Penerapan Fibonacci dalam Trading - FOREXimf

KELAS DASAR

Penerapan Fibonacci dalam Trading

Berdasarkan rasio yang telah disebutkan sebelumnya, banyak trader yang kemudian menggunakan rasio Fibonacci ini sebagai alat ukur untuk mendapatkan area-area yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk mengambil posisi yang “berpotensi menghasilkan keuntungan”.

Anda tidak perlu menjadi seorang ahli matematika untuk dapat menghitung rasio Fibonacci ini disetiap transaksi trading yang akan Anda lakukan karena platform trading FOREXimf telah menyediakan tools yang akan memudahkan Anda untuk mengaplikasikan rasio Fibonacci ini dengan instan, tanpa rumus!

Nama tool tersebut adalah Fibonacci Retracement. Dengan menggunakan tool ini, Anda bisa menentukan kisaran area yang potensial sebagai support dan resistance dengan begitu mudahnya.

Selain itu, Fibonacci Retracement juga bisa dimanfaatkan dengan baik di saat pasar sedang dalam keadaan trending, baik itu saat uptrend maupun downtrend. Namun alat bantu ini menjadi kurang efektif jika diterapkan ketika pasar sedang dalam kondisi sideways.

Konsep dasar penggunaan Fibonacci retracement adalah mencari peluang buy ketika harga berada di kisaran support. Sebaliknya, Anda bisa mencari peluang sell ketika harga berada di kisaran resistance yang diperoleh dari Fibonacci retracement.

Untuk bisa menemukan level-level retracement, Anda harus terlabih dahulu menemukan titik-titik tertinggi dan terendah yang signifikan. Titik-titik tersebut kita sebut sebagai swing high dan swing low.

Pada pergerakan pasar di saat uptrend, yang perlu Anda lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing low ke swing high – seperti yang terlihat dalam gambar dibawah ini.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Sebaliknya, pada pergerakan harga di saat downtrend, yang perlu Anda lakukan adalah menarik Fibonacci retracement dari swing high ke swing low – seperti yang terlihat dalam gambar dibawah ini.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Terlihat dalam kedua gambar di atas bahwa level-level Fibonacci yang digunakan dalam trading adalah level:

  • 0.0%
  • 23.6%
  • 38.2%
  • 50.0%
  • 61.8%
  • 76.4%
  • 100.0%.

Level-level inilah yang dijadikan sebagai area acuan atau referensi oleh para trader dalam menentukan area support dan resistance.

Dengan menggunakan Fibonacci retracement ini, Anda juga dapat mengambil beberapa level yang bisa dijadikan sebagai area referensi untuk menentukan entry level.

Level-level yang populer adalah 38.2%, 50.0% dan 61.8%. Di kisaran level-level tersebut seringkali muncul sinyal buy atau sell dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Level-level Fibonacci retracement sebenarnya adalah level-level support dan resistance. Jadi, area referensi untuk mencari sinyal sell sebenarnya adalah area resistance. Dengan demikian, area referensi untuk mencari sinyal buy sebenarnya adalah area support.

Strateginya mirip dengan bounce trading. Anda menunggu pullback hingga ke area referensi dan mencari apakah ada konfirmasi sinyal buy atau sell.

Namun karena Anda belum mempelajari sinyal buy maupun sell, untuk sementara Anda menggunakan Fibonacci retracement saja dulu. Ketika pergerakan harga tertahan di area referensi tersebut, maka Anda bisa mencoba untuk melakukan sell atau buy.

Sekarang, mari kita lihat aplikasinya pada grafik pergerakan harga.

Strategi Buy Menggunakan Fibonacci

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa memanfaatkan area referensi Fibonacci untuk mencari level buy. Tentu saja hal ini Anda lakukan pada saat up trend.

Dibawah ini ada contoh grafik berdasarkan pergerakan GBP/USD pada sekitar tanggal 3 November 2011 hingga 8 November 2011.

Disini, Anda akan mempelajari praktik strategi buy dengan menggunakan area referensi berdasarkan Fibonacci retracement.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Dalam contoh di atas, Anda telah menggambar Fibonacci retracement dengan acuan swing low di 1.59445 (100.0%) dan swing high di 1.60630 (0.0%). Area yang berwarna kuning itu adalah area referensi Anda.

Di area referensi tersebut, Anda akan mencoba mencari konfirmasi pantulan yang merupakan sinyal buy bagi Anda. Didalam area referensi itu ada tiga level retracement, yaitu

  • 1.60177 (38.2%)
  • 1.60038 (50.0%)
  • 1.59898 (61.8%).

Ketiga level tersebut merupakan support. Anda menunggu sampai harga masuk ke area referensi itu. Level terbaik untuk Buy adalah di sekitar 61.8%, namun ada kalanya Anda juga mendapatkan konfirmasi pantulan di sekitar 50.0%.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Seperti yang Anda lihat, disini harga berkali-kali mencoba menembus level 1.59898 (61.8%). Terlihat dari level tersebut yang di uji hingga empat kali, namun candlestick selalu ditutup di atas 1.59898.

Ini merupakan pertanda bahwa support itu kuat, dan inilah saatnya Anda melakukan buy di sekitar 1.60038. Targetnya adalah level 1.60630 (0.0%), sementara antisipasinya berada di exit point (1) atau exit point (2).

Jadi, jika ternyata harganya malah turun, Anda akan lepas posisi buy Anda di salah satu dari kedua level tersebut.

Mengapa harus ada exit point?

Untuk antisipasi jika ternyata pasar berkehendak lain, yang berlawanan dengan perkiraan Anda. Selalu ingat bahwa,

“… tidak ada analisa teknikal yang 100% benar. Analisa teknikal hanya membantu Anda untuk mendekati kebenaran.”

Lho, lalu bagaimana saya bisa berhasil dalam trading?

Mungkin itu yang Anda pikirkan. Tetapi tenang saja, karena nanti di tingkat mahir, Anda akan mempelajari manajemen modal dan risiko, yang kalau dipadukan dengan pengetahuan analisis teknikal yang baik akan menjadi senjata yang ampuh dalam trading.

Mengapa ada dua exit point?

Karena seringkali tembusnya level 76.4% merupakan indikasi awal bahwa arah tren akan berubah, sehingga banyak trader yang memilih untuk bermain aman dengan melepas posisi mereka setelah level tersebut tembus (break).

Namun konfirmasi perubahan arah tren (reversal) sebenarnya adalah level 100.0%, sehingga para trader yang lebih berani memilih tembusnya level tersebut sebagai exit point mereka.

Jadi ini lebih kepada gaya trading, dan mungkin juga kekuatan modal.

Oke kita lihat sekarang apa yang terjadi pada GBP/USD setelah Anda melakukan buy.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Ternyata GBP/USD naik dan target Anda tercapai!

Strategi Sell Menggunakan Fibonacci

Strategi ini sebenarnya merupakan kebalikan dari strategi buy. Kalau strategi buy dilakukan pada saat uptrend, maka strategi sell ini dilaksakanan pada saat downtrend.

Di bawah ini adalah grafik pergerakan EUR/USD.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Pada saat ini Anda menunggu terjadi pullback ke area referensi sell yang berada di kisaran antara 1.37461 (38.2%) hingga 1.38995 (61.8%). Lalu ditengah-tengah ada level 50.0% yang berada di level 1.38228.

Ingat ya, ketiga level diatas adalah level resistance, dan area referensi Anda itu sebenarnya adalah area resistance.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Nah, sekarang pullback telah terjadi dan Anda bisa melihat bahwa harga telah berada di dalam area referensi.

Perhatikan bahwa harga tidak mampu menembus ke atas level 1.38995 (61.8%), bahkan malah turun dan tembus ke bawah 1.38228 (50.0%).

Inilah sinyal bahwa Anda boleh melakukan sell dengan target di level 1.34980 (0.0%).

Jangan lupa, antisipasinya adalah di exit point (1) atau (2), seandainya ternyata perkiraan Anda salah.

Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi selanjutnya…

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya, Broker Forex Terbaik

Yap, hari yang indah…

Dalam menerapkan Fibonacci retracement ini, kebanyakan trader melakukan kesalahan dalam menentukan swing high dan swing low.

Maka dari itu, diperlukan pengamatan yang jeli dan latihan untuk mengasah ketajaman Anda mengenali swing high dan swing low.

Juga, kesabaran untuk menanti konfirmasi di area referensi mutlak diperlukan untuk bisa mempraktekkan teori ini dengan baik.

FOREXimf Footer Background