Saatnya trading dengan SPREAD mulai dari 0.2 !! Atau dapatkan Cashback $10 / Lot. ❤️

MINYAK TURUN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN PERTUMBUHAN GLOBAL

25 April 2022 in Berita Seputar Forex, Emas & Oil - by Rudy Rinaldi
  • Minyak turun di tengah prospek pertumbuhan global yang lebih lemah, suku bunga yang lebih tinggi dan penguncian COVID-19 di China.
  • Dana Moneter Internasional atau IMF,  minggu ini akan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2022,  jika negara-negara Barat memperluas sanksi mereka terhadap Rusia
  • Komisi Eropa sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan pasokan energi alternatif

Forex, Trading Forex, Broker Forex Indonesia, Broker Forex Terpercaya,Trading Forex Indonesia,broker forex legal di indonesia,broker forex legal,FOREXimf

Minyak turun di tengah prospek pertumbuhan global yang lebih lemah, suku bunga yang lebih tinggi dan penguncian COVID-19 di China yang menekan permintaan bahkan ketika Uni Eropa mempertimbangkan larangan minyak Rusia yang akan memperketat pasokan.

Dana Moneter Internasional atau IMF,  minggu ini akan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global untuk 2022,  jika negara-negara Barat memperluas sanksi mereka terhadap Rusia atas perangnya melawan Ukraina, dan harga energi naik lebih lanjut, kata pejabat nomor 2 badan tersebut.

Taruhan panjang bersih spekulan pada dolar AS turun untuk minggu ketiga berturut-turut, menurut perhitungan oleh Reuters dan data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS yang dirilis pada hari Jumat. Di sisi pasokan, Konsorsium Pipa Kaspia Rusia-Kazakh (CPC) diperkirakan akan melanjutkan ekspor penuh mulai 22 April setelah hampir 30 hari gangguan..

Namun, keterbatasan pasokan memberikan dukungan karena Libya kehilangan produksi 550.000 barel per hari (bph) karena gangguan. Pasokan bisa diperas lebih lanjut jika Uni Eropa memberlakukan embargo pada minyak Rusia.

Komisi Eropa sedang bekerja untuk mempercepat ketersediaan pasokan energi alternatif, sementara seorang penasihat senior Gedung Putih mengatakan dia yakin Eropa bertekad untuk menutup atau membatasi lebih lanjut ekspor minyak dan gas Rusia yang tersisa.

Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga Brent kuartal ketiga sebesar $10 per barel menjadi $130, mengutip "defisit yang lebih besar" tahun ini karena pasokan yang lebih rendah dari Rusia dan Iran, yang kemungkinan akan melebihi hambatan permintaan jangka pendek.

Ingin berita dan insight yang lebih powerful?

Miliki berita dan data fundamental yang lebih tajam, insight yang lebih powerful dan trading toolbox yang lengkap dengan berbagai fasilitas ekslusif khusus untuk membantu memaksimalkan hasil trading Anda

Buka Akun Demo Trading Forex

Share :