Dollar Buat Komoditi Terkoreksi: Minggu Ini Pidato Gubernur Bank Sentral Dinanti
FOREXimf kini menjadi QuickPro — Semua aktivitas dan informasi terbaru di Quickpro.co.id


Dollar Buat Komoditi Terkoreksi: Minggu Ini Pidato Gubernur Bank Sentral Dinanti

05 February 2024 in Analisa Forex Mingguan - by Gusti

Highlight:

  • Serangan drone yang menyerang kilang minyak terbesar di selatan Rusia berpotensi menghambat pasokan bahan bakar dan mengurangi pendapatan Rusia. Selain itu, berita tentang kerugian pekerjaan AS yang lebih kecil dari perkiraan mengurangi harapan pemotongan suku bunga, menekan harga minyak global.
  • Indeks dolar melonjak 0,85%, sementara imbal hasil obligasi AS 10 tahun melonjak tajam menjadi 4,03%. Data tenaga kerja AS yang kuat, dengan penambahan 353.000 pekerjaan pada Januari, membuat pasar semakin pesimis terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve.
  • Jelang perayaan imlek, emas terkoreksi karena penguatan USD pekan lalu. Perayaan imlek di minggu ini berpeluang diikuti oleh penguatan harga emas.
  • Pidato Gubernur Bank Central Dunia dan hasil data ekonomi pengaruhi pergerakan market minggu ini. 

Data Ekonomi Penting Pekan Ini:

  1. ISM Services PMI (USD): Senin, 22:00 WIB

Biro pusat statisik AS akan merilis data survey kesehatan ekonomi diluar sektor manufaktur yang diperkirakan meningkat menjadi 52.0 dari 50.6.

2. RBA Cash Rate (AUD): Selasa, 10:30 WIB

RBA diperkirakan masih menahan suku bunga tetap di 4.35%. Investor pantau pernyataan suku bunga.

3. Pidato Gubernur Bank Central Canada (CAD): Rabu, 00:45 WIB

BOC Governor Tiff Macklem akan memberikan testimoni tentang keadaan & kebijakan ekonomi. Penyampaian hasil pidato cukup dinanti sebagai salah satu faktor penggerak market didepan.

4. Klaim Pengangguran AS: Kamis, 20:30 WIB

Klaim pengangguran naik ke 224K minggu lalu, lebih buruk dari perkiraan 213K. Minggu ini diproyeksikan membaik ke 219K.

5. Pidato Gubernur Bank Central Australia (RBA): Jumat, 05:30 WIB

RBA Governor Michele Bullock akan memberikan testimoni tentang keadaan & kebijakan ekonomi. Penyampaian hasil pidato cukup dinanti sebagai salah satu faktor penggerak market didepan.

Tinjauan Teknikal:

GBPUSD

 Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Trade Plan:

SELL STOP

:

1.25500

SL 

:

1.26700

TP1

:

1.25185

TP2

:

1.24770

 

Alternatif:

BUY STOP

:

1.26700

SL 

:

1.25500

TP1

:

1.27400

TP2

:

1.28200

 

CLSK

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Trade Plan:

BUY AREA

:

67.30 - 69.10

SL 

:

65.00

TP1

:

75.30

TP2

:

77.95

 

Alternatif:

SELL STOP

:

65.00

SL 

:

67.30

TP1

:

64.60

TP2

:

61.95

XAUUSD

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Trade Plan:

BUY Area

:

2009.05 - 2020.20

SL 

:

1998.00

TP1

:

2048.65

TP2

:

2067.90

 

Alternatif:

SELL STOP

:

1998.00

SL 

:

2009.05

TP1

:

1969.45

TP2

:

1950.20

Buktikan analisa ini dengan Buka Akun Real Sekarang!

02 December 2024 in Analisa Forex Mingguan - by Eko Trijuni

Siap-siap Sambut Data US NON-FARM PAYROLLS Jumat Ini! GOLD Berpotensi JATUH LAGI!

Profit taking terjadi dan harga emas mengalami koreksi, terlebih setelah diberitakan adanya kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah meskipun masih ada serangan-serangan yang terjadi.

30 May 2016 in Analisa Forex Mingguan - by Eko Trijuni

ANALISA FOREX MINGGUAN: 30 MEI-3 JUNI 2016

USD berhasil memperoleh momentum positif pekan lalun meskipun data ekonomi yang mendukung tidak banyak. Pekan ini, kita sebaiknya memperhatikan data GDP dari Kanada dan Australia, US Non-Farm Payrolls, pertemuan OPEC dan keputusan suku bunga ECB.
20 May 2019 in Analisa Forex Mingguan - by Eko Trijuni

Analisa Forex Mingguan : 20 – 24 Mei 2019

Perang dagang antara AS dan China memburuk setelah China membalas dan pasar kebingungan. China menyerang balik dengan tarif-pembalasan dan mengisyaratkan bisa melangkah lebih jauh. Pasar saham jatuh dan safe-haven yen menjadi pemenang.