trading forex, strategi forex

Ekonomi Buruk Harga Turun Bisa Dapat Profit ???

Kata kata diatas terkesan menjadi sesuatu yang mustahil atau bahkan banyak yang menyangsikan apakah iya kita bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi ekonomi yang buruk, apalagi kalo kita sebagai seorang usahawan atau pebisnis setiap mendengar kata kata ekonomi lesu, ekonomi buruk, resesi ekonomi atau apapun yang menggambarkan perekonomian tidak bagus pasti akan merasa terpukul karena efek dari ekonomi yang buruk biasanya daya beli masyarakat akan turun harga harga tidak stabil dan lain sebagaianya.

Gambaran gambaran diatas benar adanya apabila kita terjun di bisnis konvensional yang selain terlalu banyak yang harus di urus seperti gaji pegawai, tunjangan pegawai, strategi penjualan, pajak dan lain sebagainya terlalu kompleks kalau kita bicara bisnis konvensional. Contoh kecil jika kita ingin membuka usaha rumah makan atau membuka took, banyak hal yang harus kita pikirkan bukan ?
Nah, kembali lagi ke judul diatas kira kira apakah ada bisnis yang bisa memberikan peluang mendapatkan keuntungan dari kondisi ekonomi yang sedang lesu atau terpuruk, jangan heran kalau ada bisnis yang kita bisa lakukan yang tetap memberikan peluang mendapatkan keuntungan meksi kondisi ekonomi sedang lesu.

Penasaran ingin tahu bisnis apa yang bisa memberikan peluang, ikuti terus artikel ini sampai selesai. Pernahkah pembaca mendengar Futures Trading atau Forex Trading ? saya sudah tahu yang ada di benak para pembaca, hanya ada dua yang ada di benak pembaca yang sering saya temui yang pertama tidak tahu apa apa atau belum pernah mendengar tentang forex trading dan yang kedua rugi atau loss. Mau tidak mau suka tidak suka itulah realita yang muncul di masyarakat khususnya poin nomer dua yang beranggapan setiap mendengar kata forex trading hal yang terlintas yaitu loss atau rugi.

Saya punya perumpaan seperti ini jika pembaca baru saja membeli mobil baru tapi pembaca belum bisa mengemudikan mobil atau belum mahir ataupun kalo sudah bisa mengemudi tapi dalam mengemudinya sering ugal – ugalan, menurut para pembaca apa yang akan terjadi dengan mobil tersebut jika pembaca mengendarainya ? Ya bisa dipastikan mobil tersebut tidak akan mulus lagi mungkin tergores catnya atau paling buruk menjadi tidak berbentuk mobil lagi karena tabrakan. Nah kalo diibaratkan trading itu seperti mobil tersebut, jadi kalau pembaca terluka karena mengendarai mobil bukan mobilnya yang salah tapi kemampuan pembaca dalam mengendarai mobil yang belum mahir. Demikian juga dengan trading, apabila pembaca mengalami loss atau rugi bukan bisnis tradingnya yang salah tapi pemahaman pembaca mengenai trading yang masih kurang.

Kesalahan yang sering kali terjadi dan harus di rubah pertama kali yaitu mindset kita tentang trading, banyak masyarakat yang melihat trading ini seperti sebuah jalan cepat menjadi seorang jutawan bahkan milyader selain itu banyak juga yang menganggap bahwa trading itu sebuah investasi. Dasar pemikiran ini yang harus di rubah terlebih dahulu, pertama trading bukan jalan pintas atau pintu doraemon untuk bisa menjadi jutawan atau milyader dan yang kedua trading itu murni sebuah bisnis bukan investasi, kita harus bisa membedakan terlebih dahulu antara investasi dan trading.

Kalau kita bicara investasi itu kita menanamkan uang kita dan akan mendapatkan keuntungan biasanya dari bunga contoh misalnya deposito dan investasi ini biasanya dikelola oleh pihak ketiga dalam arti kita tidak aktif dalam mengelola modal kita sementara dalam trading atau bisnis keuntungan yang kita dapatkan dari aktivitas jual beli yang kita lakukan dan biasanya pemilik uang akan aktif dalam proses jual beli tersebut, kemudian dari sisi resiko kalau kita bicara investasi untuk tingkat resikonya relative kecil tetapi kalau kita bicara trading atau bisnis tingkat resikonya cenderung lebih besar dan di dunia trading atau bisnis ada pepatah yang mengatakan high risk high return yang maksudnya resiko yang timbul dari trading atau bisnis yang kita lakukan akan sebanding dengan keuntungan yang akan kita peroleh, artinya jika kita ingin untung besar maka resiko yang mengiringi juga besar.

Kembali lagi ke pembahasan kita tentang bisnis yang bisa memberikan peluang keuntungan di saat ekonomi sedang lesu. Nah ini yang menarik dari bisnis trading ini yaitu dari sistim mekanismenya yang dua arah, artinya kita bisa mendapatkan peluang keuntungan ketika harga naik maupun harga turun, perhatikan ilustrasi dibawah ini;

Ekonomi Buruk Harga Turun Bisa Dapat Profit ???

  • Ilustrasi A). Ketika kita prediksi harga akan naik maka posisi pertama yang kita ambil yaitu Buy (Beli) terlebih dahulu misalnya analisa kita benar dan tepat dimana harga ternyata naik maka ketika harga sudah naik diatas harga Buy kita tadi, maka kita bisa menutup posisi pertama kita tadi dengan Sell (Jual).
  • Ilustrasi B). Ketika kita prediksi harga akan turun maka posisi pertama yang kita ambil yaitu Sell (Jual) terlebih dahulu misalnya analisa kita benar dan tepat dimana harga bergerak turun maka ketika harga sudah turun dibawah harga Sell kita tadi, maka kita bisa menutup posisi pertama kita tadi dengan Buy (Beli).

Lalu dimana letak resikonya ketika kita terjun di bisnis trading ini, ok resiko di bisnis ini apabila posisi yang kita ambil ternyata berlawanan dengan pergerakan harga, misal seperti ini apabila kita mengambil posisi Buy atau Beli maka harapan kita tentu saja harga akan naik tapi apabila ternyata harga bergerak turun berarti modal kita berkurang bukan untuk lebih jelasnya seperti ini kita Buy di harga 100 ternyata harga turun ke 75 itu berarti kita mengalami potensi kerugian sebesar 25 lalu apabila harga naik ke 150 kita mempunyai potensi keuntungan sebesar 50.

Kaitannya dengan resiko sendiri juga menjadi bagian yang menarik dari bisnis trading ini dimana dengan trading kita sudah bisa mengantisipasi berapa kerugian yang siap kita tanggung karena penerimaan terhadap resiko tiap tiap individu akan berbeda beda. Sebagai contoh kita gunakan contoh diatas misalnya bapak budi dan bapak agus sama sama mengambil posisi Buy di harga 100, nah bagi bapak budi penerimaan terhadap resiko hanya sebesar 20 sementara bapak agus sebesar 50, apabila harga bergerak turun menjadi 60 kemudian bergerak naik kembali ke level 110, maka pak budi akan mengalami kerugian sebesar 20 poin akan tetapi pak agus bisa untung 10 poin karena sebelum terkena batasan resikonya harga kembali naik, perhatikan ilustrasi berikut untuk lebih jelas.

Ekonomi Buruk Harga Turun Bisa Dapat Profit ???

Itulah gambaran mengenai bisnis trading kaitannya dengan kelebihan trading dari sisi kondisi market, apapun kondisi perekonomian saat ini apakah sedang resesi, krisis atau lagi tumbuh dengan bagus baik pergerakan harga naik ataupun disaat harga turun kita tetap bisa mendapatkan keuntungan dimana disisi lain tingkat resiko sudah bisa kita antisipasi lebih dini. Itulah sekelumit artikel tentang dunia trading dan kedepan saya akan membahas lebih jauh tentang dunia trading.

So…It’s Time To Trade…selamat datang bisnis modern masa depan dan bagi yang sudah trading have nice trading and lets profit run

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + 19 =