Solusi Mengatasi 6 Penyebab Kegagalan Trading

Fail trader 1Dunia trading Indonesia sedang berada dalam “masa suram”!

Mengapa? Karena mayoritas “karir” trader Indonesia (terutama pemula) berhenti secara prematur sebelum mereka mampu menghasilkan apa pun. Padahal banyak sekali yang telah menghabiskan begitu banyak waktu untuk meraih peluang yang ada di pasar, namun tak mampu memperoleh hasil yang berarti.

Ada banyak hal yang menyebabkan perjalanan trading para trader forex di Indonesia berhenti  dengan cepat ibarat bunga yang layu sebelum berkembang. Kali ini, kita akan mencoba untuk membahas setidaknya 6 penyebab kegagalan dalam trading berikut cara mengatasinya.

Penyebab #1: Belum menjadikan trading sebagai kebiasaan

Pernahkah Anda melihat pekerja di pabrik rokok kretek yang bisa melinting 350 batang rokok per jam dengan sangat rapi? Atau juru ketik yang bisa mengetik 80 kata per menit tanpa kesalahan, bahkan tanpa perlu melihat papan ketik?

Rahasianya adalah latihan yang kemudian menjadi kebiasaan. Itulah mengapa mereka terlihat sangat lihai melakukan hal-hal tersebut.

typist

Dalam trading pun demikian. Selama Anda masih belum terbiasa melakukan analisa dan mengambil keputusan, maka Anda akan tetap “gagap”. “Langkah” Anda akan tersendat-sendat dan Anda akan bosan karena menganggap trading forex bukanlah pilihan yang tepat. Padahal masalahnya bukan pada forex-nya, melainkan pada ketidakbiasaan Anda.

Solusinya: jadikan aktivitas trading sebagai kebiasaan. Luangkan waktu setiap hari untuk memantau, menganalisa dan melakukan transaksi. Nah, dalam proses “pembiasaan” ini, Anda bisa menggunakan demo account terlebih dahulu.

Penyebab #2: Masalah  kepercayaan diri

Ada dua masalah tentang kepercayaan diri:

–          Kurang percaya diri

–          Terlalu percaya diri (Oh, ya! Ini juga masalah!)

Kurang percaya diri diakibatkan kurangnya pengetahuan. Terlalu banyak hal-hal negatif yang memenuhi pikiran. Takut salah perkiraan, takut rugi, dan sebagainya. Ketakutan-ketakutan itu mencegah Anda untuk melakukan transaksi dan akhirnya justru banyak kesempatan emas terlewatkan.

confident 1

Solusinya: perbanyaklah belajar. Lengkapi  pengetahuan dengan teknik trading serta manajemen modal dan manajemen resiko, sehingga beberapa kali loss tidak akan mempengaruhi hasil trading Anda, karena secara keseluruhan Anda masih tetap bisa menikmati profit yang manis.

Sebaliknya, percaya diri yang terlalu tinggi pun bisa menjadi masalah. Terlalu percaya diri akan menyebabkan Anda tidak disiplin pada trading plan. Alih-alih mendapat keuntungan, justru kerugian yang besar akan senantiasa menghantui Anda hingga suat saat akan “membunuh” akun Anda.

Solusinya:Ingat bahwa Anda tidak mungkin bisa mengendalikan pasar. Pasarlah yang selalu benar. Maka patuhi sistem trading, manajemen modal dan manajemen resiko Anda. Ketika semua parameter itu mengatakan Anda harus keluar dari pasar, maka keluarlah. Dengan kata lain, patuhi trading plan Anda!

Penyebab #3: Terlalu banyak mempelajari teori trading

Banyak sekali trader pemula “kalap” dalam melahap berbagai macam teori, trik dan strategi sehingga mereka lupa bahwa semua itu tak akan membuahkan apa-apa tanpa praktek di pasar yang sesungguhnya. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka tidak membutuhkan teori yang terlalu rumit atau canggih untuk bisa menangkap peluang yang ada di pasar. Akhirnya mereka menjadi bingung, teori mana yang harus mereka pakai.

overlearning

Solusinya: Pelajari satu atau paling banyak dua sistem trading saja. Kuncinya adalah: pilih sistem trading yang paling sesuai dengan karakter/style trading Anda. Kenyataannya, para trader profesional hanya menggunakan satu atau dua strategi sederhana dengan konsisten.

Belajar memang perlu, namun terlalu banyak mempelajari teori trading hanya akan membuat Anda bingung.  Semua yang serba “terlalu” memang tak baik. 🙂

Penyebab #4: Terlalu mudah menyerah

Seringkali para trader pemula menyerah kalah setelah didera beberapa kali kerugian. “Ini bukan dunia saya,” kata mereka. Padahal beberapa kali kerugian adalah hal yang wajar dalam bisnis.

Yang membuat mereka “angkat tangan” biasanya adalah besarnya kerugian yang diderita. Ini karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen modal dan manajemen resiko.

give up

Solusinya: sadari bahwa kerugian hanyalah resiko yang memang merupakan bagian dari bisnis mana pun, termasuk trading. Agar bisa meminimalkan resiko, pelajari dan terapkan manajemen resiko yang baik dan benar, sehingga Anda akan memiliki lebih banyak peluang untuk memanfaatkan pergerakan pasar.

Penyebab #5: Tidak memiliki plan

If you failed to plan, you planned to fail.” Apa pun yang dilakukan tanpa perencanaan – terutama bisnis – hampir pasti tidak akan berjalan dengan baik, bahkan berakhir dengan kegagalan.

plan

Trader yang melakukan transaksi hanya secara sporadis, tanpa perencanaan yang matang, tak pernah bisa bertahan lama di kancah per-trading-an. Mungkin pada beberapa kasus ada pemula yang bisa memperoleh keuntungan di awal-awal perjalanan trading mereka, namun tidak pernah ada yang bisa mempertahankan prestasi itu. Justru mereka biasanya “selesai” hanya dalam hitungan minggu.

Solusinya: milikilah trading plan, yang di dalamnya ada aturan-aturan yang harus Anda ikuti termasuk batasan resiko, sistem yang harus diikuti, hingga aturan menggunakan modal. Jangan lupa: disiplanlah menjalankan trading plan tersebut. Dalam trading, ada pemeo yang berbunyi, “Plan your trade, trade your plan.”

Penyebab #6: Tidak fokus

Kebanyakan trader pemula – terutama part-timer – tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar.

focus

Kalaupun ternyata waktu senggang tersebut bertepatan dengan “jam sibuk” pasar (ketika banyak peluang yang tercipta), namun tidak diimbangi dengan konsentrasi yang cukup baik. Terkadang perhatian mereka teralihkan oleh tayangan di televisi, topik obrolan yang menarik, atau mungkin rengekan sang anak yang mengajak bermain. Akibatnya, banyak sekali peluang yang terlewatkan. Trading pun menjadi tidak maksimal, tidak bisa memberikan hasil yang diharapkan, dan pada gilirannya hanya akan membuat Anda meninggalkan peluang yang sangat luar biasa.

Solusinya: sediakan waktu khusus untuk trading. Pasar biasanya akan ramai pada pukul 14.00-21.00 WIB. Pilihlah waktu di antara jam-jam tersebut. Tidak perlu terlalu lama, cukup satu atau dua jam saja sehari, seandainya aktivitas Anda sudah cukup padat. Jika waktu Anda bisa lebih panjang, tetaplah selingi dengan istirahat sekitar setengah hingga satu jam tiap dua jam sekali. Ini penting untuk menjaga kebugaran Anda.

Seandainya memungkinkan, sediakan juga tempat khusus untuk melakukan aktivitas trading, di mana gangguan bisa Anda minimalkan. Jika tidak memungkinkan, buat kesepakatan dengan teman atau anggota keluarga yang lain bahwa Anda tidak ingin diganggu pada jam-jam trading Anda tersebut.

Mudah-mudahan pemaparan ini bisa mencegah Anda menjadi trader yang “layu sebelum berkembang”, dan dunia trading Indonesia akan segera keluar dari “masa suram” ini.

Apakah Artikel ini bermanfaat? Yuk Sampaikan komentar Anda

 

 

 

26 replies
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Cara terbaik untuk menentukan sistem trading yang mana yang cocok untuk kita adalah dengan mencobanya, Pak.

      Pertama kali, kita harus tahu tipe trader seperti apa sih kita ini? Baru kemudian kita menentukan strategi yang cocok dengan tipe/style kita itu (baca juga: http://www.foreximf.com/trading-strategy/sesuaikan-strategi-trading-dengan-tipe-anda-bagian-i/ dan lanjutannya: http://www.foreximf.com/blog/sesuaikan-strategi-trading-dengan-tipe-anda-bagian-ii-selesai/ ).

      Kemudian, cobalah bereksplorasi dengan beberapa jenis indikator. Lakukan simulasi hingga Bapak benar-benar bisa menemukan sistem yang mana yang bisa Bapak kuasai dengan baik, dalam arti bisa memberikan profit yang konsisten. Meskipun ada beberapa kali loss, itu wajar. Yang penting akumulasi hasil tradingnya masih profit. Sistem trading yang baik biasanya hanya memiliki akurasi sekitar 70% saja.

      Yang penting, jangan sampai dibingungkan oleh sistem trading kita sendiri Pak. Kalau kita sampai kebingungan, itu artinya sistem tersebut tidak cocok bagi kita.

      Demikian, semoga membantu. 🙂

      Reply
  1. aan says:

    trading sblm bnayak teori untung, setelah itu trlalu bnyk akun dan teori jdi buntung… adakah orang yang eksis di trading online?! mungkinkah kerugian saya sampai ratusan juta dan berkali2 mencoba buka akun slalu layu sebelum berkembang sinyal trading tdk cocok buat sy? bagaimana lepas dr keinginan bertrading ria…S♥ƴ good bye mudah tapi prakteknya untuk meninggalkan.100% dunia trading sngt sulit

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Terlalu banyak teori yang dipelajari memang justru menjadi salah satu penyebab kegagalan. Ditambah dengan penggunaan sistem yang tidak cocok dengan karakteristik trader. Kuncinya: pelajari hal-hal yang memang benar-benar penting dan perlu, lalu terapkan sesuai dengan gaya trading kita. Kami siap membantu Anda untuk belajar dengan benar dan tepat. 🙂

      Reply
  2. Eko Purnomo says:

    Saya ingin belajar cara memadukan Moving average, Stochastik, CCI, bisakah kita mendapatkan panduannya?
    Kapan waktu yang tepat untuk memulai analisa itu dan kapan waktu yang tepat untuk memulai trading
    Terima kasih. 08180xxxxxxx

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Untuk mempelajari Moving Average, Stochastic dan CCI, Pak Eko bisa mengunjungi laman edukasi kami. Silakan klik di sini. Jika Anda berminat, kita bisa mengatur sesi khusus untuk edukasi. Tim kami akan menghubungi Bapak dalam waktu dekat.

      Waktu yang tepat untuk memulai analisa tergantung pada masing-masing trader. Tapi jika trading forex, jam-jam yang “ramai” biasanya antara pukul 15.00-22.00 WIB.

      Reply
  3. Flankie says:

    “Kebanyakan trader pemula – terutama part-timer – tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan analisa dan transaksi karena kesibukan mereka. Akhirnya mereka hanya melakukan transaksi di waktu-waktu senggang saja. Sayangnya kebanyakan waktu senggang yang mereka miliki justru adalah waktu-waktu yang “sepi”, ketika tidak banyak pergerakan yang signifikan di pasar.”…..

    nah saya kurang setuju dengan pernyataan di atas. jadi part time trader itu juga asik loh. dan analisa itu bisa dilakukan kapan saja, tidak peduli market sepi atau ramai. hehe… CMIIW …. 🙂

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Hm… sepertinya Anda belum sampai ke bagian “Solusinya”, Bung Flankie. Saya juga menulis, “… sediakan waktu khusus untuk trading.” Anda mengatakan, “…dan analisa itu bisa dilakukan kapan saja…” Bukankah “kapan saja” itu juga membutuhkan waktu? Jadi sepertinya tidak ada kontradiksi di sini. 🙂

      Anda juga menulis, “… tidak peduli market sepi atau ramai.” Saya kira tetap harus peduli. Bayangkan apabila Anda sudah masuk posisi, namun pasar kemudian bergerak “flat”. Keadaan “flat” ini yang saya katakan sebagai “sepi”. Ini akan berpengaruh terhadap psikologi seorang trader. Pada kenyataanya sangat banyak trader — terutama pemula — yang kemudian tidak sabar menunggu hasil dari transaksi yang mereka buka. Akhirnya? Mereka keluar pasar terlalu cepat.

      Mungkin Bung Flankie sudah bisa menguasai emosi, sehingga keadaan “flat market” tidak akan mempengaruhi mental Anda. Well, tulisan ini memang saya tujukan untuk para pemula yang KEBANYAKAN (oh ya… saya tuliskan juga kata “kebanyakan” itu di awal paragraf yang Anda kutip, untuk tidak menggeneralisir) cenderung masih dikuasai emosi ketika trading, agar mereka — seperti yang juga saya tulis — tidak “layu sebelum berkembang”.

      Oh ya, jangan lupa, poin sesungguhnya adalah: fokus. Saya tidak mengatakan menjadi “trader part-time” itu haram kok, asal bisa fokus. Meskipun Anda bisa melakukan analisa “kapan saja”, tidak akan bisa berhasil kalau tidak fokus. Misalnya, bayangkan apabila ketika Anda sedang asyik melakukan analisa lalu anak Anda merengek minta ditemani merakit Lego (ini sih pengalaman pribadi, hehe…). Jika Anda kemudian memarahi anak Anda, maka itu akan menjadi preseden buruk untuk Anda sebagai ayah. Anda belum menjadi ayah? Mungkin istri, atau kekasih Anda yang bisa jadi akan meminta perhatian “lebih”… if you know what I mean…. 😀

      Salam sukses, Bung Flankie! Terima kasih sudah mau mampir dan berdiskusi. I appreciate that.

      Reply
  4. azwar says:

    terimakasih sekali udah memberikan wawasan yg berguna, semoga natinya saya lebih disiplin lagi dalam menjalankan trading, kalau boleh tau yg dimaksud dengan manajemen modal dan menajemen resiko maksudnya nya bagaimana apakah ada ulasan tenteng materi tersebut… terimakash sekali lagi atas masukan nya

    Reply
    • azwar says:

      kalau boleh tau sepengalaman bapak kira2 ada tehnik yg mudah dipahami atau mungkin bisa dijadikan sebagai patokan dalam analisa market, karena sampai saat ini saya belum tau mana yg mudah saya pahami, karena saya selalu mencampur adukkan tehnik yg saya tau , mgkn itu juga yg membuat analisa saya selalu salah, mohon diberikan cntoh tehnik yg mungkin bisa saya jdkan patokan satu saja biar ndak tambah pusing tentang tehnik tersebut…terimakash

      Reply
      • Eko Trijuni
        Eko Trijuni says:

        Sebenarnya agak sulit bagi saya untuk memberikan saran metode atau teknik analisa untuk Anda, karena saya tidak tahu persis karakter trading Anda seperti apa. Kalau kami di FOREXimf.com mempergunakan metode analisa trend following yang sederhana saja: Fibonacci retracement, stochastic, CCI, plus Moving Average (sebagai 2nd opinion). Yang lebih sederhana dan mudah dipahami memang ada, yaitu metode analisa yang kami beri nama ATRIUM. Sayangnya tidak bisa saya sampaikan di sini, karena metode itu kami persembahkan khusus untuk nasabah aktif kami saja. 🙂

        Yang bisa saya sampaikan adalah gunakan teknik yang paling Anda mengerti dan paham dan cobalah untuk berkonsultasi dengan orang yang kompeten untuk menerangkannya. Anda bisa berkonsultasi melalui online chat dengan tim Market Analyst FOREXimf.com.

        Sebagai pengayaan materi, mungkin artikel berikut ini bisa membantu: Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal FOREXimf.com

        Semoga bermanfaat. 🙂

        Reply
  5. suhendar says:

    emang betul sekali yg bpk katakan di atas ke gagalan ada di diri kita sendiri, sy mengalaminya hampir 2 minggu sy slalu propit walau pun sdikit, hancur dlm sekejap kar na ter lalau emosi,trmakasih atas saran nya

    Reply
  6. bamz says:

    informasi di atas membuat saya harus kembali dari nol untuk mengenal tipe trader diri saya sendiri, belum bisa terjun ke akun real. karena saya sering loss dan bingung dalam take position.
    gimana cara untuk meningkat kn PEDE dalam bertrading?

    Reply
  7. fadjar says:

    Saat ini posisi saya stuck karena penurunan harga emas yang sangat tajam dengan modal tertahan di sana sekitar 44.000. Seandainya bisa keluar dari lembah ini meski dengan kerugian besar, saya akan memulai lagi dengan cara-cara yang bapak uraikan di laman ini.

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Bapak bisa berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami untuk membantu Bapak menyelesaikan masalah tersebut. Bapak bisa hubungi kami melalui Live Chat. Atau, jika Bapak sudah menjadi nasabah FOREXimf.com, Bapak bisa juga berkomunikasi dengan kami melalui WhatsApp.

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =