EKSPEKTASI TRADING JANGAN BERLEBIHAN, INI YANG SEHARUSNYA

23 December 2022 in Trading - by Yenny K

Pikiran manusia dianugerahi mekanisme untuk menghindar dari rasa sakit, yang membantu kita mengatasi penderitaan fisik dan emosional. Sebagai contoh, apa yang Anda lakukan jika tangan Anda tidak sengaja menyentuh permukaan yang panas? Atau ketika meletakkan tangan di atas api? Secara refleks, tentu Anda langsung menarik tangan dan menjauh dari api tersebut, bukan? Sama halnya dalam trading, seorang trader tanpa disadari bisa menghindar dari rasa sakit secara emosional. Sayangnya, demi menjauh dari rasa sakit tersebut, si trader sebenarnya sedang memblokir informasi apapun yang sesuai dengan analisanya. Ia sudah memiliki ekspektasinya sendiri. Trader tersebut pun berusaha untuk merasionalisasi, membuat alasan, meremehkan pentingnya informasi yang bertentangan, dan kadang-kadang berbohong kepada diri sendiri hanya untuk merasa nyaman.

Ekspektasi Trading Berlebihan, Bisa Berabe

Memiliki ekspektasi itu sah-sah saja, tetapi masalah bisa muncul ketika Anda menetapkan ekspektasi yang tidak realistis. Tidak ada yang salah dengan ekspektasi menjadi seorang milyarder, bahkan bisa saja itu terjadi, tapi seberapa besar kemungkinan peluang itu menjadi kenyataan? Karena ekspektasi ini lazimnya tidak banyak menjadi kenyataan, Anda biasanya merasa kecewa, sedih dan frustrasi ketika segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik.

Yang lebih buruk lagi adalah ketika situasi ini terjadi berulang-ulang. Perasaan kecewa dan frustrasi bisa bertambah dan berkembang menjadi kemarahan dan kebencian terhadap diri sendiri. Kemudian Anda bahkan menyalahkan pasar. Karena Anda merasa putus asa, Anda mungkin akhirnya menyerah dan berhenti trading forex sama sekali! Penyebabnya padahal hanya soal ekspektasi yang tidak pada porsinya. 

Contoh kasus klasik dari ekspektasi yang tidak terwujud dalam trading adalah saat trader bertahan ketika memiliki posisi trading yang merugi. Saat itu mungkin harga bergerak ke arah tren yang berlawanan dengan posisi Anda, tetapi Anda cenderung mengabaikan semua sinyal yang sudah jelas ini, dan malah fokus pada detail yang tidak signifikan yang masih mendukung analisa posisi trading Anda. Fokus dan objektivitas jelas hilang dari pandangan Anda karena Anda merasa terlalu menyakitkan untuk menerimanya.

Belajar Mengelola Ekspektasi Trading dengan Realistis

Dalam bisnis trading dan mungkin juga dalam kehidupan sehari – hari Anda, mengelola ekspektasi yang kita harapkan adalah hal yang sangat penting. Perhatikan dengan seksama kalimat tersebut: Saya tidak mengatakan Anda harus menghilangkan ekspektasi; yang saya katakan adalah sebagai trader Anda harus mengelola ekspektasi. Jika Anda menghilangkan ekspektasi, Anda akhirnya tidak merasa bahwa ada sesuatu yang harus diperjuangkan. Kalau tidak punya ekspektasi sama sekali, justru fokus Anda di trading bisa beralih ke hal – hal yang lain.

Di sisi lain, jika Anda dapat mengelola ekspektasi trading Anda, maka Anda dapat dengan mudah menyesuaikan pandangan Anda terhadap pasar. Anda akan menerima apa yang dikatakan pergerakan harga kepada Anda melalui grafik candlestick. Wajar saja kalau Anda mengharapkan harga bergerak ke level tertentu, tapi bakal bahaya kalau Anda jadi keras kepala ingin mempertahankan pendapat atau analisa Anda. Padahal sudah jelas-jelas grafik candlestick menunjukkan yang sebaliknya kepada Anda. 

Seorang trader perlu belajar untuk melepaskan hal – hal yang tidak dapat mereka kendalikan, contohnya seperti pergerakan harga di market. Kelola saja hal – hal yang dapat Anda kendalikan, salah satunya adalah ekspektasi. Ketika ekspektasi trading dikelola dengan baik, niscaya Anda dapat mengambil keputusan trading forex ataupun trading emas dengan lebih rasional. Ini adalah kunci yang baik supaya trader menghasilkan lebih banyak kemenangan daripada kerugian.

Buka Akun Demo Trading Forex