KURS SINGAPORE HARI INI DAN ANALISANYA

23 November 2021 in Kurs - by Adi Nugroho

Sebagaimana Kurs Dollar Hari Ini pada umumnya maka kurs mata uang Singapore yakni SGD atau Singapore Dollar pun mengalami naik turun. Perkembangan pasar valas sangat berpengaruh karena sistem moneter di Indonesia ini sangat liberal,  yakni dibebaskan dan diserahkan kepada kondisi pasar valas,  dengan menerapkan sistem kurs mengambang bebas atau free floating exchange rate system. Dengan demikian maka nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing pun sangat dipengaruhi dan bahkan ditentukan oleh mekanisme pasar valas.

Perkembangan Kurs Singapore Hari Ini

Pada akhir pekan ini kurs Singapura terhadap mata uang Rupiah ditutup pada nilai 10,453.84 yakni melemah sekitar -33.48 atau -0.32%. Telah sejak sepekan lalu SGD melaju naik menguat. Hal ini tak lepas dari upaya Otoritas Moneter Singapura atau MAS (Monetary Authority of Singapore) yang melakukan kebijakan pengetatan kebijakan moneter sejak pertengahan Oktober lalu, dengan melakukan upaya beli SGD besar-besaran,  guna menahan laju inflasi yang dialami oleh mata uang SGD. Sebagai dampaknya maka lalu nilai tukar mata uang dolar Singapura pun jadi terus menguat terhadap mata uang Indonesia, yakni rupiah. Pada awal pekan SGD atau dolar Singapura melaju 0,61%, dan stagnan pada hari Selasa, kemudian melesat naik ke 0,41% di hari berikutnya. Jadi sejak 3 hari perdagangan lalu, laju kenaikannya telah mencapai lebih dari 1%. Lalu pada hari perdagangan di hari Kamis tgl 4 November pukul 12:49 WIB, maka SG$ 1 jadi setara 10.611,11 Rupiah, jadi SGD atau dolar Singapura mengalami penguatan sebesar 0,07% pada pasar spot. Sejak 14 Oktober lalu MAS pun telah menaikkan kemiringan atau slope S$NEER yakni Singapore dollar nominal effective exchange rate dari yang sebelumnya posisinya ada di sekitar 0%. Adapun lebar atau width dan titik tengah atau centre nya masih tetap.

Dampak Perkembangan Kurs Singapore Dollar

Dengan adanya laju kenaikan SGD ini maka harga produk asal Singapura pun menjadi ikut naik,  seiring kemampuan daya beli mata uang SGD yang meningkat atau menguat terhadap Rupiah.  Hal ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh WNI pemegang mata uang Rupiah untuk lebih meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari Singapore. Besar harapan pula agar turis asal Singapura mau datang ke Indonesia yang menjadi serba lebih murah dengan menguatnya mata uang mereka. Lalu laju kunjungan WNI ke Singapura bisa lebih ditekan karena harga-harga di Singapura menjadi lebih mahal bagi WNI. Momen seperti ini seharusnya bisa dimanfaatkan.  

Tak ada upaya melawan dari BI, pihak otoritas moneter Indonesia untuk menahan laju penguatan mata uang SGD ini terhadap Rupiah.  Diperkirakan dampaknya justru akan bisa lebih menguntungkan bagi Indonesia jika mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Risiko Sistem free floating exchange rate

Selalu terdapat plus minus atau pro kontra terhadap suatu sistem moneter yang dipilih oleh setiap negara.  Sistem free floating atau mengambang bebas ini memang terasa lebih meringankan kerja BI karena tak perlu harus tiap saat berusaha keras mempertahankan nilai mata uang Rupiah supaya selalu stabil,  tapi akan fleksibel mengikuti perkembangan pasar uang valas. Jika perkembangannya cenderung menguntungkan  maka itu tidak menjadi masalah.  Namun akan sangat merugikan jika pada saat jatuh tempo membayar hutang dan bunganya lalu nilai rupiah jatuh sangat dalam, maka beban bunga dan hutang Indonesia pun menjadi membengkak. Hal tersebut tentunya sangat merugikan. 

Share :