Dapatkan Signal Trading Gratis-
Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia

SAMA-SAMA PERANG: TRADER FOREX BISA BELAJAR DARI ANGKATAN BERSENJATA

10 April 2023 in Blog - Trading - by Admin FOREXimf

Jika ada yang bilang bahwa trading forex bagaikan memasuki medan peperangan, itu merupakan gambaran yang sangat akurat. Seperti halnya peperangan, di dalam trading forex kita akan menemukan risiko, bahaya, dan ketidakpastian. Terkadang beberapa trader forex melihat bahwa pasar forex adalah musuh yang harus mereka kelabui. Ada juga trader yang berpikiran bahwa trader lain adalah musuhnya sehingga ia harus mengalahkannya. 

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Sebagaimana dalam setiap peperangan, kemenangan baru bisa diraih oleh mereka yang punya strategi bagus dan mampu menjalankannya dengan pikiran yang jernih. Itulah sebabnya, dalam artikel kali ini kita akan melihat bagaimana trader dapat belajar trading forex dari tentara dan strategi-strateginya, sehingga dapat diterapkan oleh trader untuk menghadapi pasar. 

Strategi militer seperti apa yang umumnya diterapkan para prajurit peperangan? Kita dapat mengambil konsep siklus OODA yang pertama kali diperkenalkan oleh pilot pesawat tempur Angkatan Udara AS, Kolonel John R. Boyd. Siklus OODA ini merupakan singkatan dari Observe (mengamati), Orientate (mengarahkan), Decide (memutuskan), dan Act (bertindak). Singkatnya, konsep ini menjelaskan tahapan-tahapan ketika seseorang bereaksi terhadap suatu peristiwa. 

Pertama, untuk meresponi sebuah peristiwa, manusia akan Observe atau mengamati melalui inderanya. Tahap kedua adalah melakukan Orientate atau mengarahkan hasil pengamatan tadi untuk menciptakan perspektif mental dari situasi saat ini. Tahap selanjutnya adalah Decide, yakni memutuskan tindakan apa yang mau diambil dalam menanggapi peristiwa tersebut. Dan yang terakhir, tentu saja Act atau bertindak. Lantas bagaimana tahapan OODA ini dapat diterapkan dalam trading forex? 

Pertama, trader forex harus memahami bahwa selain keserakahan dan ketakutan, dalam trading forex mereka harus selalu waspada terhadap perasaan bingung dan ketidakpastian. Ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali Anda terkejut dengan pasar forex? Anda sedang bingung mencari tahu, “Ini pasar kenapa sih? Apa yang terjadi?” tapi ketika Anda sudah mulai bisa mengetahui sebabnya, pasar mungkin sudah bergerak jauh sekali, dan Anda sudah tidak bisa berbuat apa-apa. 

Ada prinsip dasar perang yang mengatakan bahwa “the best defense is a good offense”. Dengan kata lain jika seseorang ingin melindungi diri dari serangan lawan, maka dia sebaiknya menyerang lawan secara agresif dan memaksanya untuk bertahan, sehingga lawan tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik. Jika benar demikian, trader yang sukses harus dapat melindungi diri dan mencari taktik untuk bertindak dengan benar, jika pasar melemparkan rudal ketidakpastian. Sama seperti seorang prajurit yang melakukan tindakan heroik dan menghadapi kondisi yang sulit tanpa berpikir panjang (karena sudah terbiasa), trader forex perlu berlatih agar bisa memberikan respon yang tepat kala sedang trading di bawah tekanan.

Berikut ini 3 tips yang dapat diterapkan oleh setiap trader forex:

  1. Pertimbangan Skenario Alternatif dalam Keputusan yang Dibuat Saat Trading 

Dalam perang, sebuah negara tidak bisa hanya bergantung pada satu strategi utama. Jika ternyata rencana strategi itu terlalu mahal untuk dilaksanakan atau tidak berhasil, mereka harus punya rencana strategi alternatif yang lebih efektif dan efisien. Pasalnya, taktik musuh dapat berubah dalam waktu singkat dan tanpa diduga sebelumnya. 

Mau sejago apapun, tidak ada trader forex yang bisa benar-benar memprediksi peristiwa apa yang bakal terjadi dengan tepat. Namun yang trader bisa lakukan adalah mengatasi rasa kebingungan apabila sesuatu yang mengejutkan terjadi di pasar. Jangan berpikir bahwa keyakinan Anda bisa dipegang 100 persen—apabila rencana harus diubah karena satu dan lain hal, sudahkah Anda siap? Anda tidak bisa terlalu lama diam dalam ketidakpastian tanpa membuat keputusan apapun, kan? 

  1. Trader Forex Harus Mempelajari Perilaku Pasar.

Negara yang terlibat perang akan mencari tahu perilaku musuhnya, terutama agar mengetahui kelemahan-kelemahan musuh tersebut. Mempelajari perilaku musuh sangat penting karena memberikan informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan taktis dan serangan apa yang hendak diluncurkan. 

Trader forex yang berpengalaman tahu bahwa kesuksesannya tidak terletak pada kemampuannya dalam memprediksi apa yang akan dilakukan pasar. Trader sukses itu adalah ketika ia berhasil memahami apa yang telah dilakukan pasar dalam kondisi serupa. Trader perlu mengamati dan membiasakan dirinya dengan kecenderungan pasar Dengan begitu trader dapat dengan sigap menyesuaikan diri dan bertindak cepat dalam situasi apapun.

  1. Trader Forex Diperbolehkan untuk Meminta Bantuan.

Dalam perang, adalah wajar untuk sebuah negara meminta bantuan dari negara lain. Mereka dapat meminta dukungan finansial, persenjataan, atau logistik. Sebagai contoh, negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Perjanjian NATO (North Atlantic Treaty Organization) dapat  saling membantu dan mendukung satu sama lain dalam menghadapi ancaman militer.

Dalam trading forex, pengamatan dan sumber daya Anda mungkin terbatas. Banyak hal dari pasar forex yang lalai Anda amati. Itu sebabnya, trader forex sebaiknya meminta saran dari orang lain. Misalnya, di dalam komunitas trading forex Anda dapat berinteraksi dengan trader-trader forex untuk berdiskusi open posisi. Mungkin peluang yang lebih menarik bisa Anda dapatkan melalui pengamatan yang dilakukan trader lain. 

Pemenang dalam peperangan adalah mereka yang berani mengambil keputusan strategis dan tahu bagaimana bereaksi dalam ketidakpastian. Demikian juga, trader forex yang sukses adalah mereka yang cermat mengamati kondisi pasar dengan baik, menyesuaikan diri dengan cepat, dan bertindak secara efisien.