Jangan Asal Menempatkan Stop Loss! Ini Cara Aman Memasangnya

JANGAN ASAL MENEMPATKAN STOP LOSS! INI CARA AMAN MEMASANGNYA

Jangan Asal Menempatkan Stop Loss! Ini Cara Aman Memasangnya
25 April 2019 in Blog - by Eko Trijuni

Saat kita akan melakukan transaksi mengambil posisi buy atau sell dalam trading forex, langkah yang tidak boleh kita lupakan yaitu menentukan batasan risiko kita. Batasan risiko tersebut umumnya lebih dikenal dengan level untuk pentingnya stop loss, dan apa yang harus Anda perhatikan saat cara memasang level stop loss. Kemudian yang terjadi adalah munculnya pernyataan, "Seandainya tadi saya tidak pasang stop loss, pasti sekarang saya sudah profit."

Lalu dalam trading selanjutnya para trader pemula ini pasti tidak akan memasang stop loss karena keseringan terjadinya harga yang menyentuh stop loss lalu berbalik arah lagi. Satu hal yang harus diperhatikan, trading itu murni bisnis yang beresiko tinggi bahkan paling tinggi. Jadi jangan sekali-kali saat kita trading tidak menentukan batasan risikonya, karena nantinya bukan untung yang akan kita dapatkan, melainkan modal yang kita investasikan hilang dalam sekejap karena terkena margin call.

Menentukan stop loss jauh lebih penting ketimbang menentukan target profit.

Cara Menentukan Stop Loss yang Baik dan Aman

Untuk menentukan stop loss atau batasan kerugian tergantung dari sistem trading yang digunakan. Biasanya stop loss ada yang disebut Close Point dan Far Point.

  • Far Point yaitu jika harga bergerak menembus resistance maka kita menempatkan stop loss dibawah support level, dan sebaliknya.

Contoh: Misalnya kita mengambil posisi sell saat break support. Maka tempatkan stop loss secara far point yaitu menempatkan stop loss beberapa point diatas level resistance. Selain itu, saat menentukan level stop loss kita juga harus mengetahui faktor-faktor penting apa saja yang harus kita perhatikan untuk menentukan stop loss, seperti:

1. Time Frame yang Lebih Besar

Perbesar time frame dari grafik. Lalu kita lihat kemanakah trend harga saat itu? Jika kita trading mengikuti arah trend, akan jauh lebih aman menggunakan Far Point. Namun apabila kita ingin melawan trend, menempatkan stop loss secara Close Point akan jauh lebih aman.

2. Break Pertama

Kita mungkin sering mengalami kejadian false break resistance atau support lebih dari sekali. Sering kali terjadi bahwa harga membuat false break sebelum terjadi break yang sebenarnya. Jika kejadian break tersebut terjadi untuk pertama kali maka penentuan stop loss akan lebih bijak menggunakan yang Close Point.

Akan tetapi jika break yang kedua kalinya ada kemungkinan besar bahwa harga akan terus bergerak melewati resistance atau support. Meskipun akan mengalami koreksi sementara waktu, untuk kejadian seperti ini menentukan stop loss dengan cara Far Point akan lebih bijak diterapkan.

3. Take Profit Point

Cara menentukan stop loss ini tergantung dari sistem trading yang kita pakai. Jika kita percaya diri menempatkan level take profit, kita bisa menghitung level stop loss dengan menggunakan risk-reward ratio. Untuk risk-reward ratio yang bagus yaitu 1 : 2.

Hal ini bisa digunakan sebagai acuan, misalnya ketika kita ingin mendapatkan profit 50 pips, maka batasan resiko kita 25 pips. Dengan risk and reward seperti itu kita tidak perlu mencari sistim trading yang 90 % cukup akurat atau profitable. Meskipun begitu, kemungkinan tingkat keberhasilan 60% saja secara total kita masih bisa profit.

Itulah beberapa hal yang harus kita perhatikan saat menentukan stop loss. Untuk meminimalisir kerugian, ambillah posisi saat harga mendekati area support atau resistance. Jangan buka posisi saat harga masih ditengah diantara area support dan resistance. Meski terlihat secara visual pergerakan harga cukup cepat, tetap sabarlah menunggu saat yang tepat untuk menembak sasaran yang akan kita bidik.

Join Webinar

Share :

FOREXimf Footer Background