Bursa Saham Jepang Tertekan, Yen Menguat

BURSA SAHAM JEPANG TERTEKAN, YEN MENGUAT

Bursa Saham Jepang Tertekan, Yen Menguat
29 June 2015 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni

Bursa saham Jepang jatuh dan yen menguat seiring dengan kemungkinan semakin terpuruknya kondisi finansial Yunani setelah perundingan antara negara tersebut dengan para krediturnya kembali menemui kebuntuan. Resiko keluarnya Yunani dari euro semakin meningkat.

Saham-saham perusahaan yang bergantung pada Eropa terguncang. Produsen suku cadang industri, Makita Corp., yang 42 persen penghasilannya berasal dari Eropa. Melemah sebesar 3,9 persen. Saham-saham perusahaan asuransi dan perbankan memimpin pelemahan di indeks Topix. Dai-Ichi Insurance Co. Dan Misuho Financial Group Inc. melemah sebesar 3,5 persen. Honda Motor Co. jatuh 2,2 persen setelah menurunkan proyeksi keuntungannya di tengah skandal airbag yang masih berlangsung. Sementara itu Morita Holdings Corp. merupakan salah satu di antara sedikit saham yang berhasil menguat, naik 6,5 persen setelah mengumumkan program buy-back sahamnya di hari Jumat (26/5) lalu.

Indeks Topix melemah 2,2 persen ke kisaran 1630.55 pada pukul 09.17 waktu Tokyo. Di waktu yang sama Nikkei 225 melemah 1,9 persen ke kisaran 20308.71. Sementara itu yen berhasil menguat sejauh 2,2 persen terhadap euro ke kisaran 135.27. Yen menguat pula terhadap USD sebesar 0,8 persen setelah Yunani berencana untuk mengadakan referendum terkait proposal bailout pasca ditolaknya permintaan perpanjangan bantuan sementara oleh para kreditur, yang menyebabkan Yunani semakin mendekati kondisi default.

Referendum Yunani

Setelah Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras secara mengejutkan meminta referendum pada tanggal 5 Juli mendatang terkait persyaratan paket bailout untuk negaranya, para menteri keuangan kawasan euro menolak permintaannya untuk memperpanjang program bantuan selama satu bulan. Program bantuan tersebut akan berakhir Selasa esok (30/6). Dengan mengadakan referendum, Yunani akan bisa mengulur waktu.

Europan Central Bank (ECB) membekukan bantuan darurat untuk Yunani di hari Minggu kemarin (28/6). Para nasabah bank mengantri di mesin ATM sepanjang akhir pekan lalu untuk mengambil uang mereka sebelum mesin-mesin tersebut dikosongkan. Yunani kemudian akan menutup bank-bank di hari Senin untuk menghindari kolapsnya sistem keuangan yang bisa memperburuk resesi dan menggiring negara tersebut keluar dari euro.

Sementara itu data ekonomi Jepang yang dirilis hari ini memperlihatkan bahwa data penjualan eceran meningkat sebesar 3 persen di bulan Mei dibandingkan dengan tahun sebelumnya, melebihi perkiraan para ekonom yaitu hanya naik 2,1 persen saja. Namun produksi industri mengalami kontraksi sebesar 4 persen di bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya.

Share :