HARGA KOMODITAS MENGALAMI FLUKTUASI ? ATASI DENGAN CARA INI

30 September 2021 in Emas - by Adi Nugroho

Harga komoditas - Komoditas adalah aset fisik yang memenuhi suatu kebutuhan, diproduksi dalam jumlah besar, dan dapat dipertukarkan. 

Kalau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), komoditas adalah barang dagangan utama, benda niaga mentah yang bisa dikategorikan berdasarkan kualitasnya sesuai dengan standar internasional. 

Jadi, komoditas adalah barang perdagangan utama yang mampu diperjualbelikan sebagai produk impor atau ekspor untuk mendapatkan keuntungan. 

Komoditas menjadi hal yang berpengaruh dan memberikan dampak yang signifikan pada mata uang tertentu. 

Mata uang yang mudah terpengaruh komoditas kemudian dijuluki dengan ‘commodity dollar’ atau dolar komoditas. 

Dolar Australia (AUD), New Zealand (NZD), dan dolar Kanada (CAD) adalah tiga dolar komoditas yang paling terkenal. 

Dolar Australia, bijih besi merupakan komoditas ekspor terbesar di Australia. Maka dari itu harga bijih besi sangat mempengaruhi kurs AUD. 

Begitu juga dengan dolar New Zealand dengan harga susunya. Sekitar sepertiga kebutuhan susu dunia dipasok dari New Zealand. 

Maka dari itu, perubahan harga susu seringkali mempengaruhi kurs NZD, khususnya perubahan yang tercatat di lelang Global Dairy Trade (GDT). 

Sama halnya dengan dolar Kanada dan harga minyak mentahnya. Kanada mengirimkan mayoritas minyaknya ke Amerika Serikat, tempat pabrik-pabrik pengilangan besar berada. 

Alhasil, kurs USD/CAD sensitif terhadap perubahan harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak akan menguntungkan bagi CAD atau mengakibatkan USD/CAD merosot. 

Menurut sejarah, komoditas dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan sumber dan cara memperolehnya, yaitu : 

Komoditas pertanian 

Merupakan produk hasil dari usaha tani yang dapat diperjualbelikan, disimpan, dan dipertukarkan. Komoditas pertanian meliputi hasil kebun, tanaman pangan, perikanan, peternakan, dan sayur serta buah-buahan. 

Komoditas Pertambangan 

Yaitu produk yang diperoleh dari pengambilan endapan lapisan kulit bumi di permukaan maupun di bawah permukaan bumi serta air. 

Komoditas pertambangan memiliki nilai ekonomis tinggi untuk diperjualbelikan di bursa internasional. Ada beberapa tahapan untuk memperoleh produk tambang yaitu analisa, eksplorasi, eksploitasi, dan pemurnian. 

Nah, hasil komoditas pertambangan ini dibagi menjadi dua jenis yaitu logam mulia atau berharga seperti emas, perak, platinum, dan palladium. 

Jenis kedua adalah logam industri yaitu batubara, minyak, gas bumi, bijih nikel, pasir besi, dan sebagainya. 

Komoditas Energi 

Komoditas ini juga hasil dari kegiatan eksplorasi, namun yang membedakan adalah fungsinya khusus digunakan sebagai bahan bakar. Produk komoditas energi ini biasanya berupa bensin, diesel, crude oil, dan batu bara. 

Sedangkan dalam aktivitas trading, jenis komoditas dibagi menjadi dua yaitu komoditas keras dan komoditas lunak 

Sample Banner

SAATNYA BERALIH KE TRADING EMAS ONLINE

Trading Emas dan Forex Dengan Broker Legal di Indonesia.
FOREXimf Setia 16 Tahun Melayani

1. Komoditas Keras 

Komoditas keras adalah produk yang didapatkan dari hasil alam dengan kegiatan pertambangan atau ekstraksi seperti logam, minyak bumi, dan sebagainya. 

Gas alam, batu bara, dan minyak adalah beberapa komoditas jenis keras yang mendominasi. Sehingga, beberapa negara bergantung pada ekspor produk tersebut karena memiliki nilai mata ang yang sangat berpengaruh pada volatilitas harga komoditas yang diekspornya. 

2. Komoditas Lunak 

Komoditas lunak adalah produk yang didapatkan dari hasil peternakan, perhutanan, dan pertanian seperti beras, garam, gula, kedelai, jagung, susu sapi, dan sebagainya. 

Namun, jenis komoditas ini memiliki pergerakan yang fluktuatif, bisa naik dan turun secara tiba-tiba karena ada pengaruh kondisi alam dan cuaca. 

Maka dari itu, harga komoditas lunak tidak bisa diprediksi secara akurat. Selain tu, jenis komoditas ini juga tidak selalu tersedia di setiap negara karena ada pengaruh iklim cuaca, kondisi alam, dan tidak semua negara memiliki komoditas tersebut. 

Lalu, bagaimana mengatasi fluktuasi harga komoditas ?

Salah satu hal yang melekat pada perdagangan komoditas adalah harganya yang sangat fluktuatif. Fluktuasi adalah ketidakstabilan atau ketidaktepatan harga atau nilai suatu produk. 

Hal ini dikarenakan perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu, kemampuan ptoduksi yang berubah-ubah, dan juga ada beberapa produk yang mengandalkan musim serta kuantitas hasil panen. 

Selain itu, kondisi politik suatu negara juga sangat berpengaruh terhadap harga komoditas, bisa naik atau turun secara tiba-tiba. 

Maka dari itu, fluktuasi menjadi resiko yang perlu menjadi perhatian para trader komoditas. 

Fluktuasi harga yang tinggi dalam komoditas adalah memang yang biasa. Namun, hal tersebut sangat berisiko menimbulkan kerugian. 

Tapi, bila Anda mampu membaca kebutuhan pasar dengan cermat, membaca penawaran, dan jumlah permintaan yang terjadi di pasar, maka perdagangan di pasar komoditas adalah kegiatan yang mampu menghasilkan keuntungan yang sangat besar. 

Sehingga, menjadi seorang trader komoditas bisa mendatangkan keuntungan yang tinggi, namun juga berisiko mendatangkan kerugian yang juga tinggi. 

Nah, untuk Anda yang tertarik menjadi trader komoditas namun khawatir dengan fluktuasi harga, maka beberapa cara berikut ini bisa Anda lakukan untuk mengatasi fluktuasi harga yaitu : 

  1. Fluktuasi pada harga komoditas pertanian dan perkebunan bisa diatasi dengan melakukan kombinasi pada komoditas di suatu lahan dengan sistem agroforestri, sehingga tidak hanya mengandalkan satu jenis komoditas saja. 
  2. Selain itu, proses transaksi jual beli tidak perlu memakai perantara (tengkulak) agar keuntungan produsen lebih banyak dan pembeli mendapatkan harga yang lebih murah 
  3. Kalau mengatasi fluktuasi harga komoditas pertambangan, bisa dengan cara mengurangi stripping ratio yang dapat menyebabkan bengkaknya biaya produksi 
  4. Tips mengatasi fluktuasi harga komoditas yang tidak kalah penting adalah melakukan pengelolaan keuangan secara cermat agar biasa produksi lebih kecil dibandingkan biaya penjualan. 

Share :