Kenali broker forex Anda sebelum trading. Kami bantu Anda memilih broker forex yang tepat melalui tips dan informasi jitu agar trading Anda nyaman dan aman di broker forex pilihan.

Pialang Berjangka dan Wakil Pialang Berjangka, Siapa Mereka?

Istilah “pialang berjangka” dan “wakil pialang berjangka” mungkin adalah istilah-istilah yang kurang popular di Indonesia jika dibandingkan dengan istilah “broker” atau “broker forex”. Padahal, industri forex trading di Indonesia hingga saat ini masih berada di dalam industri “perdagangan berjangka”.

Banyak orang yang mengunjungi website Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk mengecek legalitas sebuah perusahaan pialang berjangka. Lalu sering pula mereka melihat ada pengumuman di website tersebut bahwa ada beberapa pialang dan wakil pialang yang dicabut izinnya oleh Bappebti.

FOREXimf.com juga sering menerima pertanyaan seperti ini, “Saya lihat di website Bappebti, bahwa Bappebti telah mencabut izin PT International Mitra Futures (nama resmi pialang berjangka yang memiliki FOREXimf.com, red.). Kalau begitu, apakah FOREXimf.com masih legal?”

Ups, sebentar. Tenang dulu.

Yang terbaca oleh penanya tersebut biasanya adalah “pencabutan izin seorang Wakil Pialang Berjangka”, yaitu orang yang tadinya bekerja untuk FOREXimf.com namun sekarang sudah tidak lagi.

Pialang Berjangka sebenarnya berbeda dengan Wakil Pialang Berjangka.

Sebenarnya apa sih arti dari istilah-istilah tersebut? Yuk, kita pahami dulu definisinya.

Definisi Menurut Undang-Undang

Sebelum Anda teruskan, saya harus memberi “peringatan” dulu. Definisi yang akan Anda baca berikut ini adalah definisi yang mempergunakan – menurut istilah saya sendiri – “bahasa Undang-Undang”. Jadi jangan terkejut (atau malah mual) kalau Anda melihat kalimat-kalimat yang panjang dan seringkali membosankan, karena begitulah memang definisi yang tertuang dalam UU.

Tenang, bahasa yang rumit itu nanti akan saya sederhanakan. Namun saya merasa perlu untuk memaparkan definisi menurut UU di tulisan ini, agar apa yang akan saya sampaikan nanti ada dasarnya.

Kita mulai dari istilah “perdagangan berjangka”. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011, Perdagangan Berjangka adalah “segala sesuatu yang berkaitan dengan jual beli Komoditi dengan penyerahan kemudian berdasarkan Kontrak Berjangka dan Opsi atas Kontrak Berjangka.”

Penyelenggaraan perdagangan berjangka di Indonesia melibatkan di antaranya Pedagang Berjangka dan Pialang Berjangka.  Nah, kita bahas Pialang Berjangka saja dulu ya.

Pialang Berjangka adalah ”badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Komoditi berdasarkan Kontrak Berjangka atas amanat Nasabah dengan menarik sejumlah uang dan/atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.”

Nah, lalu apa pula yang dimaksud dengan “Wakil Pialang Berjangka”?

Wakil Pialang Berjangka itu adalah orang perseorangan yang melaksanakan kegiatan usaha Pialang Berjangka tempat ia bernaung.

Panjang ya, definisinya? Begitulah “bahasa Undang-Undang”. :)

Pusing Bos, gampangnya bagaimana?

Pialang Berjangka itu harus berbentuk badan usaha alias perusahaan. Misalnya PT International Mitra Futures, yang memiliki FOREXimf.com ini. Nah, perusahaan ini harus memiliki izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, kalau mau mendapatkan restu dari pemerintah Indonesia untuk beroperasi di Indonesia.

OK, sekarang mulai jelas ya? Pialang Berjangka itu adalah sebuah perusahaan.

Tetapi sebuah perusahaan tidak akan bisa bekerja dengan baik jika tidak ada yang memasarkan produknya, kan? Nah, orang-orang yang bekerja untuk Pialang Berjangka itulah yang disebut Wakil Pialang.

Nah, sekarang sudah semakin jelas, kan?

Pialang Berjangka = perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

Wakil Pialang Berjangka = ORANG yang bekerja untuk Pialang Berjangka.

Seseorang baru berhak menyandang sebuatan Wakil Pialang Berjangka jika ia telah lulus Ujian Profesi Wakil Pialang Berjangka yang diselenggarakan oleh Bappebti, barulah kemudian Bappebti menerbitkan izin bagi orang tersebut untuk bertindak sebagai Wakil Pialang Berjangka untuk perusahaan Pialang Berjangka tertentu.

Menurut Keputusan Kepala Bappepti No. 57/Bappepti/KP/9/2005, persetujuan Izin Wakil Pialang Berjangka yang diberikan hanya berlaku selama Wakil Pialang Berjangka tersebut bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka yang bersangkutan. Izin tersebut juga akan berkhir jika orang yang bersangkutan meninggal dunia.

Nah, itu artinya jika orang tersebut tidak lagi bekerja pada perusahaan Pialang Berjangka tersebut, maka izinnya akan dicabut oleh Bappebti. Ingat ya, izin sebagai Wakil Pialang-nya yang dicabut, bukan izin Pialang Berjangka-nya.

Artinya meskipun Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka seseorang, bukan berarti Pialang Berjangka-nya yang bermasalah.

Jadi tidak perlu khawatir jika Anda membaca bahwa Bappebti mencabut izin Wakil Pialang Berjangka dan ada nama PT International Mitra Futures di dalamnya. Selama yang dicabut hanya izin Wakil Pialangnya saja, FOREXimf.com masih tetap legal kok. Silakan cek saja di link Bappebti ini.

Nah, sekarang Anda sudah yakin bahwa FOREXimf.com masih (dan akan tetap) legal. Kalau ingin mendapatkan layanan premium dari kami, bergabunglah sekarang juga.

0 Comments

3 Strategi Forex Yang Dipakai Trader Profesional

Berbicara tentang forex trading berarti juga berbicara tentang berbagai informasi mengenai strategi trading yang bisa Anda dapatkan di internet. Meskipun demikian, pada kenyataannya tidak semua strategi yang diklaim “hebat” bisa benar-benar berfungsi.

Dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum setidaknya tiga strategi yang biasa dipergunakan para trader profesional.

  1. Trading Ketika Ada Faktor Penggerak Fundamental Yang Kuat

    Cara ini memanfaatkan respon pasar ketika ada rilis data ekonomi. Pasar biasanya akan bergerak lebih volatile jika angka dari sebuah data ekonomi tertentu diumumkan lebih baik atau lebih buruk daripada perkiraan.

    Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam. Dengan demikian, counterpart atau “pasangan mata uang”-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.

    Jika misalnya akibat data tersebut USD menguat, maka pair seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD akan bergerak turun. Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan dari pergerakan harga pasca rilis data NFP maka para trader membuka posisi sell pada pair-pair tersebut.

    Data ekonomi yang paling sering dimanfaatkan untuk menerapkan strategi ini biasanya adalah US NFP dan keputusan suku bunga Fed.

  1. Mempergunakan “Angka Bulat” Sebagai Acuan Support/Resistance

    Yang dimaksud dengan “angka bulat” di sini adalah level-level harga seperti 1.50000, 1.0000, 0.50000, 100.000 dan sebagainya. Sedangkan yang dianggap “tidak bulat” adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti 1.38775, 1.58837, 139.387 dan sebagainya.

    Angka bulat” ini juga sering disebut sebagai “level psikologis” yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci.

    Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci. Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut. Sebaliknya jika harga tembus ke bawah level tersebut, Anda justru bisa mendapatkan peluang untuk membuka posisi sell.

  1. Mempergunakan Kombinasi Indikator Teknikal

    Ini yang sering disebut sebagai sistem trading. Para trader profesional biasanya mempergunakan beberapa indikator teknikal sekaligus dengan maksud agar indikator yang satu bisa menutupi kelemahan indikator yang lain sehingga sinyal yang dihasilkan diharapkan lebih confirmed.

    Sebagai contoh, Anda bisa melihat analisa teknikal yang diterapkan oleh tim Market Analyst FOREXimf.com. Di situ kami mempergunakan Stochastic Oscillator, Commodity Channel Index (CCI), Moving Average dan Fibonacci Retracement.

    Moving Average (MA) dipergunakan untuk membantu memperkuat bias. Jika trend terlihat jelas (misalnya uptrend atau downtrend), maka MA lebih berfungsi sebagai area support atau resistance dinamis. Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk, kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral.

    Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik. Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja, namun jika diperkuat oleh MA, yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.

    Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai “trigger” atau “pemicu”, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell). Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya.

    Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah. Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya. Hal tersebut seharusnya dijadikan “warning” jika Anda sudah telanjur membuka posisi buy atau sell.

Agar bisa mengoptimalkan trading forex Anda, sebaiknya carilah strategi yang benar-benar sesuai untuk Anda. Sesuai dengan karakter Anda, sesuai pula dengan kekuatan modal Anda. Jangan mencoba untuk memaksakan diri mempergunakan strategi trading orang lain yang tidak sesuai dengan Anda. Meskipun misalnya strategi tersebut bisa berhasil dengan baik ketika dipergunakan orang tersebut, belum tentu bisa berhasil pada Anda, karena memang belum tentu cocok.

Masih ada pertanyaan? Jangan sungkan untuk menghubungi tim Market Analyst FOREXimf.com melalui Live Chat, setiap Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Hadiri pula Webinar GRATIS yang kami adakan setiap hari Senin dan Kamis pukul 15.30 WIB. Informasi lebih lengkap, silakan klik di sini

4 Comments

Stress Bisa Berguna Dalam Forex Trading?

Forex trading pada gilirannya akan “memaksa” Anda untuk berhadap-hadapan dengan potensi resiko setiap hari. Karena ketidakpastian yang ada, Anda sering kali harus mengantisipasi kejadian yang sangat bisa jadi akan membuat Anda merasa stress. Secara psikologis, terserang stress merupakan reaksi normal yang terjadi selama trading. Sama normalnya seperti seekor elang yang memangsa seekor kelinci.

Lho, tunggu dulu… bukankah stress itu selalu buruk? Hal baik apa yang bisa dimanfaatkan dari stress?

Stress, dalam kadar tertentu, bisa bermanfaat jika bisa memberikan jalan untuk mengambil keputusan apakah akan “bertahan” atau “menghindar” jika Anda telah menjadi semakin waspada dan siap secara mental untuk menghadapi setiap kemungkinan. Jika diibaratkan, kondisi seperti itu seperti ketika seorang pendekar yang mendapatkan lecutan adrenalin ke otaknya dan kemudian pikirannya akan memberi perintah kepada tubuhnya untuk bereaksi secara spontan atas serangan lawannya. Dalam hal ini, stress justru berfungsi untuk melindungi diri.

Namun jika seorang trader yang tidak memiliki kemampuan untuk bereaksi secara positif terhadap stress, justru hal tersebut akan memperburuk performanya. Alih-alih meningkatkan kewaspadaan dan bereaksi pada sebuah situasi, ia justru akan tenggelam dalam ketakutan dan menjadi gugup atau bahkan diam terpaku. Pada situasi seperti itu ia tidak akan mampu membuat keputusan yang baik karena ia kehilangan kemampuannya untuk tetap tenang dan fokus.

Bayangkan jika ketika Anda sedang menyeberang jalan kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil – atau lebih besar lagi: truk – melaju ke arah Anda dengan kecepatan tinggi. Bagaimana kira-kira Anda akan bereaksi?

Normalnya, ketika itu terjadi Anda akan berada dalam tingkat stress yang cukup tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk “bereaksi positif” terhadap stress yang muncul saat itu, Anda akan berlari untuk menyelamatkan diri. Jika tidak, Anda hanya akan terpaku di tengah jalan dan entah apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pada akhirnya, kemampuan dan kualitas reaksi Andalah yang akan membedakan hasil yang akan Anda terima. Dalam situasi kritis, kemampuan Anda mengatasi stress adalah hal yang menentukan apakah Anda akan selamat atau sekarat.

OK, lalu bagaimana agar hal tersebut bisa diaplikasikan dalam trading?

Langkah pertama adalah menyadari benar bahwa resiko adalah bagian yang tak terpisahkan dengan trading forex. Kerugian yang diderita dari sebuah transaksi, atau bahkan beberapa kali transaksi, bukanlah merupakan akhir dunia. Tentu saja jika Anda melakukan trading dengan manajemen resiko yang benar dan tepat. Sekali Anda menyadari fakta ini, Anda akan bisa fokus pada hal-hal yang mampu Anda lakukan.

Langkah ke dua adalah menyadari bahwa memang ada potensi Anda akan berada dalam tekanan. Anda harus bisa belajar bagaimana caranya bertindak dengan tenang, fokus dan rasional dalam situasi seperti itu. Anda harus berlatih untuk mengenali “potensi bahaya” kemudian menghindari situasi tersebut seperti halnya Anda menyelamatkan diri dari truk yang hampir menabrak Anda.

Menerima kekalahan juga adalah merupakan salah satu cara membangun respon positif. Anda akan bisa bersikap positif jika dan hanya jika anda berlatih sungguh-sungguh untuk itu. Dengan berlatih (Anda bisa mempergunakan akun demo lalu mengevaluasi respon Anda terhadap stress), reaksi negatif dengan sendirinya akan berkurang dan Anda bahkan bisa mempertajam intuisi Anda untuk menghindari “lubang-lubang jebakan” dalam trading, yang bisa muncul karena ketidakpastian pasar.

Cara termudah untuk bisa mencapai tahap “rileks” dalam trading forex tentu saja adalah dengan memiliki modal yang kuat, yang didukung oleh trading plan yang matang.

Jika Anda bisa berlatih dengan benar di akun demo, maka ketika dihadapkan pada situasi real Anda tidak lagi akan gugup, lalu terpaku, yang bisa menyebabkan kehancuran modal Anda.

Selamat berlatih mengendalikan stress. 

0 Comments

Ke Mana Harga Minyak Mentah Setelah Ini?

Saat artikel ini ditulis, harga minyak mentah light sweet diperdagangkan di kisaran $39/barrel, setelah sempat terkoreksi ke area $36/barrel dua hari yang lalu.

Ketika harga minyak masih berada di kisaran $30.70/barrel, kami mempublikasikan sebuah artikel yang berjudul “Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?” pada tanggal 13 Januari 2016. Pada intinya, di artikel tersebut kami memaparkan bahwa ada kemungkinan harga minyak akan mengalami rebound karena rata-rata ongkos produksi minyak mentah dunia saat itu berada di kisaran $27/barrel. Selain itu, disajikan juga analisa teknikal yang menyebutkan bahwa support teknikal jangka panjang berada di kisaran $33.20/barrel (harga terendah tahun 2009) hingga $16.79/barrel (harga terendah tahun 2001).

Bicara analisa teknikal, area support merupakan area yang baik untuk mencari sinyal beli, karena dalam analisa teknikal area support berarti area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Dalam analisa teknikal di artikel tersebut, kami mengemukakan pendapat bahwa potensi rebound harga minyak dunia di tahun 2016 ini adalah hingga kisaran $38-40 per barrel. Jika pun ternyata harga minyak mampu tembus ke atas $40/barrel, maka target penguatan selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Kira-kira sebulan kemudian, masih terkait pergerakan harga minyak mentah kami mempublikasikan artikel lagi berjudul “Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?” pada tanggal 16 Februari 2016. Dalam artikel tersebut kami menjelaskan bahwa ada potensi rebound harga minyak mentah berdasarkan data fundamental yang berhasil kami kumpulkan, termasuk mengutip pernyataan dari beberapa pembesar perusahaan minyak terkemuka dunia seperti Robert Warren “Bob” Dudley (bos BP) dan Patrick Pouyanné (CEO Total).

Meskipun persediaan minyak dunia saat itu masih mengalami oversupply, pada kenyataannya para spekulan secara eksplisit memperlihatkan bahwa mereka bersiap untuk menghadapi rebound harga minyak, terlihat dari banyaknya posisi long (beli) untuk kontrak minyak WTI.

Selanjutnya pada tanggal 23 Februari 2016 kami kembali meng-update analisa teknikal untuk pergerakan harga minyak mentah dalam artikel berjudul “Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading”. Secara teknikal, saat itu kami menyampaikan bahwa kendati harga minyak saat itu masih berada dalam downtrend, untuk jangka menengah harga minyak mentah berpotensi menguat ke kisaran $38.35/barrel jika mampu tembus ke atas $34.80/barrel.

Bagaimana sekarang?

Saat ini (17/3/2016), harga minyak mentah light sweet bergerak di kisaran $39/barrel, sejalan dengan perkiraan yang disampaikan sekitar dua bulan sebelumnya. Tentu saja ini adalah kabar gembira bagi Anda yang sempat membuka posisi beli di kontrak minyak mentah ketika harga masih bergerak di kisaran $30/barrel.

Pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana proyeksi harga minyak mentah selanjutnya? Apakah akan mencapai target di $40/barrel?

Ada alasan mengapa kami menyebutkan angka $38-40/barrel sebagai target penguatan harga minyak di tahun 2016. Secara teknikal, angka tersebut muncul karena memang itu adalah area resistance jangka menengah, sehingga wajar kami menargetkan area tersebut sebagai target penguatan harga minyak.

Ketika harga minyak sudah berada di $39/barrel, maka secara teknikal kita bisa beranggapan bahwa target telah tercapai karena angka 39 berada tepat di tengah antara 38 dan 40. Secara teknikal, untuk saat ini kurang tepat jika Anda ngotot ingin mengejar ketertinggalan dengan turut membuka posisi beli di harga sekarang. Ini karena menurut analisa teknikal area resistance merupakan area yang diperkirakan mampu menahan laju penguatan harga dan ada kemungkinan harga akan turun dari situ.

Secara teknikal, ada kemungkinan harga minyak terkoreksi ke area support jangka menengah di kisaran $34.26-31.12/barrel.

OIL DAILY 17 mar 2016

Untuk outlook jangka menengah, harga minyak mentah dunia baru akan berpeluang melanjutkan penguatan jika berhasil tembus ke atas $40/barrel. Kemungkinan sasaran pergerakan harga selanjutnya adalah kisaran $50-60/barrel.

Lalu apa yang bisa dilakukan saat ini?

Bagi Anda yang telah memiliki posisi buy di harga yang lebih rendah, ada setidaknya dua pilihan yang bisa Anda lakukan:

-          Tahan posisi beli tersebut hingga harga mencapai $40/barrel.

-          Tutup posisi beli tersebut (profit taking) dan tunggu lagi peluang beli jika terjadi koreksi.

Setiap pilihan tentu memiliki resiko. Jika Anda memilih opsi pertama, ada kemungkinan harga justru akan turun. Sementara jika ternyata harga melanjutkan penguatan, maka Anda akan kehilangan kesempatan untuk membukukan keuntungan lebih besar jika Anda memilih opsi ke-2.

Akan tetapi, memang secara teknikal posisi beli sebaiknya ditutup (profit taking) ketika harga sudah bergerak di area resistance. Namun semua itu tergantung pilihan Anda dan tentunya Anda harus siap dengan setiap kemungkinan yang bisa terjadi.

Jika Anda belum membuka posisi beli dan ingin membuka posisi beli, sebaiknya tunggu konfirmasi sinyal bullish ketika harga minyak terkoreksi ke area support, atau tunggu konfirmasi breakout seperti yang disampaikan di atas.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui strategi lebih detail untuk memanfaatkan pergerakan harga minyak mentah dunia, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui Live Chat. Bagi Anda yang sudah terdaftar sebagai nasabah aktif FOREXimf.com dan telah memenuhi persyaratan tertentu, silakan berkonsultasi dengan tim Market Analyst kami melalui aplikasi WhatsApp.

Tunggu terus update dari kami.

Selamat trading.

0 Comments

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Mungkin saat ini Anda – atau bahkan trader sedunia – bertanya-tanya kapankah penurunan harga minyak mentah akan berakhir? Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menentukan langkah dalam bertransaksi minyak mentah.

Venezuela darurat ekonomi

Di antara semua negara produsen minyak, Venezuela merupakan yang paling giat untuk melobi para pemimpin negara lain untuk menyesuaikan tingkat produksi minyak. Menteri perminyakan Venezuela yang baru, Eulogio del Pino, telah terbang dari Moskow ke Riyadh dan dilanjutkan ke Doha untuk mencoba meyakinkan para pejabat di sana untuk melakukan sesuatu demi menstabilkan harga minyak dunia.

Jika kita lihat perekonomian Venezuela secara umum, kita akan bisa memahami mengapa Venezuela begitu bersemangat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Minyak mentah memegang porsi 95% dari sektor ekspor Venezuela dan 25% dari keseluruhan PDB (GDP) mereka. Ini artinya, Venezuela akan merasa aman dan bahagia jika harga minyak dunia diperdagangkan di atas $100 per barrel dan – tentu saja – tidak jika harga minyak berada di kisaran harga sekarang ($26-30/barrel).

Di awal tahun ini, presiden Venezuela telah menyatakan status darurat ekonomi, karena perekonomian negara tersebut telah mengalami penyusutan dalam delapan kuartal berturut-turut. Para ekonom memperkirakan bahwa Venezuela baru akan tenang jika setidaknya harga minyak kembali ke kisaran $111/barrel, itu pun baru level impas saja.

Empat negara memutuskan untuk mempertahankan produksi

Upaya Venezuela tersebut membuahkan hasil, meskipun tidak seperti yang diharapkan. Setidaknya, kegigihan Venezuela direspon dengan bertemunya negara anggota OPEC dan non-OPEC dalam sebuah perundingan. Pertemuan yang bersifat darurat tersebut dihadiri oleh Iran, Aljazair, Nigeria, dan Ekuador di akhir pekan yang lain. Kemudian tiga hari yang lalu Rusia, Venezuela dan Qatar juga turut serta ke meja perundingan. Sayangnya perundingan tersebut tidak berhasil membuahkan kesepakatan yang solid.

Sejauh ini, Arab Saudi sebagai “raja minyak” masih bersikap keras kepala dengan menolak pemangkasan produksi. Sebagian analis berpendapat bahwa Saudi sepertinya lebih tertarik untuk meraih kembali pasar mereka dari para pesaing. Bisa dipahami karena harga minyak dunia saat ini masih jauh berada di atas ongkos produksi minyak mereka. Kejatuhan harga minyak sangat memungkinkan para pesaing untuk keluar dari gelanggang. Sayangnya, fakta yang terjadi tidak seperti itu.

Lalu muncul kabar yang kembali membuat harga minyak sempat terkoreksi pada tanggal 16 Februari 2016. Qatar, Venezuela, Rusia dan Arab Saudi sepakat untuk mempertahankan produksi minyak mereka di angka yang sama dengan jumlah produksi di bulan Januari. Hal ini tentu meredupkan harapan akan pemangkasan produksi yang masif.

Iran memutuskan untuk tidak ikut serta dalam kesepakatan itu, sehingga masih sedikit memberikan harapan meredanya oversupply minyak mentah dunia. Saat ini, dunia masih mengalami kelebihan persediaan antara 1 hingga 2 juta barrel per hari.

Secara teknikal, harga minyak masih dalam downtrend

Sementara pertemuan-pertemuan dan spekulasi mengenai kemungkinan tercapainya kesepakatan di antara para produsen minyak masih berlangsung, secara teknikal harga minyak masih berada dalam downtrend untuk jangka menengah.

Ketahui Hal-Hal Tentang Minyak Mentah Ini Sebelum Trading

Grafik di atas merupakan pergerakan harga minyak per barrel dalam time-frame H4. Sejak Oktober 2015 hingga hari ini (19 Februari 2016) harga minyak terlihat bergerak dalam downtrend. Memang harga telah berhasil tembus ke atas trendline turun yang terlihat, namun masih terlihat ada resistance teknikal di area kisaran $34.80. Ada kemungkinan penguatan harga minyak dunia akan tertahan dulu di area tersebut.

Harga minyak mentah kemungkinan baru akan melanjutkan penguatan jika resistance di 34.80 tersebut tembus, dengan target penguatan lanjutan hingga ke kisran 38.35 untuk jangka menengah.

0 Comments

Liputan Khusus: Harga Minyak Dunia Berpeluang Naik Di Tahun 2016?

Sebenarnya, tidak ada satu ahli minyak atau analis ternama pun yang benar-benar bisa mengetahui kapan persisnya harga minyak akan berbalik arah dari terjun bebas menjadi menanjak. Akan tetapi, cepat atau lambat kita akan mengetahui ketika hal itu terjadi. Jumat lalu (12/2/2016), harga minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berhasil menguat sekitar 12 persen ke kisaran $29 per barrel, namun prestasi tersebut memang belum terlalu memuaskan jika dibandingkan dengan kejatuhan harga minyak yang terjadi.

Posisi long (beli) untuk kontrak oil WTI mencapai volume tertinggi dalam delapan bulan terakhir meskipun harga minyak mentah masih bergerak dalam downtrend.

Kamis lalu (11/2/2016), harga minyak mentah WTI menyentuh kisaran $26.05 per barrel yang merupakan level terendah sejak tahun 2003. Di hari berikutnya, harga mengalami rally sejauh 12 persen. Akan tetapi harga masih ditutup melemah sebesar 4,7 persen untuk perdagangan pekan itu.

Persediaan minyak mentah dunia masih mengalami oversupply. Tidak tanggung-tanggung, persediaan minyak global mencapai angka tertinggi dalam 86 tahun.

Pertanyaannya kemudian adalah: mengapa para spekulan justru bersiap untuk menghadapi kenaikan harga minyak?

Tampaknya, ada pertumbuhan jumlah yang signifikan di kalangan para investor yang memperkirakan bahwa produksi minyak akan melambat karena banyak perusahaan minyak terkemuka menurunkan skala operasi mereka agar masih bisa memperoleh keuntungan. Sangat mungkin bahwa para spekulan berpikir bahwa krisis harga minyak akan segera berakhir.

Mengapa para spekulan bisa berpikiran seperti itu?

Berikut ini adalah data yang bisa Anda pikirkan:

  • Perusahaan minyak terkemuka termasuk Chevron dan Anadarko telah mengemukakan rencana mereka untuk menekan pengeluaran.
  • Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya ada 44 perusahaan eksplorasi dan produksi minyak di Amerika Utara hanya menganggarkan biaya sekitar $78 milyar tahun ini, sementara di tahun sebelumnya mereka mengeluarkan biaya sebesar $101 milyar.
  • Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail bin Muhammad al-Mazroui mengatakan bahwa OPEC bersedia untuk membicarakan kemungkinan pemangkasan produksi dengan eksportir minyak lainnya.

Ini secara tidak langsung menjadi indikasi bahwa produksi minyak di tahun ini kemungkinan besar akan berkurang dan diperkirakan akan mengatasi masalah oversupply sehingga menciptakan titik keseimbangan (equilibrium) baru antara supply dan demand untuk minyak.

Meningkatnya volume transaksi beli di kontrak harga minyak WTI terjadi ketika perusahaan-perusahaan minyak raksasa berkumpul di London dalam acara International Petroleum Week, dan memberikan peringatan bahwa prospek perminyakan saat ini sangat suram.

Patrick Pouyanné, CEO Total yang merupakan perusahaan kilang minyak terbesar di Eropa, mengatakan bahwa industri perminyakan sedang “menghadapi krisis”. Sementara itu boss BP (dahulu bernama British Petroleum), Robert Warren “Bob” Dudley, menggambarkan bahwa dirinya “sangat bearish”.

Meskipun demikian, Bob Dudley, berpendapat bahwa harga minyak dunia akan naik di semester ke-2 tahun 2016 karena diperkirakan akan ada kenaikan demand dari Amerika Serikat (AS) dan China sedangkan supply atau persediaan minyak dunia akan berkurang karena AS kemungkinan besar akan menghentikan produksi minyak. Hal itu ia kemukakan dalam sebuah wawancara dengan BBC.

Harga minyak dunia telah jatuh ke level terendah baru dalam 1 tahun terakhir. Dudley berpendapat bahwa harga minyak kemungkinan akan naik dalam satu atau dua setengah tahun dengan tingkat volatilitas yang tinggi dalam enam bulan pertama.

Para spekulan telah bersiap menanti naiknya harga minyak dunia, bagaimana dengan Anda?

0 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (3)

Pada artikel sebelumnya Anda telah mengetahui langkah-langkah yang harus dilalui dalam membangun sebuah sistem trading forex, dalam hal ini adalah mechanical trading system. Ada setidaknya tujuh langkah yang harus dilakukan mulai dari perencanaan hingga pengujian sistem trading tersebut.

Di artikel penutup ini saya akan mencoba untuk memberikan contoh mudah sebuah sistem trading yang sederhana berdasarkan pemaparan yang telah dijabarkan di artikel sebelumnya.

Setup:

  • Time frame: Daily (D1)
  • Indikator trend:
  1. Simple Moving Average (SMA), periode: 20
  2. Simple Moving Average (SMA), periode: 50
  • Indikator konfirmator:
  1. Stochastic (5,3,3)
  2. RSI (14)

Aturan Trading:

Entry Rule:

  • Aturan BUY:
  1. SMA 20 telah memotong ke atas SMA 50 (golden cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke atas
  3. Tunggu hingga koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bullish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bullish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di atas 50 tetapi belum overbought
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi buy
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP
  • Aturan SELL:
  1. SMA 20 telah memotong ke bawah SMA 50 (death cross)
  2. Pastikan kedua SMA mengarah ke bawah
  3. Tunggu hingga pull-back terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, lalu cari sinyal bearish dari stochastic
  4. Konfirmasi sinyal bearish stochastic tersebut dengan RSI, pastikan nilai RSI berada di bawah 50 tetapi belum oversold
  5. Jika semua kondisi di atas terpenuhi, buka posisi sell
  6. Tempatkan Stop Loss sejauh 2000 pips (5 desimal) dari OP

Exit Rule:

  • Tutup posisi buy jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk death cross, atau jika nilai RSI jatuh ke bawah 50, atau jika Stop Loss tersentuh.
  • Tutup posisi sell jika SMA 20 dan SMA 50 membentuk golden cross, atau jika nilai RSI naik ke atas 50, atau jika Stop Loss tersentuh.

Nah, sekarang mari kita lihat bagaimana ilustrasi penerapannya.

Gambar-gambar di bawah ini akan menjelaskan contoh penerapan strategi buy berdasarkan sistem trading forex yang baru kita bangun ini.

Pada gambar berikut ini, Anda bisa melihat telah terjadi golden cross di chart daily pair USD/CAD.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Saat itu harga telah berada di atas SMA 20 dan SMA 50 namun stochastic telah memperlihatkan indikasi bearish sedangkan CCI berada dalam kondisi overbought. Nah, selanjutnya kita tinggal menunggu akan terjadi pull-back/koreksi ke area di antara kedua SMA tersebut.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Setelah pull-back/koreksi terjadi ke area di antara SMA 20 dan SMA 50, Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal bullish dari stochastic. Ketika sinyal bullish terkonfirmasi di stochastic, pastikan nilai RSI telah berada di atas 50. Perlu diingat bahwa sinyal tersebut sebaiknya harus terkonfirmasi setelah candlestick closed.

Gambar berikut ini memperlihatkan pergerakan harga selanjutnya setelah sinyal buy terkonfirmasi berdasarkan sistem trading tersebut. Terlihat bahwa harga telah bergerak sejauh 2278 pips setelah buka posisi.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Pada saat itu Anda mungkin akan menutup posisi jika merasa sudah puas, namun sebenarnya berdasarkan sistem trading forex yang telah disusun di atas, sebaiknya posisi tersebut baru ditutup jika terjadi death cross atau nilai RSI jatuh ke bawah 50.

trading forex, strategi forex, belajar forex

Perlu diingat bahwa sistem trading ini mempergunakan time-frame daily, sehingga sebenarnya lebih condong kepada gaya trading long-term. Oleh karena itu, wajar jika dalam contoh di atas transaksi yang dilakukan bisa mencapai keuntungan hingga lebih dari 13.000 pips!

Kesabaran adalah kunci. Kembali kepada konsep mechanical trading system, memang faktor emosi sebaiknya tidak terlalu terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Buy, sell dan close posisi Anda hanya jika ada sinyal valid yang telah terkofirmasi.

Nah, sistem trading yang saya paparkan ini hanya contoh saja. Anda bebas memodifikasi atau bahkan menciptakan sendiri sistem trading yang kira-kira sesuai dengan karakter dan gaya trading Anda dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dipaparkan mulai dari tulisan bagian pertama, bagian ke-2 hingga ke-3 ini.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

5 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (2)

Pada artikel sebelumnya, Anda telah mempelajari mengenai apa itu mechanical trading system. Nah, fokus utama artikel ini adalah untuk memandu Anda dalam step-by-step proses pembuatan sistem trading forex Anda sendiri. Meskipun tidak membutuhkan banyak waktu untuk membuat sebuah sistem, namun untuk menguji sistem trading tersebut mutlak membutuhkan waktu. Maka dalam hal ini kesabaran Anda diperlukan.

Ada tujuh langkah yang harus Anda jalankan dalam membangun sebuah mechanical trading system.

Langkah 1: Tentukan time-frame

Hal pertama yang harus Anda tetapkan ketika membangun sistem trading Anda adalah menentukan tipe trader seperti apa Anda ini. Apakah Anda seorang day trader? Swing trader? Apakah Anda suka memantau chart setiap hari, sekali seminggu, atau mungkin sebulan sekali? Ketika Anda melakukan trading, berapa lama biasanya Anda menahan posisi terbuka?

Unsur-unsur tersebut di atas akan membantu Anda untuk menentukan time frame berapa yang akan Anda pergunakan. Meskipun misalnya Anda ingin bertransaksi menggunakan metode multiple time-frame analysis, tentukan time-frame utama mana yang biasanya Anda pergunakan untuk mencari entry signal.

Langkah 2: Tentukan indikator trend

Karena tujuan utama sistem trading adalah mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda selayaknya memanfaatkan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Misalnya moving average (MA), yang  merupakan salah satu indikator trend yang cukup populer.

Para trader biasanya mempergunakan dua buah MA dengan periode yang berbeda dan menunggu hingga terjadi perpotongan antara kedua MA tersebut. Metode ini merupakan metode dasar yang dikenal dengan metode “MA crossover”. Teknik yang paling sederhana dari metode ini merupakan cara tercepat dan termudah dalam mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Memang ada banyak metode lain dalam forex trading untuk mengenali trend, namun MA merupakan salah satu yang paling mudah untuk dipergunakan.

Langkah 3: Pergunakan indikator yang bisa mengonfirmasi trend

Target ke dua dari sebuah sistem trading adalah mampu menghindari whipsaw. Anda tentu tidak mau terjebak oleh sinyal palsu. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan memastikan sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang berlangsung. Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator yang termasuk golongan momentum atau oscillator.

Ada banyak indikator teknikal yang bisa dipergunakan sebagai sinyal yang mengonfirmasi trend. Tim Market Analyst FOREXimf.com biasa mempergunakan stochastic dan CCI. Selain itu Anda juga bisa mempergunakan MACD atau RSI. Silakan Anda mencoba beberapa jenis indikator. Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator mana yang sekiranya cocok dengan gaya trading Anda lalu masukkan ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

Langkah 4: Tetapkan batasan resiko

Dalam membangun sistem trading, sangat penting menentukan tingkat toleransi atau batasan resiko. Memang tidak banyak orang yang suka membicarakan kerugian, namun pada kenyataannya trader forex yang baik adalah trader yang mampu berpikir untuk membatasi berapa besar kerugian yang mungkin bisa ia derita. Mereka selalu memikirkan resiko terlebih dahulu sebelum membayangkan berapa besar keuntungan yang bisa mereka dapatkan.

Tingkat toleransi resiko pada masing-masing orang tentu berbeda-beda. Anda memang harus menentukan batasan resiko namun tetap harus dalam batas “kenyamanan” Anda sendiri. Jadi jangan bulat-bulat meniru trader lain yang toleransi resikonya lebih tinggi daripada Anda.

Ini erat kaitannya dengan money management,yang memegang peranan sangat penting dalam trading forex. Anda bisa membaca banyak topik tentang money management di website ini.

Langkah 5: Tentukan aturan entry dan exit

Setelah Anda menetapkan batasan resiko, langkah selanjutnya adalah menetapkan aturan entry (membuka posisi) dan exit (menutup transaksi).

Ada trader yang membuka posisi setelah semua indikator yang dipergunakan terlihat memberikan sinyal meskipun candlestick belum close.  Ada pula yang lebih suka menunggu hingga candlestick close.

Kami sendiri mengikuti pendapat yang ke-2, yaitu menunggu hingga candlestick close, karena seringkali ternyata indikator teknikal berubah setelah candlestick close dan sinyal yang tadinya tampak telah terkonfirmasi ternyata “menghilang”.

Namun sebenarnya itu hanya masalah gaya trading saja. Trader yang tidak merasa perlu menunggu konfirmasi candlestick biasanya adalah tipe trader yang agresif.

Sementara itu ada beberapa opsi untuk aturan exit. Salah satu cara adalah menggunakan trailing stop. Cara lain adalah menetapkan target dan hanya akan menutup transaksi ketika target telah tercapai. Banyak yang menggunakan support dan resistance sebagai acuan target, sementara ada pula yang hanya menetapkan target dalam bentuk sekian pip.

Anda juga bisa menggunakan “sinyal-kontra” sebagai aturan exit. Misalnya jika Anda masuk posisi buy berdasarkan MA golden cross (MA memotong dari bawah ke atas), maka Anda hanya akan menutup posisi tersebut jika terjadi MA death cross (MA memotong dari atas ke bawah) dan sebaliknya.

Oh ya, ingat bahwa aturan exit tidak hanya berlaku saat profit saja. Anda juga harus menerapkan aturan exit saat terjadi loss.

Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan Anda akan selalu menjalankannya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu cepat sebelum kondisi atau aturan yang telah Anda tetapkan terpenuhi. Apa pun yang terjadi – ya, APA PUN YANG TERJADIstick to the plan!

Langkah 6: Tulis aturan sistem trading Anda dan PATUHI!

Inilah langkah paling penting dalam menciptakan sistem trading. Tuliskanlah aturan sistem trading Anda dan selalu patuhi. Sekali lagi: SELALU PATUHI. No matter what!

Disiplin adalah salah satu sikap yang HARUS dimiliki seorang trader. Tidak ada sistem trading yang bisa berhasil dengan baik jika Anda tidak disiplin dalam mematuhi aturan sistem trading tersebut.

Langkah 7: Uji Sistem Trading Anda

Cara termudah untuk menguji sistem trading yang baru Anda buat adalah mempergunakan Strategy Tester yang tersedia di MetaTrader. Cara ini biasa disebut backtesting. Terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin. Ini penting. Sangat penting.

Pergunakan data harga yang cukup. Minimal pergunakan data pergerakan harga dua atau tiga tahun ke belakang agar Anda tahu apakah sistem Anda bisa mengikuti dinamika pasar atau tidak. Jika hasil backtesting Anda cukup memuaskan, lanjutkan ke tahap pengujian ke-2, yaitu forward testing dengan menggunakan demo account.

Lakukan forward testing setidaknya dua bulan. Ini akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk “merasakan” kinerja sistem trading Anda secara live. Selain itu, kesabaran dan kedisiplinan Anda akan kembali diuji dengan pergerakan market secara real time.

Setelah dua bulan, Anda akan mengetahui apakah sistem tersebut benar-benar bisa Anda pergunakan. Jika hasil demo account masih memuaskan dan Anda sudah cukup percaya diri dengan sistem trading yang Anda ciptakan, maka langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam real account.

Selamat! Anda telah berhasil menciptakan sistem trading forex Anda sendiri.

6 Comments

Rahasia Membuat Sistem Trading Forex Sendiri (1)

Sejauh ini, Anda mungkin telah banyak mempelajari mengenai cara membuat trading plan dari FOREXimf.com. Anda mungkin telah mengetahui betapa pentingnya trading plan dalam trading forex. Anda juga telah mengetahui bahwa gaya trading setiap trader berbeda-beda, untuk itulah Anda perlu memiliki sistem trading yang sesuai dengan gaya trading Anda.

Nah, kali ini kami akan membagikan tips untuk Anda tentang bagaimana cara menciptakan sistem trading sendiri, khususnya sistem trading ala analisa teknikal, atau yang sering disebut dengan “mechanical trading system”.

Apakah mechanical trading system itu?

Mechanical trading system adalah sistem trading yang berdasar pada analisa teknikal dan memproduksi sinyal trading. Disebut “mechanical” karena semestinya trader yang menggunakan sistem trading seperti ini harusnya membuat keputusan buy, sell, atau close berdasarkan sinyal yang muncul dari sistem tersebut, tanpa mempedulikan sentimen apa pun yang berkembang di pasar.

Teorinya, sistem trading seperti ini semestinya akan mengeliminasi (atau setidaknya menekan hingga ke titik terendah) subyektivitas dan faktor emosi seorang trader, karena yang dilakukan hanyalah mengikuti aturan dari sistem tersebut APA PUN YANG TERJADI.

Anda mungkin pernah melakukan pencarian sistem trading di internet. Jika Anda mengetikkan kata kunci “sistem trading forex” atau “forex trading system”, bisa kami pastikan Anda akan menemukan banyak orang (bahkan terlalu banyak!) yang menawarkan sistem trading yang mereka  klaim sebagai “holy grail” dengan harga “hanya” beberapa juta rupiah saja.

Holy grail? Apa itu?

Dalam dunia trading, holy grail adalah istilah yang diberikan untuk sistem trading yang tak pernah salah dan tak pernah kalah. Sistem trading seperti itu diklaim akan menghasilkan keuntungan ribuan pips per minggu (bahkan konon per hari!) dan tak akan pernah menghasilkan transaksi yang merugi. Mereka – para penjual sistem tersebut – akan menampilkan semacam “hasil trading” berdasarkan sistem trading yang “sempurna” itu dan dijamin akan membuat mata Anda terbelalak kagum. Ada kemungkinan Anda akan segera melakukan transaksi internet banking dan mentransfer uang sejumlah “beberapa juta saja” ke penjual sistem tersebut, karena Anda berpikir harga itu sangat murah dibandingkan dengan apa yang akan Anda dapatkan.

Eh… tunggu dulu. Sebelum Anda telanjur membuang uang Anda, coba pikirkan kalimat terakhir di paragraf di atas. Pernahkah Anda mendengar peribahasa “ada harga, ada rupa”? Jika sistem trading tersebut memang SEHEBAT ITU, wajarkah dijual dengan harga yang murah?

Fakta pertama, ya memang mungkin ada sistem trading yang sangat luar biasa yang bisa menghasilkan keuntungan yang cukup mengundang decak kagum. Masalahnya, justru sistem seperti itu biasanya disimpan rapat-rapat oleh pembuatnya. Kalaupun ia “membagikannya”, biasanya ada “kompensasi” yang setimpal yang harus Anda keluarkan.

Fakta ke dua adalah, daripada Anda harus mengeluarkan beberapa juta rupiah untuk sistem trading yang belum tentu cocok dengan Anda, sebenarnya Anda bisa membuat sistem trading Anda sendiri dengan GRATIS. Jika Anda membuat sendiri, tentu cocok dengan karakteristik Anda sebagai trader. Inilah yang ingin kami bagikan pada Anda. Ada banyak orang di dunia maya ataupun dunia nyata yang menjual sistem trading, namun kami belum pernah melihat ada yang mau membantu Anda membuat sistem trading sendiri.

Sebenarnya membuat sistem trading sendiri tidaklah terlalu sulit. Yang sulit adalah bagaimana benar-benar disiplin mengikuti aturan yang telah Anda terapkan ketika membangun sistem trading tersebut.

Bagian pertama ini akan memberikan informasi yang Anda perlukan untuk mulai mengembangkan sistem trading yang tepat untuk Anda. Pada akhir tulisa, kami akan memberikan contoh sistem trading.

Tentukan Target Sistem Trading Anda

Mungkin Anda berpikiran untuk membuat sistem trading yang bisa mencetak profit ribuan (atau bahkan jutaan) dollar. Ya, itu pemikiran yang sangat luar biasa, namun sebenarnya bukan itu target yang benar.

Ketika Anda membangun sistem trading, target sistem tersebut sebenarnya hanya dua:

-          Mampu mengindentifikasi tren sedini mungkin

-          Mampu menghindari whipsaw (pergerakan harga naik-turun yang cepat dan ekstrim)

Jika sistem trading Anda mampu memenuhi dua target tersebut, peluang Anda untuk menjadi trader yang sukses akan menjadi semakin besar. Namun masalahnya, kedua hal tersebut seringkali bertolak belakang.

Jika Anda memiliki sistem yang target utamanya adalah mengidentifikasi perubahan tren sedini mungkin, ada kemungkinan Anda akan sering mendapatkan sinyal palsu. Sebaliknya, jika Anda memiliki sistem trading yang fokus menghindari whipsaw, ada kemungkinan Anda akan terlambat untuk mengambil posisi dan kehilangan kesempatan.

Tugas Anda ketika membangun sistem trading adalah menemukan “jalan tengah” antara kedua target tersebut. Anda harus mencari cara untuk bisa mengidentifikasi tren sedini mungkin namun juga bisa mereduksi kemunculan sinyal palsu.

Pada tulisan berikutnya, kita akan membahas langkah-langkah menyusun sistem trading forex yang sederhana.

Sampai jumpa.

0 Comments

Mungkinkah Minyak Dunia Jatuh ke Harga $20/Barrel?

Harga minyak mentah dunia terperosok hingga tembus ke bawah $30 per barrel. Apa yang terjadi? Bagaimana potensi pergerakan selanjutnya?

Untuk harga minyak mentah dunia, level harga $20 per barrel merupakan level yang perlu diperhatikan. Rata-rata ongkos produksi per barrel minyak mentah berdasarkan ongkos produksi 20 negara penghasil minyak terbesar di dunia berada di kisaran angka itu, tepatnya sekitar $27. Dengan demikian, secara fundamental harga minyak mentah sulit untuk bertahan lama di bawah $20 per barrel. Pertanyaannya kemudian adalah: berapa lama dan di mana batas bawahnya?

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Sumber: UCube by Rystad Energy; Interactive published Nov. 23, 2015

West Texas Intermediate (WTI) telah mengalami kejatuhan hingga $29.93 per barrel pada tanggal 12 Januari 2016. Harga itu merupakan level terendah sejak Desember 2003, yang artinya terendah dalam 12 tahun terakhir.

Masalah Biaya Operasional

Jatuhnya harga minyak akibat rendahnya permintaan dari negara berkembang (sehingga persediaan menjadi terlalu berlimpah) bisa jadi akan mengundang masalah bagi perusahaan minyak dan mereka akan menghadapi masalah biaya operasional. Menurut perkiraan pemerintah Malaysia, mereka akan mengalami kerugian sebesar 300 juta ringgit (sekitar $68 juta) setiap penurunan harga minyak mentah sebesar satu dollar. Conoco Phillips kehilangan pendapatan bersih sebesar $1,79 juta tiap kuartal untuk setiap penurunan harga minyak sebesar 10 USD.

British Petroleum Plc (Inggris) terpaksa harus memutus hubungan kerja dengan  4.000 pekerjanya, Petroleo Brasileiro SA (Brasil) memangkas rencana anggaran menjadi $98,4 milyar dari sebelumnya $130 milyar. Sementara itu Petronas (Malaysia) menyatakan bersiap untuk menghadapi tahun-tahun yang berat.

U.S. Energy Information Administration merevisi perkiraannya untuk harga minyak WTI di tahun 2016 sebesar 24% menjadi $38.54 per barrel. Mereka memperkisakan bahwa harga minyak akan kembali mencapai keseimbangan di tahun 2017.

Penguatan USD juga bisa mempengaruhi harga minyak dan membuat harga tertekan di bawah $30.

Tekanan yang dialami harga minyak dunia saat ini seolah mengabaikan pernyataan Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, menjelang penghujung tahun lalu. Al-Badri menyatakan bahwa harga minyak tidak akan terus mengalami penurunan dan akan naik paling tidak dalam beberapa bulan hingga setahun mendatang. Ini karena produksi negara-negara non-OPEC telah mengalami penurunan hingga 400-500 ribu barrel per hari dan di tahun 2016 OPEC tidak akan melakukan produksi di harga minyak yang sekarang.

Pandangan Teknikal

Harga minyak secara teknikal memang sedang berada di bawah tekanan. Untuk outlook jangka pendek hingga menengah, bias bearish masih mendominasi pergerakan harga minyak mentah. Namun untuk outlook jangka panjang, terlihat bahwa harga minyak mentah saat ini berada di area support teknikal jangka panjang, yaitu kisaran $33.20 (harga terendah tahun 2009) hingga $16.70 (terendah tahun 2001). Secara teknikal, area support adalah area yang tepat untuk membuka posisi buy. Dengan kata lain, area support – sekali lagi secara teknikal – adalah area yang diperkirakan mampu menahan laju penurunan harga dan kemungkinan besar akan diikuti oleh rebound naik.

Oil, Minyak mentah, trading oil, trading minyak

Trader komoditi yang melihat peluang ini biasanya mencoba untuk mencari sinyal teknikal guna membuka posisi buy untuk jangka panjang. Apalagi stochastic dan CCI di chart bulanan telah memperlihatkan indikasi jenuh jual (oversold). Memang benar bahwa indikasi oversold belum tentu akan diikuti oleh kenaikan harga, namun area support yang terlihat membuat indikasi oversold itu menjadi berarti.

Adapun potensi rebound harga minyak untuk sementara adalah kisaran $38-40 per barrel sebagai target jangka menengah. Secara teknikal, agak berat untuk melihat rebound yang lebih tinggi untuk tahun ini, kecuali jika harga minyak mampu tembus ke atas $40 per barrel. Jika pun itu terjadi, target pergerakan realistis selanjutnya hanyalah hingga kisaran $50-60 per barrel.

Namun apa yang terjadi jika seandainya harga minyak terus turun? Tampaknya kisaran $16.70 untuk sementara menjadi level ekstrim yang mungkin bisa dicapai harga minyak tahun ini.

Let’s wait and see.

0 Comments