TAHUN 2023 AKAN RESESI_ TAK MASALAH, TRADING FOREX MASIH BISA SANTUY KOK

04 November 2022 in Trading - by Georgia P

Ketimbang mendengar kata Resesi, kata seperti cuan dan profit lebih enak didengar bukan? Jelas, alasannya tak lain karena kata resesi — sampai detik artikel ini terbit — masih menjadi kata kunci yang banyak dicari di media sosial. Namun, bukannya memberikan rasa nyaman, kata ini justru menyebar ketakutan secara global dan menjadi isu yang tengah menjadi sorotan publik.

Saking kencangnya isu resesi ini, linimasa kamu pasti sudah mulai dipenuhi dengan bahasan tentang persiapan resesi, tips & tricks agar bisa melewati badai resesi ini, dan sebagainya. Belum lagi, dengan munculnya berbagai "finfluencer" yang sibuk menggelarkan aksi fear-mongering berkedok peringatan kiamat 2023, resesi telah tiba, dan judul clickbait lainnya yang memicu penasaran publik. Apa tujuan mereka melakukan itu? Apalagi kalau bukan untuk menjual ketakutan sembari mempromosikan diri dan kelas mereka sendiri, sebut saja jualan kelas.

Pastinya risih bukan? permasalahan ekonomi 2023 itu berada di tataran sistemik dan makro. Tapi yang beredar justru konten-konten personal finance yang ranahnya dikategorikan sebagai pendekatan ekonomi mikro. Alhasil, isu resesi semakin meledak hingga pemerintah pun harus turun tangan untuk mereda penyebarannya, belum lagi hoax-hoax yang beredar sampai ke grup whatsapp keluarga.

 Resesi Ekonomi

Karena begitu sensitifnya isu resesi, pengaruhnya dapat memicu paradox of thrift, dimana pelaku ekonomi berusaha menghemat hingga dilakukan secara bersamaan oleh tiap individu, secara perlahan tapi pasti, perilaku ini akan memicu resesi.

Dampak Resesi Terhadap Aktivitas Forex

Masih ingat awal pandemic 2020? Dii saat aktivitas di luar rumah mulai berkurang, dari kantor, pabrik, hingga pusat bisnis dan jalanan sepi. Pasar saham, bursa dan  aktivitas ekonomi berhenti total. Resesi di kala itu begitu riil, tapi yang menakjubkan adalah resiliensi manusia yang jauh melebihi ekspektasi. Kemampuan untuk bangkit dan beradaptasi membuktikan baik pandemi maupun resesi itu tidak perlu berlebihan dihiraukan. Karena sekalipun Resesi terjadi di tahun 2023, kita sudah dibekali pengalaman dan persiapan yang matang. Lantas, apa dampak resesi terhadap aktivitas Forex?

Devaluasi Kurs

Sederhananya, resesi akan memicu penyebaran devaluasi dari konversi valas yang beredar baik itu valas yang nilainya besar ataupun kecil. Efek ini terjadi karena negara yang terdampak resesi akan mengurangi suku bunga dasar, terus menerus. Beberapa trader juga merasakan efek yang sama, tepatnya oleh bank dan institusi besar yang cenderung defensive menanggapi resesi.

Gejolak Resesi, Kesempatan Emas untuk Trader

Namun, berbeda jika trader yang melihat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan profitnya. Timing untuk investasi pada valas dengan kurs rendah dan menjualnya kembali saat ekonomi negara tersebut membaik. Terlihat mudah, bukan? sebuah entry dan exit point yang mudah dicerna tapi butuh jam terbang dan kesabaran yang besar untuk mencapainya. Pada umumnya, metode ini dikenal dengan going long atau swing trade, yang relatif lebih sering dipakai pada periode resesi yang berlangsung sebentar.

Sedia Payung Sebelum Hujan Resesi

Sayangnya, swing trade kurang efektif di tengah pandemik yang terus memicu resesi berkepanjangan. Di saat yang sama, trader yang aktif di pagi-sore hari juga mengalami kesulitan dalam menghasilkan profit dari perubahan nilai tukar harian dan mingguan.

Tapi tenang, opsi untuk memilih tetap trading forex di tengah resesi masih tersedia dengan pertimbangan yang matang tentunya. Adapun beberapa langkah yang bisa membantu kamu melindungi modal kamu (tentunya pastikan itu uang dingin).

Gunakan Platform Trading

Seperti halnya kemudahan transaksi trading forex, penggunaan platform trading seperti MetaTrader 4 sangat mumpuni. Fungsinya tak lain untuk membantu trader dalam memantau tren forex dan eksekusi saat menemukan timing yang sesuai. Platform ini juga memiliki fitur analisis dan indikator teknikal, yang mudah dipahami dan dikuasai cara penggunannya.

Pasang Stop-Loss Order

Metode yang terkesan membosankan tapi jangan disepelekan, karena ini akan membantu trader mengurangi resiko saat trading forex. Secara otomatis, langkah ini akan memastikan kerugian trader tidak melebihi ekspektasi dan rasio untung:rugi yang ditentukan dengan perhitungan yang matang dan sesuai dengan gaya tradingmu. Efeknya, kamu bisa lebih siap secara mental dan lebih akuntabel dalam mengatur modal trading forex, walaupun resesi belum bisa diprediksi akan selesai dalam waktu dekat.

Sehingga keputusan kembali ke trader, apakah mau mencoba menemukan kesempatan meraup keuntungan dengan investasi pada valas yang memiliki kurs rendah dan prosentase besar mengalami pertumbuhan ekonomi kembali, atau memilih untuk mengamati perubahan pasar bursa dan membahas analisa dengan sesama komunitas Foreximf? Apapun keputusanmu, semoga artikel ini dapat memberikan gambaran yang jelas akan berbagai kemungkinan dari dampak resesi terhadap forex.

 

FOREXimf Telegram Channel

Share :