PENGERTIAN DAN CARA MEMBACA KURS BANK INDONESIA?

21 December 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Pada awal 2021, Rupiah dikabarkan sedang menguat hingga 0,14% atau dalam nilai per dollarnya senilai Rp14.005. pada dasarnya, nilai pertukaran antara mata uang asing dari suatu negara lain memang tidak bersifat stagnan. Dalam artian, nilai kurs selalu bergejolak mengikuti kondisi.

Oleh karena itu, sebelum pembahasan lebih jauh, Anda perlu tahu apa itu kurs bank Indonesia. Simak ulasannya di bawah ini.  

Pengertian kurs bank Indonesia

Kurs bank Indonesia diketahui sebagai kurs beli dan jual valas terhadap rupiah. Kurs bank Indonesia juga digunakan sebagai referensi untuk melakukan transaksi antara Bank Indonesia dengan pihak ketiga, misalnya pemerintah. Biasanya kurs bank Indonesia ada dalam lingkup USD/IDR yang bisa diambil titik tengahnya menggunakan kurs referensi dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR).

Pada umumnya, kurs bank Indonesia yang dilihat terbilang cukup lengkap dalam mencakup nilai kurs jual atau kurs beli dari sebagian mata uang asing. Terkait dengan harga spot dari mata uang asing hanya bisa dilihat berdasarkan kuotasi bank sebelum dapat diwujudkan dalam transaksi.

Lalu, bagaimana cara membaca info data dari kurs bank Indonesia?  

Mengetahui cara membaca kurs bank Indonesia

Jika Anda ingin mengetahui bagaimana cara membaca data kurs bank Indonesia maka kita perlu mempelajari suatu kasus. Seperti contoh, Anda akan membeli dollar Australia (AUD), maka harga dari referensi yang didapat dalam pembelian tersebut merupakan nilai kurs jual. Karena kurs tersebut sudah dijual oleh lembaga senilai Rp10.6090,17 untuk 1 AUD.

Namun, sebaliknya jika Anda hendak menjual beberapa uang dari hasil denomisasi atau konversi dollar Australia ke Rupiah, maka titik acuan yang digunakan adalah kurs beli karena lembaga akan membeli dollar AUD yang Anda miliki sebesar Rp10.607,28 per 1 AUD. Tapi saat harga acuan dari kurs bank Indonesia terbilang tidak cukup kuat karena tidak berbasis transaksi teraktual.

Sebab, transaksi kurs bank Indonesia dikabarkan merilis kur referensi niaga dengan menggunakan valuta asing. Saat ini kurs referensi tersebut dikenal dengan JISDOR yang telah diberlakukan secara umum sebagai patokan di setiap kegiatan transaksi mata uang asing di Indonesia.

Mengenal perbedaan kurs bank Indonesia dengan JISDOR

Dalam melakukan perdagangan, Anda harus mengetahui istilah dari kurs jual dan kurs beli. Kurs jual yang berarti harga bank yang menjual mata uang asing. Sedangkan kurs beli merupakan harga bank yang membeli mata uang asing.

Kedua jenis kurs tersebut tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk membantu menyusun laporan keuangan di perusahaan, terutama terhadap neraca yang menyajikan data tentang kekayaan dan kewajiban dari perusahaan.

Kurs bank Indonesia telah menetapkan kurs tengah, yakni dengan cara membagi dua dari jumlah kurs jual dengan kurs beli. Saat ini kurs bank Indonesia diklaim sudah tidak menerbitkan kurs tengah lagi, tetapi diganti dengan kurs JISDOR. Kurs JISDOR yang berarti sebagai kurs referensi yang disusun berdasarkan nilai transaksi valuta asing antarbank.

JISDOR akan digunakan sebagai acuan dalam melakukan transaksi yang melibatkan USD baik dari lembaga perbankan maupun non-bank. Sebelum JISDOR ditetapkan, ada tiga referensi umum yang biasa digunakan di pasar domestic, yakni.

  1. Kurs USD/IDR yang dilaporkan pada Bloomberg dan Reuters. Kurs tersebut terbilang tidak statis karena ketergantungan dengan bank yang melakukan kuotasi terakhir sehingga nilainya bisa mengalami perubahan setiap saat.
  2. Kurs bank Indonesia, yakni nilai tukar kurs USD/IDR yang diumumkan melalui Bank Indonesia berdasarkan transaksi valuta asing. Referensi tersebut biasanya digunakan oleh perusahaan perbankan atau non-bank.
  3. Kurs bank Indonesia/ kurs neraca adalah nilai tukar kurs USD/IDR yang ditentukan oleh kurs bank Indonesia sebagai kepentingan laporan keuangan perusahaan.

Hal tersebut yang menjadikan faktor utama di semua perdagangan internasional menggunakan mata uang negara adidaya. Biasanya dalam perniagaan valuta asing pun, dollar selalu dijadikan acuan konversi kurs atau nilai tukar mata uang. Bicara soal konversi keuangan, nilai tukar Rupiah terhadap USD terkesan fluktuatif (kadang menguat dan melemah).

Sedangkan untuk melakukan transaksi global, kita hanya menggunakan mata uang utama dunia, salah satunya dollar AS. Pada umumnya, dollar memang digunakan oleh banyak negara sebagai alat pembayaran bertaraf internasional. Karena itu banyak negara yang menyimpan cadangan visa dalam bentukmata uang dollar AS.

Jika Anda tertarik melakukan trading forex atau valas, Anda bisa mencoba di FOREXimf. Di sana Anda akan bertemu broker yang andal dan terpercaya yang bisa membantu Anda mendapatkan keuntungan maksimal.

Share :