APA ITU MONEY MANAGEMENT ? TIPS TEPAT MENGELOLANYA

22 September 2021 in Forex - by Adi Nugroho

Money management adalah pengelolaan dana dalam trading. Hal itu mencakup berapa besar lot di setiap posisi trading, berapa jarak antara harga entry (open position) dengan stop loss dan target profit, serta berapa jumlah maksimal posisi trading yang akan dibuka dalam satu waktu bersamaan. 

Masalah pertama yang sering dihadapi oleh trader, terutama trader pemula adalah kerugian. Banyak trader yang beranggapan bahwa kerugian itu disebabkan karena kurangnya kualitas strategi atau analisa yang digunakan sehingga tidak banyak membantu. 

Padahal, bisa saja penyebab kerugian adalah dari pengaturan uang atau money management yang kurang cermat. Money management adalah strategi trader dalam mengatur modal baik dalam posisi membeli maupun menjual pair ketika trading. 

Salah satu konsep money management adalah do not put all eggs in one basket karena tidak akan tahu kapan market bergejolak dan down. Meskipun sudah dianalisa dengan tepat, tidak ada yang bisa memprediksi kapan IHSG akan naik maupun turun sesuai polanya. 

Ketika seorang trader memiliki money management, dia akan akan bisa mengatur alokasi dana yang dimilikinya.  

Money management membuat trader tahu seberapa banyak dana yang harus dikeluarkan saat trading, seberapa banyak dana yang dimiliki dan berapa persen yang harus dialokasikan untuk membeli, take profit, cut loss, maupun averaging down, sehingga bisa mengurangi resiko kerugian dan kehabisan uang. 

Bagaimana tips tepat dalam money management ? Nah berikut ini adalah 5 hal pokok yang perlu Anda perhatikan sebelum menetapkan money management 

1. Perhatikan besarnya resiko per trade 

Ingat, besar resiko per trade diukur melalui nilai uang, bukan dengan pips, dan biasanya ditentukan dalam persentase dari modal atau balance yang ada dalam akun trading. 

Kalau misalkan belum ada posisi trading dan balance pada akun trading belum utuh, maka besar resiko per trade adalah jumlah kerugian yang ditentukan dalam membuka sebuah posisi trading. 

Tidak ada aturan baku mengenai jumlah kerugian dalam sebuah posisi trading, hal itu tergantung pada kondisi keuangan masing-masing. 

Namun, gunakanlah dana yang benar-benar tidak akan dipakai dalam waktu dekat, jangan menggunakan dana sehari-hari untuk trading. 

Anda juga bisa mengasumsikan bahwa alokasi dana untuk trading adalah dana yang siap hilang, sehingga kondisi emosi Anda tidak kacau ketika trading dan mengurangi resiko stress berlebihan ketika mengalami kerugian dalam trading

Namun, beberapa trader profesional yang pendapatan utamanya dari trading, mereka jarang mengambil resiko lebih dari 3% dari total modal mereka. 

Ada juga trader berpengalaman yang merekomendasikan besarnya resiko antara 3% - 5%. Tapi, berapapun itu, Anda harus merasa nyaman, sehingga bisa trading dengan tenang. 

Sample Banner

FOREX TRADING ONLINE
PELUANG PROFIT DI PASAR UANG TERBESAR DUNIA

Dapatkan Layanan Terbaik, Tools & Market Insight untuk trading lebih baik.

2. Money management adalah strategi mengelola uang maka perhatikan besarnya ukuran lot per trade (position sizing) 

Besaran lot disebut juga dengan volume atau ada juga yang menyebutnya quantity. Nah, cara menentukan volume trading berdasarkan resiko yang lazim disebut juga position sizing. 

Position sizing akan membuat besar resiko dalam nilai uang akan selalu sama berapapun besar stop loss (resiko dalam pip) yang ditentukan. 

Sehingga, jika ada 2 trader dengan modal berbeda namun menerapkan persentase resiko serta stop loss yang sama, maka ukuran lot keduanya berbeda.  

Trader yang memiliki modal lebih besar, maka volume tradingnya juga lebih besar meskipun stop loss (resiko dalam pip) keduanya sama. 

Itulah alasan mengapa besar resiko per trade diukur dengan nilai uang, bukan dengan besarnya pip pada stop loss. 

3. Besarnya risk/reward ratio

Risk/reward ratio adalah perbandingan antara besarnya resiko (stop loss) dan besarnya target profit (reward) yang ditetapkan. 

Langkah selanjutnya untuk menentukan money management adalah dengan menetapkan besarnya target profit yang diinginkan kemudian dibandingkan dengan resiko yang sudah ditetapkan sebelumnya. 

Tidak ada ketentuan baku mengenai bagaimana cara menetapkan target profit. Namun, kita harus objektif dan realistis sesuai dengan kondisi pasar saat itu. 

Biasanya, trader yang sudah berpengalaman akan menyarankan agar risk/reward sebaiknya minimal 1:2. Sehingga, jika stop loss Anda adalah 50 pips, maka sebaiknya target profit minimal adalah 100 pip.

4. Money management adalah strategi, sehingga harus bisa membantu mengendalikan emosi 

Bukan hanya keahlian dalam menyusun strategi maupun analisa harga saja yang diperlukan dalam trading, tapi juga kemampuan money management yang baik hingga bisa mengendalikan emosi. 

Keterlibatan emosi adalah hal yang sangat bisa mempengaruhi kondisi trading. Begitu juga money management, maka bukan sekedar menetapkan money management, namun juga perlu membuat money management yang bisa menenangkan emosi. 

Jadi, pahami money management yang disusun, karena jika kurang memahami, Anda bisa selalu loss pada setiap trading. 

Selain itu, dengan memahami dan menerapkan money management yang baik, trader bisa terhindar dari resiko margin call

5. Strategi trading penting dikuasai untuk mendukung money management bisa berjalan dengan baik 

Percuma saja jika Anda memilki money management yang baik namun tidak sepenuhnya menguasai straategi trading sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi. 

Jika begitu, sebaik apapun money management yang Anda susun, hasilnya tidak akan maksimal.  

Jadi, money management adalah faktor penting dalam trading yang erat kaitannya dengan pengendalian resiko pada trading. 

Penting memiliki money management yang baik untuk setiap trader agar tidak kehabisan saldo, meminimalisir pengaruh emosi ketika trading, memiliki standar yang jelas mengenai pengambilan profit dan toleransi kerugian, serta agar trader bisa mendapatkan keuntungan yang konsisten dalam trading.

Share :