Minyak Menguat di Asia, Fokus Laporan EIA

MINYAK MENGUAT DI ASIA, FOKUS LAPORAN EIA

Minyak Menguat di Asia, Fokus Laporan EIA
03 May 2017 in Berita Forex Terkini - Kabar Pasar Hari Ini - by Eko Trijuni
Harga minyak mentah menguat di Asia pada hari Rabu setelah penurunan mengejutkan dalam perkiraan industri persediaan A.S., namun pasar berhati-hati menjelang angka resmi dari EIA.

Di New York Mercantile Exchange minyak mentah berjangka untuk pengiriman Juni melonjak 1,01% menjadi $ 48,14 per barel, sementara di London Intercontinental Exchange, Brent naik tipis 0,12% menjadi $ 51,03 per barel.

Persediaan minyak mentah A.S. turun lebih dari yang diperkirakan 4,16 juta barel pada akhir pekan lalu, American Petroleum Institute (API) mengatakan pada hari Selasa, dengan persediaan bensin menunjukkan kejutan turun sebesar 1,93 juta barel dan sulingan turun 440.000 barel.

Angka industri tersebut diikuti oleh data resmi dari Energy Information Administration (EIA). Dua set angka sering kali berbeda dan dalam dua minggu terakhir melecut pasar. Analis, dalam perkiraan revisi ke atas, memperkirakan persediaan minyak mentah turun 2.333 juta barel pada akhir pekan lalu, sementara sulingan naik 723.000 barel dan pasokan bensin meningkat sebesar 1,322 juta barel.

Semalam, harga minyak mentah berakhir lebih rendah dari 2% pada hari Selasa, karena investor mempertimbangkan dampak dari kesepakatan yang dipimpin OPEC untuk mengurai melimpahnya pasokan terhadap peningkatan output global.

Harga minyak turun 2%, menambah kerugian 1% yang bertahan di sesi sebelumnya, karena investor cemas akan kenaikan tajam produksi A.S., meski ada harapan bahwa stok minyak mentah A.S. akan turun untuk minggu keempat berturut-turut.

[av_magazine link='post_tag,121,278,276' items='3' offset='0' thumbnails='aviaTBthumbnails' heading_active='aviaTBheading_active' heading='Berita Lainnya' heading_link='manually,https://www.foreximf.com/berita/' heading_color='theme-color' heading_custom_color='#ffffff' first_big_pos='top']

Share :

FOREXimf Footer Background