10 Cara Mudah Membaca dan Menggunakan Strategi Trendline

10 CARA MUDAH MEMBACA DAN MENGGUNAKAN STRATEGI TRENDLINE

10 Cara Mudah Membaca dan Menggunakan Strategi Trendline
22 October 2019, 09:49 WIB in Blog - by Eko Trijuni

Trendline dalam istilah trading forex merupakan salah satu alat yang paling sederhana dalam analisis teknikal. Namun jangan tertipu pada penampilannya yang sederhana itu, sebab di balik kesederhanaannya tersimpan potensi yang besar untuk menghasilkan keuntungan bagi transaksi Anda.

Strategi Trendline

“Trendline? Sungguh?”
Mungkin pertanyaan itu yang berkecamuk di pikiran Anda saat ini.

Ya. Trendline.
Sungguh. Percayalah.

Pernah dengar ungkapan “the trend is your friend”?
Trend harga adalah teman Anda.

Jangan bermusuhan dengan trend, karena itu hanya akan membuat Anda kepayahan dalam trading, bahkan berujung kehancuran. Anda tak akan pernah bisa mengalahkan pasar, yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti ke arah mana pasar bergerak.

Itulah satu-satunya cara yang paling aman. Sesuai dengan namanya, trendline tentu saja adalah alat yang bisa Anda gunakan untuk mengenali arah trend.

Pelajari selengkapnya: Cara Mengenali dan Membaca Trend dalam Trading Forex

Selain itu, trendline ini juga berfungsi sebagai support (dalam uptrend) dan resistance (dalam downtrend).

Kali ini, Anda akan mempelajari cara mengombinasikan trendline dengan indikator teknikal yang juga sederhana sebagai sebuah sistem atau strategi trading.

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah tentu saja mengenali trend itu sendiri. Secara kasat mata, sebenarnya Anda sudah bisa mengetahui trend apa yang tengah berlangsung di pasar saat itu.

Jika Anda telah mengenali trend yang berlangsung saat itu, Anda bisa menarik trendline. Pada contoh di bawah ini, terlihat chart GBP/USD bergerak dalam uptrend. Anda bisa melihat trendline di chart tersebut.

Strategi Trendline dan Cara Membaca Perubahan Trend Forex

Contoh Uptrend

Oke. Biasanya kemudian muncul pertanyaan: apa yang selanjutnya harus dilakukan?

Prinsipnya sederhana saja. Anda tinggal menunggu koreksi terjadi hingga ke area trendline tersebut dan mencari konfirmasi sinyal bullish sebelum trendline tersebut tembus.

Permasalahannya kemudian adalah sinyal seperti apakah yang harus Anda cari?

Solusi untuk permasalahan tersebut adalah: indikator teknikal. Dalam hal ini, Anda bisa memasang indikator teknikal yang bersifat oscillator di chart Anda.

Analis teknikal di FOREXimf.com menyarankan untuk menggunakan stochastic dan CCI sebagai filter untuk mencari sinyal buy atau sell.

Sebagai penguat, Anda juga bisa menggunakan konfirmasi pola candlestick, atau nama kerennya candlestick pattern

Pelajari selengkapnya:

Tentu saja Anda bebas bereksperimen menggunakan berbagai macam indikator yang sesuai dengan karakter Anda sebagai trader, namun sebaiknya Anda tetap menjaga prinsip simplicity atau kesederhanaan.

Jangan sampai – saking kompleksnya – justru Anda dibingungkan oleh sistem yang Anda buat sendiri.

STRATEGI TRENDLINE 1

Indikator Teknikal

Nah, setelah Anda selesai memasang setting-an tersebut di chart Anda, maka Anda tinggal mengikuti aturan-aturan yang dipaparkan berikut ini.

Aturan Skenario Buy

  • Pastikan trend yang sedang berlangsung adalah Uptrend (trend naik).
  • Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

Strategi Trendline untuk Open Posisi Buy

Contoh 1: Skenario Buy

  • Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bullish akan semakin kuat.

Strategi Trendline untuk Open Posisi Buy Berdasarkan Sinyal

Contoh 2: Skenario Buy

  • Tempatkan target (TP) di resistance yang terdekat, serta stoploss (SL) di bawah trendline (10-20 pips di bawah trendline).

Setting Take Profit dan Stop Loss dalam Strategi Trendline

Contoh 3: Skenario Buy

Akhir dari skenario di atas:

Skenario Strategi Trendline

Contoh 4: Skenario Buy

Aturan Skenario Sell

  • Pastikan trend yang berlangsung adalah Downtrend (trend turun).
  • Tunggu koreksi terjadi ke area trendline.

Strategi Trendline untuk Open Posisi Sell

Contoh 1: Skenario Sell

  • Jika koreksi sudah terjadi, tunggu konfirmasi sinyal bearish dari stochastic dan CCI. Jika konfirmasi sinyal stochastic dan CCI diikuti oleh kemunculan candlestick pattern, maka sinyal bearish akan semakin kuat.

Strategi Trendline untuk Open Posisi Sell berdasarkan Konfirmasi Sinyal Bearish

Contoh 2: Skenario Sell

  • Tempatkan target (TP) di support yang terdekat, serta stoploss (SL) di atas trendline (10-20 pips di atas trendline).

Strategi Trendline Posisi Sell dengan Target Profit dan Stop Loss

Contoh 3: Skenario Sell

Nah, akhir skenario sell di atas ternyata seperti ini:

Skenarion Strategi Trendline Posisi Sell

Contoh 4: Skenario Sell

Contoh-contoh chart di atas kebetulan menggunakan time frame Daily (harian) dan H4 (4 jam), namun tentu saja Anda tidak perlu terpaku pada time frame yang dicontohkan. Silakan bereksperiman mencoba time frame lain yang sesuai dengan style atau gaya trading Anda.

Anda juga bebas melakukan uji coba dengan indikator teknikal yang lain dengan konsep trendline yang sama. Terakhir, ingatlah bahwa tidak ada sistem trading yang sempurna. Maka dari itu pergunakanlah modal Anda dengan bijak. Terapkan manajemen resiko dan manajemen modal yang baik.

Agar lebih mantap, cobalah dahulu di demo account.

Selamat mencoba.

Blog Ads

FOREXimf Footer Background