KURS MATA UANG : PENGERTIAN DAN PENGARUHNYA UNTUK BISNIS

27 October 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Kurs adalah harga suatu mata uang asing dari sebuah negara terhadap mata uang yang berasal dari negara lainnya. Jadi, kurs bisa dinilai atau dinyatakan dengan mata uang dari negara lain sebagai perbandingan nilai. Artinya, karena tiap mata uang memiliki nilai kurs yang berbeda, sehingga akan menghasilkan perbandingan pada nilai atau harga dari mata uang itu. 

Selain sebagai nilai mata uang suatu negara, kurs juga menjadi nilai tukar mata uang yang berperan penting dalam transaksi terutama ekspor dan impor. Hal itu karena kurs mampu menerjemahkan berbagai harga dengan mata uang yang berbeda dari negara-negara lain. Bukan hanya aktivitas ekspor dan impor, kurs juga berperan penting dalam pasar valuta asing (valas) atau biasa disebut forex

Pada aktivitas di pasar valuta asing (valas), terdapat beberapa jenis transaksi kurs mata uang  sebagai berikut : 

1. Transaksi spot 

Transaksi jual beli mata uang asing yang langsung dilakukan di lokasi pertukaran. Biasanya dilakukan untuk suatu keperluan mendesak. 

2. Transaksi berjangka 

Transaksi dengan sejumlah mata uang lain yang dilakukan pada waktu yang akan datang atau dilain hari. Pada transaksi ini, setiap pihak saling menyepakati bahwa penukaran mata uang pada waktu yang akan datang dengan harga kurs yang sudah disepakati. 

3. Transaksi swap 

Transaksi jual beli secara bersama dalam jumlah tertentu dengan dua tanggal penyerahan mata uang yang berbeda. 

Sangat penting untuk memahami kurs mata uang bagi para pebisnis karena kurs akan sangat membantu Anda dalam pengambilan keputusan seperti belanja di luar negeri atau menjual barang ke luar negeri. 

Nah, sebelum mengetahui manfaat lain dari kurs mata uang untuk keperluan bisnis, Anda perlu mengetahui beberapa jenis kurs yang sering ditemui seperti berikut : 

1. Kurs Jual 

Kurs ketika bank atau pedagang valas membeli valas, misalnya ketika Anda ingin menukarkan valuta asing dengan mata uang negara Anda. Bisa juga diartikan sebagai kurs yang berlaku jika pedagang valas membeli mata uang dari negara lain. 

2. Kurs beli 

Ketika bank atau pedagang valas menjual valuta asing seperti menukarkan mata uang negara Anda dengan negara lain. 

3. Kurs Tengah 

Istilah kurs tengah digunakan untuk gabungan antara kurs jual dan kurs beli. Cara menghitungnya adalah kurs jual ditambah kurs beli dan dibagi dua. 

Lalu, bagaimana pengaruh kurs mata uang terhadap bisnis ? 

Terdapat dua macam perubahan kurs yang bisa Anda jadikan acuan dalam perdagangan ekspor maupun impor, perubahan tersebut adalah apresiasi dan depresiasi. 

Apresiasi berarti peningkatan mata uang terhadap mata uang asing lainnya. Apresiasi terjadi karena ada daya tarik yang sangat kuat antara permintaan dan penawaran yang ada di pasar valuta asing. 

Apabila sebuah mata uang mengalami apresiasi pada mata uang dari negara lain, maka  ekspor akan lebih mahal dan impor menjadi lebih murah. 

Sebaliknya, depresiasi adalah penurunan nilai mata uang lokal terhadap mata uang dari negara lain. Hal ini bisa menyebabkan kegiatan ekspor menjadi lebih murah dan kegiatan impor menjadi lebih mahal. 

Dari kedua hal tersebut (apresiasi dan depresi), maka perubahan nilai tukar mata uang tentu mempengaruhi bisnis perdagangan internasional yaitu ekspor dan impor. 

Sehingga, ada tiga pengaruh kurs terhadap bisnis seperti : 

1. Pengaruh terhadap importir 

Kalau Anda ingin mengimpor produk, maka nilai kurs akan menentukan keuntungan yang didapatkan. Ketika misalkan rupiah melemah terhadap mata uang negara asing yang menjadi tujuan Anda, maka Anda harus mengeluarkan lebih banyak uang dan berpotensi menimbulkan kerugian jika harga produk tidak dinaikkan. 

2. Pengaruh kurs terhadap eksportir 

Perubahan nilai tukar lebih sering menguntungkan bagi pebisnis yang melakukan ekspor barang. Jika nilai tukar dari mata uang asing menguat, maka harga jual produk eksportir ke luar negeri semakin tinggi dalam mata uang Indonesia, jadi akan memberikan keuntungan lebih besar. 

3. Pengaruh terhadap hutang 

Ketika memiliki hutang dengan luar negeri, maka hal ini berisiko mendatangkan kerugian karena jika nilai mata uang Indonesia melemah, dari nilai mata uang negara lain yang dihutangi,  maka hutang akan bertambah banyak. 

4. Pengaruh kurs terhadap pemilik Dollar 

Tidak sedikit orang yang membeli dan menyimpan dollar ketika nilai kurs sedang kecil untuk kemudian ditukarkan kembali ke rupiah. Apabila kurs dollar naik, maka saat ditukarkan ke rupiah akan mendapatkan nilai tukar yang lebih tinggi daripada saat membeli dollar tersebut. 

Perkembangan zaman membawa pada pemahaman dan pola hidup baru yang lebih luas dan mendunia, seperti perdagangan antar negara yang menjadi hal yang tidak lagi tabu, justru lumrah untuk dilakukan. 

Jadi, pemahaman mengenai kurs mata uang, pengertian, dan pengaruhnya untuk bisnis menjadi hal yang penting untuk dipahami apalagi sebagai pebisnis. 

Pemahaman nilai tukar mata uang bisa menjadi acuan, memahami resiko kerugian dan keuntungan bisnis yang Anda jalani. 

Share :