💰Pengen dapet SINYAL FOREX dari PRO TRADER TIAP HARI? YUK SIMAK CARANYA

EMAS TERPEROSOK LEBIH DARI 2%, DOLAR MASIH PERKASA

14 June 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Rudy Rinaldi
  • Harga emas melemah tajam seiring penguatan dolar karena pasar optimis bahwa Fed akan menaikkan suku bunga hingga 175 basis point hingga September tahun ini.
  • Untuk keputusan suku bunga Fed pekan ini, pasar memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga sebesar 75 basis point.
  • Menurut JP Morgan, harga emas baru bisa kembali menguat jika ada tanda-tanda bahwa ekonomi global mulai tertekan oleh tingginya inflasi.

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Emas mengalami pelemahan yang tajam kemarin (Senin, 13/6/2022), seiring rally penguatan dolar (USD) karena optimisme kenaikan suku bunga yang tajam oleh Federal Reserve (Fed), sehingga meredupkan daya tarik emas dan logam mulia lainnya.

Harga spot emas melemah 2,2% ke area $1829.52 per troy ounce tadi malam pada pukul 23.05 WIB, sementara indeks dolar menyentuh level tertinggi multi-dekade, menjadi safe-haven yang menggantikan emas untuk sementara kerena tingginya potensi suku bunga lebih menarik daripada emas.

Tidak ada trade yang aman di manapun, maka emas akan dilikuidasi... ada banyak koreksi yang terjadi dan ketika fluktuasi menjadi sangat besar, Anda tidak akan menemukan rasa aman atau nyaman di manapun, kata Phillip Streible, kepala analis di Blue Line Futures di Chicago.

Data CPI yang dirilis Jumat lalu lebih panas daripada perkiraan, sehingga para pelaku pasar memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 175 basis point hingga bulan September, dengan kemungkinan kenaikan 75 basis point di pekan ini.

Emas melemah pasca rilis data inflasi tersebut, tetapi kemudian menguat lagi karena data ekonomi kembali mencuri perhatian pasar. Fluktuasi tersebut berlanjut hingga kemarin dengan pelemahan tajam emas di sesi Asia.

Fluktuasi yang cepat ini menandai perang kekuatan antara data penggerak harga, di mana data inflasi yang tinggi dilawan dengan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif, demikian menurut catatan analisa JP Morgan. Dalam catatan tersebut juga disebutkan juga bahwa proyeksi penguatan harga emas akan membutuhkan tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi mulai tertekan oleh inflasi yang tinggi.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :