Kumpulan artikel mengenai trading emas dari FOREXimf Blog. Mengenal lebih dalam segala hal mengenai trading emas yang dapat menunjang kegiatan trading Anda meraih kesuksesan dalam trading, terutama pada produk komoditas emas.

Konsep dan Cara Trading Emas yang Perlu Anda Ketahui

Apakah ini kali pertama Anda trading emas?

Sebelum memulai trading emas melalui pasar forex, akan lebih baik bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu beberapa pengetahuan dasar yang berhubungan dengan aktivitas di pasar forex online.

Dengan Anda memiliki pengetahun dasar berikut ini, maka Anda akan lebih paham mengenai konsep-konsep yang terdapat dalam trading emas online. Sehingga nantinya Anda dapat menentukan strategi yang tepat yang dapat membantu Anda dalam meraih kesuksesan dalam trading emas.

Trading Emas Online

Trading Emas Online, Cara Trading Emas

Pasar forex dapat dikatakan sebagai pasar finansial yang paling likuid di dunia, dan aktivitas trading emas di pasar forex tidak memerlukan transfer emas dalam bentuk fisik.

Dalam trading, Anda hanya perlu melakukan deposit sejumlah uang kepada broker berdasarkan seberapa besar jumlah emas yang akan diperdagangkan.

Broker forex yang Anda pilih hanya bertindak sebagai perantara yang memberikan fasilitas trading emas. Biasanya trading emas ini denominasinya dalam US Dollar atau XAU/USD.

Baca juga: Sejarah Trading Emas dan Forex

Setelah Anda melakukan register live account trading emas, maka Anda akan memiliki akun di broker forex pilihan Anda itu, dan bisa memanfaatkan beberapa fitur yang tersedia untuk mendukung trading emas Anda.

Terdapat tiga kemudahan yang bisa Anda dapatkan hanya dengan memiliki akun tersebut, diantaranya adalah:

  1. Mengakses pasar forex yang buka selama 24 jam mulai dari hari senin sampai dengan hari jumat
  2. Mendapatkan software trading emas
  3. Bisa melakukan trading secara mobile

Konsep Trading Emas Online

Konsep paling mudah dan sederhana dalam trading emas di pasar forex adalah dengan cara mengamati chart forex atau grafik harga emas, yakni XAU/USD.

Contoh kasus, misalnya:
Anda berspekulasi bahwa emas akan mengalami peningkatan nilai terhadap Dolar AS, maka yang Anda lakukan adalah melakukan buy XAU/USD.

Sebaliknya jika Anda menganggap bahwa logam mulia emas akan turun nilainya terhadap mata uang Dolar AS, maka Anda akan melakukan sell XAU/USD.

Kenapa harus sell?
Baca penjelasan selengkapnya disini.

Begitupun dengan jenis investasi lain, dalam trading emas terdapat keuntungan dan risiko. Seorang trader pemula perlu memiliki pengetahuan yang cukup baik dan tekad yang kuat agar bisa sukses berbisnis trading emas di pasar forex.

Masih bingung? atau punya pertanyaan seputar trading emas dan forex?

Silakan tinggalkan komentar dalam postingan ini – atau Anda bisa langsung bertanya dan mendapatkan jawaban dengan cara menghubungi kami melalui fitur Live Chat.

Bagi Anda yang ingin lebih cepat dalam mempelajari dan memulai trading, Anda bisa memanfaatkan fitur QuickPro yang dimiliki FOREXimf.com dimana Anda akan mendapatkan pelatihan, arahan dan bantuan dari ahlinya.

Trading Emas di Pasar Forex Online Lebih Banyak Untungnya

Para investor berpengalaman seringkali memberikan saran kepada investor pemula untuk mengawali investasinya dengan trading emas supaya dapat meraup keuntungan yang lebih banyak di saat jenis investasi lain memberikan hasil yang terkadang kurang maksimal.

Kebanyakan dari mereka lebih memilih investasi emas dikarenakan emas memiliki nilai yang cenderung naik setiap tahunnya. Nilai emas pun dianggap mampu bertahan apabila terjadi inflasi dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Salah satu cara agar Anda bisa berinvestasi emas dengan mudahnya adalah dengan melakukan transaksi perdagangan emas melalui pasar forex online.

Keuntungan Trading Emas Online

Investasi Emas dengan Trading Emas Online Banyak Untungnya

Dengan adanya pasar forex online ini, Anda tidak lagi direpotkan dengan membeli emas batangan, menyimpan emas di safe deposit box, kemudian menjualnya disaat harga emas sedang naik sebagaimana yang biasa terjadi pada investasi emas konvensional.

Sebagai seorang online trader, Anda justru tidak perlu memiliki emas secara fisik namun tetap bisa meraup keuntungan dari nilai yang dimiliki oleh emas tersebut.

Selain itu, Anda pun memiliki kebebasan dan fleksibilitas dalam setiap transaksi yang dilakukan. Sehingga dengan mudahnya Anda dapat melakukan transaksi jual dan beli kapan pun dan dimana pun sesuai dengan yang Anda mau.

Dari berbagai keuntungan dan keutamaan yang bisa Anda dapatkan dari investasi emas online dengan cara trading, Anda juga bisa menikmati berbagai kelebihan lainnya. Diantaranya adalah;

1. Investasi Emas Aman Tanpa Perlu Takut Bangkrut

Emas memiliki tingkat likuiditas tertinggi di dunia dengan jumlah transaksi triliunan per hari, pasar forex online menjadi tempat yang aman untuk berinvestasi, sehingga tidak perlu khawatir akan terjadinya bangkrut.

Sebagai seorang trader, Anda dimungkinkan untuk dapat melakukan transaksi trading dengan jumlah yang besar agar bisa meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

2. Tanpa Resiko Takut Kehilangan Saat Pengiriman

Berbeda dari investasi emas konvensional, dimana Anda diharuskan untuk membeli emas secara fisik terlebih dahulu, lalu menyimpannya di tempat yang aman.

Dalam trading emas di pasar forex,  Anda justru tidak perlu mengeluarkan biaya penyimpanan, asuransi, dan transportasi yang melibatkan perpindahan emas secara fisik.

Dengan begitu, Anda memiliki potensi dalam mendaptkan keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan investasi emas konvensional.

3. Alokasi Dana yang Mudah

Dalam trading emas online di pasar forex terdapat fasilitas yang disebut dengan leverage.

Dengan adanya fasilitas tersebut, Anda dimungkinkan untuk mendapatkan kontrak trading dengan jumlah tertentu. Bahkan Anda tidak perlu membayar penuh.

Misalnya, seorang broker menawarkan leverage 1:100
Artinya, untuk dapat melakukan trading emas senilai $100
Anda hanya memerlukan dana sebesar $1 saja.

Baca juga: Belajar Leverage

Jadi meskipun modalnya terbatas, namun dengan adanya fasilitas leverage tersebut; Anda tetap bisa melakukan trading emas.

Risiko Trading Emas Online

Terlepas dari banyaknya kelebihan dan besarnya keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari trading emas di pasar forex. Sebagai seorang trader, Anda tetap harus menyadari akan adanya resiko loss dalam jumlah yang besar.

1. Untung Besar dengan Resiko yang Juga Besar

Fasilitas leverage yang dimiliki trading emas forex bisa sangat menguntungkan dan bisa juga menjadi sebab dari kerugian.

High Risk – High Return. Mendapatkan profit dalam jumlah yang besar sangat memungkinan, akan tetapi resiko yang dimilikinya pun besar.

Namun dengan cara mengatur margin, melakukan manajemen keuangan yang tepat, dan memilih leverage yang sesuai dengan kemampuan untuk dikendalikan, Anda bisa meminimalisir resiko tersebut.

2. Perubahan Tingkat Suku Bunga yang Relatif Cepat

Nilai tukar mata uang sebuah Negara dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Ketika tingkat suku bunga di suatu negara cenderung meningkat, maka mata uang negara tersebut akan menguat dikarenakan adanya aliran dana investasi yang masuk ke Negara tersebut.

Namun apabila tingkat suku bunga cenderung menurun, maka mata uang negara tersebut akan melemah.

Oleh sebab itu, fluktuasi harga yang terjadi di pasar forex dapat dipicu oleh naik dan turunnya suku bunga tersebut.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Membeli Emas?

Pahami Risikonya dan Kelola dengan Tepat

Kesempatan untuk dapat meraup keuntungan dari investasi emas kini semakin mudah dengan adanya trading emas di pasar forex online.

Dengan adanya trading emas online, Anda tidak perlu lagi melakukan investasi emas secara konvensional yang membutuhkan perhatian dan biaya tambahan.

Banyaknya keuntungan dan kelebihan yang bisa Anda dapatkan dari transaksi trading emas online pun tentunya memiliki resiko tersendiri.

Oleh sebab itu, diperlukan pengetahuan yang baik agar bisa sukses meraup keuntungan dari berbisnis trading emas di pasar forex online.

Menang Banyak, Trading Emas Online Banyak Untungnya!

Para investor berpengalaman seringkali memberikan saran kepada investor pemula untuk mengawali investasinya dengan emas supaya dapat meraup keuntungan yang lebih banyak di saat jenis investasi lain memberikan hasil yang terkadang kurang maksimal.

Emas, siapa yang tak mengenalnya?

Selain biasa dipergunakan sebagai bahan untuk membuat perhiasan, logam mulia ini juga dipergunakan sebagai standar keuangan di seluruh dunia.

Emas Fisik, Emas Antam, Harga Emas Saat Ini, Grafik Harga Emas

Dalam dunia investasi, emas kerap dianggap sebagai aset yang aman (safe-haven) karena terbukti mampu mengantisipasi inflasi.

Investasi emas memang sangat menggiurkan. Namun yang jadi pertanyaannya adalah kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas?

Sebelum berbicara mengenai timing yang tepat dalam trading emas, Anda perlu mengetahui beberapa cara yang bisa dilakukan agar dapat melakukan investasi dalam emas, diantaranya adalah:

  1. Jual-beli emas fisik, berupa emas batangan atau koin
  2. Trading emas online, jual beli kontrak emas melalui broker

Anda bebas memilih cara yang Anda sukai diantara kedua pilihan diatas.

Namun ada baiknya Anda mengetahui bahwa trading emas secara online memberikan banyak kemudahan dan berbagai macam keuntungan bagi Anda.

Di antara kemudahan-kemudahan yang dimiliki dari trading emas online adalah sebagai berikut:

1. Trading Emas dengan Mudah, Effisien dan Fleksibel

Anda bisa melakukan transaksi dimana pun dan kapanpun yang Anda mau, karena trading emas online selalu ada setiap 24 jam sehari dan 5 hari seminggu.

Anda hanya perlu terhubung ke internet, memiliki akun trading dan platform trading yang bisa di unduh dan dipasang pada laptop/pc Anda.

Bahkan sekarang ini, Anda bisa menikmati mudahnya trading hanya dengan menggunakan smartphone Android atau iOS yang saat ini sedang digunakan.

2. Tanpa Risiko Kehilangan Fisik Emas

Berbeda dari investasi emas fisik – dimana Anda diharuskan untuk membeli emas secara fisik terlebih dahulu, lalu menyimpannya di tempat yang aman.

Dalam trading emas di pasar forex, Anda justru tidak perlu mengeluarkan biaya penyimpanan, asuransi, dan transportasi yang melibatkan perpindahan emas secara fisik.

Dengan begitu, Anda memiliki potensi dalam mendaptkan keuntungan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan investasi emas konvensional (fisik).

3. Modal Investasi Emas Online Lebih Murah

Harga emas pada umumnya mengikuti harga emas global dari bursa New York Merchantile Exchange (pasar komoditas emas terbesar di dunia) di Amerika atau LOCO London.

Harga emas dicantumkan dalam mata uang dollar Amerika dalam satuan “Troy Ounce”.

1 Troy Ounce emas setara dengan 31,1 gram emas.

Jika Anda ingin melakukan jual-beli (trading) emas secara fisik, Anda perlu memikirkan seberapa besar dana yang diperlukan untuk melakukan transaksi tersebut.

Grafik Harga Emas, Support dan Resistance, Analisa Trading Emas

Berdasarkan contoh di atas, bisa dilihat bahwa area $1,200 per troy ounce merupakan area yang baik untuk membeli emas.

1 troy ounce = 31,1 gram, itu artinya harga emas per gram adalah 1200 dibagi 31,1, yaitu sekitar $38.58. Dengan asumsi 1 USD = Rp 11.000,- maka harga per gram emas saat itu adalah sekitar Rp 424.380,-

Dalam trading online, satuan transaksinya adalah “LOT”, di mana 1 lot sama dengan 100 troy ounce (3,11 kilogram).

Jika Anda membeli 1 lot emas di harga $1,200, berarti transaksi Anda senilai $120 ribu. Dengan asumsi 1 dollar sama dengan 11.000 rupiah, artinya seharusnya Anda menyediakan modal sebesar 1,32 milyar rupiah untuk bisa melakukan transaksi tersebut di atas!

Tetapi tenanglah, karena dalam online trading Anda tidak perlu menyediakan modal sebesar itu karena adanya leverage.

Pelajari selengkapnya: Leverage Trading

Anda cukup menyediakan modal sebesar $1,000 saja untuk melakukan transaksi tersebut.

Tidak, Anda tidak salah baca.
Memang hanya seribu dollar saja!

Dengan modal yang jauh lebih kecil, Anda bisa memperoleh keuntungan dengan persentase yang jauh lebih besar daripada modal awal.

4. Perbedaan Trading Emas Fisik dengan Emas Online

Perhatikan tabel berikut sebagai ilustrasi pembanding transaksi emas fisik dengan online trading.

  Trading Emas Fisik Trading Emas Online
Harga beli $1,200/troy ounce $1,200/troy ounce
Besaran transaksi 100 troy ounce 100 troy ounce
Modal $120,000 $1,000
Harga jual (jika naik) $1,400/troy ounce $1,400/troy ounce
Keuntungan (Harga jual-harga beli) x besaran transaksi
= ($1,400 – $1,200) x 100 = $20,000
(Harga jual – harga beli) x besaran transaksi
= ($1,400 – $1,200) x 100 = $20,000
Persentase keuntungan (Keuntungan : modal) x 100% = 16,67% (Keuntungan : modal) x 100% = 2000%

 

Nah, bagi Anda yang tertarik dan berminat untuk berinvestasi emas secara online ini, ada beberapa tips bermanfaat yang perlu Anda ketahui.

1. Menggunakan Platform Trading MetaTrader

MetaTrader adalah platform trading berupa program komputer yang memudahkan Anda dalam memantau pergerakan harga emas (naik – turunnya harga emas) sekaligus melakukan transaksi emas secara online.

MetaTrader sangat mudah untuk digunakan. Program ini bisa dipasang (di-install) di PC/laptop dan juga smartphone android atau ios Anda, sehingga akan lebih memudahkan Anda untuk memantau pergerakan harga serta melakukan transaksi online di mana pun.

Anda dapat mengunduh program MetaTrader melalui registrasi demo account trading FOREXimf.

Setelah Anda berhasil mengunduh dan memasang platform MetaTrader, berikut ini langkah-langkah yang mungkin Anda perlu ketahui mengenai cara menggunakannya:

  1. Jalankan MetaTrader di komputer atau laptop Anda.
  2. Jika Anda ingin melakukan transaksi jangka panjang, Anda bisa meng-klik time frame W1 (Weekly) yang bisa Anda lihat di MetaTrader Anda. Contohnya adalah seperti yang terlihat di gambar berikut:

Cara Setting Time Frame Meta Trader 4

  1. Klik pilihan Line Chart (Anda juga bisa menggunakan candlesticks)

Cara Setting Chart Meta Trader 4

  1. Lalu tarik garis di titik-titik yang dapat berlaku sebagai support dan resistance.

Sebagai contoh, perhatikan gambar berikut ini:

Cara Setting Membuat Area Support Resistance Emas Meta Trader 4

Apakah Anda bisa melihat garis-gari berwarna merah dan hijau pada gambar di atas?

Nah, garis-garis merah tersebut adalah area support, sementara garis-garis hijau adalah area resistance.

Anda bisa membeli emas di area support atau menjual emas ketika harga sudah berada di area resistance (perhatikan area kuning pada gambar).

Begitulah caranya.
Mudah, bukan?

Tentu saja Anda harus menyesuaikan besaran transaksi yang Anda lakukan dengan modal yang Anda miliki karena  hal ini erat kaitannya dengan manajemen resiko dan manajemen modal yang perlu Anda perhatikan.

Pelajari selengkapnya: Manajemen Risiko dan Manajemen Modal

2. Menentukan Level Support dan Resistance

Level Support dan Resistance merupakan kunci yang dapat mempermudah Anda dalam menentukan waktu dan level harga yang tepat untuk membeli atau menjual emas.

“Support” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak turun. Di area support, harga cenderung akan kembali naik. Di area inilah Anda sebaiknya membeli emas.

Sedangkan “Resistance” merupakan suatu area di mana harga diperkirakan akan berhenti bergerak naik. Di area tersebut, harga cenderung akan kembali bergerak turun lagi. Nah, di area inilah Anda sebaiknya menjual emas.

Pelajari selengkapnya: Support and Resistance

Bagi Anda yang ingin mempelajari lebih dalam lagi mengenai Online Trading, Anda bisa membuka halaman edukasi yang terdapat dalam website FOREXimf.

Di halaman edukasi tersebut, Anda juga bisa mempelajari beberapa tips dalam trading sampai dengan metode, teknik, analisa dan strategi yang bisa digunakan dalam trading emas yang dibagi ke dalam beberapa kelas tertentu sesuai dengan tingkatan dan klasifikasinya.

Pelajari trading selengkapnya:

3. Mulai Trading Emas Anda Sekarang Juga

Setelah Anda mengetahui alasan mengapa harus investasi emas dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan trading emas, sekarang waktunya bagi Anda untuk mulai berinvestasi dalam emas dan menjadi bagian dari ribuan orang lainnya yang berhasil dan sukses dalam trading emas.


Uji strategi dan kemampuan trading Anda dengan menggunakan demo account, atau langsung raih profit dari trading emas dengan menggunakan real account.

Tips Trading Forex Memanfaatkan Indeks Dolar

Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai apa itu indeks dollar. Kalau Anda sudah baca artikelnya, mudah-mudahan Anda masih ingat simbolnya. Apa, hayo? Ya. Simbolnya biasanya USDX, DX, atau DXY.

Nah, setelah membaca artikel tersebut, mungkin Anda jadi bertanya-tanya, “OK, saya sudah tahu apa itu indeks dolar, lalu untuk apa?”

Kata orang, janji adalah hutang. Di artikel sebelumnya, saya berjanji akan membahas bagaimana cara memanfaatkan indeks dolar dalam trading forex. Maka di artikel ini saya akan melunasi hutang itu.

Anda pasti tahu kan, bahwa sangat banyak currency pair yang ditransaksikan dengan melibatkan USD. Yang terkenal di antaranya adalah EURUSD, GBPUSD, USDJPY, USDCHF, USDCAD, NZDUSD, AUDUSD.

Artinya jika kita mentransaksikan currency pairs tersebut, indeks dolar bisa kita manfaatkan untuk melengkapi analisa kita. Indeks dolar bisa memberikan perspektif lain tentang kondisi USD, apakah dia menguat atau cenderung melemah terhadap mata uang dunia. Dalam dunia forex, pergerakan indeks dolar bisa kita pergunakan sebagai “indikator kekuatan” USD.

EURUSD vs DXY

Ada yang menarik dan tidak banyak yang mengetahui hal ini: pergerakan EURUSD dan indeks dolar (selanjutnya kita sebut DXY) itu secara umum berlawanan arah.

Eh, kok bisa begitu?

Karena, seperti yang telah kita bahas di artikel sebelumnya, lebih dari 50% dari komposisi DXY itu adalah euro! Tepatnya 57,60%.

Coba lihat perbandingan grafik berikut ini:

indeks dolar, trading forex, forex trading

Grafik di sebelah atas adalah pergerakan DXY, sementara grafik yang ada di sebelah bawah adalah pergerakan EURUSD. Pergerakan yang terekam adalah sejak 26 Oktober 2018 hingga 5 November 2018, dalam timeframe H1.

Perhatikan garis merah yang saya gambar. Tiap kali DXY naik, EURUSD turun dan sebaliknya. Seakan-akan dua gambar itu seperti bayangan dalam cermin.

Fakta ini bisa kita manfaatkan ketika kita akan trading EURUSD. Bahkan ada trader yang memanfaatkan DXY sebagai indikator teknikal untuk EURUSD.

Jika DXY bergerak dengan signifikan, hampir bisa kita pastikan bahwa para pelaku pasar akan bereaksi pada pergerakan tersebut. Bahkan sebenarnya, baik DXY maupun para pelaku pasar saling bereaksi satu sama lain. Misalnya, jika terjadi penembusan (breakout) yang signifikan atas sebuah major currency pair (misalnya EURUSD dan/atau GBPUSD), maka biasanya DXY juga akan bergerak signifikan.

Intinya, para pelaku pasar menganggap DXY merupakan indikator kunci bagi arah USD terhadap mata uang utama dunia.

“OK, Pak Eko. Jadi cara tradingnya bagaimana?”

Sabar dong. Saya baru mau membahas hal itu.

Jadi, karena EURUSD dan DXY itu ibarat saudara kembar tetapi beda tabiat, maka ketika kita akan mentransaksikan EURUSD, ada baiknya pantau juga kondisi DXY.

Katakanlah kita melihat ada sinyal sell di EURUSD, maka coba intip juga DXY. Jika pada saat yang sama muncul sinyal bullish di DXY, maka kekuatan sinyal sell di EURUSD itu akan bertambah kuat. Dengan kata lain, sinyal sell tersebut; yang mungkin biasanya akurasinya hanya 70%; bisa meningkat menjadi 80%.

DXY vs Major Currency Pairs, Bagaimana?

Nah, sekarang bagaimana dengan mata uang lain?

Sama saja dengan trik pada EURUSD di atas, hanya saja mungkin tidak sesignifikan pada EURUSD.

Tetapi setidaknya bisa kita manfaatkan juga, mengingat DXY adalah indikator bagi kekuatan USD secara umum.

Yang perlu kita ingat adalah di mana posisi USD pada currency pair yang akan kita transaksikan? Apakah ia sebagai base currency, atau counter currency?

Eh, sebentar, Anda tahu kan apa itu base dan counter currency?

Dalam currency pair (pasangan mata uang), base currency itu adalah mata uang yang ditulis di sebelah kiri. Sebagian orang menyebutnya first currency.

Sebaliknya counter currency ditulis di sebelah kanan. Ada juga yang menyebutnya second currency atau quote currency.

Jadi, misalnya kita mentransaksikan USDCHF, maka USD bertindak sebagai base currency dan CHF adalah counter currency. Pada EURUSD, misalnya, adalah kebalikannya.

Jadi, jika kita mentransaksikan pair yang USD-nya sebagai base currency (seperti USDCHF, USDJPY, atau USDCAD), kenaikan DXY kemungkinan besar juga diikuti oleh kenaikan pair tersebut.

Gampangnya, begini:

  • Jika USD adalah base currency (USD/XXX), maka arah pair tersebut cenderung searah dengan DXY.
  • Jika USD adalah counter currency (XXX/USD), maka arah pair tersebut cenderung berlawanan arah dengan DXY.

Nah, dengan ini “hutang” saya dianggap lunas, ya?

Oh, menurut Anda belum? Kalau masih ada yang ingin Anda tanyakan, silakan hubungi saya melalui Live Chat yang tersedia di website kami ini.

Salam.

Ke Mana Harga Emas Setelah Ini?

Harga emas sempat melambung ke kisaran $1357 per troy ounce merespon situasi yang terjadi di Semenanjung Korea menyusul peluncuran rudal oleh Korea Utara (Korut) yang akhirnya mendarat di wilayah laut Jepang pada bulan Agustus lalu. Hubungan Korut-Amerika Serikat (AS) yang memang sejak lama tidak harmonis sontak memanas dengan respon keras dari Presiden Amerika Donald Trump.

Terlepas dari kekhawatiran akan benar-benar terjadinya konflik terbuka antara Korut-AS, yang jelas respon Presiden Trump berhasil menimbulkan kekhawatiran di pasar global, ditandai dengan perpindahan modal dari aset-aset beresiko tinggi ke aset safe-haven yang dikenal dengan istilah risk aversion. Salah satu aset safe-haven yang paling populer adalah emas, maka sebenarnya tidak mengherankan apabila harga emas melonjak sebagai akibatnya.

program referral, program afiliasi, afiliate program

Sebelumnya kami telah melontarkan wacana bahwa ada kemungkinan harga emas akan terkoreksi dari kisaran $1337/troy ounce ke kisaran $1299-$1263/troy ounce (1 troy ounce sekitar kira-kira 31,1 gram). Ternyata memang kemudian harga emas berhasil terkoreksi ke area support tersebut ($1299-$1263/troy ounce), bahkan sempat mencapai area $1260.42/troy ounce.

Kami juga sempat memaparkan strategi bahwa area support di kisaran $1299-$1263/troy ounce merupakan area yang baik untuk mencari peluang beli dan memang sempat terjadi rebound hingga ke kisaran $1305/troy ounce, kendati kemudian momentum bullish berkurang dan harga emas kembali terkoreksi dan saat tulisan ini dibuat berada di kisaran $1277/troy ounce.

Meskipun demikian, untuk pandangan jangka panjang harga emas secara umum masih bergerak dalam tren naik. Area yang perlu diperhatikan untuk mencari peluang beli masih tetap di area kisaran $1299-$1263/troy ounce. Hanya saja masih diperlukan konfirmasi peluang tersebut berdasarkan analisa teknikal. Jika peluang beli sudah benar-benar terkonfirmasi, maka harga emas akan kembali berpeluang untuk mengalami rebound dengan sasaran hingga kisaran $1321-1357/troy ounce.

harga emas, grafik harga emas, trading emas, investasi emas

Potensi rebound harga emas ini kemungkinan besar akan terhambat jika harga emas justru jatuh ke bawah kisaran $1260/troy ounce, karena dengan demikian justru akan terbuka peluang pelemahan lebih jauh ke kisaran $1240/troy ounce.

Jika Anda membutuhkan analisa untuk pergerakan harga emas ini bisa berkonsultasi dengan tim Market Analyst FOREXimf.com yang berkantor di Jalan Sunda no. 57 Bandung, atau melalui Live Chat dari website www.FOREXimf.com.

Waktunya Beli Emas (Lagi)?

Harga emas mungkin memang sedang berada di bawah tekanan seiring sentimen “risk-on” di sektor pasar modal dan naiknya suku bunga.

Meskipun demikian, cukup banyak analis yang berpendapat bahwa ada kemungkinan harga emas akan mengalami recovery karena logam mulia tersebutlah yang benar-benar bisa memberikan “perlindungan” terhadap risiko.

Saat artikel ini dimuat, harga emas diperdagangkan di kisaran $1217 per troy ounce. Sejak 6 Juni 2017, harga emas terlihat mengalami penurunan hingga kisaran $1204 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 16 Maret 2017.

Dari sudut pandang analisa fundamental, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelemahan tersebut, salah satunya adalah kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve yang kemudian ternyata menambah sentimen positif untuk USD. Akibatnya, harga logam mulia yang nota bene dalam denominasi USD pun mendapat tekanan.

Meskipun demikian, laju inflasi Amerika Serikat  (AS) berpotensi memberikan keuntungan tersendiri bagi harga emas, mengingat emas hingga saat ini masih dipandang sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.

Nitesh Shah, seorang analis komoditi di ETF Securities, berpendapat bahwa inflasi AS berpotensi terus melaju hingga ke atas dua persen. Plus, ketegangan AS-Korea Utara masih berlangsung. Hal ini akan memberikan peluang bagi harga emas untuk kembali pulih setidaknya hingga akhir tahun 2017.

Posisi Para Investor

Menurut UBS, posisi transaksi para pelaku pasar saat ini mendukung untuk recovery harga emas. Posisi Net long – yang artinya para investor masih berkeyakinan bahwa harga emas masih akan bergerak naik – pada emas telah mengalami penurunan sebesar 53%, atau 12 juta troy ounce, dalam empat pekan terakhir. Sementara posisi net short – yang mana investor berkeyakinan harga akan turun – telah mengalami peningkatan.

Jangan tertipu, kondisi ini justru berpotensi membatasi “kekuatan jual” pasar. Kondisi ini berpotensi membuat pasar beranggapan bahwa harga telah mengalami penurunan yang signifikan dan berpikir bahwa mungkin inilah saat yang tepat untuk membeli.

Waktunya Beli?

Harga emas cenderung akan kembali naik ketika sektor lain dianggap buruk. Performa terbaik harga emas biasanya adalah ketika bank-bank sentral kehilangan kepercayaan dari para investor (pelaku pasar) atas langkah-langkah kebijakan yang mereka ambil.

Sebagai contoh, harga emas dan perak (terlepas dari flash crash yang terjadi baru-baru ini) kemungkinan akan mengalami peningkatan signifikan jika European Central Bank (ECB) dan bahkan mungkin Bank of England (BoE) mengikuti langkah Federal Reserve (Fed) memangkas stimulus.

Bagaimana potensi pergerakan harga emas dari sudut pandang analisa teknikal?

Harga Emas, trading emas, investasi emas

Dari sisi analisa teknikal kita bisa melihat bahwa harga emas saat ini berada di area support jangka panjang di kisaran 1194.88-1218.73. Kita bisa melihat di chart Daily (D1) bahwa stochastic dan CCI cenderung memperlihatkan indikasi bullish. Ini berarti ada peluang bagi harga emas untuk mengalami rebound untuk jangka panjang.

Secara teknikal, selama harga emas bertahan di atas 1194.88 maka ada potensi rebound ke area resistance yang berada di kisaran $1245 hingga 1272.02 per troy ounce. Seandainya Anda membuka posisi sebesar 1 lot pada kontrak XAUUSD saat ini (harga berada di kisaran $1217 per troy ounce) maka resiko kerugian yang akan Anda hadapi hanya sebesar $2500 per lot, sedangkan potensi keuntungan Anda adalah sekitar $3000 hingga $5000 per lot.

Perbandingan potensi resiko dengan keuntungan (risk to reward ratio) saat ini cukup baik, asalkan Anda benar-benar memperhitungkan kekuatan modal dan menerapkan strategi risk management yang tepat. Untuk hal itu, tim Market Analyst FOREXimf.com siap membantu Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika Anda membutuhkan analisa dan strategi lebih detil terkait peluang ini.

Brexit: Apa Korelasinya Dengan Harga Emas?

Akhir Maret lalu Inggris secara resmi menjalankan proses perceraian dari Uni Eropa dengan menjalankan Article 50 of the Lisbon Treaty. Kira-kira apa dampaknya terhadap pergerakan harga emas?

Pada tanggal 20 Maret 2017, Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menjalankan Article 50 of the Lisbon Treaty. Dengan demikian, itu berarti Inggris menyampaikan pemberitahuan kepada Dewan Eropa bahwa mereka akan mengundurkan diri dari keanggotaan Uni Eropa secara resmi agar bisa melakukan negosiasi terkait pengunduran diri tersebut. Dengan kata lain, Inggris secara resmi akan memulai proses “perceraian” yang bisa memakan waktu dua tahun itu.

Meskipun peristiwa ini bisa dikatakan sebagai peristiwa bersejarah, namun ternyata tidak membuat harga emas bergerak dengan signifikan, setidaknya tidak saat langkah itu diambil. Mungkin itu karena langkah tersebut memang telah diantisipasi sebelumnya oleh pasar, karena Theresa May sendiri sebelumnya telah mengumumkan bahwa ia akan menjalankan Article 50 di bulan Maret 2017.

Namun itu tidak berarti Brexit tidak akan memberikan dampak sama sekali kepada pasar logam mulia. Tentu akan tergantung pada bagaimana proses negosiasi itu akan berjalan. Jika negosiasi dimulai dengan cara yang salah, atau ternyata lebih alot daripada yang diperkirakan, maka akan sangat mungkin permintaan atas emas – sebagai aset safe-haven – akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika para negosiator ternyata bisa melakukan perundingan dengan “santai-santai” saja tanpa adu argumen atau tekanan yang berarti, maka justru harga emas mungkin akan melemah.

Tetapi biar bagaimanapun para investor emas disarankan untuk tetap tenang, karena skenario terburuk untuk Brexit toh belum terjadi dan harga emas belum melambung. Proses perceraian ini akan terjadi dengan sangat bertahap, dengan demikian bisa meredam dampaknya terhadap pasar.

Satu hal yang pasti, perjalanan hingga kurang dari dua tahun ke depan tentunya akan sangat menarik dan banyak hal mungkin bisa terjadi di sepanjang perjalanan. Skotlandia bahkan telah menyuarakan untuk melaksanakan referendum ke-2 untuk kemerdekaan tanah air William Wallace tersebut. Belum lagi Gibraltar, secuil daerah kekuasaan Inggris yang berada di ujung Selatan Spanyol, yang masa depannya juga akan menjadi percekcokan yang panas.

Oh ya, jangan lupakan Irlandia Utara, juga nasib warga negara Inggris yang tinggal di benua Eropa, imigran yang bekerja di Inggris, perjanjian dagang baru, dan sebagainya. Setiap isu berpotensi untuk menimbulkan ketidakpastian yang mungkin – sekali lagi: mungkin – justru akan memberikan sentimen positif bagi emas. Dengan kata lain, setiap ketidakpastian yang muncul akan sangat mungkin diikuti oleh penguatan harga emas.

Tim Market Analyst FOREXimf.com senantiasa melakukan pemantauan dan analisis terhadap pergerakan harga emas dan perak serta mempublikasikannya setiap hari di laman Analisa. Tim Market Analyst juga menyampaikan informasi mengenai peluang pasar terkini kepada nasabah FOREXimf.com tiap kali ada potensi untuk membuka posisi. Informasi peluang pasar tersebut disampaikan langsung ke ponsel nasabah melalui aplikasi WhatsApp.

Jika Anda belum mendapatkan layanan tersebut, silakan menghubungi tenaga pemasar kami melalui Live Chat setiap hari kerja, Senin sampai Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.

Beli Emas: Investasi atau Spekulasi?

GOLD LM 1Suatu ketika, sepasang suami-istri memasuki sebuah toko emas. Setelah melihat-lihat beberapa model perhiasan di deretan etalase depan, sang suami kemudian tertarik untuk mengetahui harga logam mulia yang diproduksi dalam bentuk batangan dan koin. Ia dengan antusias mulai menanyakan harga per gram emas batangan tersebut. Sementara itu wajah sang istri terlihat agak masam karena ia ternyata lebih menginginkan seuntai kalung emas.

Sang suami berargumen bahwa jika memang ingin berinvestasi emas, sebaiknya yang disimpan adalah emas murni dalam bentuk batangan atau koin saja, sebab nilainya akan lebih stabil dibandingkan dengan perhiasan. Katanya, nilai emas dalam bentuk perhiasan tidak hanya ditentukan oleh kandungan emasnya saja, melainkan juga biaya pembuatan dan desainnya. Jika desainnya dianggap sudah out-of-date, ada kemungkinan nilainya akan berada di bawah harga emas dunia. Apalagi kadar emasnya hanya berkisar 70% saja.

Sang istri berdalih, jika mereka menyimpan emas batangan, mereka harus repot memikirkan bagaimana cara menyimpan emas tersebut. Mau tak mau mereka harus menyewa safe deposit box. Sementara kalau dalam bentuk perhiasan, sang istri tinggal mengenakannya. Sang suami membalas argumen tersebut, bahwa kalaupun dipakai sebagai perhiasan, tetap ada resiko untuk hilang atau dijambret. And so on… and so on….

Mana yang benar?

Sebenarnya tak ada yang salah dengan pilihan menyimpan emas batangan ataupun perhiasan. Masing-masing memiliki nilai plus dan minus. Namun ada satu hal yang rupanya tak terpikir oleh pasangan suami istri tersebut: apakah mereka menyimpan emas sebagai sarana investasi atau “spekulasi”?

GOLD JEWELRY 1

Rata-rata orang yang membeli emas berniat akan menjualnya lagi jika harganya sudah naik. Masyarakat menyebutnya sebagai investasi. Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya itu adalah bentuk spekulasi?

Mungkin istilah “spekulasi” terdengar agak “tajam” di telinga Anda. Jangan salah persepsi dulu. “Spekulasi” di sini tidak semata-mata berarti “untung-untungan” atau “gambling”. Spekulasi sebenarnya adalah tindakan membeli atau menjual suatu subyek perdagangan dengan tujuan untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harga. Sebagai salah satu rujukan definisi, Anda bisa lihat di kamusbahasaindonesia.org. Di situ tertulis bahwa salah satu definisi spekulasi adalah “(perihal) membeli atau menjual sesuatu yg mungkin mendatangkan untung besar”. Ini senada dengan definisi dagang.

Baiklah, supaya tidak terlalu “ekstrim”, baiklah kita menggunakan kata “berdagang” saja untuk menggantikan kata “spekulasi”.

Jangan salah ya, investasi beda lho dengan dagang!

Ada perbedaan yang mendasar antara investasi dan perdagangan. Kita ambil contoh sederhana: tanah.

Land for sale

Misalnya ada seseorang bernama Andi yang memiliki tanah seluas 1.000 meter per segi. Ketika ia membeli tanah tersebut, harganya adalah 800 juta rupiah. Andi tidak melakukan apa pun pada tanah yang dimilikinya. Ia membiarkan tanah tersebut tak terurus, hingga tiga tahun kemudian ia menjualnya kepada Badu seharga 900 juta rupiah. Andi pun mendapatkan keuntungan sebesar 100 juta rupiah dan tanah tersebut kini menjadi milik Badu.

Badu lalu menanam sejumlah pohon sengon di atas tanah tersebut. Lima tahun kemudian ia memanen pohonnya, menjualnya kayunya, lalu menanam pohon baru. Ia mendapatkan keuntungan dari penjualan kayu pohon tersebut. Begitu seterusnya.

Dari dua contoh di atas, Andi dikatakan melakukan perdagangan pada tanah yang dimilikinya. Keuntungan yang ia peroleh berasal dari selisih harga ketika ia membeli tanah tersebut dengan ketika ia menjualnya kepada Badu. Namun pada saat yang sama ia kehilangan kepemilikan atas tanah tersebut.

Sementara Badu melakukan invetasi atas tanah yang dibelinya dari Andi. Ia mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kayu sengon yang ditanamnya di atas tanah tersebut. Keuntungan diperoleh, namun tanah itu tetap jadi miliknya.

Sudah jelas ya? 🙂

“The goat story”

Dari pemaparan di atas bisa Anda bedakan bahwa selama Anda membeli sesuatu untuk dijual kembali, namanya adalah spekulasi. Jadi, jika Anda membeli emas dengan niat akan dijual kembali jika harganya naik, Anda telah melakukan spekulasi atas emas tersebut.

Nah, pertanyaan yang kemudian muncul adalah: bagaimana bentuk investasi emas? Emas kan tidak bisa ditanami pohon sengon seperti tanah milik Badu?

Nilai (bukan harga) emas memang cenderung tak pernah berubah dari waktu ke waktu. Itulah sebabnya emas dikatakan sebagai aset “safe-haven”, yang tak terpengaruh oleh inflasi.

GOLD SAFE HAVEN

Benarkah? Bukannya harganya pun ikut naik dan turun? Nilai yang mana yang tak berubah? Maksudnya bagaimana?

Ya benar. Mungkin Anda tak menyadari bahwa nilai intrinsik emas tak pernah berubah dari masa ke masa. Contohnya adalah ketika harga emas Anda konversi ke harga kambing. Pada tahun 1979, harga satu ekor kambing berkisar 15-20 ribu rupiah per ekor. Menjelang hari raya Idul Adha, harga naik menjadi 25-80 ribu rupiah per ekor (sumber: Suara Merdeka, 30 Oktober 1979). Wajar karena naiknya permintaan untuk kurban. Namun kita ambil saja harga rata-rata pada saat normalnya kala itu: sebutlah 25 ribu rupiah per ekor.

KAMBING

Pada saat itu, harga emas adalah sekitar USD 12.86/gram; dengan kurs USD/IDR saat itu (1 USD = Rp 625,-) kira-kira senilai dengan Rp 8.037,- per gram. Artinya, satu ekor kambing waktu itu setara dengan kira-kira 3 gram emas.

Tahun 2014 ini, harga kambing ukuran sedang (± 13kg) kira-kira adalah 1,5 juta rupiah per ekor (sumber: harga kambing). Harga emas sekarang (tanggal 2 Juli 2014) kira-kira 500 ribu rupiah per gram (1325 USD/troy ounce; 1 USD = sekitar Rp 12.000,-). Dengan demikian, harga kambing per ekor sejak tahun 1979 tetap senilai dengan kira-kira 3 gram emas! Dengan kata lain, nilai emas tak banyak berubah setidaknya dalam 35 tahun terakhir ini.

Jadi, investasi atau berdagang nih?

Berdasarkan kisah kambing di atas, jika saat ini Anda memutuskan untuk membeli emas dan akan Anda simpan agar suatu hari nanti bisa dipergunakan untuk membeli kambing atau keperluan pendidikan anak Anda, maka Anda bisa dikatakan melakukan investasi emas. Meskipun nantinya emas itu Anda “tukarkan” ke dalam bentuk uang tunai, namun pada dasarnya Anda tidaklah mengambil keuntungan dari selisih harganya.

Namun jika Anda membeli emas sekarang dengan maksud untuk mengambil keuntungan dari selisih pergerakan harganya, tak pelak lagi itulah yang disebut dengan perdagangan.

question mark

Tentu saja, pilihan ada di tangan Anda, apakah Anda lebih suka berinvestasi untuk jangka panjang atau berdagang. Keduanya bahkan bisa dilakukan bersamaan.

Namun jika Anda memutuskan untuk mentrasaksikan emas dalam perdagangan, Anda bisa memilih satu di antara dua cara berikut: membeli emas secara tradisional (datang ke toko emas, beli emas batangan/perhiasan), atau melakukannya secara online lewat pialang berjangka.

Jika Anda memilih bertransaksi secara online lewat pialang berjangka, pastikan Anda melakukannya dengan pialang berjangka yang berkualitas dan terpercaya, seperti FOREXimf.com. Anda pun harus membekali diri Anda dengan pengetahuan yang cukup dan kami bisa memberikannya pada Anda. Sebagai awalan, Anda bisa membaca artikel blog kami yang membahas mengenai cara bertransaksi emas secara online. Jika ada yang masih ingin Anda tanyakan, silakan bertanya melalui Live Chat.

Selamat berinvestasi/berdagang. 🙂