Berita Forex Hari Ini: Dolar AS & Emas Turun 0,77%
STOP TRADING SEBENTAR,
STRATEGI INI HASILKAN
+532% DRAWDOWN HANYA  ±20% CEK DISINI !

BERITA FOREX HARI INI: DOLAR AS & EMAS TURUN 0,77%

Berita Forex Hari Ini: Dolar AS & Emas Turun 0,77%
24 July 2021 in Forex - by Adi Nugroho

Tapering off diperkirakan naik tahun 2023

Seperti kata seorang Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani dalam Kajian Tengah Tahun Indef 2021, yang dikutip melalui Finance Detik (18/7/2019) mengatakan bahwa:

"Sudah diumumkan dikatakan bahwa tapering off ini akan dilakukan di tahun 2022 dan kenaikan bunga diperkirakan 2023. Tapi kita melihat bahwa memang dari sisi kinerja di Amerika kemarin masih terjadi pengangguran yang cukup besar, masih dianggap bahwa itu belum sesuai. Tapi kemungkinan bisa lebih maju," Sebab, kebijakan tersebut akan membuat aliran modal keluar dari Indonesia. Hal ini juga berhubungan dengan wacana Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) melakukan tapering off atau pengurangan stimulus perlu diantisipasi. Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah terhadap rupiah. Mata uang Amerika negeri paman sam itu turun 64 poin (0,44%) ke level Rp 14.470. Kemarin, dolar AS juga keok terhadap rupiah.Pagi ini, dolar AS berada di level tertingginya pada Rp 14.534 dan terendahnya pada Rp 14.470. Pergerakan dolar AS pagi ini tidak banyak berubah dibandingkan kemarin yang ada di level Rp 14.472. Begitu juga terhadap dolar Singapura, dolar AS menguat 0,11% ke level 1,3.

Nilai tukar dolar AS terhadap yuan China menguat 0,07% ke level 6,4. Kemudian pergerakan mata uang Paman Sam terhadap yen Jepang juga naik 0,15% ke level 109. Sedangkan terhadap mata uang Asia lainnya, dolar AS cenderung menguat. Hal ini perlu diantisipasi terlebih dana asing di obligasi pemerintah cukup besar.

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi 29 Juni 2019 yang lalu juga ikut turun tipis ke level Rp 14.423. Jika ditarik dalam satu pekan terakhir, dolar AS menguat 0,37% terhadap rupiah. Dolar AS pagi ini melemah terhadap rupiah, won Korsel, dan yen Jepang. Namun menguat terhadap mayoritas mata uang lainnya. Angka tersebut tercatat turun 5 poin (0,03%) dan hingga pukul 09.35 WIB, kurs dolar AS tercatat bergerak di rentang Rp 14.402-14.429. Pergerakannya ada di rentang Rp 14.343-14507

Meski pagi ini dolar AS melemah terhadap rupiah, namun mayoritas mata uang Amerika masih kuat terhadap mata uang lainnya. 

Efek Dolar: Harga Barang Naik namun Daya Beli Turun

Ini masuk dalam efek dari dolar AS yang perkasa ini pun cukup banyak, di mana antaranya harga barang naik dan daya beli turun. Harga emas menurun pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga hari. Harga emas melemah karena kurs dolar AS menguat sehingga mendorong logam mundur lebih jauh dari level tertinggi. Karena, ada beberapa yang dapat mempengaruhi harga emas yang di perdagangkan pada pasar forex. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lain menuju kenaikan mingguan yang kuat, sehingga mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya. Dilansir dari economy.okezone.com (18/7/2021) yang dikutip dari media Antara, Antara, Sabtu (17/7/2021) ialah

Meskipun valuasi emas lebih menarik secara relatif terhadap Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS), sekuritas yang memberikan perlindungan terhadap inflasi, alasan emas diperdagangkan dengan harga diskon adalah karena tidak membawa keuntungan yang sama,” ujar Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.  

Ketidakmampuan emas untuk mendapatkan keuntungan secara substansial dari imbal hasil riil AS yang lebih lemah menunjukkan bahwa emas tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut.

Penurunan Logam Mulia dan Emas

Ghali juga mengatakan, seperti halnya pengutipan di atas bahwa peningkatan permintaan fisik emas, terutama dari konsumen utama China, dan pembelian oleh bank-bank sentral dapat membatasi penurunan logam mulia. Selain itu, untuk minggu ini, emas naik tipis sekitar 0,2%. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD 14 atau 0,77% menjadi USD1.815 per ounce. 

Dilansir dari economy okezone (18/7/2021) Harga emas kini berada di bawah tekanan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS naik 0,6% pada Juni. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 59,9 sen atau 2,27% menjadi USD25,795 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun USD 29,2 atau 2,57% menjadi ditutup pada USD1.108,5 per ounce. Hal ini di atas ekspektasi perdagangan yang diperkirakan turun 0,4%.

Harga Emas

  • Emas Antam Naik Rp1.000, Berikut Daftar Harganya
  • Harga Emas Naik karena Menurunnya Imbal Hasil Obligasi AS
  • Harga Emas Antam Turun Lagi, Paling Murah Rp 519.500
  • Emas Antam Turun Rp7.000, Segram Dijual Rp 949.000
  • Emas Antam Terus Naik Harganya Jadi Rp956.000/Gram
  • Harga Emas Berjangka Turun Jelang Rilis Data Inflasi
  • Harga Emas Naik Jadi USD1.829/Ounce Sikapi Pernyataan Jerome Powell
  • Harga Emas Berjangka Naik Tipis di Tengah Lonjakan Inflasi AS

Demikian berita forex hari ini seputar Dolar AS dan penurunan emas, untuk artikel forex lainnya Anda bisa baca di FOREXimf.

Share :