Kupas Tuntas Penggunaan Strategi Scalping Dalam Trading Forex

KUPAS TUNTAS PENGGUNAAN STRATEGI SCALPING DALAM TRADING FOREX

Kupas Tuntas Penggunaan Strategi Scalping Dalam Trading Forex
01 April 2020 in Blog - Seputar Trading Forex & Emas - by Eko Trijuni

Salah satu teknik dan strategi yang saat ini sedang naik daun dalam trading forex adalah strategi forex scalping. Para trader seolah-olah 'terhipnotis' dengan istilah tersebut, sehingga membuat strategi scalping ini mendadak menjadi strategi forex yang sedang naik daun.

Berdasarkan data yang diperoleh melalui Google per tanggal 22 Desember 2014, dalam kata scalping menempati jumlah pencarian terbanyak dalam sebulan hanya untuk netter di Indonesia saja. Rata-rata 210 pencarian dalam sebulan, bahkan mengalahkan kata kunci analisa teknikal (rata-rata 170 pencarian sebulan).

Ini menujukkan bahwa scalping menjadi salah satu teknik yang cukup membuat penasaran para trader, setidaknya di Indonesia.

Apakah Anda termasuk di antara para trader yang penasaran mengenai strategi scalping forex? Apakah Anda setidaknya pernah berpikir untuk menjadi seorang scalper?

WARNING!

Ada yang perlu Anda ketahui bahwa, meskipun strategi scalping terlihat seperti cara mudah untuk mencetak profit kecil dalam hitungan menit, namun faktanya tidaklah semudah itu.

Meskipun dalam trading forex scalping dikenal cepat memberikan hasil, namun strategi forex yang satu ini hanya bisa memberikan hasil jika Anda bisa mengambil keputusan yang tepat dalam waktu yang singkat.

Itu pun jika Anda tak diganggu oleh koneksi internet di Indonesia yang terkenal sering 'putus-nyambung', atau spread yang melebar, atau re-quote karena harga yang volatile - sementara koneksi internet tak mendukung.

Scalping ibarat game komputer yang mengandalkan kecepatan mata dan tangan. Misalnya game balap mobil, di mana Anda harus bisa mengambil keputusan di saat genting dalam waktu singkat, atau mobil Anda akan tergelincir ke luar jalur.

Sekilas terlihat menyenangkan.

Namun dalam scalping, uang Anda yang menjadi taruhannya.

Meski begitu, scalping mungkin menjadi salah satu strategi forex yang perlu Anda ketahui juga, atau setidaknya Anda tahu bagaimana cara kerjanya. Tentunya hal ini juga untuk menambah wawasan Anda sebelum Anda mencobanya.

Apa itu scalping dalam trading forex?

Dalam forex trading, scalping merupakan strategi di mana sang trader mencoba untuk 'memungut' profit kecil secara beruntun. Seorang trader akan masuk dan keluar dari pasar beberapa kali dalam sehari di mana ia mencoba untuk mencari keuntungan di antara pergerakan pasar yang volatile.

Para scalper biasanya juga akan bereaksi dengan cepat ketika ada rilis data ekonomi atau berita lain yang memiliki dampak besar terhadap pergerakan pasar. Meskipun terlihat mirip dengan day trading, namun sebenarnya tak sama.

Dalam day trading, seorang trader hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Ia tak pernah, atau sangat jarang membiarkan posisi tersebut mengalami overnight.

Sementara itu, seorang scalper bisa membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi dan hanya mengincar profit-profit kecil tiap kali membuka posisi.

Jika day trader menggunakan chart 15 menit hingga 1 jam, maka scalper memanfaatkan chart 1 menit. Day trader biasanya menargetkan keuntungan $200 hingga $500 tiap kali membuka posisi, sementara scalper biasanya hanya menargetkan $5-$10 per transaksi.

Jika ia berhasil melakukan 10 kali transaksi yang menghasilkan keuntungan, maka ia akan bisa membukukan keuntungan sebesar $50-$100 per hari.

Tentu saja, jumlah itu hanya bisa diperoleh jika semua transaksi yang ia lakukan berakhir dengan keuntungan. Terkadang juga sekali transaksi yang merugi justru menghapuskan keuntungan yang diperoleh dari sembilan transaksi sebelumnya.

Jadi sebaiknya scalping atau tidak?

Scalping merupakan strategi yang membutuhkan konsistensi dan konsentrasi yang sangat tinggi. Anda harus siap sedia di depan komputer untuk memantau aktivitas pasar dan bereaksi secepat kilat merespon setiap peluang.

Dalam trading scalping, Anda harus bisa duduk berjam-jam di depan monitor, dan harus bisa membuat keputusan dalam waktu singkat. Jika perhatian Anda teralihkan sebentar saja, maka Anda akan melewatkan peluang yang ada, atau justru mengalami kerugian yang menyakitkan.

Sehingga sebagai seorang scalper, Anda harus bisa dengan cepat keluar dari pasar secepat Anda masuk menggunakan berbagai macam metode trading forex.

Untuk itu, sambungan internet yang bisa diandalkan mutlak Anda miliki. Bayangkan jika Anda tak bisa menutup posisi Anda yang sedang merugi gara-gara sambungan internet terputus. Konyol, kan?

Anda juga harus bisa menghadapi tingkat stress yang lebih tinggi daripada day trading. Jika Anda masih sering diliputi emosi tiap kali Anda trading, sebaiknya berpikirlah lagi sebelum memutuskan untuk menerapkan strategi scalping.

Sebab teknik ini bukan untuk mereka yang mudah dilanda emosi. Bahkan sebenarnya seorang day trader pun tak boleh emosional ketika trading, apalagi seorang scalper.

Apakah Anda sudah siap untuk semua hal di atas?

Jika ya, silakan mencoba kemampuan Anda.

Jika tidak, atau bahkan ragu, pikir-pikirlah dahulu.

Paling aman, coba terlebih dahulu di akun demo yang bisa Anda dapatkan di sini.

Akhir-akhir ini, scalping menjadi strategi forex yang kembali populer terutama di kalangan trader pemula karena mereka sangat ingin memperoleh keuntungan dari trading forex setiap hari.

Mereka tidak mau membiarkan posisi mereka terbuka hingga beberapa jam, hari, apalagi minggu. Mereka tidak mau menempatkan stop loss karena mereka tidak mau kehilangan uang mereka.

Ada ketakutan bahwa mereka akan kehilangan uang mereka di keesokan hari jika mereka membiarkan posisi mereka overnight.

Alasan-alasan tersebut di atas sekilas terdengar masuk akal, namun masalahnya kemudian adalah tidak ada strategi forex yang menjamin bahwa seorang trader tidak akan mengalami kerugian dalam trading forex.

Benar:
TIDAK ADA.

Tidak long term trading, tidak day trading, tidak pula scalping.

Bahkan strategi forex yang "terbaik" sekalipun tidak bisa menjamin bahwa setiap transaksi yang dilakukan PASTI akan berakhir dengan keuntungan.

Tidak ada jaminan "akurat 100%". Namun, dalam trading forex yang penting bukanlah akurasi dari setiap analisa, melainkan akumulasi hasil trading dari seluruh transaksi yang dilakukan.

Strategi forex yang "terbaik" hanya bisa memberikan keuntungan pada Anda dalam jangka waktu yang panjang, bukannya instan. Itu pun harus disertai dengan pengelolaan modal yang baik dan langkah antisipasi risiko yang mantap.

Mengapa scalping menjadi begitu populer?

Bagaimana sih sebenarnya cara scalping yang baik? Mengapa scalping menjadi begitu populer?

Begini: Sebenarnya tidak ada strategi forex yang terbaik. Setiap metode pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tinggal apakah si trader yang menggunakan metode tersebut tahu atau tidak tentang bagaimana dan kapan menggunakan metode tersebut.

Suatu metode bisa jadi bekerja dengan baik pada seorang trader namun tidak bisa berjalan pada trader lain. Dalam trading forex, karakteristik dan tingkat pengetahuan masing-masing trader mempengaruhi tingkat kesuksesan sebuah strategi.

Hanya saja, scalping seakan-akan sudah menjadi "mainstream". Apalagi ada klaim bahwa ada yang bisa "memformulasikan" pergerakan harga sehingga pasar menjadi sangat mudah untuk ditebak atau diprediksi.

Tentu saja itu tidak benar, karena pergerakan pasar merupakan efek dari perilaku manusia, sementara perilaku manusia sendiri tidak bisa ditebak. Jadi, pasar pun pada dasarnya unpredictable.

Konsep "history repeats itself"

Lalu bagaimana dengan konsep "history repeats itself" dalam analisa teknikal?

Konsep ini sebenarnya tidak mengacu pada kemampuan seorang technician (penganut analisa teknikal) dalam "meramal" pergerakan harga selanjutnya.

Dalam analisa teknikal, seorang technician sebenarnya hanya "membaca" apa yang terjadi di pasar melalui pergerakan harga itu sendiri.

Di masa lalu, dan selalu berulang — harga cenderung akan bergerak ke arah tertentu setelah kemunculan pola-pola pergerakan harga tertentu.

Itulah yang dijadikan acuan untuk mengambil keputusan beli atau jual. Begitu juga dengan techinican mana pun, tidak akan serta-merta menganggap hal itu adalah suatu kepastian.

Dalam buku "Technical Analysis of the Financial Markets" karya John J. Murphy — yang konon adalah "the bible of technical analysis" — disebutkan bahwa, analisa teknikal hanya memiliki akurasi sekitar 70%.

Yang membuat analisa teknikal menjadi berharga adalah ketika ia dikombinasikan dengan risk & money management serta memiliki risk-reward-ratio yang baik.

Apa pun klaim orang tentang strategi forex tertentu, pada kenyataannya trading forex tetaplah aktivitas bisnis yang memiliki risiko.

Dengan demikian, meskipun peluang keuntungan yang ditawarkan memanglah sangat tinggi, pada kenyataannya hal itu baru akan bisa dicapai dengan tingkat keahlian yang memadai.

Trading forex bahkan bisa berbahaya bagi mereka yang melakukan transaksi dengan emosional.

Beruntung, FOREXimf menyediakan konten edukasi dan secara rutin mengadakan webinar + #SuperTradingEdukasi untuk membantu dan membimbing siapa pun yang ingin belajar trading forex.

Kapan metode scalping bisa diterapkan?

Karena para scalper senantiasa melakukan transaksi dalam "kecepatan tinggi", maka konsentrasi yang tinggi pun mutlak diperlukan. Koneksi internet yang cepat dan stabil juga harus dimiliki, agar memungkinkan untuk mengeksekusi transaksi dalam hitungan detik.

Jika Anda ingin melakukan scalping, Anda sebaiknya memilih major currency pair yang memiliki likuiditas dan aktivitas perdagangan yang tinggi.

Selain itu, waktu yang dipilih untuk menjalankan strategi scalping sebaiknya adalah waktu-waktu di mana ada "overlapping" pasar. Misalnya di waktu ketika pasar Asia, Eropa dan London sama-sama aktif.

Jangan jalankan metode ini jika Anda merasa tak punya cukup waktu atau tak bisa berkonsentrasi penuh pada chart Anda.

Jangan pula mencoba untuk scalping jika Anda tidak fit secara fisik maupun psikis. Apalagi ketika Anda sedang dalam kondisi psikologis yang emosional.

Bahkan keinginan untuk membalas kerugian yang terdahulu (revenge trading) pun harus Anda hilangkan dari pikiran Anda.

Kesimpulan

Scalping, betapa pun diklaim sebagai strategi trading forex yang menguntungkan, tidaklah cocok untuk semua orang. Metode ini justru hanya cocok untuk mereka yang memenuhi kriteria-kriteria berikut:

  • Sabar
  • Teliti
  • Tidak mudah stress
  • Bisa dengan cepat mengambil keputusan yang efektif di situasi genting
  • Tidak emosional dalam trading
  • Memiliki pengetahuan memadai tentang beragam metode trading
  • Memiliki "jam terbang" tinggi
  • Memiliki daya konsentrasi yang tinggi (fokus)
  • Memiliki daya tahan tubuh yang tinggi
  • Jangan lupa: koneksi internet yang cepat dan stabil.

Jika Anda memenuhi semua kriteria di atas, go with it.

Jika tidak, jangan coba-coba.

Tunggulah hingga Anda memiliki semua kriteria tersebut. Jangan menelan mentah-mentah kisah manis mengenai scalping yang mungkin Anda dengar dari teman Anda.

Ingatlah bahwa tidak pernah ada rumus khusus yang menjamin bahwa Anda akan sukses dalam melakukan scalping. Ingat bahwa, metode yang berhasil pada orang lain belum tentu akan berhasil pada diri Anda.

Yang sebaiknya Anda lakukan adalah mencoba untuk menemukan metode apa yang cocok sebagai strategi trading forex Anda.

Semoga sukses dengan trading Anda :)

Video Trading Forex of the Week

Share :

FOREXimf Footer Background