Bollinger Bands

KELAS DASAR

Bollinger Bands

Siapa yang tidak kenal dengan Bollinger Band?

Bollinger Band merupakan sebuah indikator teknikal yang cukup terkenal untuk digunakan dalam trading, dan banyak trader yang mengaku bahwa bollinger Band merupakan kunci dasar agar trading yang mereka lakukan selalu berbuah profit.

Indikator ini berbentuk garis yang ditarik di dalam dan di sekitar struktur pergerakan harga suatu komoditas/saham yang diperdagangkan. Bollinger Band akan menunjukkan batas relatif dari kenaikan atau penurunan harga.

Awalnya, indikator ini dikembangkan oleh trader teknis terkenal bernama John Bollinger. Asal usul indikator Bollinger Band berasal pada pengalaman pribadi yang dituangkan pada komputer mikro di tahun 1977. 

Sejak saat itu, Bollinger terlibat dalam bisnis komputer berbasis analisis teknis.

Teknologi komputer memungkinkan Bollinger untuk mengembangkan Power Group, yang didalamnya bertugas sebagai pencatat perkembangan trend di sektor industri.

Dari sinilah awal perkembangan Bollinger Band dimulai.

Penggunaan Bollinger Bands

Bollinger Bands sejatinya dapat membantu Anda untuk mengukur volatilitas pasar dan memperkirakan range (rentang) pergerakan harga. Indikator ini terdiri atas tiga garis yang bergerak mengikuti pergerakan harga, diantaranya adalah:

  1. Upper band
  2. Middle band
  3. Lower band

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa memperhatikan cara kerja dari Bollinger Bands pada gambar di bawah ini!

Indikator Bollinger Bands

Middle band sebenarnya adalah moving average yang merupakan dasar bagi perhitungan upper band dan lower band. Biasanya, middle band  yang digunakan adalah simple moving average.

Pada gambar di atas, terlihat bahwa jarak antara upper band dan lower band serta middle band dipengaruhi oleh volatilitas yang terjadi.

Semakin besar volatilitas, maka jarak antar band akan semakin lebar. Begitupun sebaliknya.

Dengan begitu, Bollinger Bands (BB) dapat membantu Anda untuk mengenali kondisi  pasar saat ini. Ketika BB dalam kondisi melebar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan ramai.

Namun ketika BB dalam kondisi menyempit dan cenderung bergerak datar, itu artinya pasar sedang dalam keadaan sepi.

Mengenali Kondisi Market dengan Bollinger Bands

Tidak perlu mempelajari perhitungan BB yang melibatkan perhitungan matematika tingkat tinggi. Anda dapat mempelajari penggunaan BB secara praktis dan memanfaatkan indikator untuk membaca peluang dari pergerakan harga dengan menggunakan akun demo.

Dapatkan akun demo

Penerapan Strategi Bounce Trading

Lalu, strategi seperti apa yang harus dimiliki dalam menggunakan bounce trading?

Menariknya, strategi pada bounce trading dapat Anda terapkan pada Bollinger Bands dengan memanfaatkan upper band dan lower band sebagai area support dan resistance.

Dalam hal ini, upper band sebagai resistance dinamis dan lower band sebagai support dinamis. Middle band juga akan terlibat didalamnya sebagai target.

Harga cenderung memantul kembali ke middle band setelah mencapai upper atau lower band. Di posisi seperti ini, Anda dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mencari entry point.

Anda bisa mencari level buy di area lower band atau mencari level sell di area upper band.Tentu saja targetnya adalah area middle band.

Strategi Bounce Trading Menggunakan Bollinger Bands

Ketika harga sampai di upper band, sulit untuk Anda memastikan posisi harga saat itu -- apakah akan berhenti di situ atau justru akan tembus ke atas upper band tersebut. Padahal area ini merupakan tempat  yang bagus untuk sell.

Agar tidak salah dalam memastikan posisi tersebut, Anda bisa menunggu konfirmasi pantulan berupa candlestick atau bar chart yang ditutup di bawah upper band tersebut.

Jika Anda sudah menemukan konfirmasi dari posisi harga tersebut, Anda bisa melakukan sell dengan target di  middle band. Begitu pula jika Anda ingin menentukan saat yang tepat untuk melakukan buy, yaitu ketika harga telah sampai di lower band.

Untuk mencari posisi stop lossnya cukup mudah.
Anda bisa mencari support atau resistance terdekat.

Perlu diketahui, strategi bounce trading dengan BB cukup efektif digunakan pada saat pasar sedang dalam keadaan sideway.

Selain itu, strategi ini juga efektif digunakan dalam time frame yang panjang misalkan pada grafik 4 jam-an atau grafik harian.

Namun tidak menutup kemungkinan, strategi tersebut juga bisa digunakan pada saat trending meskipun Anda harus lebih berhati-hati.

Strategi Bounce Trading dengan Bollinger Bands

Catatan penting:

Tidak dianjurkan menggunakan strategi BB bounce trading dalam keadaan trending meskipun memungkinkan!

Penerapan Strategi Breakout Trading

Sebagian trader menggunakan BB untuk dijadikan indikasi ketika breakout sudah dekat.

Pada saat itu, supply dan demand memiliki kekuatan yang sama sehingga harga akan bergerak dalam range yang relatif sempit dan menyebabkan bollinger band juga menyempit.

Breakout yang terjadi, biasanya diikuti oleh BB yang secara cepat melebar dan pada saat itu juga harga menembus upper band atau lower band.

Kondisi itulah yang menjadi sinyal untuk Anda beraksi.

Jika upper band tembus, maka strategi yang dapat Anda gunakan adalah melakukan buy. Sebaliknya jika lower band berhasil ditembus, maka strategi yang dapat Anda gunakan adalah melakukan sell.

Breakout Trading Dengan Bollinger Bands

Dengan menerapkan strategi breakout ini, kemungkinan Anda untuk menangkap peluang yang muncul akan lebih besar setelah breakout. Namun ada kalanya yang terjadi justru false breakout, dimana Anda bisa saja mengalami kerugian akan hal ini.

Untuk mengantisipasi false breakout, strategi breakout menggunakan BB biasanya diterapkan pada time-frame yang lebih kecil. Contohnya pada grafik 1 jam-an atau lebih kecil (15 menit atau 30 menit).

Kelebihan Indikator Bollinger Bands

Tidak jauh berbeda dari indikator yang lain, Bollinger Bands tetap memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus Anda pahami.

Kelebihan dari Indikator Bollinger Band adalah:

  1. Mendeteksi berakhirnya suatu trend
  2. Mengetahui terjadinya sideway
  3. Mendeteksi overbought
  4. Mengetahui oversold
  5. Dapat digunakan untuk melihat pola:
    • double top,
    • double bottom, dan
    • pergantian momentum

Pada dasarnya, Indikator ini dapat digunakan untuk mendeteksi trend jangka panjang. Untuk menunjang penggunaan indikator ini dalam trading Anda, gunakan tambahan indikator lain untuk memperkuat sinyal yang diberikan.

Video Trading Forex of the Week

FOREXimf Footer Background