Bearish

Bearish

Bearish berasal dari Inggris pada abad ke-18, yang mendeskripsikan seorang spekulan yang melakukan kontrak jual-beli sebuah aset yang belum sepenuhnya dimiliki dan mengharapkan harga pasar aset jatuh agar mendapatkan keuntungan yang cukup besar saat perjanjian jual-beli jatuh tempo ”

Otoritas Jasa Keuangan

Apa itu Bearish?

Bearish adalah sebuah kondisi pasar saham yang mengalami penurunan indeks harga secara keseluruhan. Biasanya apabila terjadi krisis ekonomi dan kondisi pasar saham mengalami bearish maka para investor akan menjual sahamnya.

Kondisi pasar yang mengalami tren turun menjadikan aktivitas jual-beli saham tidak seimbang sehingga para investor menarik kembali uangnya keluar dari pasar saham karena tau=kut mengalami kerugian yang cukup besar. Para investor berpikir lebih baik menyelamatkan modalnya daripada harus menghadapi kondisi pasar yang cukup mengkhawatirkan.

Faktor yang Mempengaruhi Kondisi Bearish

Terdapat beberapa faktor yang menggambarkan bearish dengan pergerakan harga pasar saham dengan waktu tertentu. Berikut, faktor-faktor yang perlu diketahui:

  • Kondisi ekonomi makro, pergerakan harga saham mempengaruhi ekonomi makro seperti penerapan kebijakan suku, tingkat inflasi kebijakan ekonomi, dan lainnya.
  • Krisis ekonomi global, krisis ekonomi seperti pandemi di tahun ini mempengaruhi pergerakan harga saham sehingga para investor menyelamatkan modalnya dengan memilih jalan aman.
  • Nilai tukar rupiah, pengaruh nilai tukar rupiah sangat besar karena apabila kondisi rupiah melemah pasar modal akan mengalami bearish.

Indikator Mengetahui Kondisi Bearish

Terdapat beberapa indikator yang perlu Anda ketahui pada kondisi bearish, yaitu:

  • Mengetahui dengan moving average
  • Menggunakan candle stick
  • Membandingkan dengan IHSG.

Cara Menghadapi Kondisi Bearish

Ada beberapa cara untuk mengadapi kondisi bearish untuk para investor yang mengalami sentimen pasar dengan perubahan negatif, berikut cara menghadapi kondisi bearish:

  • Pilih saham yang defensif
  • Batasi portofolio 5-8 emiten
  • Tidak perlu berbelanja secara berlebihan
  • Perlu melakuka  money management