan, risiko per trade sebesar 5% tersebut di atas adalah angka maksimum. Bisa saja nantinya transaksi yang Anda lakukan hanya mengalokasikan risiko sebesar 4% atau lebih kecil lagi, tergantung pada situasi pasar atau kekuatan sinyal yang muncul dari sistem trading Anda.

Nah, pertanyaannya sekarang mungkin adalah: berapa lot per trade?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus kembali lagi ke money management yang telah ditetapkan sebelumnya. Misalnya Anda memiliki modal sebesar $10,000 dengan pembatasan risiko per transaksi adalah 5% ($500).

Lalu sistem trading Anda menunjukkan sinyal buy atau sell, dengan batasan stop loss berdasarkan analisis teknikal (support/resistance) sejauh 50 pips dari level entry Anda. Dengan asumsi bahwa 1 pip adalah setara dengan $1 (mini account), artinya stop loss sebesar 50 pips tersebut senilai dengan $50.

Padahal, risiko per transaksi yang sudah Anda tetapkan adalah sebesar $500 (5% dari $10,000). Dengan demikian, Anda bisa melakukan transaksi sebanyak 10 lot mini account (perhitungannya: $500 dibagi $50).

Contoh lain:

Batasan stop loss berdasarkan support/resistance adalah sejauh 100 pips dari level entry Anda. Artinya risiko yang dihadapi adalah sebesar $100 (asumsi 1 pip = $1). Padahal, risiko per transaksi sudah ditetapkan sebesar $500 (5% dari 10,000).

Berdasarkan situasi tersebut, berapa lot yang boleh Anda pergunakan untuk transaksi?

Benar. Anda hanya boleh melakukan transaksi sebesar 5 (lima) lot saja. Perhitungannya adalah $500 (risiko per transaksi) dibagi $100 (stop loss).

Demikianlah caranya.

FOREXimf Footer Background