MEMAHAMI KURS TRANSAKSI BI DAN CARA MEMBACANYA

02 November 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Hampir semua masyarakat tahu kalau negara lainnya menerbitkan mata uang sendiri yang berlaku sebagai alat pembayaran sah di seluruh wilayah negaranya. Namun, sayangnya mata uang tersebut hanya bisa digunakan untuk melakukan transaksi pada kegiatan ekonomi lokal.

Sedangkan untuk melakukan transaksi global, kita hanya menggunakan mata uang utama dunia, salah satunya dollar AS. Pada umumnya, dollar memang digunakan oleh banyak negara sebagai alat pembayaran bertaraf internasional. Karena itu banyak negara yang menyimpan cadangan visa dalam bentuk mata uang dollar AS.

Itulah yang menjadikan faktor utama di semua perdagangan internasional menggunakan mata uang negara adidaya tersebut. Biasanya dalam perniagaan valuta asing pun, dollar selalu dijadikan acuan konversi kurs atau nilai tukar mata uang. Bicara soal konversi keuangan, nilai tukar Rupiah terhadap USD terkesan fluktuatif (kadang menguat dan melemah).

Pada awal 2021, Rupiah dikabarkan sedang menguat hingga 0,14% atau dalam nilai per dollarnya senilai Rp14.005. pada dasarnya, nilai pertukaran antara mata uang asing dari suatu negara lain memang tidak bersifat stagnan. Dalam artian, nilai kurs selalu bergejolak mengikuti kondisi.

Oleh karena itu, sebelum pembahasan lebih jauh, Anda perlu tahu apa itu kurs transaksi BI. Untuk lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

Mengenal kurs transaksi BI

Kurs transaksi BI merupakan kurs nilai beli dan jual valas terhadap rupiah. Kurs transaksi BI juga digunakan sebagai referensi untuk melakukan transaksi antara Bank Indonesia dengan pihak ketiga, misalnya pemerintah. Biasanya kurs transaksi BI dalam lingkup USD/IDR bisa diambil titik tengahnya menggunakan kurs referensi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

Pada umumnya, nilai kurs transaksi BI yang ditampilkan terbilang cukup lengkap dalam mencakup nilai kurs jual atau kurs beli dari sebagian mata uang asing. Oleh karena itu, terkait dengan harga spot dari mata uang asing hanya bisa dilihat berdasarkan kuotasi bank sebelum dapat diwujudkan dalam transaksi.

Untuk selanjutnya, bagaimana cara membaca info data dari kurs transaksi BI?

Cara membaca kurs transaksi BI

Agar bisa membaca data kurs transaksi BI, kita perlu mempelajari suatu kasus. Seperti contoh, Anda akan membeli dolar Australia (AUD), maka harga dari referensi yang didapat dalam pembelian tersebut merupakan nilai kurs jual. Karena kurs tersebut sudah dijual oleh lembaga senilai Rp10.6090,17 untuk 1 AUD.

Namun, sebaliknya jika Anda hendak menjual beberapa uang dari hasil denominasi atau konversi dollar Australia ke Rupiah, maka titik acuan yang digunakan adalah kurs beli karena lembaga akan membeli dollar AUD yang Anda miliki sebesar Rp10.607,28 per 1 AUD. Tapi saat harga acuan dari kurs transaksi BI terbilang tidak cukup kuat karena tidak berbasis transaksi teraktual.

Oleh karena itu, transaksi kurs BI dikabarkan merilis kur referensi niaga dengan menggunakan valuta asing. Saat ini kurs referensi tersebut dikenal dengan JISDOR yang telah diberlakukan secara umum sebagai patokan di setiap kegiatan transaksi mata uang asing di Indonesia.

Perbedaan kurs transaksi BI dengan JISDOR

Dalam melakukan perdagangan, Anda harus mengenal istilah dari kurs jual dan kurs beli. Kurs jual yang berarti harga bank yang menjual mata uang asing. Sedangkan kurs beli merupakan harga bank yang membeli mata uang asing.

Kedua jenis kurs tersebut tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk membantu menyusun laporan keuangan di perusahaan, terutama terhadap neraca yang menyajikan data tentang kekayaan dan kewajiban dari perusahaan.

Kurs transaksi BI telah menetapkan kurs tengah, yaitu dengan cara membagi dua dari jumlah kurs jual dengan kurs beli. Saat ini kurs transaksi BI sudah tidak menerbitkan kurs tengah lagi, tetapi sudah diganti dengan kurs JISDOR. Kurs JISDOR yang berarti sebagai kurs referensi yang disusun berdasarkan nilai transaksi valuta asing antar bank.

JISDOR digunakan sebagai acuan dalam melakukan transaksi yang melibatkan USD baik dari lembaga perbankan maupun non-bank. Sebelum JISDOR ditetapkan, ada tiga referensi umum yang biasa digunakan di pasar domestic, yakni.

  1. Kurs USD/IDR yang dilaporkan pada Bloomberg dan Reuters. Kurs tersebut terbilang tidak statis karena ketergantungan dengan bank yang melakukan kuotasi terakhir sehingga nilainya bisa mengalami perubahan setiap saat.
  2. Kurs transaksi BI, yakni nilai tukar kurs USD/IDR yang diumumkan melalui Bank Indonesia berdasarkan transaksi valuta asing. Referensi tersebut biasanya digunakan oleh perusahaan perbankan atau non-bank.
  3. Kurs transaksi tengah BI/ kurs neraca merupakan nilai tukar kurs USD/IDR yang ditentukan oleh kurs transaksi BI sebagai kepentingan laporan keuangan perusahaan.

Seorang trader tentu perlu mengetahui kurs mata uang sebelum melakukan trading. Jika Anda tertarik melakukan trading forex atau valas, Anda bisa mencoba di FOREXimf. Di sana Anda akan bertemu broker yang andal dan terpercaya yang bisa membantu Anda mendapatkan keuntungan maksimal.

Share :