MENAHAN POSISI PROFIT, KENAPA SULIT SEKALI?

22 December 2022 in Trading - by Yenny K

Ada dua masalah paling umum yang paling sering dialami para trader, yakni: melakukan cut loss dan mempertahankan floating profit. Peran cut loss dalam trading forex adalah untuk meminimalisir kerugian dan tetap bertahan dengan trading plan hingga menghasilkan profit. Sebaliknya, menahan floating profit dilakukan agar dapat memaksimalkan profit hingga mencapai target yang sudah diatur dalam trading plan.

Pernahkah Anda bertanya-tanya pada diri sendiri, "Saya bisa ambil untung sekarang, atau saya harus biarkan dia floating dulu?” Mungkin ada kalanya mengambil untung lebih awal bisa menjadi keputusan yang lebih baik. Tetapi saya yakin ada suatu momen ketika Anda menyesali keputusan karena menutup posisi trading Anda terlalu dini. 

Mengapa trader cenderung melakukan take profit lebih awal dari yang seharusnya? 

  1. Tidak Memiliki Target Profit Jelas

Tidak ada yang salah dengan menentukan target keuntungan saat trading. Tapi yang jauh lebih penting adalah menetapkan target profit yang jelas secara konsisten. Biasanya faktor psikologi trading yang belum matang yang menyebabkan Anda menutup posisi lebih cepat dari yang seharusnya.

  1. Toleransi Resiko yang Terlalu Rendah

Kurangnya pengaturan resiko atau tidak siap untuk kehilangan uang juga dapat memicu pengambilan profit yang terlalu cepat. Trader harus menentukan dahulu resiko per transaksi yang siap ditanggung. Ini penting supaya ketika Anda bertransaksi Anda tidak merasa takut karena sudah tahu resiko terburuknya seperti apa.

  1. Mereka Tidak Percaya Diri

Mempertahankan posisi Anda sampai harga mencapai target profit, tidak hanya membutuhkan kesabaran tetapi juga kepercayaan diri yang cukup besar. Akan ada banyak ketidakpastian di sepanjang jalan. Kalau Anda tetap percaya diri dan bersiteguh dengan keputusan trading Anda, maka akan terjadi pergumulan yang mesti Anda hadapi ketika posisi sedang floating.

Ketika Anda melihat potensi keuntungan Anda yang sudah ada di depan mata, akan semakin besar godaan untuk mengunci profit tersebut. Kalau memilih untuk menahan posisi tetap terbuka, maka Anda mesti ambil risiko untuk kemungkinan kehilangan keuntungan tersebut, bukan? Ada pepatah yang bilang, seekor burung di tangan sendiri jauh lebih berharga daripada dua ekor burung di atas pohon. Jika seandainya keuntungan di depan mata itu lenyap, kita cenderung jadi menyalahkan diri sendiri. Tapi kadang – kadang menutup posisi lebih cepat juga merupakan keputusan baik, karena harga berbalik dari posisi Anda tersebut.

Brett Steenbarger, penulis The Daily Trading Coach, mengatakan diperlukan lebih banyak kepercayaan diri untuk mempertahankan trading yang profit. Tetapi bagaimana cara sebenarnya untuk Anda bisa mempercayai diri sendiri? Kenyataannya kan percaya pada diri sendiri itu tidak semudah yang dikatakan. Anda harus dapat mempercayai keputusan trading Anda sehingga Anda tetap berpegang pada trading plan sampai mencapai target profit yang Anda rencanakan. 

Steenbarger mengatakan bahwa membangun kepercayaan diri dapat dicapai dengan 2 cara ini.

  1. Tanamkan pola pikir “saya pede karena yang saya lakukan itu benar” 

Anda secara mental perlu mempersiapkan diri jika harga berbalik kembali dan menggagalkan profit yang sudah di depan mata. Misalnya, ketika Anda trading Anda menentukan area koreksi dan mengatur trailing stop. Akan ada saat – saat di mana perkiraan Anda ternyata tidak sejalan dengan market. Jangan menyalahkan diri sendiri atas keuntungan yang hilang. Sebaliknya, ingatkan diri Anda bahwa Anda telah melakukan pengujian dan pemeriksaan dengan teliti, dan sudah ada peluang lain yang menanti untuk dimanfaatkan!

  1. Bangunlah perubahan kecil

Menurut Steenbarger, percaya diri itu timbul dengan sendirinya jika seseorang melakukan hal yang benar, dan trader dapat memulainya dengan melakukan hal-hal kecil dengan benar. Kumpulan hal-hal kecil yang dilakukan dengan benar akan memicu perubahan yang lebih besar. 

Misalnya, Anda dapat mencoba mengunci beberapa keuntungan Anda di beberapa titik dan membiarkan sisanya terbuka, baik untuk mencapai target keuntungan atau stop loss Anda. Dengan cara ini, Anda dapat merealisasikan keuntungan dan pada saat yang sama melatih kepercayaan diri dalam memantau trading Anda sampai tuntas. 

Kesimpulan 

Kecenderungan suka ambil profit terlalu cepat disebabkan faktor ketidakdisiplinan dan psikologi. Ketika trader tidak disiplin, ia tidak menjalankan trading plan terkait toleransi risiko dan target profit yang hendak dia ambil. Secara psikologis, trader yang tidak menunggu hingga target profitnya tercapai juga berarti tidak sabaran. Jika ini yang masih sering terjadi pada Anda, jangan kuatir. Konsultasikan langsung problem ini dengan Tim Riset FOREXimf. Dengan pengalaman mereka trading belasan tahun, akan banyak ilmu dan saran yang bisa Anda ambil untuk meningkatkan trading forex Anda.

Buka Akun Demo Trading Forex