KELEBIHAN TRADING FOREX DIBANDINGKAN DEPOSITO

14 November 2022 in Trading - by Yenny K

Semua instrumen investasi/keuangan pasti beresiko, mulai dari deposito hingga trading forex. Yang penting adalah bagaimana meminimalisir resiko sehingga peluang trading bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan yang maksimal. Temukan cara menerapkan money management trading forex melalui artikel ini.

Deposito termasuk instrumen yang cukup populer di Indonesia. Apa itu deposito? Kalau kita ke bank, umumnya akan ada 3 pilihan untuk menyimpang uang, yaitu produk tabungan, produk giro, dan produk deposito. Untuk produk tabungan dan giro, kita bisa menariknya kapan saja, lewat ATM misalnya. Sedangkan untuk deposito, uang kita akan ditahan entah itu selama satu bulan atau satu tahun, tergantung lama yang kita pilih. Produk tabungan memberikan bunga imbalan yang jauh lebih kecil daripada deposito yakni sekitar 0,7-1% saja, sedangkan bunga deposito saat ini berkisaran 3-5% per tahun. Dengan kata lain, deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dengan syarat-syarat tertentu. Pertanyaan berikutnya, apakah instrumen deposito cukup aman?

Cerita berikut ini benar – benar terjadi di BNI Makassar pada tahun 2021. Seorang nasabah bernama Andi mengaku kehilangan depositonya senilai Rp 45 miliar rupiah. Singkat cerita di Juli 2020 Andi meminta BNI untuk memindahkan uang di tabungannya ke rekening deposito. Artinya Andi tidak perlu transfer atau setor uang baru ke deposito. Sampai akhirnya di Februari 2021, Andi tidak bisa mencairkan deposito Rp 45 miliarnya untuk keperluan bisnis. BNI yang tidak merasa menyimpan deposito ini juga ikut turun tangan dan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri pada 1 April 2021.

Usut punya usut ternyata ada pegawai BNI bernama Melati menawarkan deposito dengan bunga 8,25% per tahun dan memasukkan dana terlebih dahulu ke rekening bisnis di BNI cabang Makassar atas nama para deposan. Kemudian Melati menyerahkan slip kepada para deposan untuk ditandatangani dengan alasan mau dipindahkan ke deposito. Tapi ternyata dana nasabah tersebut ditarik dan disetor ke rekening bodong milik Melati dan komplotannya. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Makassar akhirnya memvonis Melati dengan pidana 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp10 miliar dengan subsider 4 bulan penjara.

Pada artikel ini, bukan maksud saya untuk menakut – nakuti para pembaca, namun kalian harus memahami bahwa pada semua instrumen keuangan itu terdapat resiko. Deposito termasuk low risk investment, jadi akan diimbangi dengan low return juga. Nah, kalau ada yang menawarkan deposito dengan bunga tinggi 9-12% kita harus curiga, waspada dan skeptis terlebih dahulu. Tapi tahukah Anda kenapa deposito bank itu return-nya kecil?

Bank menghimpun dana dari masyarakat, baik melalui kredit maupun yang menaruh uangnya di deposito. Kalau kita cek di Badan Pusat Statistik (BPS), suku bunga kredit bank swasta nasional untuk keperluan konsumsi ada di 10,32% per tahun. Dari sinilah bank akan memberikan kita 4% nya sebagai bunga deposito. Kemudian selisihnya sekitar 6% masuk sebagai laba atau keuntungan bank. Kurang lebih begitulah cara kerja deposito di bank.

Menengok kasus deposito di atas, kita dapat menemukan setidaknya 3 pelajaran yang dapat diterapkan dalam aspek pengelolaan keuangan, bahkan juga berlaku di trading forex. Apa saja 3 poin tersebut?

  1. Jangan Masukkan Semua Uang di Satu Produk

Maksudnya adalah agar resikonya itu bisa terbagi, atau setidaknya jangan taruh semua uangnya di satu rekening karena Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu hanya bisa menjamin maksimal Rp 2 miliar setiap rekeningnya.

  1. Harus Selalu Waspada dengan Hal Kecil

Kalian harus selalu melakukan check dan recheck lagi setiap hal secara mendetail. Jika ada ada yang mencurigakan, misalnya tulisan di bilyet yang agak buram, kalian harus segera tanggap melapor dan jangan diam saja. Lebih baik bertanya daripada sesat di jalan, bukan?

  1. Jangan Mudah Percaya

Kita harus menanamkan sifat kritis dalam hidup, terutama terkait finansial. Jangan dengan mudahnya mempercayakan uang kita kepada orang lain meskipun mereka adalah pekerja atau petugas yang biasa melayani kita di bank. Cari tahu semua detail-nya dulu mulai dari isi depositonya apa, bunganya berapa persen dan apakah lembaganya ini terpercaya atau tidak, serta apakah produknya dijamin oleh LPS atau tidak.

Semua Instrumen Beresiko, termasuk Trading Forex

Kembali lagi ke trading forex atau trading emas. Seperti sudah diutarakan di atas, setiap instrumen memiliki resikonya masing – masing. Trading itu bisa katakan high risk investment, jadi ketika kalian profit kalian bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, dan begitupun sebaliknya. Kemudian dari sudut pandang resiko, ada 2 jenis resiko dalam trading yakni resiko ketika memilih broker dan resiko ketika melakukan trading. Kali ini kita akan memperhatikan resiko kedua, yakni mengenai resiko saat bertrading.

Jika kalian memutuskan untuk melakukan trading forex, resiko ini ada hubungannya dengan money management. Adalah amat penting untuk belajar mengenai money management. Money management ini berbicara mengenai berapa banyak resiko yang akan dialokasikan untuk melakukan trading. Sebaiknya resiko ini diatur seminimal mungkin agar bisa menghasilkan potensi yang besar. Sebagai contoh kalian memiliki dana sebesar $10,000. Kalian bisa membagi $5,000 untuk dana trading dan $5,000 lagi untuk dana jaga – jaga atau cadangan kalian. Dari $5,000 dana untuk trading tersebut, kalian bisa membaginya ke 10 kali transaksi sehingga resiko masing – masingnya adalah sebesar $500. Jika kalian suatu ketika melihat sebuah peluang yang sangat baik, kalian hanya boleh meresikokan dana kalian sebesar $500 saja. Jika akurasi trading kalian anggaplah hanya 60 persen, berarti dalam 10 kali transaksi kalian mengalami kerugian sebesar $2,000. Tapi kalian juga akan menghasilkan profit sebesar $3,000. Jadi total keuntungan bersih yang kalian dapatkan adalah $3,000 - $2,000 = $1,000.

Jika kalian tertarik untuk belajar lagi mengenai money management yang lebih komprehensif di trading forex dan trading emas kalian bisa langsung menghubungi Tim Market Analyst FOREXimf.com. Pengalaman mereka trading forex dan trading emas belasan tahun akan membantu kalian untuk membuatkan formula yang lebih baik dalam mengatur keuangan trading kalian. Jadi tunggu apa lagi, segera mulai trading forex dan trading emas dengan broker terpercaya FOREXimf.com.

 

FOREXimf Telegram Channel

Share :