APA SAJA DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF MELEMAHNYA KURS RUPIAH KE DOLAR

08 December 2021 in Blog - Kurs - by Adi Nugroho

Dalam tahun 2021 kurs rupiah sering kali mengalami perubahan yang tidak stabil. Terkadang nilai rupiah menguat, dan terkadang melemah. Pelemahan rupiah bisa mempengaruhi stabilitas sistem keuangan. 

Melemahnya kurs atau nilai tukar rupiah akan berdampak negatif untuk para pebisnis dan investasi di Indonesia. Namun, disisi lain melemahnya nilai tukar rupiah juga memberikan dampak positif. Lantas apa saja dampak positif dan dampak negatif dari melemahnya kurs rupiah ke dolar?

Dampak Positif dan Negatif Kurs Mata Uang Asing

Terdapat beberapa dampak positif dan negatif pada pelemahan kurs rupiah ke dolar, yaitu:

1. Para pekerja dengan kinerja ekspor akan meningkat, apabila rupiah melemah harga produk dalam negeri akan murah di pasar global, sehingga industri yang ada didalam negeri bisa mendorong dan menguntungkan kegiatan ekspor. Akibat dari kurs rupiah yang melemah akan banyak permintaan dari luar terhadap produk-produk yang ada di Indonesia.

2. Sektor Pariwisata, apabila banyaknya turis yang berdatangan ke Indonesia hal itu akan berdampak baik untuk Indonesia karena jika dolar sedang menguat dan di tukarkan terhadap nilai rupiah maka akan mendapatkan banyak keuntungan. Selain itu, melemahnya rupiah bisa menarik minat para turis asing untuk berkunjung ke Indonesia dan memiliki daya beli yang besar untuk berbelanja di Indonesia.

3. Barang impor menjadi mahal, dan barang lokal murah, naiknya produk impor membuat masyarakat beralih ke produk lokal karena harganya lebih murah dan terjangkau.

4. Mengancam Obligasi dan Surat Utang Negara (SUN), para investor akan menjual obligasi dan SUN apabila kurs rupiah melemah. Dampaknya harga obligasi dan SUN bisa mengalami penurunan yang drastis yang berakibat terhadap kurs rupiah. Oleh karena itu, Bank Indonesia (BI) perlu mengambil tindakan untuk membeli obligasi dan SUN untuk dijual kepada investor-investor asing agar pasar uang bergerak dengan stabil.

5. Suku bunga naik, menjadi risiko bagi pertumbuhan kredit, pertumbuhan kredit dalam hal ini akan menjadi lambat karena masyarakat akan menghindari pengambilan kredit dengan bunga yang mahal.

Pelemahan rupiah terjadi karena tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi perekonomian nasional. Selain itu, melemahnya kurs rupiah ke dolar berdampak positif terhadap ekspor yang meningkat, kegiatan pariwisata yang meningkat, dan barang lokal menjadi banyak dicari. 

Melihat terjadinya pelemahan rupiah beberapa juga membawa dampak negatif seperti mengancam obligasi dan SUN juga risiko pertumbuhan kredit, maka hal utama yang harus dilakukan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah sustainable untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Dalam hal menstabilkan nilai tukar uang Bank Indonesia (BI) berperan penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke dolar dengan melakukan triple intervention di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) hingga pembelian SBN di pasar sekunder.

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk menguatkan nilai tukar rupiah? Solusi yang bisa diterapkan adalah peningkatan suku bunga acuan, penguatan surplus perdagangan luar negeri, dan lainnya. Namun, satu kebijakan tidak mungkin bisa untuk menguatkan rupiah secara signifikan. Dalam hal pemerintah perlu memiliki beberapa perpaduan kebijakan dan penyesuaian terhadap kondisi didalam suatu negara.