Rahasia Teknik Multiple Time-Frame Analysis (2)

RAHASIA TEKNIK MULTIPLE TIME-FRAME ANALYSIS (2)

Rahasia Teknik Multiple Time-Frame Analysis (2)
02 July 2019 in Blog - by Eko Trijuni

Ingat bahwa di tulisan bagian pertama sudah dijelaskan bahwa ada 3 time-frame (TF) yang dipergunakan untuk menentukan trend jangka panjang, menengah dan pendek. Kita mengistilahkannya dengan TF Long, TF Medium dan TF Short.

Nah, mari kita mulai menerapkannya dalam trading.

Cara Menggabungkan Time-Frame

Kombinasi tiga TF untuk menganalisa sebuah currency pair, diharapkan akan mempermudah Anda mencari petunjuk entry  level yang "terbaik". Perhatikan tanda kutip yang mengapit kata terbaik. Sebenarnya tidak ada level yang terbaik, karena sejatinya kita tidak akan pernah tahu kapan persisnya harga akan berhenti di suatu level.

Namun kita bisa mengusahakan untuk mencari harga yang semurah mungkin jika ingin buy, atau yang semahal mungkin jika ingin sell. Jadi, istilah terbaik di sini hanya untuk mengupayakan agar kita tidak terlalu cepat atau justru terlambat mengambil keputusan.

Dengan MTFA, analisa yang dilakukan bersifat top-down. Artinya Anda harus melihat TF yang paling besar dulu, baru kemudian bertahap turun ke TF yang lebih kecil. Sebagai contoh, jika TF Long memperlihatkan uptrend, namun TF Medium dan TF Short memperlihatkan downtrend, maka Anda perlu berhati-hati jika ingin membuka posisi sell.

Ingat-ingat terus bahwa the trend is your friend.
Dalam hal ini, TF Long-lah yang jadi patokan.

Maka, sebagai "siasat perang-nya" Anda sebaiknya menunggu hingga TF yang lebih kecil mengkonfirmasi trend di TF yang lebih besar.

Oke, Lalu Bagaimana Prakteknya?

Untuk memperjelas apa yang saya tuliskan di atas, yuk! kita lihat contoh berikut ini.

Belajar Multiple Time Frame Analysis (H4) di Grafik Harga EUR/USD

Chart diatas adalah EUR/USD di TF H4, sebagai TF Long-nya. Misalnya Anda ingin memanfaatkan pergerakan dari mid-term trend yang terlihat, yaitu uptrend (perhatikan trendline merah).

Nah, sekarang Anda sudah mendapatkan trend yang Anda inginkan dan tentunya sudah menetapkan bahwa posisi yang Anda incar adalah buy. Selanjutnya, bergeserlah ke TF Medium yaitu TF H1. Anda akan melihatnya seperti gambar di bawah ini:

Belajar Multiple Time Frame Analysis (H1) di Grafik Harga EUR/USD

Di chart H1, Anda juga melihat bahwa harga masih bergerak dalam uptrend. Trendline tebal berwarna merah yang berada di bawah adalah trendline yang ditarik di chart H4 tadi.

Anda boleh menarik trendline lagi di chart H1 ini, sebagai accelerating trendline. Pada gambar di atas, Anda bisa melihatnya sebagai garis putus-putus berwarna merah.

Perhatikan bahwa stochastic dan CCI masih berada dalam kondisi overbought di chart H1. Maka untuk membuka posisi buy, Anda perlu menunggu hingga keduanya setidaknya berada dalam kondisi oversold.

Akan lebih baik jika entry level berada setidaknya di area trendline putus-putus atau di area trendline yang tebal (yang ditarik di chart H4).

Jika misalnya harga telah berada di area trendline, atau stochastic dan CCI telah memperlihatkan indikasi oversold, barulah kemudian Anda bisa bergeser ke TF yang paling kecil, yaitu TF M15 sebagai TF Short-nya.

Belajar Multiple Time Frame Analysis (M15) di Grafik Harga EUR/USD

Gambar di atas merupakan tampilan TF M15 untuk EUR/USD dalam contoh kasus kita kali ini. Jika Anda perhatikan, di TF yang terkecil ini mungkin Anda tidak akan bisa melihat trend secara jelas.

Tak mengapa, karena TF yang terkecil ini fungsinya bukan lagi untuk melihat trend melainkan mem-filter sinyal entry. Ketika di TF H1 sudah ada indikasi oversold, Anda tinggal mengkonfirmasinya dengan mencari sinyal buy di TF M15 ini.

Jika sinyal bullish sudah confirmed, Anda bisa membuka posisi Buy.

Kesimpulan

MTFA memang bisa membantu Anda untuk melakukan transaksi tanpa perlu khawatir terlalu dini atau terlambat masuk atau keluar pasar. Dengan sendirinya, MTFA berpotensi untuk memberikan entry level yang terbaik karena informasi yang Anda peroleh bisa lebih lengkap.

Namun jangan lupa bahwa tetap dibutuhkan kejelian dan kehati-hatian dalam melakukan metode analisa seperti apa pun. Selain itu, sadarilah bahwa tidak ada satu pun metode analisa yang "bebas cacat". Sebagai metode trading, MTFA tentu juga memiliki kelemahan.

Salah satunya adalah waktu yang Anda perlukan untuk melakukan analisa tentu akan menjadi lebih panjang daripada jika Anda menggunakan metode single time-frame analysis.

Kelemahan lain adalah peringatan bagi para pemula, karena seringkali mereka yang mengalami floating loss mencoba untuk mencari pembenaran di TF yang lebih tinggi, bahkan sering sampai kebablasan. Misalnya sampai ke TF Daily, padahal ia day trader. Bahkan dalam kaidah MTFA pun, hal ini salah.

Contohnya:
Seorang trader membuka posisi Sell. Namun ketika harga naik dan floating loss yang dialami membesar, Ia bukannya melakukan cut-loss namun mencari pembenaran dengan mengatakan, "Ah… nggak apa-apa. Di TF MONTHLY masih mentok resistance…."

Padahal Ia day trader yang semestinya tak pernah membiarkan posisi terbuka lebih dari sehari.

Ini jelas upaya pembenaran yang justru salah.

Intinya, metode apa pun yang Anda pergunakan, tetaplah miliki trading plan yang baku, termasuk di dalamnya adalah pembatasan resiko.

Join Webinar

Share :

FOREXimf Footer Background