Sterling Melemah Menyusul Rumor Referendum Skotlandia

STERLING MELEMAH MENYUSUL RUMOR REFERENDUM SKOTLANDIA

Sterling Melemah Menyusul Rumor Referendum Skotlandia
27 February 2017 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni
Sterling melemah 0,4 persen terhadap USD di awal sesi perdagangan Asia, kemungkinan besar dilatarbelakangi oleh laporan surat kabar Times yang menyebutkan bahwa Perdana Menteri Theresa May kemungkinan sedang bersiap untuk menghadapi referendum kemerdekaan Skotlandia bertepatan dengan pelaksanaan Article 50 di bulan Maret. "Jika memang demikian, saya kira ada sedikit reaksi yang berlebihan di sini," kata Ray Attrill, wakil kepala strategi valas di National Australia Bank. Attrill menambahkan, "Jika pasar benar-benar berpikir akan ada referendum kemerdekaan lebih cepat dari itu, kemudian mengingat betapa sterling jatuh tajam di September 2014 menjelang referendum yang pertama, maka masuk akal jika hal tersebut membuat sterling jatuh." Sementara itu USD menguat dari level terendah dua minggunya terhadap yen namun momentum pergerakan masih dirasa rendah karena para pelaku pasar masih menantikan petunjuk mengenai reformasi pajak melalui pidato Donald Trump yang dijadwalkan akan dilaksanakan pekan ini. Trump akan menyampaikan pidato kebijakannya yang pertama di depan Kongres AS Selasa waktu setempat. Diperkirakan ia akan menyampaikan detil mengenai pengeluaran belanja infrastruktur dan rencana reformasi pajak. Meskipun demikian, para pelaku pasar masih bimbang apakah Trump akan menjabarkan detil kebijakannya atau akan kembali mengecewakan pasar seperti pidato resmi pertamanya saat inaugurasi.

Share :

FOREXimf Footer Background