
Gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur distribusi sekitar 20% minyak dunia, meningkatkan risiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Salah satu bank ternama memproyeksikan oil akan diperdagangkan di atas 90 USD per barel, berpotensi menembus 100 USD jika ketegangan geopolitik berlanjut.
Hal ini memberikan sentimen positif bagi eksportir energi non-Timur Tengah namun meningkatkan tekanan inflasi global.
Prediksi : STRONG OIL