
Keterlibatan kelompok bersenjata yang memperluas serangannya di perairan Timur Tengah memicu kekhawatiran terhadap terputusnya rantai pasok energi dunia hari ini.
Harga oil langsung meroket menembus level $103 per barel di tengah kepanikan ancaman penyitaan fasilitas minyak utama oleh pihak AS.
Lonjakan luarbiasa ini jelas menjadi mimpi buruk bagi bank sentral global yang tengah mati-matian menekan inflasi agar tidak berujung pada resesi panjang.
Harga oil masih mendapatkan sentimen penguatan di tengah absennya resolusi damai di wilayah konflik.
Prediksi : STRONG OIL