3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016

3 PELAJARAN DARI PENGALAMAN TRADING DI TAHUN 2016

3 Pelajaran Dari Pengalaman Trading di Tahun 2016
21 May 2019 in Blog - Seputar Trading Forex & Emas - by Eko Trijuni

Tahun 2016 baru saja berakhir. Pergerakan pasar di tahun 2016 bisa dikatakan agak ramai dan sebenarnya ada setidaknya tiga hal penting yang bisa kita jadikan pelajaran sebagai bekal untuk menghadapi pasar trading forex di tahun-tahun berikutnya. Apa saja ya, kira-kira? Yuk, kita mulai.

1. Jangan Terburu-buru Mengejar Event Besar

Volatilitas memang adalah sahabat baik bagi trader-trader jangka pendek dan pada kenyataannya memang saat terbaik dalam menangkap peluang dalam volatilitas adalah ketika ada data ekonomi atau berita geopolitik yang besar. Di tahun 2016 sendiri kita bisa melihat ada beberapa even besar yang memicu volatilitas dengan signifikan, semisal referendum Brexit dan pemilihan presiden Amerika Serikat (pilpres AS).

Banyak trader yang mencoba untuk menerka pergerakan harga bahkan sebelum kedua even besar tersebut diwartakan. Mereka yang bertaruh bahwa Inggris akan tetap berada di dalam keanggotaan Uni Eropa, atau mereka yang yakin bahwa Donald Trump tidak akan memenangkan pilpres AS, ternyata tidak sukses meraih keuntungan. Bahkan kubu trader yang beranggapan kemenangan Donald Trump akan berakibat buruk bagi USD juga harus bertekuk lutut ketika sentimen pasar berbalik 180 derajat dengan cepat.

Pelajaran yang bisa diambil dari peristiwa tersebut adalah bahwa ada kalanya kita harus bersabar untuk membiarkan gejolak pasar sedikit mereda sebelum mengambil keputusan. Karena seringkali ada banyak peluang untuk menangkap koreksi-koreksi kecil seiring pembentukan trend yang jelas, yang mana hal itu bisa berlangsung selama berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.

2. Ingat Selalu, "The trend is your friend"

Kalimat the trend is your friend ini mungkin bagi sebagian trader terdengar usang, itulah mungkin sebabnya mengapa mereka cenderung mengabaikan konsep trading yang paling dasar ini. Tugas utama kita sebagai trader adalah me-manage resiko ketika kita salah. Salah satu implementasinya adalah sebisa mungkin memperkecil kerugian.

Sebaliknya, manakala kita benar (profit), maka tantangan yang dihadapi adalah memaksimalkan keuntungan tersebut dan hal ini dimungkinkan jika kita melakukan transaksi yang searah dengan trend yang sedang berlangsung. Itulah hal yang menarik dari trading forex. Jika manajemen resiko dijalankan dengan benar dan dikombinasikan dengan mematuhi konsep the trend is your friend, maka potensi untuk memperbesar keuntungan akan jauh lebih besar daripada resikonya.

3. Setia Pada Trading Plan

Kesalahan klasik dan selalu berulang — dan merupakan dosa besar dalam trading  yang sering dilakukan trader adalah pengkhianatan terhadap trading plan yang disusunnya sendiri. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seorang trader mengkhianati trading plan-nya sendiri. Di antaranya adalah hilangnya rasa percaya diri akibat kerugian yang baru dialami. Anda seharusnya menganggap setiap transaksi sebagai awal yang baru, agar Anda tetap bisa mempertahankan kepercayaan diri.

Jangan biarkan kerugian yang dialami membuat Anda menjadi terlalu berhati-hati sehingga menurunkan batas toleransi resiko dari yang telah ditetapkan dalam trading plan. Jangan batasi potensi keuntungan yang bisa dihasilkan oleh strategi yang sebenarnya sudah bagus hanya karena ketakutan akan mengalami kerugian lagi. Menurunkan batas toleransi resiko hanya karena ketakutan seperti ini justru akan mempersulit langkah Anda untuk menutupi kerugian yang telah terjadi sebelumnya.

Tidak ada alasan untuk   misalnya   menurunkan toleransi resiko per transaksi dari 10% menjadi 5% hanya karena Anda mengalami kerugian sebelumnya. Yang seharusnya bisa masuk posisi sebesar 1 lot, direduksi menjadi 0.5 lot. Ini tidak perlu. Sebaliknya, banyak pula trader yang lantas merasa terlalu percaya diri karena baru mendapatkan keuntungan yang besar.

Sebagai contoh, ada trader yang sempat memperoleh untung besar karena berhasil mendapat peluang dari pergerakan GBPUSD saat referendum Brexit. Di transaksi selanjutnya, karena merasa jumawa, ia menjadi lebih agresif dan melipatgandakan lot. Ini berbahaya karena ketika ia mengalami kerugian maka hal tersebut dengan cepat melenyapkan keuntungan yang telah diperoleh sebelumnya.

Kesalahan fatal dalam manajemen resiko. Semoga di tahun 2017 ini kita bisa meningkatkan performa trading forex dengan mengambil pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat di tahun 2016.

Selamat menyambut tahun baru, semoga semakin sukses.

Share :