Strategi Trendline: Cara Mudah Membaca dan Menggunakan Trendline Forex

STRATEGI FOREX TRENDLINE: CARA MUDAH MEMBACA DAN MENGGUNAKAN TRENDLINE

Strategi Forex Trendline: Cara Mudah Membaca dan Menggunakan Trendline
22 July 2020 in Blog - by Eko Trijuni
  • Trendline merupakan tools trading sederhana untuk membantu mengenali potensi profit dari trading forex
  • Trendline sangat mudah digunakan, bahkan trader pemula sekalipun bisa menggunakannya. Cukup dengan menarik garis
  • Dengan trendline, Anda bisa mengetahui level support dan resistance dengan mudah serta bisa meminimalisir kesalahan masuk posisi melawan trend
  • Trendline dikombinasi dengan indikator bisa menjadi strategi yang mudah dan ampuh dalam mencari peluang buy/sell

Apakah Anda setuju dengan ungkapan "the trend is your friend"?

Percaya atau tidak, dalam forex trading, trendline menjadi salah satu teman yang dapat membantu Anda untuk mengikuti arah ke mana pasar bergerak.

Fungsinya sebagai tool teknikal memang tak perlu diragukan lagi. Selain dapat membantu mengenali tren, tool ini juga dapat dimanfaatkan untuk mencari titik entry.

Namun, jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana, sebab di balik semuanya tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.

Tertarik untuk mengetahuinya? Ini saatnya bagi Anda, untuk memaksimalkan profit dari trading forex dengan menguasai strategi trendline forex.

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda perlu mengenali trend!

Apa Itu Trend dalam Trading Forex?

Trendline Forex

Trend merupakan suatu pergerakan yang menunjukkan kemana arah pasar bergerak. Istilah "trend" dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan untuk mengungkapkan keadaan, dimana suatu hal sedang digemari atau sedang menjadi perhatian khalayak.

Hal ini juga berlaku dalam forex trading. Ketika mata uang tersebut digemari, maka grafik trend akan bergerak zigzag naik bertahap.

Gerakan zig zag ini membentuk rangkaian gelombang berurutan dengan level sebagai berikut:

  • puncak (High/H),
  • puncak lebih tinggi (Higher High/HH),
  • lembah (Low/L), dan
  • lembah lebih tinggi (Higher Low/HL).

Posisi ini sering disebut sebagai UpTrend.

Sementara itu, DownTrend merupakan suatu keadaan yang terjadi ketika harga suatu aset bergerak lebih rendah selama periode waktu tertentu.

Sementara harga hanya bergerak sesekali lebih tinggi atau lebih rendah, downtrend dicirikan oleh:

  • puncak yang lebih rendah, dan
  • palung (level terendah) yang lebih rendah dari waktu ke waktu.

Seperti yang diketahui, trendline merupakan alat yang bisa digunakan untuk mengenali arah trend. Oleh karena itu, trendline dapat berfungsi sebagai Support (dalam uptrend) dan Resistance (dalam downtrend).

Baca juga:

Dengan mengetahui level support dan resistance, seorang trader bisa meminimalkan resiko dan memaksimalkan keuntungan.

Pada saat downtrend, trendline dapat berfungsi sebagai resistance. Namun sebaliknya pada saat uptrend, trendline dapat berfungsi sebagai support.

Tidak perlu khawatir, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang cara mengenali dan membaca trend dalam trading forex disini.

Lalu, bagaimana cara mengkombinasikan trendline dengan indikator teknikal menjadi sebuah sistem atau strategi trading?

Kombinasi Trendline Dengan Indikator Teknikal

Setelah Anda mengetahui trend yangs sedang berlangsung saat ini, waktunya Anda menarik trendline. Sebagai contoh, gambar dibawah ini memperlihatkan chart GBP/USD bergerak dalam uptrend. Anda bisa melihat trendline yang ada pada chart ini.

Contoh Uptrend

Contoh Uptrend

Apa yang dapat Anda lakukan setelah menemukan posisi trendline?

Anda tinggal menunggu koreksi terjadi hingga ke area trendline tersebut dan mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum trendline tersebut tembus. Dalam hal ini, Anda bisa memasang indikator teknikal yang bersifat oscillator di chart Anda.

Anda bebas menggunakan berbagai macam indikator yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, namun Analis di FOREXimf menyarankan untuk menggunakan Stochastic dan CCI sebagai filter untuk mencari sinyal buy atau sell.

Sebagai penguat, Anda juga bisa menggunakan konfirmasi pola candlestick, atau nama kerennya candlestick pattern. Usahakan setiap indikator yang digunakan tetap sederhana dan tidak membingungkan.

Contoh Indikator Teknikal Trendline

Indikator Teknikal

Setelah Anda memasang settingan pada chart tersebut maka langkah selanjutnya, ikuti aturan-aturan di bawah ini untuk mempermudah Anda menggunakan strategi trendline!

1. Perhatikan Aturan Skenario Buy

  • Pastikan trend yang sedang berlangsung adalah uptrend (trend naik).
  • Tunggu koreksi yang akan terjadi ke area Trendline.

    Strategi Trendline untuk Open Posisi Buy

    Contoh 1: Skenario Buy

    • Jika koreksi sudah terjadi, Anda bisa menunggu konfirmasi sinyal bullish dari Stochastic dan CCI.
    • Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan Candlestick Pattern, maka sinyal bullish akan semakin kuat.

    Strategi Trendline untuk Open Posisi Buy Berdasarkan Sinyal

    Contoh 2: Skenario Buy

    • Tempatkan target (TP) di resistance yang terdekat, serta stoploss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline).

    Setting Take Profit dan Stop Loss dalam Strategi Trendline

    Contoh 3: Skenario Buy

    Setelah menempatkan target (TP) di resistance terdekat, serta stop loss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline), maka Anda akan melihat hasil akhir dari skenario buy seperti gambar di bawah ini.

    Skenario Strategi Trendline

    Contoh 4: Skenario Buy

    Bagaimana Dengan Aturan Skenario Sell?

    • Pastikan trend yang berlangsung adalah downtrend (trend turun).
    • Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

    Strategi Trendline untuk Open Posisi Sell

    Contoh 1: Skenario Sell

    • Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bearish dari Stochastic dan CCI.
    • Jika konfirmasi sinyal tersebut diikuti oleh kemunculan Candlestick Pattern, maka sinyal bearish akan semakin kuat.

    Strategi Trendline untuk Open Posisi Sell berdasarkan Konfirmasi Sinyal Bearish

    Contoh 2: Skenario Sell

    • Tempatkan target (TP) di support yang terdekat, serta stoploss (SL) di atas trendline (10-20 pips di atas trendline).

    Strategi Trendline Posisi Sell dengan Target Profit dan Stop Loss

    Contoh 3: Skenario Sell

    Setelah menempatkan target (TP) di resistance terdekat, serta stop loss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline), maka Anda akan melihat hasil akhir dari skenario sell seperti gambar di bawah ini.

    Skenarion Strategi Trendline Posisi Sell

    Contoh 4: Skenario Sell

    Mudah Bukan?

    Perlu diketahui, chart di atas menggunakan time frame Daily (harian) dan H4 (4 jam). Namun, Anda tidak perlu terpaku pada time frame yang dicontohkan pada gambar tersebut.

    Anda bisa melakukan pengujian dengan mencoba indikator teknikal yang lain dengan konsep trendline yang sama.

    Buka course: Kelas Dasar - Belajar Indikator Teknikal, Lengkap!

    Pada dasarnya, trendline memang merupakan tools trading sederhana yang mampu membantu bahkan seorang trader pemula untuk mengenali potensi profit dari trading forex.

    Namun, sesederhana apapun tools yang Anda gunakan, tetaplah ingat bahwa tidak ada sistem trading sempurna.

    Prinsip dasar trading untuk memaksimalkan potensi profit sekaligus meminimalkan resiko maka dari itu pergunakanlah modal trading Anda dengan bijak.

    Jangan lupa untuk selalu menerapkan manajemen risiko dan manajemen modal yang baik.

    Tertarik untuk mencoba strategi trendline?

    Mulai berlatih menggunakan trendline di demo account agar Anda bisa memaksimalkan potensi profit dari trading forex.

    Latihan strategi trendline di akun demo

    Join Webinar

    Share :

    FOREXimf Footer Background