trading forex, strategi forex

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

Sesuaikan Strategi Trading Dengan Tipe Anda (Bagian I)

 

Trading adalah aktivitas utama di pasar forex, komoditi ataupun indeks saham. Istilah “trading” di pasar finansial berarti tindakan menjual dan/atau membeli instrumen-instrumen finansial dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Penting bagi Anda untuk mengetahui tipe-tipe trading serta pilihan strategi apa saja yang bisa diterapkan sesuai dengan tipe trading tersebut. Anda bisa memilih tipe dan strategi mana yang sesuai dengan karakter Anda, karena salah satu kunci keberhasilan dalam trading adalah memilih strategi yang cocok dengan karakter Anda.

Secara umum, ada tiga tipe trading dan beberapa strategi yang berkaitan dengan tipe trading tersebut, yaitu:

–          Day Trading

–          Swing Trading

–          Position Trading

“Day trading” dan “swing trading” adalah tipe trading jangka-pendek, sementara “position trading” lebih panjang. Setiap tipe tersebut memiliki tujuan dan target yang berbeda-beda, sehingga harus disesuaikan pula dengan karakter masing-masing trader yang menggunakannya.

Pada bagian pertama ini kita akan membahas tipe “Day Trading” dan empat pilihan strategi yang bisa diterapkan.

Trader yang menganut “day trading” melakukan transaksi jual atau beli dalam satu hari perdagangan saja, dengan harapan mereka akan bisa membukukan keuntungan di hari itu juga. Para “day trader” selalu menutup transaksi mereka di hari perdagangan yang sama ketika mereka membuka transaksi tersebut, baik dalam keadaan untung ataupun rugi. Tujuan utama seorang day trader adalah menghasilkan keuntungan yang secepat mungkin meskipun relatif kecil dalam satu hari perdagangan.

Ada empat pilihan strategi yang bisa dipergunakan oleh para day trader:

–          Scalping

“Scalping” adalah melakukan transaksi dengan target dan batasan resiko yang sangat kecil (5-10 pips) namun frekuensi transaksinya tinggi, atau dengan volume (lot) besar. Para scalper segera menutup transaksi segera ketika harga menemui target maupun resiko mereka. Strategi ini cukup beresiko terutama jika harga bergerak dengan cepat melawan arah transaksi Anda. Anda juga harus memiliki banyak waktu dan tenaga untuk memantau pergerakan psaar tanpa henti.

–          Fading

Trader yang menggunakan strategi ini justru melakukan transaksi melawan arah pasar. Mereka mengambil posisi buy justru ketika pasar sedang turun dan sell justru ketika harga sedang naik. Mereka berasumsi bahwa setiap pergerakan pasti memiliki koreksi dan itulah yang mereka coba untuk manfaatkan.

Hati-hati, strategi ini sangat beresiko karena melawan prinsip utama dalam trading, yaitu “follow the trend”. Terlebih, trader yang menerapkan strategi ini cenderung serakah, tetapi mereka memang tergolong “risk-taker”. Bagaimanapun, sangat tidak dianjurkan untuk menerapkan strategi ini.

–          Daily Pivot

Strategi ini berdasarkan berdasarkan alat analisis yang bernama pivot point, yang juga menyediakan informasi support dan resistance untuk pergerakan harian. Seorang pivot trader akan mengidentifikasi pergerakan pasar dan melakukan transaksi berdasarkan pivot ini.

Seorang trader yang menggunakan strategi pivot biasanya bertransaksi seperti robot dan tidak terlalu mempedulikan apa yang ada di balik pergerakan harga.

Berikut ini adalah rumus untuk menghitung pivot point:

rumus untuk menghitung pivot point

Jika Anda mengambil posisi buy di harga tertentu dan menggunakan support terdekat sebagai stop-loss, maka Anda sebaiknya memanfaatkan level resistance terdekat sebagai target profit.

Kelemahan strategi ini ini adalah jika pergerakan pasar menjadi “liar”, maka level stop-loss akan sering tersentuh. Maka dari itu strategi ini lebih cocok diterapkan di pasar yang tidak terlalu volatile.

–          Momentum Trading

Strategi ini merupakan “lawan” dari strategi fading yang telah dijelaskan di atas. Dalam strategi ini, seorang trader akan melakukan transaksi searah dengan pergerakan pasar. Ia akan mengambil posisi buy jika harga bergerak dalam trend naik, sebaliknya akan mengambil posisi sell jika pasar bergerak dalam trend turun. Strategi ini sesuai dengan prinsip dasar trading yang telah disinggung sebelumnya: “follow the trend”. Strategi inilah yang paling aman dalam trading.

Anda bisa mencoba untuk menggunakan beberapa indikator seperti moving average untuk mengidentifikasi arah trend. Anda juga bisa menggunakan indikator semacam RSI, MACD, stochastic, dan lain-lain untuk mencari momen yang tepat dalam membuka posisi buy atau sell.

Pada bagian selanjutnya, kita akan membahas tipe-tipe trading lainnya, yaitu “Swing Trading” dan “Position Trading”. Tetap ikuti blog ini.

 

 

Note:

Saat Anda membaca, sudah lebih dari 12.000 orang sedang Belajar dan mempersiapkan diri untuk terjun di dunia Trading Forex. Kapan Anda ?

4 replies
  1. Ananda Ali Akbar says:

    Admin, mau nanya…
    Mungkin gak teknik scalping dilakukan secara manual dan biasanya menggunakan indikator apa ya?
    Tks sebelumnya

    Reply
    • Eko Trijuni
      Eko Trijuni says:

      Sangat mungkin, Pak. Indikator yang biasanya digunakan oleh para “scalper” adalah indikator yang tergolong ke dalam kelompok “oscillator”, misalnya stochastic, MACD, dan lain-lain. Kuncinya adalah menggunakan time frame kecil, 5 menit ke bawah. Namun ada juga sebagian scalper yang menggunakan time frame 15 menit.

      Demikian, semoga membantu. 🙂

      Reply
        • Eko Trijuni
          Eko Trijuni says:

          Untuk permintaan topik artikel, tentu sangat boleh Pak. Bapak tinggal menulis topik yang Bapak inginkan di kolom komentar ini.

          Mengenai agar bisa masuk ke e-mail Bapak, saat ini tim kami sedang mempersiapkan sistemnya Pak. Harap bersabar ya Pak. 🙂

          Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − ten =