forex trading, strategi forex, belajar forex

Indikator “Andrews’ Pitchfork” Untuk Forex Trading (Bagian-1)

Analisa teknikal merupakan salah satu metode analisa yang lazim dipergunakan dalam forex trading. Manfaat yang diberikan di antaranya adalah memungkinkan seorang trader untuk “melacak” pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan trend yang tengah berlangsung. Bukan hanya trend yang bisa menjadi patokan, namun juga banyak “alat” lain seperti pengenalan pola pergerakan harga, juga indikator-indikator teknikal. Salah satu di antara banyak “alat” dalam analisa teknikal adalah “Andrews’ Pitchfork”, yang akan kita bahas dalam artikel kali ini.

Dari namanya, mungkin Anda sudah bisa menduga bahwa Andrews’ Pitchfork dinamai sesuai dengan nama kreatornya. Anda benar, karena penciptanya adalah Dr. Alan H. Andrews. Ia adalah seorang fisikawan yang lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia finansial. Ayahnya adalah seorang konsultan investasi sehingga hampir tiap hari ia akrab dengan perbincangan seputar pasar finansial. Dengan kecerdasannya – dan kesadarannya akan pentingnya pendidikan – ia berhasil lulus dari Harvard dan MIT, dua universitas yang sangat bergengsi di Amerika Serikat karena kualitasnya.

Namun Andrews tidak sendirian, ia mendapat bantuan dari Roger W. Babson dan George Marechal.

Perkenalan pertama dengan Andrews’ Pitchfork

Andrew’s Pitchfork sebenarnya bukan indikator melainkan termasuk dalam keluarga “Line Studies”. Termasuk dalam keluarga Line Studies ini adalah trendline, channel, Fibonacci Retracement dan lain-lain. Namun demikian, untuk mempermudah penyebutan, baiklah kita anggap saja Andrew’s Pitchfork adalah indikator teknikal.

OK, jadi apa dan bagaimana sebenarnya indikator ini?

Pada dasarnya, ia adalah indikator yang bisa dipergunakan untuk mengidentifikasi support dan resistance dengan bantuan tiga trendline sejajar. Tiga trendline itu terbentuk dari penempatan tiga titik acuan setelah menentukan trend yang jelas.

Bisa dikatakan indikator ini mirip dengan channel, hanya saja ia memiliki tiga garis, sementara channel pada umumnya hanya memiliki dua garis (atas dan bawah). Ketiga garis pada Andrews’ Pitchfork diperoleh dengan menggunakan tiga titik acuan yang merupakan titik-titik puncak dan lembah yang signifikan.

Berikut ini adalah penampakan Andrews Pitchfork dengan tiga titik acuan yang merupakan puncak dan lembah yang signifikan.

forex trading, strategi trading, belajar forex

Gambar 1: Andrews’ Pitchfork dengan 3 titik acuannya, digambar pada chart XAU/USD.

Garis yang berada di tengah channel yang terbentuk yang disebut “median line”. Itulah sebabnya metode analisa seperti ini juga kerap disebut sebagai “median line studies”. Pada Andrews’ Pitchfork, median line itu disebut “helve” (tangkai), sementara dua garis channel yang berada di atas dan bawah disebut “teeth” (gigi). Pitchfork sendiri berarti garpu rumput dalam bahasa Indonesia, sehingga penamaan “tangkai” dan “gigi” itu mengacu pada bentuk garpu rumput yang memiliki tangkai dan gigi. Kedua “gigi” itu sebenarnya adalah channel, di mana garis yag berada di atas menjadi resistance sedangkan yang di bawah menjadi support.

Ada 80% kemungkinan harga akan kembali bergerak menuju helve jika telah berada di garis atas atau bawah, namun jangan lupa bahwa ada juga kemungkinan harga akan menembus garis atas atau bawah tersebut jika tekanan bullish atau bearish sangat kuat, bahkan bisa mengubah arah trend.

Penerapan

Untuk menggambar Andrews’ Pitchfork, sebelumnya Anda harus melihat ada trend. Ingat, trend memiliki aturan: uptrend adalah sederetan puncak dan lembah yang semakin tinggi, sedangkan downtrend adalah sederetan puncah dan lembah yang semakin rendah. Lihat di sini untuk menyegarkan memori Anda tentang trend.

Pada gambar di atas terlihat bahwa XAU/USD mulai bergerak turun dari puncak Titik 1. Sebelum Titik 2, Anda juga bisa melihat ada lembah yang lebih tinggi, ini artinya Titik 2 merupakan lembah yang lebih rendah daripada lembah sebelumnya. Kemudian dari Titik 1 hingga Titik 3 Anda juga bisa melihat puncak yang terbentuk juga semakin rendah. Dengan demikian, pergerakan dari Titik 1 hingga Titik 3 merupakan downtrend untuk jangka pendek.

Setelah pitchfork tergambar dengan baik, langkah selanjutnya adalah mencoba mencari peluang jual atau beli. Untuk melakukan trading, Anda bisa memanfaatkan area di antara sepanjang channel, atau Anda bisa menunggu hingga salah satu garis channel (teeth/gigi) tembus untuk menerapkan breakout trading.

Metode yang juga sering dipergunakan adalah bounce trading dengan memanfaatkan channel sebagai support dan resistane serta helve (median line) sebagai pivot.

Ada beberapa aturan dasar yang diterapkan untuk trading berdasarkan Andrews’ Pitchfork ini:

  1. Sell ketika harga berada di area channel atas, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel bawah.
  2. Buy ketika harga berada di area channel bawah, target pertama adalah helve, sementara target terjauh adalah channel atas.
  3. Pada saat downtrend, buy jika channel atas tembus.
  4. Pada saat uptrend, sell jika channel bawah tembus.

Di artikel selanjutnya akan dibahas contoh penerapan trading dengan mempergunakan Andrews’ Pitchfork.

Sampai jumpa.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =