
Pasangan USDJPY meroket tajam menyentuh level tertingginya sejak Juli 2024 akibat masifnya arus modal keluar dari Jepang.
Pelebaran spread imbal hasil obligasi yang ekstrem antara AS dan Jepang memicu re-aktivasi strategi carry trade, di mana investor kembali meminjam Yen murah untuk memborong aset Dolar.
Dengan The Fed yang diproyeksikan masih menahan suku bunga tinggi, Yen terus tertekan oleh pelemahan daya beli secara struktural.
Kondisi kritis ini membawa para trader pada mode siaga akan adanya potensi intervensi mata uang "dadakan" dari Kementerian Keuangan Jepang (MoF) dan Bank of Japan (BoJ).
Prediksi : WEAK JPY