Trik Trading Forex Menggunakan DeMarker (2)
STOP TRADING SEBENTAR,
STRATEGI INI HASILKAN
+532% DRAWDOWN HANYA  ±20% CEK DISINI !

PANDUAN LENGKAP PENGGUNAAN INDIKATOR DEMARKER DALAM TRADING FOREX

Panduan Lengkap Penggunaan Indikator DeMarker Dalam Trading Forex
29 May 2019 in Blog - by Admin FOREXimf

Indikator ini bisa Anda temukan sebagai indikator bawaan dalam platform trading MetaTrader4. Indikator teknikal yang satu ini termasuk keluarga oscillator, yang dirancang oleh Tom Demarker untuk memperkirakan seberapa tinggi tingkat permintaan atas suatu currency pair.

Indikator ini juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold). Dalam perkembangan lebih lanjut juga bisa dipergunakan untuk memperkirakan batasan risiko dan target.

DeM (DeMarker) dimasukkan ke dalam keluarga oscillator karena fisiologinya membentuk kurva yang berfluktuasi di antara nilai nol dan 1 (satu). Beberapa varian lain dari indikator ini ada juga yang mempergunakan angka di antara 100 dan -100.

Pada pengaturan dasar, indikator ini memiliki level garis di nilai 0.30 dan 0.70 sebagai area peringatan. Jika kurva indikator berada di atas 0.70 maka pasar dianggap berada dalam kondisi overbought, sebaliknya jika berada di bawah 0.30 maka pasar dianggap berada dalam kondisi oversold.

Panduan penggunaan indikator DeMarker

Penampakan indikator DeM di chart adalah sebagai berikut:

Tampilan indikator demarker

DeM hanya memiliki satu kurva. Biasanya indikator ini juga dikombinasikan dengan indikator Exponential Moving Average (EMA) untuk mempertegas sinyal yang diberikan oleh DeM.

Dalam setting kombinasi indikator ini, DeM berfungsi sebagai "leading indicator" yang dianggap bisa memberikan sinyal bahwa pasar berpotensi akan mengubah arah trend-nya.

Sementara, EMA adalah "lagging indicator" yang berfungsi untuk mengonfirmasi sinyal dari DeM.

Indikator ini lebih banyak dipergunakan untuk mencari sinyal buy daripada sell, karena sinyal buy yang muncul biasanya jauh lebih valid daripada sinyal sell yang muncul.

Jika kita mempergunakan DeM di time-frame yang lebih pendek maka ia akan menjadi lebih sensitif (memberikan lebih banyak sinyal), namun dengan demikian juga berpotensi memunculkan lebih banyak false signal.

Jadi ingat ya, bahwa seperti halnya indikator teknikal lain, DeM pun tidak bisa menjamin bahwa signal trading forex yang dihasilkan akan akurat 100%. Itu kabar buruknya.

Kabar baiknya adalah sinyal yang muncul biasanya cukup konsisten untuk memberikan clue kepada para trader untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan.

Tentu saja nantinya kemampuan Anda dalam mengenali dan menginterpretasi sinyal yang muncul dari DeM – sebagaimana indikator/sistem trading pada umumnya – hanya akan mengalami peningkatan melalui pengalaman.

Oke, bagaimana menurut Anda kalau di artikel kali ini kita mencoba untuk membangun sebuah sistem trading sederhana dengan memanfaatkan DeM?

Jika Anda setuju, silakan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai. Perlu Anda ingat bahwa sistem trading yang dipaparkan di sini adalah untuk keperluan edukasi semata.

Anda akan melihat beberapa contoh setup atau "sinyal trading" yang diperlihatkan dalam contoh, namun (sebagaimana yang telah kita pahami bersama) ingatlah bahwa hasil di masa lalu bukanlah merupakan cerminan (apalagi jaminan!) bahwa sistem ini akan menghasilkan prestasi yang sama persis di masa datang.

Setting sistem trading sederhana ini adalah:

  • DeMarker periode 14
  • Exponential Moving Average (EMA) periode 14

Penampakannya akan menjadi seperti ini:

Indikator demarker periode 14 dan EMA 14

Oke, sekarang kita bahas "aturan pakai"-nya.

Aturan yang berlaku untuk sinyal buy:

  1. Tunggu hingga DeM turun ke area oversold, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali "memotong" ke atas level 0.3.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke atas EMA 14 (candlestick harus sudah close).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi buy.
  4. Tempatkan stop-loss (SL) di area support yang signifikan.
  5. Untuk target profit, Anda bisa memilih untuk menempatkan "take profit" (TP) dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau membiarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke bawah EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

Aturan dan cara setting Indikator demarker

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke bawah EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

Aturan penggunaan Indikator Demarker

Aturan yang berlaku untuk sinyal sell:

  1. Tunggu hingga DeM naik ke area overbought, selanjutnya tunggu sampai kurva DeM kembali "memotong" ke bawah level 0.7.
  2. Tunggu hingga harga memotong ke bawah EMA 14 (ingat: candlestick-nya harus sudah close dulu).
  3. Ketika kondisi 1 dan 2 sudah terpenuhi, maka Anda bisa membuka posisi sell.
  4. Tempatkan SL di area resistance yang signifikan.
  5. Tempatkan TP dengan risk-to-reward ratio 1:1 terhadap SL, atau biarkan harga bergerak hingga kembali memotong ke atas EMA 14.

Contohnya seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini:

Aturan penggunaan Indikator Demarker saat sell

Kalau Anda memilih untuk membiarkan profit mengalir hingga harga kembali crossing ke atas EMA 14, contohnya seperti di gambar berikut ini:

Pengaturan indikator Demarker untuk sinyal sell

Satu hal lagi yang perlu Anda ketahui adalah bahwa pada umumnya sistem trading yang mempergunakan moving average biasanya tidak bisa bekerja dengan baik pada keadaan market yang sideway. Jadi Anda harus senantiasa memperhatikan bagaimana kondisi market saat Anda akan menerapkan sistem ini.

Nah, sederhana kan?

Begitupun, Anda harus tetap ingat bahwa selalu ada risiko yang menyertai setiap transaksi. Itu artinya Anda bisa mengalami loss kapan saja. Untuk itu Anda harus senantiasa bijaksana mempergunakan modal dan menempatkan SL dalam setiap transaksi.

Selamat mencoba.

Buka Akun Demo

Share :