Nikkei Terus Menguat Menuju Level Tertinggi 6 bulan

NIKKEI TERUS MENGUAT MENUJU LEVEL TERTINGGI 6 BULAN

Nikkei Terus Menguat Menuju Level Tertinggi 6 bulan
29 July 2014 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni

Berita Forex - Bursa saham Tokyo naik ke level tertinggi enam bulan pada perdagangan Selasa pagi, seiring meningkatnya pendapatan Nissan Motor Co, yang mengisyaratkan Perusahaan Jepang telah berhasil untuk menghadapi naiknya pajak penjualan nasional.

Nikkei naik 0.5 persen menjadi 15,612.66 pada perdagangan pertengahan pagi, level tertinggi sejak 23 Januari.

Nissan melonjak 4.5 persen setelah laba dari bulan April hingga June naik lebih tinggi dari perkiraan 13.4 persen menjadi 122.6 miliyar yen ($ 1.20 miliar).

Beberapa analis khawatir bahwa kenaikan pajak bisa menggagalkan pemulihan ekonomi Jepang, meskipun data terakhir menunjukkan dampak pada pertumbuhan telah lebih kecil dari yang ditakuti.

Keyence Corp melonjak 5.0 persen setelah laba operasi untuk periode April-Juni melonjak 34.6 persen menjadi 36.4 miliar yen. Fanuc Corp sedikit terkoreksi setelah rally kuat pasca melaporkan laba kuartalan pekan lalu. Saham itu turun 0.4 persen.

Sementara itu, pada hari Senin, indeks penjualan rumah yang tertunda di AS tak terduga turun 1,1 persen pada bulan Juni, menurut National Association of Realtors.

"Pasar tidak terlalu khawatir tentang data perumahan AS yang lemah kemarin.Para investor berfokus pada data pekerjaan AS dan bagaimana tingkat suku bunga jangka panjang bergerak," kata Nobuhiko Kuramochi, ahli strategi di Mizuho Securities.

Indeks Topix naik 0.3 persen menjadi 1,289.83, sedangkan JPX-Indeks Nikkei 400 naik 0.3 persen menjadi 11,746.70.

Sumber: Reuters.com

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background