WASPADA MODUS SKEMA TIPU-TIPU

12 December 2022 in Investasi - by Admin FOREXimf

“Hai, semenjak join saya sudah mendapatkan BMW sport terbaru.”

“Sejak menjadi member, saya sudah bisa membangun rumah.”

Apakah kalian sering mendengar testimoni - testimoni seperti itu? Kalian wajib berhati – hati karena sedang berada dalam pintu masuk jebakan batman. Kali ini kita akan membahas tentang peluang bisnis yang berujung pada scam atau tipu-tipu. Biasanya mereka menggunakan promo yang bombastis dan janji yang terlalu muluk. Apabila sesuatu itu too good to be true, biasanya memang demikian terlalu indah menjadi kenyataan, hingga akhirnya berujung pada tipu-tipu. Makanya hati-hatilah dengan janji-janji yang terlalu manis di depan. Mengapa banyak para scammer mudah sekali menipu orang lain? Karena mereka biasanya berjualan mimpi-mimpi tentang sesuatu yang sulit dicapai seolah-olah menjadi mudah sekali, cukup dengan membeli produk mereka atau menjadi member mereka. Kali ini saya akan memaparkan kepada Anda beberapa ciri-ciri peluang bisnis yang berujung pada scam.

  1. Profit Yang Tidak Masuk Akal

Ciri pertama adalah profit yang tidak masuk akal. Hati-hati dengan testimoni atau promo yang terlalu bombastis, misalkan dalam tiga bulan mendapatkan profit 200%, atau baru bergabung 6 bulan sudah bisa mendapatkan mobil, kapal dan lain sebagainya. Jikalau hanya dengan menaruh uang saja kamu bisa menjadi kaya atau hanya dengan rebahan saja kita bisa menjadi punya banyak uang, pasti sudah ada banyak sekali orang kaya di muka bumi ini. Tapi sayangnya itu hanya impian. Biasanya perusahaan yang menjanjikan profit yang tidak masuk akal itu berujung pada scam. Sekarang mulai banyak sekali perusahaan ataupun peluang bisnis seperti MLM yang menawarkan investasi di bidang forex dan cryptocurrency. Anda perlu berhati-hati terutama jika istilah dan cara kerja dari bisnis itu pun tidak Anda mengerti, karena Anda dengan mudah menjadi mangsa empuk para scammer.

  1. Skema Jaringan

Hal ini bisa dilihat jelas jikalau mereka selalu aktif mencari member baru, dan keuntungan perusahaan didapatkan dari member baru. Skema jaringan atau yang dikenal juga dengan ponzi adalah skema investasi di mana perusahaan memberikan keuntungan bukan dari produk ataupun bisnis melainkan dari uang member baru. Jadi selama ada member baru perusahaan akan tetap berjalan dengan lancar, tapi bila suatu hari tidak ada lagi member baru sudah dipastikan skema ini akan runtuh. Tidak ada perusahaan di seluruh dunia yang berhasil menggunakan skema ini. Ini bagaikan bom waktu. Kita harus berpikir kritis dari mana perusahaan mendapatkan keuntungan. Jelas sangat aneh sekali kalau sebuah perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dari produk, tidak mendapatkan keuntungan dari bisnis tetapi malah mendapatkan keuntungan dari member baru.

  1. Produk/Jasa Terlalu Murah

Masih ingat kasus First Travel ataupun kasus-kasus travel umroh yang bermasalah? Masalahnya mereka menjual produknya terlalu murah. Para klien yang sudah menyetor uang akan diberangkatkan dengan uang klien yang berikutnya karena mereka menjual tiket dengan harga rugi. Hati-hati dengan produk yang dijual dengan harga sangat murah karena biasanya itu berujung pada penipuan. Perusahaan harus tetap menghasilkan profit. Jika perusahaan tidak menghasilkan profit itu adalah sebuah tanda tanya. Poin ini adalah hasil dari pengembangan skema jaringan. Bukan hanya di bidang travel, skema ini juga dapat digunakan di hampir seluruh jenis bisnis yang baru kita dengar seperti wedding organizer atau bisnis properti sekalipun.

  1. Smoke Screen Produk

Ini adalah teknik atau strategi yang disukai oleh MLM abal-abal. Mereka biasanya tidak mau mengakui bahwa perusahaannya tidak punya produk. Mereka punya produk tapi terkadang produknya ini tidak bernilai atau tidak berarti apa-apa, atau ini adalah produk yang diberikan nilai tambah tapi tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Misalkan produk batu ajaib yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit ataupun produk lain yang bisa kita cari substitusinya di pasaran dengan harga yang jauh lebih murah.

  1. Track Record Yang Buruk

Kamu bisa mengetahui track record pendiri bisnis yang kamu ikuti dengan mencarinya di Google. Sekarang tidak ada yang bisa disembunyikan dari Google. Google dapat mencatat semua track record mu. Jika kamu merasa tidak cocok atau merasa curiga dengan pendiri perusahaan itu, jangan bergabung menjadi member atau jangan berinvestasi di sana.

  1. Track Record Teman Yang Buruk

Mungkin kamu diajak oleh seorang teman, kenalan ataupun saudara. Biasanya mereka yang mengajak itu terdiri dari 3 tipe. Pertama adalah orang pemain lama yang sudah tahu kapan harus luar dan kapan harus masuk di bisnis ini. Mereka tahu perusahaan yang akan segera runtuh tapi mereka masih tega untuk mengajak kamu bergabung menjadi member. Tipe yang kedua adalah pemain baru. Ia mungkin baru ikut selama 36 bulan dan baru saja merasakan mendapatkan keuntungan, tapi itu pun hanya keuntungan sesaat sebab ketika skema bisnis ini runtuh pasti ia akan kehilangan uangnya juga. Tipe kedua ini adalah tipe yang paling memprihatinkan karena mungkin ia sudah terlanjur mengajak banyak sekali orang. Ia sendiri mengalami kehilangan uang, dan berikutnya ia akan kehilangan muka bahkan kehilangan kepercayaan. Tipe ketiga adalah mereka yang tidak teredukasi. Mereka tidak tahu dan hanya termakan janji-janji palsu.

  1. Instal Aplikasi Tidak Jelas

Hati-hati kalau Anda diminta menginstal aplikasi yang tidak ada di Play Store atau App Store. Mereka bisa saja mengambil data pribadi kita dan menyalahgunakannya untuk kepentingan yang tidak bertanggungjawab, seperti menjual data kepada pihak ketiga.

Hubungan Investasi Bodong dengan Trading Forex

Saat ini banyak sekali penipuan yang menggunakan skema jaringan namun berkedok trading forex atau trading emas. Broker FOREXimf sebagai perusahaan legal yang memiliki regulasi resmi di Bappebti jelas sangat dirugikan dengan maraknya kasus – kasus  yang berkedok trading. Kasus seperti binary option hingga robot forex jelas merusak reputasi bisnis trading forex dan trading emas sendiri. Padahal sesungguhnya bisnis trading forex dan trading emas tidaklah seburuk itu. Jika kalian mempelajari bisnis trading forex dan trading emas terlebih dahulu, maka kalian bisa membuktikan sendiri bahwa bisnis ini tidaklah jelek seperti yang ada di pemberitaan media massa atau media sosial. Hanya oknum saja yang memanfaatkan kelemahan orang – orang di Indonesia yang belum teredukasi dengan baik mengenai trading dan investasi. Jika kalian tertarik untuk mengetahui bisnis trading lebih dalam dan diedukasi oleh orang – orang yang sudah berpengalaman, kalian bisa mencari tahu di sini.

 

indikator-tod