3 ALASAN KENAPA LOSS DALAM TRADING FOREX TAK SELAMANYA BURUK

13 May 2019 in Blog - by Eko Trijuni

Benar. Anda tidak salah baca. Loss dalam trading forex tak selamanya buruk. Mungkin ada diantara Anda yang langsung berkomentar tak percaya, atau bahkan miring terhadap judul artikel kali ini, seperti;

“Nggak perlu menghibur diri Bro, loss itu menyakitkan, titik!”

“Puh, omong kosong!”

atau, “Ah, masa?”

Wajar. Ketika pertama kali mendengar senior saya bicara seperti itu, kening saya pun berkerut. Bagaimana ceritanya, loss kok tidak buruk? Bukankah bagaimanapun, profit jauh lebih baik daripada loss?

Saya cukup kaget ketika ia mengatakan bahwa tidak semua profit itu bagus. Namun semuanya menjadi benderang bagi saya ketika ia menerangkan beberapa hal seperti yang akan dibahas dalam artikel ini.

1. Losing With Dignity

Dahulu kala, para samurai tetap bisa menjaga harga diri meskipun kalah dalam suatu pertempuran. Jalan yang mereka pilih untuk mempertahankan martabat adalah melakukan seppuku (bunuh diri ala samurai dengan disaksikan musuhnya).

Seburuk apa pun kekalahan yang diderita, masyarakat – bahkan musuhnya – akan tetap menghormatinya sebagai petarung yang hebat dan pemberani. Tidak ada kehinaan, melainkan kehormatan bagi mereka yang melakukan seppuku.

Saya mengistilahkannya dengan sebutan losing with dignity, kalah tetapi bermartabat.

Tentu saja dalam trading kita tidak ingin melakukan bunuh diri seperti halnya para samuraiKalaupun kita harus loss, tidak boleh sampai menyebabkan modal terkuras habis.

Namun yang ingin kita tiru dari para samurai itu adalah semangatnya menjaga martabat. Kalau terpaksa loss, maka lakukanlah dengan bermartabat.

Lalu, bagaimana sebenarnya loss bermartabat itu?

Begini…

Ketika Anda trading, tentu Anda mempergunakan sistem trading yang telah Anda uji coba sebelumnya, sehingga Anda yakin akan akurasi dan kemampuan sistem trading tersebut mampu menghasilkan profit konsisten.

Sistem trading apa pun pasti memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi. Jika aturan-aturan tersebut Anda jalankan dengan baik, peluang keuntungan yang konsisten sudah ada di depan mata.

Nah, di sisi lain Anda juga harus sadar bahwa secanggih apa pun suatu sistem trading, tidak akan membuat Anda menjadi “tahu segala” bagai The Oracle dalam trilogi film Matrix. Ada waktunya meskipun Anda telah mengikuti semua aturan dalam sistem trading, namun kerugian tetap terjadi.

Berdasar pada konsep membatasi risiko, Anda tetap harus melakukan cut-loss ketika sistem trading tersebut menyarankan Anda untuk “menyelamatkan diri”.

Anda melakukan entry dan exit sesuai dengan aturan yang benar.

Jika ternyata terjadi loss, itulah yang dikatakan losing with dignity.

Ketika Anda mengalami loss namun bermartabat, Anda bisa mengatakan, “Oh, pasar sedang tidak setuju dengan saya.”

2. Losing In Sorrow

Ini istilah yang saya buat sebagai lawan dari losing with dignity. Lalu, dalam keadaan apa seorang trader bisa dikatakan losing in sorrow?

Mudah saja. Anda telah memahami bahwa trading forex – selain menyimpan potensi yang luar biasa juga memiliki resiko.

Untuk itulah Anda membutuhkan sistem trading, manajemen modal serta manajemen resiko yang baik.

Semua hal ini tertuang dalam trading plan.

Namun meskipun jika Anda telah menyadari semua itu dan – katakanlah – telah membuat trading plan, namun Anda tidak menjalankan trading plan tersebut dengan baik, lalu loss, itulah yang disebut dengan losing in sorrow.

Ketika Anda mengalami loss lantaran memang tidak melakukan proses yang benar, orang akan berkata, “Ya iyalah, cara trading lu aja emang udah salah.”

3. Profit With Pride

Samurai sejati tidak pernah mempergunakan cara-cara curang. Mereka bertempur dengan cara yang lurus dan benar. Itulah yang menyebabkan kemenangan  mereka menjadi sangat berarti.

Ketika seorang trader berhasil memperoleh keuntungan setelah menjalankan trading plan-nya dengan baik, jerih payahnya terbayar. Pada saat itulah keuntungan yang diperolehnya akan sangat bermakna. Ia memperoleh profit with pride.

Mengapa? Karena profit yang diperolehnya itu melalui proses yang benar. Analisa yang dilakukan matang, posisi yang diambil pun sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam trading plan.

Pada saat itu, Anda layak berbangga dan orang pun akan menaruh hormat pada Anda. “Wajar dia profit, sistem tradingnya bagus dan dia disiplin.”

Lawan dari profit with pride ini adalah profit with shame.

Dalam kondisi seperti apa sih profit with shame ini?

Sederhana saja. Ketika Anda memperoleh profit namun tidak melalui cara yang benar, atau Anda justru tidak tahu mengapa Anda bisa profit, itulah profit with shame.

Orang biasa menyebutnya dengan hoki.

Jika ini yang terjadi pada Anda, di masa datang Anda tidak akan bisa mengulangi prestasi itu. Alih-alih, justru losing in sorrow yang akan menimpa Anda.