forex trading, strategi forex, broker forex

Strategi Menjadi Trader Forex “Part-Time”

Tidak semua orang bisa menjadi trader full-time. Baru saja saya berdiskusi secara online dengan seorang pembaca blog FOREXimf.com bernama Flankie. Beliau mengkritisi pernyataan saya dalam artikel berjudul “Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading” yang saya buat hampir setahun yang lalu. Di situ saya mengatakan bahwa salah satu kegagalan dalam forex trading adalah tidak fokus dan ini biasanya menjangkiti kebanyakan trader pemula, terutama part-timer.

Saya tidak “mengharamkan” status part-time trader. Saya juga mengawali karir trading saya dari situ. Yang saya kritisi justru adalah ketidakfokusan dalam melakukan aktivitas trading; salah satunya adalah ketika melakukan analisa.

Fokus sangat penting. Bayangkan apabila ketika Anda sedang asyik melakukan analisa lalu anak Anda merengek minta ditemani merakit Lego. Jika Anda kemudian memarahi anak Anda karena dianggap mengganggu, maka itu akan menjadi preseden buruk untuk Anda sebagai ayah. Ingat, Anda telah bekerja sepanjang hari dan ia membutuhkan perhatian Anda. Atau, Anda belum menjadi ayah? Mungkin kekasih, atau istri Anda yang bisa jadi akan meminta perhatian “lebih”. 🙂

Intinya, saya ulangi: fokus sangat penting untuk menjaga kualitas analisa yang Anda lakukan ketika trading.

Tidak ada salahnya memang menjadi trader forex part-time. Ada beberapa strategi yang bisa Anda jalankan. Misalnya bagi Anda hanya bisa trading di malam hari mungkin bisa memilih melakukan transaksi di pasangan mata uang yang memang lebih aktif di malam hari.

Nah, berikut ini saya pilihkan untuk Anda beberapa di antara banyak strategi yang bisa dijalankan oleh trader forex part-time.

Pilih Waktu Yang Cocok

Berbicara mengenai memilih waktu juga adalah berarti memilih pasar. Jika Anda bekerja mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore, berarti Anda bisa melakukan trading sebelum Anda berangkat ke kantor atau setelah pulang dari kantor. Saya tidak menyarankan Anda melakukan trading ketika Anda bekerja di kantor, terutama jika status Anda adalah karyawan biasa, bukan bos. Kecuali Anda siap menghadapi resiko yang terjadi seandainya bos Anda naik darah lantaran pekerjaan tidak beres karena Anda sibuk melakukan analisa dan memantau posisi trading. 🙂

Selain itu melakukan forex trading di tengah aktivitas rutin di kantor tentu akan membuat Anda kehilangan fokus. Ingat, seperti yang dikatakan di atas: fokus sangat penting.

Sesuaikan waktu luang yang Anda miliki dengan waktu aktif pasar. Biasanya, mata uang bergerak aktif ketika pasar asal mereka aktif. Misalnya, AUD dan NZD biasanya akan lebih aktif di waktu market New Zealand dan Sydney. Yen biasanya akan lebih aktif ketika pasar Tokyo buka, dan sebagainya. EUR dan GBP biasanya akan lebih aktif ketika pasar Eropa dan London buka, sementara pasar New York akan mempengaruhi aktivitas USD.

Ini daftar waktu aktif pasar keuangan dunia:

Forex Trading

Ketika pasar Tokyo, Eropa dan Inggris aktif, Anda bisa mencoba untuk melakukan transaksi EUR/JPY, EUR/GBP, atau GBP/JPY. Ketika pasar New York aktif, Anda bisa memilih major currency pair seperti EUR/USD, GBP/USD dan pasangan mata uang lain yang berpasangan dengan USD.

Namun tentu saja itu tidak mengikat. Tidak berarti mata uang tersebut di atas tidak akan aktif jika pasar asalnya tidak aktif. Jadi, bisa saja AUD menjadi aktif meskipun pasar yang aktif saat itu adalah pasar New York, misalnya. Banyak faktor yang bisa menjadikan suatu pasangan mata uang bergerak sangat aktif.

Poin yang lebih penting adalah mencari waktu yang tepat untuk melakukan transaksi forex trading dan usahakan di waktu tersebut ada pergerakan harga yang signifikan.

Sebagai informasi, pergerakan harga yang lebih signifikan terjadi biasanya ketika pasar Eropa, London dan New York buka. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia Barat, itu terjadi di kisaran pukul 14.00-21.00 WIB. Terkadang bahkan pergerakan signifikan terjadi hingga pukul 22.00 WIB.

Untungnya kita tinggal di Indonesia, di mana kita masih bisa mencoba untuk menangkap peluang tersebut meskipun berstatus sebagai trader part-time. Seorang rekan saya, trader forex asal New Mexico, Amerika Serikat, pernah bertutur bahwa trader Indonesia sangat beruntung karena mereka bisa trading dengan tenang saat pasar sangat aktif, tanpa harus terganggu oleh rutinitas pekerjaan harian.

Nah, untuk itu Anda bisa mencoba untuk melakukan trading ketika sudah pulang kantor. Namun sekali lagi, ini tidak mengikat. Yang penting Anda menemukan waktu untuk bisa trading tanpa gangguan agar bisa FOKUS.

Manfaatkan Stop-Loss

Sebagai part-timer, waktu yang Anda miliki tentu tidak seleluasa full-time trader. Anda hanya bisa melakukan transaksi dengan waktu yang terbatas. Keterbatasan itu mau tidak mau harus membuat Anda mencari “rekan” yang bisa dipercaya untuk menjaga transaksi yang Anda lakukan. “Rekan” yang paling efisien justru adalah komputer Anda sendiri.

Lho, bagaimana caranya?

Anda tentu menginstall MetaTrader di komputer, laptop, atau smartphone Anda bukan? Nah, Anda tinggak memasang stop-loss untuk setiap transaksi yang Anda lakukan. Jadi ketika trading time Anda sudah habis untuk hari itu, Anda bisa melakukan aktivitas lain dengan tenang karena sudah ada yang mengantisipasi resiko untuk Anda.

Penggunaan smartphone adalah hal lain. Memang bisa membantu Anda melakukan trading di mana pun Anda berada, tentu saja selama tersambung dengan internet. Namun jangan salah mengartikan bahwa Anda pasti bisa leluasa ber-forex trading-ria saat jam kerja karena merasa dipermudah oleh smartphone. Trading bukan hanya masalah kepraktisan namun juga – lagi-lagi – fokus.

Jadi, jika Anda ingin trading atau memantau pasar saat meeting penting di kantor, pastikan Anda memiliki kemampuan untuk membagi perhatian namun tetap bisa memiliki tingkat konsentrasi yang tinggi untuk kedua hal tersebut. Jika tidak, jangan deh.

Gunakan Time-Frame Besar, “Intip” Sesekali

Kebanyakan part-timer tidak cocok menjadi scalper. Sekali lagi: kebanyakan. Mungkin ada beberapa part-timer yang bisa eksis sebagai scalper, namun tidak banyak karena metode scalping membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi daripada metode lain. Maka dari itu metode yang cocok untuk part-timer pada umumnya adalah day trading.

Untuk itu pergunakanlah time-frame yang besar untuk melakukan analisa. Paling kecil mungkin adalah time-frame H1 (1 jam).

Nah, untuk ini ada tips yang bisa Anda manfaatkan, namun hanya untuk mereka yang benar-benar bisa membagi waktu di sela-sela kesibukan pekerjaan. Hati-hati, tips ini tidak direkomendasikan untuk mereka yang super sibuk dan tidak bisa memecah konsentrasi. Apalagi bagi para pekerja yang senantiasa diawasi oleh atasan.

Ketika Anda mempergunakan time-frame H1 maka candlestick chart akan berganti setiap satu jam sekali. Ini bisa Anda manfaatkan untuk sesekali “kabur” sejenak dari rutinitas Anda dan melongok chart barang dua atau lima menit untuk melihat perkembangan pasar. Anda bisa melakukannya setiap 1 jam sekali, atau bahkan dua hingga tiga jam sekali karena seringnya tidak ada perubahan signifikan dalam waktu satu jam.

Lebih panjang time-frame yang Anda pergunakan, berarti makin jarang frekuensi Anda mengintip chart.

Trading Jangka Panjang

Katakanlah Anda tidak bisa mengatur waktu reguler untuk trading. Jangan berkecil hati karena masih ada hal yang bisa Anda lakukan.

Anda bisa mempergunakan time-frame yang lebih besar daripada H1, misalnya H4 atau lebih besar. Konsekuensinya tentu saja transaksi yang Anda lakukan bukan lagi bersifat day trade, melainkan lebih panjang; mungkin bisa seminggu atau lebih. Namun hal ini justru memberikan keleluasaan bagi Anda, karena Anda hanya perlu mengecek keadaan transaksi Anda sekali dalam sehari dan tidak membutuhkan waktu yag lama; mungkin hanya sepuluh atau lima belas menit. Ini karena target dan batasan resiko yang Anda tetapkan akan menjadi lebih besar daripada jika Anda melakukan day trading.

The Bottom Line

Meskipun pasar forex berlangsung selama 24 jam sehari dan 5 hari seminggu, bukan berarti Anda harus tetap online selama itu. Bahkan trader full-time pun tidak ada yang seperti itu. Trader full-time tetap memilih waktu yang sesuai dengan strategi trading yang mereka miliki.

Tidak ada yang salah menjadi trader part-time, selama Anda bisa fokus dan memiliki strategi yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Happy hunting.

9 replies
  1. Erwin Harianto says:

    Di Forex IMF kan ada 17 pair mata uang (saya lihat di akun demo)

    kalau bisa, buat dong artikel tentang pemilihan waktu yang tepat untuk OP di antara pair – pair itu.

    biar yang part time bisa menyesuaikan jam kerjanya, misal ya, eh jam 21.00 nganggur, pengen trading ahh, kalau ada daftar nya kan enak, tinggal lihat saja jam 21.00 pair yang enak untuk trading apa, dan potensi memperoleh pip berapa, kan enak, terima kasih 😀

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Seperti yang sudah saya tulis di atas, “Biasanya, mata uang bergerak aktif ketika pasar asal mereka aktif. Misalnya, AUD dan NZD biasanya akan lebih aktif di waktu market New Zealand dan Sydney. Yen biasanya akan lebih aktif ketika pasar Tokyo buka, dan sebagainya. EUR dan GBP biasanya akan lebih aktif ketika pasar Eropa dan London buka, sementara pasar New York akan mempengaruhi aktivitas USD.” (paragraf 9)

      Selanjutnya saya tulis juga, “Ketika pasar Tokyo, Eropa dan Inggris aktif, Anda bisa mencoba untuk melakukan transaksi EUR/JPY, EUR/GBP, atau GBP/JPY. Ketika pasar New York aktif, Anda bisa memilih major currency pair seperti EUR/USD, GBP/USD dan pasangan mata uang lain yang berpasangan dengan USD.” (paragraf 10)

      Namun saya juga menjelaskan, “Namun tentu saja itu tidak mengikat. Tidak berarti mata uang tersebut di atas tidak akan aktif jika pasar asalnya tidak aktif. Jadi, bisa saja AUD menjadi aktif meskipun pasar yang aktif saat itu adalah pasar New York, misalnya. Banyak faktor yang bisa menjadikan suatu pasangan mata uang bergerak sangat aktif.” (paragraf 11)

      Saya sertakan juga tabel waktu aktif pasar dunia yang sudah saya perjelas. Silakan dilihat-lihat lagi.

      Di Indonesia, kita beruntung bisa nyaman bertransaksi di pasar yang “ramai” seperti New York, yang buka mulai pukul 19.00-03.00 WIB. Di pasar itu, Anda bisa mentransaksikan major currency pair yang biasanya volatile. Mengenai potensi berapa pip, tidak bisa ditentukan. Anda perhatikan saja support dan resistance yang ada. Kan enak? 🙂

      Selamat mencoba.

      Reply
  2. Flankie says:

    Wah, terima kasih nama saya disebut2 di awal artikel.
    Anda benar, ketika trading tak seharusnya memarahi anak yang sedang rewel
    Tidak baik untuk anak dan tidak baik juga untuk kualitas trading. Trading pun jadi nggak fokus. 🙂

    sekali lagi thanks… artikel2 di sini menenangkan hati… 🙂

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Biar akrab Bung Flankie… 🙂
      Senang sekali ternyata Anda mengikuti blog kami.

      Ditunggu kritikan-kritikannya ya Bung.
      Salam. 🙂

      Reply
  3. mebisandi says:

    Keep it simple and stupid…..
    – just follow the trend
    – cukup trading 1 – 2x posisi aja sehari
    – fokus pada 1-2 pair
    – target harian mingguan bulanan
    – SL pada support / resistence
    – hari ini loss besok bisa trading lagi.. ( jgn dendam )
    – silahkan tambahin….

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − four =