Saham Asia Naik Ketika Harga Minyak Memanas

SAHAM ASIA NAIK KETIKA HARGA MINYAK MEMANAS

Saham Asia Naik Ketika Harga Minyak Memanas
09 January 2015 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni

Saham Asia menguat pada hari kedua, ketika indeks regional mengupas penurunan mingguan pertama sejak pertengahan Desember yang disertai dengan naiknya saham komoditas dengan ringgit Malaysia ditengah rebound harga minyak mentah. Euro berada di dekat level terendah sembilan tahun.

Index MSCI Asia Pacific naik 0,5 persen di Tokyo, mengurangi kerugian dalam seminggu menjadi 0,7 persen ketika indeks Topix Jepang naik 0,5 persen. Saham BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia dan produsen minyak dan gas No 1 Australia, naik tajam pada tahun ini. Index berjangka Standard & Poor 500 turun 0,1 persen setelah indeks menghapus penurunan di tahun 2015.

Harga minyak AS naik pada hari ketiga, memperoleh 1,2 persen menjadi $ 49,37 per barel dan membantu mata uang ringgit naik 0,4 persen. Euro menuju penurunan mingguan keempat terhadap dolar AS.

Prospek lanjut stimulus di kawasan Eropa setelah pertemuan Fed pada minggu ini yang menunjukkan bahwa bank tidak merubah pandangannya dan akhirnya membalikkan aksi jual baru di tahun ini dalam saham global. Saham tenggelam 3 persen dalam tiga hari perdagangan pada tahun ketika harga minyak mentah memperpanjang pelemahannya pada tahun 2015, memacu kekhawatiran atas ekonomi dunia. Inflasi China memanas pada bulan Desember, sebelum laporan payrolls yang diproyeksikan akan memperkuat kepercayaan pemulihan ekonomi AS.

Saham energi dan komoditas naik dengan mendapat keuntungan sebanyak 1 persen pada Index Australia S & P / ASX 200, saham BHP naik 2,1 persen. Indeks Kospi di Seoul naik 0,7 persen, sementara saham Fast Retailing Co mengalami peningkatan sebanyak 0,8 persen di Nikkei 225 Stock Average setelah peritel pakaian melaporkan laba fiskal kuartal pertama yang lebih baik dari estimasi. Saham Fast Retailing naik 4,2 persen.

Kontrak indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,7 persen, dipicu kenaikan sebanyak 1 persen pada kontrak Index Hang Seng China Enterprises. Harga konsumen China diperkirakan akan meningkat 1,5 persen dari tahun sebelumnya, naik dari inflasi pada November sebanyak 1,4 persen.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background